Teliti dan Ceroboh

Di sebuah laboratorium, ada seorang profesor sedang memegang sebuah gelas yang berisikan air yg berwarna kuning.
“ini adalah air kencing seorang pasien penderita diabetes,” kata profesor kepada para mahasiswanya.

Ketika semuanya memperhatikan air kencing yg berada di dalam gelas itu, profesor tersebut berkata, “cobalah cicipi, apakah manis?”

Para mahasiswa saling menatap, mengira profesor tersebut bercanda. Akan tetapi sungguh tak diduga tiba-tiba saja profesor itu memasukkan jarinya ke dalam gelas itu, lalu dicicipinya air kencing tersebut. Sejenak kemudian dia berkata, “Tak salah, memang manis kok. Ayo, silakan kalian mencobanya!

“Profesor saja berani mencobanya, mengapa kita sebagai mahasiswa tidak berani?” Lalu mereka pun mencicipinya satu for every satu. “Ternyata manis sekali”, kata para mahasiswa itu.

Profesor itu tertawa terbahak-bahak dan berkata: “Di dalam menuntut ilmu terlebih-lebih ilmu kedokteran yang menyangkut nyawa manusia, tidak boleh ceroboh!
Kita tetap harus memeriksa dengan teliti dan hati-hati dalam membuat analisa agar jangan sampai menimbulkan kekeliruan yang berakibat serious.
Tadi saya menggunakan jari tengah untuk mencicipi air kencing itu, padahal sebenarnya jari telunjuklah yang saya celupkan ke gelas ini. Ternyata kalian tidak memperhatikan dengan baik.”

Para mahasiswa pun mulai galau karena terkecoh.

“Tapi untunglah ini bukan air kencing yang sebenarnya melainkan air gula saja.” kata profesor itu menutup pembicaraan.


Original source : Teliti dan Ceroboh