Tante Warung depan Rumah Adelia

Warung depan kontrakan Adelia sebenarnya masakannya enak, tempatnya bersih, walaupun harganya agak mahal. Namun Adelia jarang makan di sana. Gara-garanya gadis yang baru dua tahun yang lalu lulus kuliah itu setiapkali datang ke sana dipanggil Ibu sama pemilik warung. Padahal taksiran Adelia, umur pemilik warung lima tahun lebih tua darinya. Menurut Adelia tidak ada alasan si pemilik warung memanggilnya Ibu. Makanya dia males datang ke situ.

Pernah suatu ketika Adelia yang biasa memanggil teteh, merubah panggilannya menjadi tante pada pemilik warung. Akibatnya si pemilik warung protes, dan mengatakan jangan panggil dirinya tante, karena dia belum tua. Tentu saja Adelia tertawa dalam hati. Dirinya saja dipanggil Ibu. Si pemilik warung yang memang lebih tua dari dirinya bolehlah dipangggil tante, walaupun dia belum setua tante Adelia yang di Jakarta.

Faktanya dari semua warung yang ada di sekitar kontrakannya, hanya warung itu yang memanggilnya Bu. Warung lain memanggil dirinya teteh, neng atau barrier banter Mbak. Makanya Adelia lebih suka makan di warung lain walaupun lokasinya lebih jauh.
Setiapkali berpapasan di jalan, si Tante selalu menyapanya dengan ramah, terkadang dia bertanya mengapa Adelia sekarang jarang makan di warungnya. Biasanya Adelia hanya tersenyum sambil berkata bahwa dirinya telah beli makan malam saat pulang kantor. Kadang-kadang kalo lagi iseng, Adelia membalas menyapa dengan panggilan tante kepada pemilik warung itu. Biasanya si pemilik warung langsung mengatakan jangan memanggilnya tante, kan dirinya belum tua. Adelia tertawa dalam hati setiapkali mengulangi kembali keisengan itu (Undil-2013)

Incoming search terms:

  • cerita mbak warung

Original source : Tante Warung depan Rumah Adelia