Banyaknya Politikus Busuk di Belakang Si Foke

Politikus busuk: terlibat cash politics, terpaut tindak korupsi, narkoba, kerap mangkir hadiri sidang, selingkuh, suka bikin kebijakan/peraturan menguntungkan pribadi dengan membebani masyarakat, tidak melaporkan kekayaan milik pribadi secara benar, tidak melaksanakan kewajiban hukum, dan gemar berfoya-foya.

Saya ingin tambah dengan beberapa indikator lagi. Politikus busuk ialah mereka yang siap menang, tapi tidak siap kalah. Menang melotot, kalah pun sewot. Bahkan, ada juga yang berupaya mendisain terjadinya benturan di amount bawah. Alhasil, bikin kondisi kian runyam.

Istilah politikus busuk memang terasa galak dan keterlaluan. Namun, itulah padanan yang dirasa pas, cocok, dan relevan. Menggambarkan politikus yang egois. Inilah yang membedakannya dengan politikus-baik, politikus-bermartabat, dan punya mobilitas tinggi

Harapan kita dalam PILKADA DKI, jangan sampai ada yang golput (tidak memilih).Hak memang suatu yang patut diterima. Tapi, akan jauh lebih baik jika kita gunakan hak itu sepenuhnya guna harapan perbaikan nasib.

Justru itu, mari kita ekstra-cermat dalam memilih. Pilihlah yang memiliki pengalaman dan kompetensi yang teruji. Jangan pilih yang gemar tebar janji, lantas bikin sakit hati. Ogah pilih yang suka pasang muka, tapi bikin kita murka. Pilih yang tidak cuma pinter bicara keras, tapi juga yang mau kerja keras. Pilih yang punya tawaran penyelesaian masalah, bagian dari solusi. Ayo pilih yang giat kerja tanpa penyakit tebal muka, penyakit enggan dengar aspirasi, sampai bolos kerja.

untuk JAKARTA yang menjadi miniatur Indonesia,desire (harapan) dan chat (perubahan) bisa jadi kenyataan, atau justru tidak sama sekali. Keadaan rentang lima tahun ke depan akan sangat ditentukan oleh sebagian besar kita sebagai pemilih/konstituen. Mau pilih yang baik atau pilih yang busuk

Bayangkan jika Anda memilih Pemimpin yang dibelakangnya berjejer politikus busuk.Dipastikan, sebagian besar kita,kelak bakal begini-begini terus.Kurang sandang, kurang papan, kurang pangan. Saya yakin, penyakit hati bakal tambah bersemi. Mulai dari pusing, mual, jantungan, sakit hati, sampai ke celoteh-celoteh sendirian.

Memang tidak ada yang menjamin perbaikan di negeri ini secara cepat.tidak ada yang punya tongkat ajaib ataupun rumus simsalabim untuk mengurangi semua masalah. Tapi, harapan akan selalu ada jika amanah diserahkan kepada yang benar,bukan yang busuk. Jika tidak, tunggu saja kehancurannya.


Original source : Banyaknya Politikus Busuk di Belakang Si Foke