Tag Archives: rakus

Pasca KLB-KLB an ..sepakbola Indonesia masih carut marut, siapa yang harus bertanggung jawab..

Carut marutnya sepakbola Indonesia, seakan berbanding lurus dengan kondisi per “politik ” an di Indonesia. Tahun 2014 adalah tahun politik, tahun fitnah memfitnah, tahun cakar-cakaran, tahun eyel-eyelan, tahun “gebleg” de el el el. sehingga banyak yang menempuh jalan pintas untuk mencapai tujuan pribadi atau golongan tertentu. yah ….manusia haus kehormatan, manusia haus kekayaan, manusia haus ketenaran….

saya sedih dan marah dengan tingkah laku para pengurus PSSI pasca KLB, khususnya pihak “KPSI”. …apa yang menjadi harapan Pemerintah (Menpora ) sudah jauh panggang dari api…win-win solution ala Menpora ..ternyata telah ditelikung oleh KPSI…mereka secara rakus dan buas tanpa mengindahkan norma, aturan dan etika beroorganisasi …bermanufer dengan jurus  ”balas dendam”…sangat-sangat “MENYEBALKAN”

Tapi kenapa kok hanya sebagian kecil yang bereaksi dari para pecinta sepakbola Indonesia? kok banyak yang terdiam? apa memang ini yang diinginkan dari para pecinta sepakbola ? ini bukan penyatuan liga…ini balas dendam..status quo sdh menguasai sepak bola..saya heran dengan program PT LPIS yang begitu bagus kok tidak laku, malah program PT LI yang begono-begono saja malah laku…SUsah ya orang Indonesia diajak maju…mau dibawa ke mana sepakbola Indonesia?

Jadi, siapa yang bertanggung jawab dengan carut marutnya sepakbola :

1. FIFA dan AFC, tidak tegas dalam menyelesaikan permasalahan kisruhnya sepakbola di Indonesia

2. Pemerintah dan perangkatnya  (KEMENPORA, POLRI, KONI, KOI, BOPI)  tidak melaksanakan aturan hukum secara konsisten, ATURAN DIBUAT UNTUK DILANGGAR, DIAKAL-AKALI, DICARI BOLONG-BOLONGNYA..

3. Pesepakbola, main sepakbola menjadi mata pencaharian, sehingga ketika kena KANKER (kantongkering), jiwa sportivitas dan fairplay mereka sebagai olahragawan dikesampingkan…”emangnya istri dan anak gw mau dikasih makan sepatu dan bola” de el el….

4. Status Quo (PT LI, PSSI “NH”), sudah “oyoten” sehingga susah untuk di rubah dengan kebiasaan-kebiasaan lama, pengaturan skor, mafia bola (tp ini kok ga ada yang lapor ke polisi sih) de el el

5. Suporter, fanatisme klub (boleh dan harus sih)…tp bukan berarti segala-galanya…mbok yoo sambil mikir untuk kebaikan sepakbola kedepan… jangan yang penting rame,  bisa tawuran, bacok-bacokan, bisa ngrusak fasilitas umum, mengganggu orang…”lu jual, gue beli” ini lagi slogan masih sering dipake…aduhhhhhhh ampun.

6. Televisi, sebagai media berita dan hiburan, mbok yoo sing independen lah, jangan tergantung tuan besar …dewasa donk ..dikit aja…

saya berharap dan mengharapkan kaum reformis ( Suporter, Pengamat, Komentator, Pengurus PSSI, Penikmat Sepakbola, TV dll yang “REFORMIS”) di percaturan sepakbola indonesia bergeraklah …jangan menyerah ..jangan terdiam…..ayo rapatkan barisan kembali!!!

ini hanya wujud kekesalan dan kegalauan dari pecinta sepakbola….bukan untuk menghasut ke arah yang negatif..

terima kasih.

Continue reading

Posted in CERITA | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off

Dongeng Anak Indonesia | Kisah Monyet Yang Rakus

Dongeng Anak Indonesia bermula dari seekor monyet yang terkenal licik dan sangat rakus. Sehingga banyak hewan hutan lainnya yang sangat terganggu akan sifat dari si monyet yang sering mengganggu dan membuat onar. Apabila ada hewan lain yang sedang mema… Continue reading

Posted in CERITA | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off