Sudah Amankah Negri Kita?

Dalam suatu negara pasti ada yang mengatur keamanan dan ketentramannya. Di Negara kita ini yang bertugas mengatur keamanan Negara adalah TNI juga dibantu POLISI . Polri adalah Kepolisian Nasional di Indonesia, yang bertanggung jawab langsung di bawah Presiden. Polri mengemban tugas-tugas kepolisian di seluruh wilayah Indonesia. Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan Negara.

Ada beberpa Polri dan TNI sudah melakukan tugas dan wewenangnya dengan bijaksana. Namun sempat saya melihat ada beberapa oknum yang mangkir dari tugas utama tersebut. Ada oknum yang beranggotakan polisi namun dia malah bermunculan di rank televisi, menurut saya oknum tersebut sudah tidak lagi memikirkan keamanan rakyatnya, yang ada dibenaknya hanya kesenangan diri semata.

Beberapa hari yang lalupun ada record yang sedang trend, dimana ada oknum polisi yang katanya menyuap uang “suap” kepada wisatawan asing di Bali. Dan ia juga memberikan semacam minuman keras kepada wisatawan itu. Terlihatkan bahwa jaman sekarang ini keberadaan polisi itu jadi menyeleweng ke arah yang salah. Apa yang salah pada Polisi?? Apakah mereka perlu mendapatkan pendidikan lagi, atau pembenahan dari diri polisi masing-masing?

Kita lihat dari kejadian tersebut, saya sendiri merasa malu menjadi warga Negara Indonesia yang memiliki seorang yang seharusnya menjaga keamanan negrinya, tapi ini melenceng dari garis besarnya. Sungguh memalukan bukan. Apa kata bangsa lain, jika mereka melihat record tersebut.

Bagaimana warganya bias menjaga keamanan dan ketentraman negrinya sendiri, jika kelakuan dari oknum polisi saja seperti itu. Apa bisa dicontoh kelakuan seperti itu? Yang ada nanti para warganya melakukan tidak anarkis seperti yang dicontohkan. Sungguh tragis bukan.

Namun menurut saya, negri kita masih jauh dari kata “aman”. Aman yang saya maksud disini yaitu, terhindarnya dari segala macam ancaman. Contohnya saja, masih banyak pelaku bom dimana-mana, pembunuhan, dan contoh yang masih hangat dikalangan kita yaitu tindak kejahatan yang dilakukan oleh oknum supir angkot. Ya, memang semua itu tergantung dari diri nya sendiri. Tapi jika para anggota polisi lebih bertindak tegas lagi dan lebih memperketat keamanan yang ada di negri ini, muingkin negri ini akan “aman”.

Mungkin harapan saya, dan masyarakat semuanya sama. Yaitu ingin merasa aman jika kita berada dimanapun, dan negri ini jauh lebih aman dari segala ancaman. Walaupun hal itu cukup sulit dilakukannya. Bagi anggota Polri dan TNI teruskan perjuangan anda untuk menjaga keamanan dan kedamaian negri kita dan tetap semangat 45.


Original source : Sudah Amankah Negri Kita?

Pasca KLB-KLB an ..sepakbola Indonesia masih carut marut, siapa yang harus bertanggung jawab..

Carut marutnya sepakbola Indonesia, seakan berbanding lurus dengan kondisi for every “politik ” an di Indonesia. Tahun 2014 adalah tahun politik, tahun fitnah memfitnah, tahun cakar-cakaran, tahun eyel-eyelan, tahun “gebleg” de el el el. sehingga banyak yang menempuh jalan pintas untuk mencapai tujuan pribadi atau golongan tertentu. yah ….manusia haus kehormatan, manusia haus kekayaan, manusia haus ketenaran….

saya sedih dan marah dengan tingkah laku para pengurus PSSI pasca KLB, khususnya pihak “KPSI”. …apa yang menjadi harapan Pemerintah (Menpora ) sudah jauh panggang dari api…victory-victory key ala Menpora ..ternyata telah ditelikung oleh KPSI…mereka secara rakus dan buas tanpa mengindahkan norma, aturan dan etika beroorganisasi …bermanufer dengan jurus  ”balas dendam”…sangat-sangat “MENYEBALKAN”

Tapi kenapa kok hanya sebagian kecil yang bereaksi dari para pecinta sepakbola Indonesia? kok banyak yang terdiam? apa memang ini yang diinginkan dari para pecinta sepakbola ? ini bukan penyatuan liga…ini balas dendam..status quo sdh menguasai sepak bola..saya heran dengan curriculum PT LPIS yang begitu bagus kok tidak laku, malah curriculum PT LI yang begono-begono saja malah laku…SUsah ya orang Indonesia diajak maju…mau dibawa ke mana sepakbola Indonesia?

Jadi, siapa yang bertanggung jawab dengan carut marutnya sepakbola :

1. FIFA dan AFC, tidak tegas dalam menyelesaikan permasalahan kisruhnya sepakbola di Indonesia

2. Pemerintah dan perangkatnya  (KEMENPORA, POLRI, KONI, KOI, BOPI)  tidak melaksanakan aturan hukum secara konsisten, ATURAN DIBUAT UNTUK DILANGGAR, DIAKAL-AKALI, DICARI BOLONG-BOLONGNYA..

3. Pesepakbola, main sepakbola menjadi mata pencaharian, sehingga ketika kena KANKER (kantongkering), jiwa sportivitas dan fairplay mereka sebagai olahragawan dikesampingkan…”emangnya istri dan anak gw mau dikasih makan sepatu dan bola” de el el….

4. Status Quo (PT LI, PSSI “NH”), sudah “oyoten” sehingga susah untuk di rubah dengan kebiasaan-kebiasaan lama, pengaturan skor, mafia bola (tp ini kok ga ada yang lapor ke polisi sih) de el el

5. Suporter, fanatisme klub (boleh dan harus sih)…tp bukan berarti segala-galanya…mbok yoo sambil mikir untuk kebaikan sepakbola kedepan… jangan yang penting rame,  bisa tawuran, bacok-bacokan, bisa ngrusak fasilitas umum, mengganggu orang…”lu jual, gue beli” ini lagi slogan masih sering dipake…aduhhhhhhh ampun.

6. Televisi, sebagai media berita dan hiburan, mbok yoo sing independen lah, jangan tergantung tuan besar …dewasa donk ..dikit aja…

saya berharap dan mengharapkan kaum reformis ( Suporter, Pengamat, Komentator, Pengurus PSSI, Penikmat Sepakbola, TV dll yang “REFORMIS”) di percaturan sepakbola indonesia bergeraklah …jangan menyerah ..jangan terdiam…..ayo rapatkan barisan kembali!!!

ini hanya wujud kekesalan dan kegalauan dari pecinta sepakbola….bukan untuk menghasut ke arah yang negatif..

terima kasih.


Original source : Pasca KLB-KLB an ..sepakbola Indonesia masih carut marut, siapa yang harus bertanggung jawab..

Cari ridho allah dg cara nge-BOM…CKCKCKCK

Ini Pesan Pelaku dalam Surat Wasiat di Lokasi Bom Depok

Jakarta Selain menyita barang bukti bahan peledak dan senjata api di lokasi ledakan di Jalan Nusantara, Beji, Depok, polisi juga menemukan surat wasiat. Siapa penulis surat wasiat itu belum diungkap polisi.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai mengungkap isi dari surat wasiat itu berisikan pesan dari terduga pembuat bim rakitan kepada keluarganya.

“Berpesan kepada ibunya, istrinya dan anaknya, bahwa dia sedang mencari ridho dari Allah di surga,” kata Ansyaad usai jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (9/8/2012).

Siapa nama penulis surat wasiat, Ansyaad meminta publik bersabar menunggu penyelidikan Polri. “Nanti akan diungkap,” ujarnya.

Ansyaad tak mau menjawab ketika ditanya dalam surat tertulis nama Iyot dan Gabriel, ibu dan anak Muhammad Thorik. Thorik adalah pembuat bom rakitan di Tambora yang berhasil melarikan diri. “Nanti saja diungkapkan,” jawabnya.

Dalam jumpa pers Menko Polhukam Djoko Suyanto menyebut penyelidikan atas keterkaitan antara bom di Depok dengan Tambora masih dilakukan. “Sampai sekarang belum bisa menyimpulkan apa ada kaitan dengan Tambora,” sebutnya.

Djoko menjelaskan akibat ledakan di Depok ada 3 korban. Korban yang belum diketahui identitasnya atau Mr X mengalami luka bakar 70 persen dan tangan kanan putus. Korban saat ini dirawat di RS Polri.

Djoko mengatakan identitas Mr X masih diidentifikasi. “Korban di RS Polri sedang diselidiki identitasnya,” ucapnya. Dua korban lainnya bernama Mulyadi Tofik Hidayat dan Febri Bagus Kuncoro mengalami luka ringan.

Dari lokasi ledakan, polisi mengamankan 3 granat, 1 pucuk senjata bareta dengan 17 peluru, 2 pucuk senjata enggran dalam bentuk rangkaian, 50 butir peluru kaliber 9,9 mm, 30 butir peluru 2,2 mm, 5 buah baterai, 1 mainframe, 1 hp, 1 silencer (peredam senjata), 6 buah swithcing dalam rangkaian, 6 buah paralon 1/4 inchi sudah terisi rakitan bom, bahan peledak serbuk, HP ledak, tool kit, laras dan magazine, 1 detonator elektrik dan kabel serabut tunggal.

Kepala BNPT menyebut 1 senjata bareta yang ditemukan di Depok sama dengan senjata milik Farhan terduga teroris Solo. “Persis sama cuma tidak ada PNP properti,” katanya.
http://hearsay.detik..com/scan/2012/09/…-depok?9911012
Ajaran aneh, cari ridho tuhan kok pake cara nge-bom


Original source : Cari ridho allah dg cara nge-BOM…CKCKCKCK