Globalisasi apakah mempengaruhi ketahanan nasional?

Sebelum lebih lanjut membahas tentang ketahanan nasional, lebih baik kita mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan ketahanan nasional. Ketahanan nasional adalah kondisi dinamika, yaitu suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan ketahanan. Kekuatan dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, hambatan dan ancaman baik yang datang dari dalam maupun dari luar dan juga secara langsung ataupun tidak langsung yang dapat membahayakan integritas, identitas serta kelangsungan hidup bangsa dan negara. Dalam perjuangan mencapai cita-cita/tujuan nasionalnya bangsa Indonesia tidak terhindar dari berbagai ancaman-ancaman yang kadang-kadang dapat membahayakan keselamatannya. Cara menghadapi ancaman-ancaman tersebut, bangsa Indonesia harus memiliki kemampuan, keuletan, dan daya tahan yang biasa disebut ketahanan nasional.

Kondisi atau situasi dan juga bisa dikatakan sikon bangsa kita ini selalu berubah-ubah bahkan tidak statik. Ketahanan nasional harus selalu dibina dan ditingkatkan agar bisa mengatasi ancaman. Dan inilah yang disebut dengan sifat dinamika pada ketahanan nasional. Kata ketahanan nasional juga sering kita dengar disurat kabar atau sumber-sumber lainnya. Mungkin juga kita sudah memperoleh gambarannya.

Kekuatan dalam ketahanan nasional sangat diperlukan untuk mengatasi segala macam ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang langsung atau tidak langsung akan membahayakan kesatuan, keberadaan, serta kelangsungan hidup bangsa dan negara. Bisa jadi ancaman-ancaman tersebut dari dalam ataupun dari luar. Nah, ketahanan nasional ini juga melibatkan tentang wawasan nusantara.

Untuk lebih mendalami materi ini, saya akan membahas salah satu contoh ketahanan nasional. Curriculum yang dilakukan oleh IMF merupakan contoh kasus yang jelas. IMF dan Planet Layer datang mengatasnamakan dokter penyelamat keuangan Indonesia dengan cara memberi resep untuk menyembuhkan pasiennya yang sedang kritis ini. Calon penerima bantuan IMF harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu perluasan kredit, memotong belanja publik, dan pengurangan curriculum subsidi untuk kesejahteraan umum. Berarti mengaitkan bantuan ekonomi dengan politik dalam negeri yaitu prinsip demokrasi.

Hal ini tentu saja sangat mengancam sistem ketahanan nasional kita karena mau tidak mau Indonesia harus mengubah kebijakan-kebijakan dalam bidang politik maupun ekonomi kita. Investasi asing yang dulu dipandang sebagai kekuatan ekonomi harus ditinjau ulang. Bahkan ada persaingan untuk menitikberatkan modal asing oleh negara-negara berkembang.

Apa akibatnya jika Indonesia tidak menyetujui tuntutan-tuntutan yang telah diberikan IMF dan kasus-kasus lainnya? Tuntutan demikian itu berarti mengaitkan bantuan ekonomi dengan hak asasi manusia. Pilihan apakah yang dapat dilakukan oleh Indonesia dalam keadaan sedang mengalami krisis? Apabila Indonesia tidak peduli kepada realita ekonorni internasional, misalnya proteksionisme maka Indonesia akan makin terpuruk. Di samping itu, adanya saling ketergantungan ekonomi internasional mengakibatkan Indonesia memperoleh tindakan balasan dari negara-negara lain terutama negara yang merasa dirugikan oleh adanya ketergantungan dan pihak Indonesia semacam itu.

Seperti kita ketahui, Indonesia telah menjalin hubungan ekonomi dengan negara-negara tetangga dan negara-negara lainnya, baik dalam bentuk two-cleft maupun many-sided (AFTA, NAFTA, dan APEC). Jalinan hubungan tersebut sudah mulai tumbuh dan berpengaruh bagi perkembangan ekonomi masing-masing negara. Apabila hal itu dihentikan oleh Indonesia karena Indonesia tidak mau mengikuti tuntutan IMF, IMF akan timbul kekacauan ekonomi pada beberapa negara. Lalu, bagaimana dengan privatisasi BUMN yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia akhir-akhir ini? Kebijakan pemerintah yang satu ini semakin meminimalisasi peran pemerintah dalam bidang ekonomi. Privatisasi BUMN di satu pihak memang membuat perusahaan negara menjadi lebih efisien ketika sudah ditangani oleh swasta, tetapi privatisasi BUMN dalam kerangka globalisasi ekonomi cenderung menjurus pada bentuk kolonialisme baru yang dapat menghancurkan ketahanan nasional kita.

Sumber : http://ririsyukriati.blogspot.com/2012/04/contoh-kasus-ketahanan-nasional.html


Original source : Globalisasi apakah mempengaruhi ketahanan nasional?

Cerpen – Bukan Dia Tapi Aku

Bukan Dia Tapi Aku
Oleh : Abriandi Saputra
Sebenar benarnya judul ini saya ambil dari sebuah lagu yang cukup ternama. judika, dialah namanya penyanyinya. ntah, mulai banyak di gerumuni banyak penggemar. siapalah yang tak menyukai lagu ini, makna yang cukup mendalam juga pengalaman umum percintaan yang sewajarnya. perselingkuhan, penghianatan, bahkan pada pendustaan akan cinta memberi warna tersendiri terhadap kehidupan. sebuah pengorbanan nyata dibalik setiap harapan untuk mencintai dan dicintai secara utuh. terlebih, dengan karakter vokal penyanyi yang saya rasa cukup untuk mendobrak pasar di tanah air.
“bukan dia, bukan dia, tapi aku”, sepenggal lirik dalam lagu tersebut. sebuah pengakuan dari segelintir kebijakan untuk mendapat nasib dalam percintaan. memang sungguh berat, ketika manusia dihadapkan pada pilihan-pilihan yang rumit (baca: antara tujuan dan prosesnya). tapi apalah daya disaat mentalitas pria diuji dengan air mata. rasa yang sungguh mendalam untuk terwujudnya cita-cita bersama.
memahami antara satu sama lain cukuplah sulit. pola komunikasi yang dibangun juga patut untuk menjadi bahan pertimbangan. bahwa manusia diciptakan untuk hidup berpasang-pasangan, juga untuk mengetahui kualitas pada bentuk, hakekat maupun nilai cinta itu sendiri. pengunduran diri yang memberikan makna terdalam, bahwa cinta memang tak harus memiliki. terus menerus tersakiti, tanpa adanya kesempatan pada pembuktiannya. biarlah tuhan yang menjawab, bahwa sesungguhnya tuhan maha mencintai selallu mengerti.
begitu pun dengan saya, sebenarnya saya tidak ingin untuk bercerita. tapi apa daya, saya sungguh merasa ingin melontarkannya. cinta yang saya perjuangkan terhadap seorang wanita selallu berujung dengan kekecewaan. bukanlah salahnya, meski juga membela bahwa buka kesalahan saya juga. tidak ada perjuangan yang sia”, hanya itu yang saya percaya. rasa harap yang terus ada, harus terhenti dengan pengetahuan tentang keberadaan kekasih” wanita tersebut, ntah lewat jaringan sosial ataupun pengakuan sahabat” karibnya. ntah sudah berapa, ada yang bernama ABI, BRIAN, NAKSABANDI, IBI, NIBI, bahkan pada salah satu teman sekolah SMA dulu bernama SUBKI. ntahlah, saya bukan tergolong pria yang handal dalam ranah percintaan. memanglah benar cinta adalah suatu perjalanan dan untuk dijalani. bukan hanya kata” manis yang terucap atau untuk diombralkan.

Incoming search terms:

  • cerita cinta alsha yang asli
  • cerita cinta coboy junior sahabat jadi cinta
  • cerita segitiga CJR
  • cerpen alsha cinta segitiga part1
  • cerpen cinta segitiga beserta unsur intrinsik dan ekstrinsik
  • cerpen pengkhianatan cjr

Original source : Cerpen – Bukan Dia Tapi Aku