MIDUN SI GURU SIPIRITUAL

Syahdan, disebuah perkampungan kumuh tinggallah seorang pemuda yang bernama Midun. Midun adalah seorang pemuda pengangguran yang boleh dibilang minus pendidikan alias buta huruf. Sehari-hari Midun kerjanya cuma nongkrong dan berhalunasi, walau tampangnya pas-pasan bahkan boleh dikata cukup sangar untuk ukuran orang-orang di kampung itu.

Di kampung yang sama tinggal pula seorang janda yang sudah cukup umuran namanya  Syahrini ( yang pasti ini bukan Syahrini penyanyi  tea). Syahrini berprofesi sebagai saudagar alias pedagang barang kelontong yang menjajahkan dagangannya keliling antar kampung. Dalam kesendiriannya yang sudah sejak lama ditinggal pergi suaminya, maka Syahrini sering berkhayal andaikan masih ada lelaki yang mau menikahinya untuk dijadikan teman di rumah maupun saat berkeliling  antar kampung  untuk berdagang.

Suatu pagi yang cerah saat Syahrini berkeliling kampung untuk berdagang, dia bertemu Midun yang sedang asyik nongkrong sambil bengong di pojok kampung dan entah kesambet apa Syahrini melihat sosok Midun bagaikan seorang pangeran yang dikirim dari pelanet lain yang cocok akan mendampingi sekaligus jadi tukang pukulnya (mungkin hal ini disebabkan sosok tubuh Midun yang sangar dan besar serta hidungnya yang besar juga melengkung).

Singkat kisah pertemuan tersebut dilanjutkan dengan pertemuan berikutnya dan akhirnya Syahrini dan Midun menikah, Syahrini begitu mencintai Midun dan melihat latar belakang sang suami yang minus pendidikan maka Syahrini meminta agar Midun pergi berguru dan membekalinya dengan fulus yang cukup melimpah. Dasar Midun lelaki dablek bukannya pergi berguru ke lembaga pendidikan eh malah dia pergi berguru mencari ilmu kelenik ketempat-tempat keramat. Tak lama berselang Midun kembali ke istrinya dan mengatakan bahwa dia telah mendapat wangsit dari sang Gusti. Walau Syahrini tak sepenunya percaya akan wangsit yang diterima suaminya maka sebagai istri yang sangat mencintai suaminya maka Syahrini tetap mendukung suaminya tersebut.

Sungguh luar biasa, walaupun Midun tak pernah bisa membaca tapi semua kata-katanya seolah berasal dari apa yang tertulis dalam kitab suci tapi sebenarnya apa yang diucapkannya bila dicermati dengan pikiran yang waras maka sesunguhnya apa yang diucapkannya sama sekali justru berlawanan dengan ajaran kebenaran. Setelah pengikutnya jumlahnya lebih dari hitungan jari, maka Midun sudah berani mengatakan bahwa dirinya adalah seorang Sang Intellectual Sepiritual. Dari informasi mulut ke mulut maka Sang Intellectual Sepiritual semakin santer dan dikenal banyak orang dan jumlah pengikutnya mulai bejibun. Melihat pengikutnya cukup banyak maka Sang Intellectual Sepiritual bertambah narsis dan mulai menunjukkan sifat-sifat serakah dan birahinya yang luar biasa.

Bagaimana kelanjutan kisah sang intellectual sipiritual Midun . . .


Original source : MIDUN SI GURU SIPIRITUAL

Cerpen – Bukan Dia Tapi Aku

Bukan Dia Tapi Aku
Oleh : Abriandi Saputra
Sebenar benarnya judul ini saya ambil dari sebuah lagu yang cukup ternama. judika, dialah namanya penyanyinya. ntah, mulai banyak di gerumuni banyak penggemar. siapalah yang tak menyukai lagu ini, makna yang cukup mendalam juga pengalaman umum percintaan yang sewajarnya. perselingkuhan, penghianatan, bahkan pada pendustaan akan cinta memberi warna tersendiri terhadap kehidupan. sebuah pengorbanan nyata dibalik setiap harapan untuk mencintai dan dicintai secara utuh. terlebih, dengan karakter vokal penyanyi yang saya rasa cukup untuk mendobrak pasar di tanah air.
“bukan dia, bukan dia, tapi aku”, sepenggal lirik dalam lagu tersebut. sebuah pengakuan dari segelintir kebijakan untuk mendapat nasib dalam percintaan. memang sungguh berat, ketika manusia dihadapkan pada pilihan-pilihan yang rumit (baca: antara tujuan dan prosesnya). tapi apalah daya disaat mentalitas pria diuji dengan air mata. rasa yang sungguh mendalam untuk terwujudnya cita-cita bersama.
memahami antara satu sama lain cukuplah sulit. pola komunikasi yang dibangun juga patut untuk menjadi bahan pertimbangan. bahwa manusia diciptakan untuk hidup berpasang-pasangan, juga untuk mengetahui kualitas pada bentuk, hakekat maupun nilai cinta itu sendiri. pengunduran diri yang memberikan makna terdalam, bahwa cinta memang tak harus memiliki. terus menerus tersakiti, tanpa adanya kesempatan pada pembuktiannya. biarlah tuhan yang menjawab, bahwa sesungguhnya tuhan maha mencintai selallu mengerti.
begitu pun dengan saya, sebenarnya saya tidak ingin untuk bercerita. tapi apa daya, saya sungguh merasa ingin melontarkannya. cinta yang saya perjuangkan terhadap seorang wanita selallu berujung dengan kekecewaan. bukanlah salahnya, meski juga membela bahwa buka kesalahan saya juga. tidak ada perjuangan yang sia”, hanya itu yang saya percaya. rasa harap yang terus ada, harus terhenti dengan pengetahuan tentang keberadaan kekasih” wanita tersebut, ntah lewat jaringan sosial ataupun pengakuan sahabat” karibnya. ntah sudah berapa, ada yang bernama ABI, BRIAN, NAKSABANDI, IBI, NIBI, bahkan pada salah satu teman sekolah SMA dulu bernama SUBKI. ntahlah, saya bukan tergolong pria yang handal dalam ranah percintaan. memanglah benar cinta adalah suatu perjalanan dan untuk dijalani. bukan hanya kata” manis yang terucap atau untuk diombralkan.

Incoming search terms:

  • cerita cinta alsha yang asli
  • contoh naskah drama pengorbanan cinta
  • cerpen pengkhianatan cjr
  • cerpen cjr dan winxs cinta segitiga
  • cerpen cinta segitiga cjr
  • cerpen cinta segitiga beserta unsur intrinsik dan ekstrinsik
  • Cerita2 tentang yg tersakiti
  • cerita tentang cinta iqbal dan salsa di perankan winxs dan cjr
  • cerita segitiga CJR
  • cerita cinta coboy junior sahabat jadi cinta
  • unsur intrinsik cerpen cinta dibalik persahabatan

Original source : Cerpen – Bukan Dia Tapi Aku