Mantan Petinggi BAIS: Bongkar Pertemuan Petinggi BNPT di Markas Kopassus Kartosuro!

Gua incisive di Google, menemukan beberapa link berita yang dimaksud itu, gan! Tapi apa itu relevan?

Kamis, 21 Juni 2012 15:03 WIB
BNPT: Solo jadi kantong jaringan terorisme


Solo (ANTARA Hearsay) – Direktur Penindakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Petrus Reinhard Golose mengatakan, pihaknya mendeteksi Solo sebagai salah satu kantong dari jaringan terorisme. “Solo merupakan salah satu dari 12 daerah di Indonesia yang terdeteksi sebagai kantong jaringan terorisme,” katanya di sela Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan dan Penanganan Krisis dalam Penanggulangan Terorisme di Markas Grup 2 Kopassus Solo, Kamis.

Rapat koordinasi yang dibuka oleh Petrus itu diikuti jajaran TNI atau militer dan Kepolisian Surakarta, serta perwakilan dari Densus 88/Antiteror. Menurut Petrus, penegakan hukum dalam realisasi penanggulangan terorisme di Indonesia memiliki keterkaitan dengan masalah karakteristik organisasi teror yang menerapkan strategi cut-sided warfare. “Strategi tersebut memiliki karakter tidak adanya zona perang atau para teroris tidak memiliki pengendalian atas suatu wilayah, sehingga aksi teror dapat terjadi di mana saja atau wilayah yang bukan konflik,” katanya.

Selain itu, para teroris kemudian tidak menggunakan seragam sehingga tidak nampak jelas dan tidak mudah terdeteksi mengenai keberadaan dan aktivitasnya. Hal tersebut, katanya, menjadi salah satu permasalahan utama dan harus dihadapi bersama, sehingga sangat diperlukan kesiapsiagaan nasional sebagai wujud ketahanan nasional dalam menanggulangi terorisme.

Ia menjelaskan, eksistensi terorisme di Kota Solo barrier akhir terjadi ketika bom meledak di Gereja Bethel Injil Sepenuhnya (GBIS) Kepunton, Jawa Tengah. Aksi itu terjadi karena adanya afiliasi dan dukungan antara organisasi teror yang ada di Kota Solo dan jaringan pelaku teror di Cirebon.

Ia menekankan, kerja sama dalam mengatasi permasalahan terorisme telah menciptakan sinergi dan harmonisasi antara Polri dan TNI. Koordinasi dengan TNI tersebut sesuai Perpres Nomor 46 Tahun 2010 yang memberikan wewenang kepada BNPT untuk berkoordinasi dengan berbagai unsur pemerintah, termasuk TNI dan masyarakat dalam penanggulangan terorisme. Dalam pertemuan itu, Kopassus menyatakan kesiapannya untuk membantu Polri dalam menanggulangi permasalahan terorisme.
http://www.antaranews.com/berita/317…ngan-terorisme

BNPT BERI KETERANGAN PERS
Kamis, 21/6/2012 13:13


KETERANGAN PERS Direktur penindakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Brigjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose memberikan keterangan pers di Mako grup 2 Kopassus, Kandangmenjanan, Kartasura, Sukoharjo, Kamis (21/6/2012). Saat ini BNPT meningkatkan koordinasi dan sinergi antara Polri dan TNI dalam tindakan pemberantasan terorisme
http://www.solopos.com/2012/map/…an-pers-195403


JUM”AT, 25 MEI 2012 | 14:34 WIB
BNPT: 15 Provinsi Masih Rawan Terorisme

TEMPO.CO, Surakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme mengingatkan belasan provinsi di Tanah Air masih rawan terjadi tindak pidana terorisme. Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Brigadir Jenderal Esa Permadi menengarai 15 provinsi menjadi sarang teroris.

BNPT mencatat selama ini sudah ada 800 teroris yang tertangkap. Lima ratus orang di antaranya sedang diadili dan 300 sisanya sudah bebas dan kembali ke masyarakat. Meskipun sudah ratusan teroris ditangkap dan diadili, “Ada belasan provinsi yang rawan terorisme,” kata Esa Permadi seusai colloquium semangat kebangkitan nasional untuk menggalang kebersamaan mencegah terorisme di Universitas Sebelas Maret Surakarta, Jumat, 25 Mei 2012.

Provinsi yang dimaksud Esa adalah Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku.

Dia mengatakan 15 provinsi di atas dinilai rawan terorisme karena dari hasil operasi intelijen diketahui ada pelaku-pelaku terorisme yang bersembunyi di daerah tersebut. Sebagian ada yang tertangkap di situ, ada kegiatan mengarah terorisme, dan ada orang-orang yang keluar-masuk dan mengadakan pertemuan. “Dari catalog yang ada, orang-orang itu teridentifikasi sebagai pelaku. Kami sudah punya datanya, seperti foto dan tinggi badan,” ujarnya.

Intellectual besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNS Pawito mengatakan sebagian akar penyebab terorisme adalah ketidakadilan, kemiskinan, kapitalisme, sikap permisif masyarakat, dan pemahaman yang sempit terhadap ajaran agama.

“Untuk tindakan pencegahan, bisa dilakukan dengan mengembangkan kemandirian secara politis, ekonomi, dan budaya,” kata Pawito. Bisa juga dengan membina potensi anak bangsa, penanggulangan kemiskinan, dan mengembangkan karakter bangsa.

Esa mengatakan pola deradikalisasi yang selama ini dilakukan, misalnya memberi bantuan modal bagi eks teroris. “Ada bekas mujahidin di Afganistan yang pulang ke Indonesia dan tidak punya apa-apa. Lalu kami beri modal dan sekarang jadi pengusaha kebab,” katanya.

Dia menyebutkan pola serupa terus dilakukan untuk mencegah para eks teroris kembali bersentuhan dengan tindakan terorisme. “Tentu kami juga menjaga agar yang bersangkutan tidak lagi berkomunikasi dengan kelompoknya yang dulu,” ucapnya.
http://www.rhythm.co/scan/hearsay/2012/0…awan-Terorisme
[/refer to]

Incoming search terms:

  • cerita contoh singkat ketahanan nasional
  • cerita mantan kopasus
  • kisah kisah kopassus

Original source : Mantan Petinggi BAIS: Bongkar Pertemuan Petinggi BNPT di Markas Kopassus Kartosuro!