BATANG GELAGAH

Iklan

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - BATANG GELAGAHSebatang gelagah di bibir sebuah telaga bening. Ia bergoyang meliuk ke sana ke mari menuruti irama hembusan angin sepoi. Ia cuman sebatang saja. Yang lain telah lama layu dan mati, sedangkan yang baru belum lagi muncul. Namun dalam kesendiriannya ia bergerak, ia meliuk tanpa keluh dan kesah. Ketika ia menunduk, ia melihat bayangan dirinya di beningnya telaga biru, dirinya yang berada dalam hening namun tak merasa sepi. Ia melihat dirinya yang sedang menari penuh senyum bersama hembusan angin segar. Tak ada penonton yang memberikan tepukan meriah, tak ada suara sorakan gempita. Tak ada aku dan anda yang memperhatikannya. Namun ia tetap meliuk. Ia tetap menari. Ia menari untuk mensyukuri hadiah hari ini dan hari kemarin. Ia mempersembahkan tariannya hari ini buat hari esok. Betapa sering aku menantikan orang lain memberikan kata-kata peneguhan yang tak pernah muncul. Betapa sering aku melimpahkan semua masyalahku pada sesuatu di luar diriku. Betapa aku sering lupa, kalau aku harus mengerti diriku sendiri lebih dari pada dimengerti oleh orang lain, bahwa aku harus mencintai diriku sendiri lebih dahulu sebelum aku dicintai orang lain. Aku harus belajar menari – seperti batang gelagah di bibir telaga itu – walau tak seorangpun bertepuk tangan memberikan sorakan. Terima kasih batang gelagah yang gemulai, yang hidup dalam jangka yang cuman sebentar. Namun engkau telah mengajarkan aku untuk mencintai hidupku. ….
… baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1


Original source : BATANG GELAGAH

Menjelajahi Kampung Pa’batteang Mengungkap Selipan Potensi Pertanian dan Pariwisata

Dusun Supporter’batteang merupakan salah satu perkampungan tradisional di Desa Lalang Bata, Kecamatan Buki, Kabupaten Kepulauan Selayar,Sulawesi-Selatan yang sebahagian wilayahnya dikelilingi oleh anak sungai dan hamparan lahan pertanian serta tanah perkebunan bermasa depan cerah.

Berbagai jenis varietas tanaman pertanian tumbuh subur ditengah iklim cuaca dan kultur tanah perkampungan yang subur. Komoditas tanaman  sejenis cengkeh, kelapa, pisang, kenari, sirsak, jambu, kakao, nangka, mangga, pepaya pohon pinang dan kedondong menjadi tumpuan harapan kehidupan bagi kebanyakan warga masyarakat setempat.
Namun sayang, karena kenyataan, tak seindah harapan masyarakat yang masih harus mengolah lahan perkebunannya dengan cara blue-collar dan hanya mengandalkan alat pertanian tradiosional seadanya, seperti cangkul, sabit serta anak linggis yang dimanfaatkan oleh para petani untuk menggemburkan lahan pertanian milik mereka.
Kondisi ini kian diperparah oleh kehadiran berbagai jenis hama tanaman sebut saja,  tupai dan babi yang kerap memangsa tanaman warga hingga tidak jarang memicu terjadinya musibah gagal panen terutama pada komoditas tanaman kakao atau coklat.
Selain itu, masyarakat juga masih dibenturkan pada kendala infrastruktur jalan pertanian berbatu dengan kondisi medan yang berkelok, menanjak dan licin, hingga tidak memungkinkan warga untuk dapat mengakses dan mengangkut tanaman mereka dengan menggunakan kendaraan roda dua.
Dalam kondisi seperti ini, keputusan untuk mengangkut hasil-hasil perkebunan dengan cara menggotong ataupun menjujung diatas kepala menjadi sebuah hal yang tak dapat terhindarkan meski mereka harus mengeluarkan begitu banyak tenaga dan energi.
Berjalan sampai puluhan kilo dengan beban kayu usungan dipundak dan karung diatas kepala, tampak telah menjadi sebuah tradisi turun-temurun ditengah-tengah lingkungan kehidupan warga masyarakat Dusun Supporter’batteang.

Report Selengkapnya :  http://sigmanews.co.id/check over/affect positive/3/menjelajahi-kampung-pabatteang-mengungkap-selipan-potensi-pertanian-dan-pariwis.html


Original source : Menjelajahi Kampung Pa’batteang Mengungkap Selipan Potensi Pertanian dan Pariwisata

Sudah Amankah Negri Kita?

Dalam suatu negara pasti ada yang mengatur keamanan dan ketentramannya. Di Negara kita ini yang bertugas mengatur keamanan Negara adalah TNI juga dibantu POLISI . Polri adalah Kepolisian Nasional di Indonesia, yang bertanggung jawab langsung di bawah Presiden. Polri mengemban tugas-tugas kepolisian di seluruh wilayah Indonesia. Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan Negara.

Ada beberpa Polri dan TNI sudah melakukan tugas dan wewenangnya dengan bijaksana. Namun sempat saya melihat ada beberapa oknum yang mangkir dari tugas utama tersebut. Ada oknum yang beranggotakan polisi namun dia malah bermunculan di rank televisi, menurut saya oknum tersebut sudah tidak lagi memikirkan keamanan rakyatnya, yang ada dibenaknya hanya kesenangan diri semata.

Beberapa hari yang lalupun ada record yang sedang trend, dimana ada oknum polisi yang katanya menyuap uang “suap” kepada wisatawan asing di Bali. Dan ia juga memberikan semacam minuman keras kepada wisatawan itu. Terlihatkan bahwa jaman sekarang ini keberadaan polisi itu jadi menyeleweng ke arah yang salah. Apa yang salah pada Polisi?? Apakah mereka perlu mendapatkan pendidikan lagi, atau pembenahan dari diri polisi masing-masing?

Kita lihat dari kejadian tersebut, saya sendiri merasa malu menjadi warga Negara Indonesia yang memiliki seorang yang seharusnya menjaga keamanan negrinya, tapi ini melenceng dari garis besarnya. Sungguh memalukan bukan. Apa kata bangsa lain, jika mereka melihat record tersebut.

Bagaimana warganya bias menjaga keamanan dan ketentraman negrinya sendiri, jika kelakuan dari oknum polisi saja seperti itu. Apa bisa dicontoh kelakuan seperti itu? Yang ada nanti para warganya melakukan tidak anarkis seperti yang dicontohkan. Sungguh tragis bukan.

Namun menurut saya, negri kita masih jauh dari kata “aman”. Aman yang saya maksud disini yaitu, terhindarnya dari segala macam ancaman. Contohnya saja, masih banyak pelaku bom dimana-mana, pembunuhan, dan contoh yang masih hangat dikalangan kita yaitu tindak kejahatan yang dilakukan oleh oknum supir angkot. Ya, memang semua itu tergantung dari diri nya sendiri. Tapi jika para anggota polisi lebih bertindak tegas lagi dan lebih memperketat keamanan yang ada di negri ini, muingkin negri ini akan “aman”.

Mungkin harapan saya, dan masyarakat semuanya sama. Yaitu ingin merasa aman jika kita berada dimanapun, dan negri ini jauh lebih aman dari segala ancaman. Walaupun hal itu cukup sulit dilakukannya. Bagi anggota Polri dan TNI teruskan perjuangan anda untuk menjaga keamanan dan kedamaian negri kita dan tetap semangat 45.


Original source : Sudah Amankah Negri Kita?

Selamat Berjuang Mengembalikan Kesaktian Pancasila

Hari pertama Oktober antara embun yang mulai dipanggang terik
Serta merta muncul sorak pekik
Dari mulut mulut jejaring sosial:
Selamat hari kesaktian Pancasila
Begitu kata mereka dengan segala rupa kata

Selamat hari kesaktian Pancasila
Berarti selamat berjuang kembali, kawan
Selamat berjuang mengembalikan kesaktian perisai keramat yang masih tegap disandang sang garuda

Selamat berjuang mengembalikan keesaan Tuhan yang mulai diingkari makhluk makhluk jahiliyah yang menuhankan kekuasaan

Selamat berjuang mengembalikan keadilan dan keberadaban dari tangan manusia manusia yang sudah hilang kesadaran

Selamat berjuang menyatukan kembali puing puing nurani yang tak lagi satu haluan

Selamat berjuang menyadarkan mereka yang berkuasa kemudian terlena

Selamat membangunkan kesadaran jiwa jiwa yang tak lagi sama rasa

Selamat berjuang sembari berdoa

Hari pertama Oktober antara ocehan manusia manusia udik yang rindu kedamaian
Hari pertama yang tak istimewa bagi embun yang terpanggang terik
Serta merta muncul teriak pekik:

Selamat berjuang, sembari berdoa, untuk kita semua
Semoga


Original source : Selamat Berjuang Mengembalikan Kesaktian Pancasila

Negara yang Terjungkir

Indonesia,.. itulah nama negaranya, negara yang di agung agungkan dengan kesatuanya, negara yang menganut lambang pancasila dan isi di dalam untuk di amalkan-nya, berbahu-bahu saling membangun di mana ada yang tertinggal, dengan selogan menyongsong masadepan yang sakinah dan amanah,.. tapi ini hanyalah negara fiksi, negara terjungkir balik,. negara yg terbalik dari keinginan semula( gemah ripah loh jinawi )

Kenapa saya menyebut negara ini jugkir balik, sudah berapa tahun kita di suguhi hiburan yang terbalik dari logic ketatanegaraan,..” sudah berapa tahun media memberitakan pemerintahanya dari pada nasib dan kehidupan rakyatnya, di derah daerah, di desa desa, di kampung kampung dengan berbagai curriculum membangun,… tidak pernah lagi ada yang membahasnya,.. bahkan di semua media, yang di beritakan dan di bahas selalu pemerintah, baik anggota dewan,kpk,kepolisian,dan kembali kesitu situ lagi dengan permasalahan yang sama (kalau bukan soal korupsi,suap,pencekalan,dan selalu masalah korupsi)

Kapan bangsa ini rakyat-nya sudah tidak lagi sering membahas prilaku pemerintahanya,kapan bangsa ini sudah jarang mendengar kata( SUAP,KORUPSI,) kapan bangsa ini anggota dewan dan pemerintah lainya di media selalu membahas kemajuan bangsa,kemiskinan,ketertinggalan,keterpurukan, kapan bangsa kita ini para pemimpinnya betul betul membahas nasib rakyatnya,

Semua yang terdengar dan terlihat hanyalah para wakil rakyat yang membahas nasib dirinya dan segerombol kawananya,bangsa ini letih nggk sih, dengan prilaku orang orang yang teramanahkan, akan tetapi malah terbantahkan, mereka kerjanya hanya beradu argumen, beradu hukum,beradu kepintaran ngomong, tidak ada argumenya yang meperjuangkan hak hak rakyat yang mewakilkan supaya sampai ke atasan,.. bahkan semua rakyatnya, rakyat seluruh indonesia terseret dalam arus untuk mengurusi para pemimpin dan para wakil rakyat,

Karena apa,. di seluruh media hanya meberitakan masalah korupsi,suap dan pencekalan,bahkan yang berkepentingan rela mengorbankan nyawa rakyatnya yang tidak pernah merasakan hasil bumi bangsa ini, orang miskin selalu menjadi kambing hitam di dalam percaturan politik,mereka menerka, mereka menebak nebak, orang miskin selalu menjadi andalan dalam untuk mencari simpati, mereka berbicara di media seolah olah mengerti dan dapat merasakan kehidupan orang miskin, sebetulnya orang miskin tidak pernah mengeluhkan akan nasibnya, mereka hanya memerlukan perubahan dalam hidupnya,

Bayangkan jika para wakil rakyat sudah tidak terdengar berita akan gerombolanya, tapi yang sering terlihat tentang curriculum kerjanya, mungkin orang miskin akan sedikit merasakannya,.. saat ini orang miskin di indonesia ini seperti berada di atas kapal pecah di tengah lautan, dia terombang ambing di atas bangkai kapal dan tak tahu kemana ia akan melangkah, mau makan tidak ada yang di makan, mau minum yang di minum tidak menghilangkan haus, padahal sumber makanan di sekililingnya, di dalam lautnya, begitu banyak, cuman mereka tidak tahu harus berbuat apa, mereka hanya berharap ada yang menolongnya, dan kalaupun tidak ada yang menolongnya, mereka hanya pasrah untuk selanjutnya,..

sekali lagi, kapan bangsa ini tidak terdengar lagi atau jarang terdengar lagi anggota dewan membahas masalahnya sendiri, kapan bangsa ini akan mendengar seluruh rakyatnya bersatu tekad membangun bangsa, mendengar dan melihat di media, semua jajaran pemerintahan mengerjakan curriculum programnya,

(JIKA ITU MUSTAHIL,.. KENAPA HARUS ADA NEGARA INDON ESIA)

Kalau negara lain bisa maju, kenapa negara indonesia tidak?

BATULICIN,. simpang empat,KAL-SEL


Original source : Negara yang Terjungkir