Teknologi Laser Sembuhkan Tikus Dari Candu Obat

[CENTER][Image: 013_04_09_56_788894_YOrKRFmg0l-759056025...90_jpg.png][/CENTER]

WASHINGTON – Peneliti dari National Institutes of Affect (NIH) dan Ernest Gallo Clinic and Investigate Crucial top at UC San Francisco (UCSF) baru-baru ini mengumumkan teknologi laser terbaru. Melalui sebuah percobaan, laser ini bisa menghapus perilaku adiktif yang diuji cobakan pada tikus.Dilansir Futurepundit, Selasa (9/4/2013), laser yang menstimulasi salah satu bagian dari otak ini diklaim mampu memusnahkan perilaku adiktif seperti candu obat-obatan terlarang.
Peneliti melakukan pengujian dengan melibatkan kokain pada tikus. Kemudian, peneliti menggunakan pengembangan laser tersebut untuk meniadakan rasa ketagihan pada hewan mamalia tersebut. Laser ini juga dapat bertindak sebagai “sakelar”, di mana rasa adiktif bisa dihilangkan atau justru sebaliknya, diaktifkan.
“Ketika kita menyalakan sinar laser di wilayah prelimbic dari korteks prefrontal (bagian otak tertentu), kompulsif pencari kokain lenyap,” terang Antonello Bonci, kepala bidang keilmuan dari curriculum riset di National Institute of Drug Abuse (NIDA).Teknik ini memungkinkan manipulasi pada bagian otak tikus untuk mengubah kecanduan serta kompulsif yang aktif maupun non-aktif. Tampaknya, teknologi laser ini bisa dikembangkan lebih lanjut, yang juga dapat diterapkan tidak hanya pada tikus, tetapi manusia.

sumber

Baca juga : Ancaman Predator Bikin Burung Ini Hampir Punah


Original source : Teknologi Laser Sembuhkan Tikus Dari Candu Obat

Nyamuk Pertama

Pada zaman dahulu hiduplah seorang petani sederhana bersama istrinya yang cantik. Petani itu selalu bekerja keras, tetapi istrinya hanya bersolek dan tidak mempedulikan rumah tangganya. Mereka tinggal di rumah yang sangat sederhana dan hidup dari hasil pertanian sebagaimana layaknya keluarga petani.

 

          Sang istri yang cantik itu tidak puas dengan keadaan mereka. Dia merasa, sudah selayaknya jika suaminya berpenghasilan lebih besar supaya dia bisa merawat kecantikannya. Untuk memenuhi tuntutan istrinya, petani itu bekerja lebih keras. Namun, sekeras apa pun kerja si petani, dia tak mampu memenuhi tuntutan istrinya. Selain minta dibelikan obat-obatan yang dapat menjaga kecantikanya, istrinya juga suka minta dibelikan pakaian yang bagus-bagus –yang tentunya sangat mahal.

 

          “Bagaimana bisa kelihatan cantik kalau pakaianku buruk,” kata sang istri.


Original source : Nyamuk Pertama