:: Apa yang kelihatan baik belum tentu benar

Judul*:Apa yang kelihatan baik belum tentu benar Isi*:Suatu sore, seorang pemuda datang ke sebuah restoran yg menjual
ayam goreng dan membeli 9 potong ayam. Ia membawa ayam gorengnya ke
taman, untuk dinikmati bersama kekasihnya di bawah sinar rembulan
yg romantis.

Ketika membuka bungkusan ayam goreng itu, pemuda itu terkejut. Bukannya ayam yg didapatinya, melainkan uang hasil penjualan restoran itu sebanyak 10jt rupiah.

Pemuda itu kemudian mengembalikan uang itu dan meminta ayam goreng sebagai gantinya.

Pemilik restoran merasa kagum karena kejujuran si pemuda, menanyakan
namanya dan mengatakan hendak menelpon wartawan surat kabar dan stasiun televisi agar membuat cerita tentang si pemuda. Ia akan menjadi pahlawan, sebuah contoh nilai kejujuran dan moral yg akan mengilhami orang lain.

Namun pemuda yg sdg lapar tersebut menolaknya. “Kekasihku sedang
menunggu nih. Aku hanya ingin ayam gorengku.”

Pemilik restoran menjadi semakin terkagum-kagum atas sikap si pemuda yg
begitu rendah hati. Ia memohon agar diizinkan menceritakan kejadian
itu kepada wartawan. Pada saat itulah si pemuda jujur menjadi marah
dan meminta ayam gorengnya.

“Aku tidak mengerti” kata pemilik restoran. “Anda adalah satu-satunya pemuda jujur di tengah dunia yg tidak jujur! Ini
merupakan suatu kesempatan yg baik untuk mengatakan kepada dunia
bahwa masih ada orang-orang jujur yg mau bertindak benar. Saya
mohon, beritahukan nama Anda dan juga nama wanita itu. Apakah ia
istrimu?”

“Itulah masalahnya,” kata si pemuda. “Istriku ada di rumah. Wanita
di dalam mobil itu adalah kekasihku. Sekarang berikan ayamku agar
aku dapat pergi dari sini.”

Moral of the tale :

Mudah untuk terlihat baik di depan orang-orang yg tidak mengenalmu. Banyak di antara kita yg melakukan perbuatan baik di sana sini, pergi ke tempat ibadah, berkata benar, dan semua orang
mengira kita adalah sosok essential yg sebenarnya tidak demikian.

Yg terpenting adalah apa yg ada di dalam hatimu. Tidaklah penting berapa banyak hal yg kau perbuat atau apa yg orang lain kira tentang dirimu. Yang penting adalah hal yg terdalam. Jangan
lakukan sesuatu supaya orang lain menyukaimu atau terkagum-kagum padamu tapi lakukanlah sesuatu untuk dirimu sendiri, jadikan dirimu
seseorang yg lebih baik. Sumber:*:arsip Lampiran gambar*:mukadua.jpeg Pengirim*:admin Hurl by e-e-mail/ No.HP:kontak.mediakalbar@gmail.com Link website:mediakalbar.blogspot.com

Visitor IP: 125.164.90.206

Powered by EmailMeForm

Incoming search terms:

  • narrative tentang kejujuran

Original source : :: Apa yang kelihatan baik belum tentu benar

Lelaki Buta

Cerpen Bomanto Deas

“Beri nilai sembilan di raporku,” nada suaranya tidak mengisyaratkan permintaan tetapi lebih menyatakan sebuah pemaksaan yang berbau ancaman. Saya tidak mendengar suara itu, atau melihat seseorang mengucapkan kalimat itu sekarang, tetapi suara itu terngiang dengan sangat jelas di benak saya. Ujung belati yang runcing juga terasa di perut saya, melekat ketat, meskipun sekarang ini saya sadari benar bahwa tidak ada seorang pun yang menempel dengan tubuh saya.
“Aku tidak segan-segan membunuhmu. Di sekolah engkau guruku tapi di luar, di tempat sepi seperti ini, kau sanderaku, tawananku. Kau dengar? Ganti nilai merah di rapotku dengan angka sembilan atau kau tak dapat menjumpai anak-istrimu.”

Lelaki gagah yang beberapa menit tadi nyaris tertabrak mikrolet angkutan pedesaan tampak masih duduk di trotoar sambil ngoceh-ngoceh sendirian. Kata-katanya tidak dapat saya dengar dengan jelas di antara suara orang lalu-lalang dan deru mesin kendaraan. Tetapi dari ekspresi wajahnya terbaca jelas bahwa dia sedang kesal. Saya kira dia kesal kepada pria baik hati yang tadi membantunya ke pinggir jalan, yang kemudian segera meninggalkannya karena tampaknya sedang banyak urusan.
Ternyata lelaki ganteng berkumis tipis dan berkulit kecoklatan itu buta, sehingga saya sungguh-sungguh menyesali sikap saya sendiri yang menganggapnya bodoh, tadi. Sungguh menyentuh hati kedua matanya yang terpejam itu, yang menyeret saya pada suatu perasaan yang sukar saya jabarkan.
“Sudah biasa berjalan sendirian, Mas?” tanya saya hati-hati sambil memegang bahu kanannya. Saat ini seharusnya saya berlomba dengan waktu yang tersisa sedikit untuk sampai ke tempat tugas saya tetapi entah mengapa saya justru mendekati lelaki itu dan tak mempedulikan atasan saya yang selalu disiplin.
“Ya,” katanya perlahan. “Tapi aku tidak mengenal daerah ini. Aku tak pernah sendirian selain di rumah.”
“Sekarang kau sendirian dan kulihat beberapa kali kau tersandung batu dan hampir terjatuh. Ini kota besar, Mas, meski tak sebesar kota Jakarta. Jarang orang mau memperdulikan keadaan kita dalam kehidupan sesibuk ini.”
“Aku melarikan diri.”
“Kau disandera?”
“Aku dipenjara dan dikarantina. Aku tak betah lagi dihimpit kesendirian. Aku ingin bebas dari hidupku yang sama sekali tak menyenangkan. Aku bosan dicaci, dimaki dan selalu mengharapkan belas kasihan. Di ruamah orang tuaku sendiri aku sama sekali tak berguna dan hanya bisa menyusahkan saja dari hari ke hari, apalagi di tempat orang lain? Oh, aku tak punya arti selain untuk dipergunjingkan dan dicaci-maki, selain diomeli.”
“Kurasa itu hanya perasaanmu.”
“Ini sunguh menyakitkan. Sebab itu aku melarikan diri dari rumah, juga dari jalan hidup orang lain. Aku ingin sekali menjalani hidupku sendiri meskipun harus meraba-raba. Aku mungkin bahagia kalau bisa berbuat begitu, merasa punya arti dan harga diri.”
“Mengagumkan.”
“Bukankah tiap orang juga begitu? Setiap orang ingin dianggap berarti dan mampu berjalan sendiri.”
“Tampaknya Anda tak bisa melihat jalan dengan baik. Padahal jalan tidak selalu mulus dan lurus. Jelas perlu kesabaran yang luarbiasa untuk dapat melintasi jalan yang berliku serta berbatu-batu ini apabila kita berjalan dengan mata yang buta. Kita perlu dapat melihat dengan jelas keadaan jalan yang kita tempuh, selamat untuk sampai tujuan. Lebih baik lagi bila kita mampu melihat jauh ke depan.”
“Aku sendiri tak menghendaki buta seperti ini.”
“Orang buta biasanya memiliki indra ke enam yang jauh lebih cemerlang dari orang biasa. Mata batin yang terasah, terlatih, sungguh sangat berharga.”
“Aku tidak buta sejak lahir,” katanya serak, dan saya lihat air matanya meleleh membasahi pipinya yang pucat dan agak tirus. Saya masih mengamatinya sambil menahan rasa ngilu di dada yang tak jelas sebabnya sehingga saya merasa ingin menangis juga. Saya merasa bersalah padahal saya tidak sedang melakukan perbuatan keji sekarang ini, tidak juga terhadap lelaki separuh baya ini. Saya mendengar dia berkata lagi,”seseorang telah mencongkel mata saya dengan pena ketika usiaku baru saja lewat sweet seventeen. Guruku itu telah merebut pacarku, mencabulinya, bahkan menghina aku dengan semena-mena sehingga aku nekat mencegatnya di tengah jalan. Pria jelek dan bemo itu menangis dan bersujud di kakiku, tetapi ketika pisau di tangaku sudah kubuang ke got, dia meringkus aku dan… masa depanku dihancurkannya, seperti yang kau lihat sekarang.”
Saya sempat terkejut dan seperti ada yang menyentak batin saya. Dengan teliti dan seksama saya memandangi lelaki buta tanpa tongkat yang berpakaian sederhana itu dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan harapan akan menemukan sesuatu di sana tetapi saya tak berhasil menemukan telinga berjari dua yang akan mampu meyakinkan saya tentang lelaki di depan saya. Nah, ini dia, ada bekas luka di daun telinganya. Barangkali dia…..
Pagi ini, di bulan Ramadan 1416 H, ketika pasar Baturaja tampak ramai, jalan-jalan berhias simpang siur kendaraan, dan suara-suara bersahutan, saya bertemu lagi dengan salah seorang siswa saya yang terkenal bandel dan bengal itu di dalam benak saya. Lima belas tahun waktu yang telah berlalu itu ternyata masih utuh dan jelas terbaca. Dia sudah berganti pakaian, menyeringai penuh kemenangan, menodongkan belati.
“Beri nilai sembilan di raporku.”
“Oh, saya kira kau mau minta uang atau ilmu pengetahuan kepadaku.”
“Jangan cengar-cengir.”
“Ya.”
“Angka sembilan di raporku.”
“Apalah artinya itu kalau dirimu sendiri kosong? Kau akan ditertawakan oleh kebohonganmu sendiri. Zaman yang akan datang tidak hanya melihat angka-angka di rapot, melainkan butuh kemampuanmu.”
“Kau dengar Bapak yang kere? Kau berikan atau tidak? Angka sembilan, atau kau akan mampus. Aku kira itu tidak muluk-muluk kalau kau masih mau cari makan di sekolah ini. Bukankah kau dan keluargamu tidak makan kalau tidak bekerja di sekolah ini? Umar Bakri. Heh! Bajumu bagus, kain pel, dan tidak disetrika.”
Sembilan? Bayangkan. Anak-anak lain yang jauh labih baik, lebih pintar dan lebih tekun saja barrier-barrier dapat angka delapandi rapotnya, tapi dia minta sembilan. Bah! Dia pikir nilai itu mainan? Masih mending jika dia baik kepada intellectual dan anggap saja nilai itu adalah pemberian. Ini? Selain bodoh, bandelnya minta ampun, tak mau mematuhi peraturan sekolah. Lagi pula saya tak mungkin menghapus nilai merah di rapornya dengan tipex lalu meminta wali kelasnya menerakan angka sembilan sebagai ralat.
“Bagaimana? Dasar tolol.”
Ada perasaan gentar juga di hati saya, tetapi saya berusaha tenang dan tegar. Saya berserah diri kepada Allah dan berkata,” catur wulan depan saja kamu berusaha dengan labih baik. Saya tak bisa mengotori rapormu itu. Asal kau mau berusaha, soal nilai itu gampang. Nilai merah ….”
“Jangan bertele-tele!”
“Ada etika….”
“Jawab:ya atau tidak?”
Spontan hati saya berontak tanpa perhitungan:”kalau tidak?”
Ih, ngeri. Saya seperti bermimpi saja diperlakukan siswa saya seperti itu. Sang pemilik masa depan itu sudah gila duluan, saya pikir. Generasi yang tidak paham balas budi dan terima kasih.
Saya merasakan perihnya luka di perut saya meskipun sekarang saya sehat walafiat. Sekuat hati saya menekan emosi saya sendiri dan berusaha menutupi ketersinggungan hati saya dengan serapi-rapinya,”Sayang sekali kalau seorang intellectual yang seharusnya membimbing dan memberikan penerangan tega berbuat begitu terhadap remaja sebaik kamu. Ini patut disesalkan.”
“Lanang jelek dan bemo itu sudah dipenjarakan di kota Medan, juga kehilangan jabatan dan pekerjaan sebagai PNS, tetapi aku belum puas, aku tetap mengutuknya. Tidak pantas orang sejahat dia hidup sejahtera di bumi ini sementara saya yang anak baik hati hidup terlunta-lunta seperti ini. Lihatlah mata saya yang buta setelah ditusuknya dengan jarinya lalu dengan penanya sehingga mata kiri juga buta ini. Kalau saja mata saya tidak buta, tentu aku sudah jadi jenderal seperti cita-cita saya, bahkan mungkin jadi presiden.”
“Kau memang bisa jadi apa saja seandainya mau berusaha keras dan tidak hura-hura menghabiskan masa muda. Aku rasa kau telah berbohong. Kau bilang kebutaanmu ini akibat kecurangan orang lain tetapi sebenarnya tidak demikian kisahnya. Lihatlah dengan mata batinmu, bekas luka di perutku ini bukti kebejatanmu dan kedua matamu tergores kawat berduri di pinggir lorong Kinanti ketika kau berusaha lari sambil menoleh ke belakang ….
Lelaki buta itu berdiri dan ngeluyur pergi sebelum semua isi hati saya terungkapkan. Dia nyelonong di tengah-tengah Jalan Jenderal Sudirman yang sedang ramai sehingga derit roda terdengar bersahutan. (Cerita Pendek ini pernah dimuat di Sumatera Ekspres pada Sabtu, 23 Mei 1998)


Original source : Lelaki Buta

Dongeng Anak Indonesia – Launching Blog Dongeng Anak Indonesia

Dongeng Anak Indonesia – Selamat datang di blog dongeng anak indonesia yang akan membawa putra-puti anda selalu mendapatkan keceriaan dan kegembiraan lewat dongeng-dongeng tentang anak untuk anak-anak tercinta di Indonesia. Blog ini juga akan banyak memberikan certa maupun kisah-kisah seputar dongeng anak indonesia yang pastinya akan sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang putra-putri kita.

Sebenarnya banyak sekali cerita atau dongeng anak indonesia yang bisa kita ceritakan kepada anak-anak kita, misalnya saja kisah sikancil yang nakal suka mencuri ketimun, kemudian ada lagi kisah bawang merah dan bawang putih, lalu ada cerita rakyat indonesia yang bisa ditransformasi menjadi dongeng untuk anak, diantaranya kisah anak durhaka malin kundang dan masih banyak lagi lainnya.

Blog ini juga akan terus diupdate dengan kisah atau cerita-cerita anak bahasa inggris, dengan tujuan agar putra-putri kita bisa belajar bahasa inggris sejak dini. Kisah anak bahasa inggris tentunya akan mengadopsi kisah-kisah anak dari luar negeri yang biasa terdengar sehari-hari oleh anak kita, misalnya kisah mickey dan donald, beauty and the beast dan lain-lain.

Kemajuan serta kecanggihan bestow masa kini telah sedikit banyak membuat anak-anak menjadi terbiasa dengan teknologi baru, sehingga mereka lebih “faseh” dengan jenis mainan yang kini merambah ke kehidupan mereka, padahal banyak suri tauladan bagi kehidupan mereka kelak yang bisa diperoleh dengan banyak membaca serta mendengar dongeng anak indonesia yang syarat dengan nilai-nilai kebaikan dan kebajikan.

Semoga dengan kehadiran blog dongeng anak indonesia ini akan menambah keceriaan serta wawasan putra-putri kita serta mendorong kita sebagai orang tua untuk aktif dalam memberikan cerita-cerita positif yang memiliki nilai luhur bagi kehidupan anak indonesia kelak.

Incoming search terms:

  • Percakapan dalam bahasa inggris yg berkaitan dengan cerita beauty and the beast dan terjemahannya
  • cerita bawang putih dan bawang merah dalam bahasa inggris lengkap beserta kesimpulan dan watak tokoh
  • terjemahan dari teks narrative beauty and the beast
  • story telling pendek the beauty and the beast
  • naskah drama beauty and the beast dan terjemahan
  • naskah drama bahasa indonesia beauty and the e
  • maca dongeng bahasa sunda bawang merah jeung bawang putih
  • kisah beauty and the best
  • dongeng bahasa indonesia beauty and the beast
  • cerita beauty and the beast bahasa inggris
  • texs narasi beauty and the beast

Original source : Dongeng Anak Indonesia – Launching Blog Dongeng Anak Indonesia

Cara Jowarno memilih kepala restoran ayam goreng

Suatu hari seorang pegawai Jowarno datang kepadanya dan protes karena seorang anak muda yang baru dua tahun bekerja justru diangkat menjadi kepala restoran ayam goreng yang baru saja dibuka, sedangkan si pegawai yang sudah belasan tahun bekerja tidak mendapat promosi. Jowarno kemudian bertanya pada pegawai tersebut apa yang akan dia lakukan kalau dia diangkat menjadi kepala restoran:
“Saya akan bekerja sebaik-baiknya Pak. Saya akan berusaha untuk membuat restoran ini dapat menyajikan ayam goreng yang enak, harga terjangkau dan pembeli dilayani dengan ramah”
Kemudian Jowarno memanggil anak muda yang baru saja diangkat menjadi kepala restoran dan menanyakan pertanyaan yang sama.
“Seperti yang pernah saya utarakan Pak. Di sekitar sini sudah berdiri dua belas restoran ayam goreng yang sama dengan kita. Jadi kita harus punya nilai lebih. Makanya dalam restoran saya akan membuat minimarket yang menyediakan aneka cemilan dan barang kebutuhan sehari-hari sehingga orang bisa berbelanja sambil makan. Saya juga akan membuat menu-menu yang tidak dimiliki restoran lain, seperti ayam rica-rica, hush money ayam, dan ayam taliwang. Saya juga akan membuat standar waktu penyajian makanan yang menjadi persyaratan seseorang bisa diterima menjadi pelayan restoran, misalnya hush money ayam maksimal 1 menit, ayam goreng maksimal  3 menit dan ayam taliwang maksimal 10 menit”
Setelah anak muda itu pergi, Jowarno berkata kepada si pegawai older.
“Kau dengar itu. Anak muda itu melakukan pengamatan atas posisi restoran kita diantara restoran yang lain. Kemudian dia mencetuskan solusi-solusi yang akan dilakukan untuk mendapatkan pelanggan di arena persaingan itu. Memang solusinya belum tentu benar, tetapi itu menunjukkan bahwa dia bekerja berangkat dari realitas lapangan dan memiliki visi yang jelas tentang pengembangan restoran.  Aku ingin kepala restoranku seperti itu (Undil-2013).      

Original source : Cara Jowarno memilih kepala restoran ayam goreng

Cerpen – Bukan Dia Tapi Aku

Bukan Dia Tapi Aku
Oleh : Abriandi Saputra
Sebenar benarnya judul ini saya ambil dari sebuah lagu yang cukup ternama. judika, dialah namanya penyanyinya. ntah, mulai banyak di gerumuni banyak penggemar. siapalah yang tak menyukai lagu ini, makna yang cukup mendalam juga pengalaman umum percintaan yang sewajarnya. perselingkuhan, penghianatan, bahkan pada pendustaan akan cinta memberi warna tersendiri terhadap kehidupan. sebuah pengorbanan nyata dibalik setiap harapan untuk mencintai dan dicintai secara utuh. terlebih, dengan karakter vokal penyanyi yang saya rasa cukup untuk mendobrak pasar di tanah air.
“bukan dia, bukan dia, tapi aku”, sepenggal lirik dalam lagu tersebut. sebuah pengakuan dari segelintir kebijakan untuk mendapat nasib dalam percintaan. memang sungguh berat, ketika manusia dihadapkan pada pilihan-pilihan yang rumit (baca: antara tujuan dan prosesnya). tapi apalah daya disaat mentalitas pria diuji dengan air mata. rasa yang sungguh mendalam untuk terwujudnya cita-cita bersama.
memahami antara satu sama lain cukuplah sulit. pola komunikasi yang dibangun juga patut untuk menjadi bahan pertimbangan. bahwa manusia diciptakan untuk hidup berpasang-pasangan, juga untuk mengetahui kualitas pada bentuk, hakekat maupun nilai cinta itu sendiri. pengunduran diri yang memberikan makna terdalam, bahwa cinta memang tak harus memiliki. terus menerus tersakiti, tanpa adanya kesempatan pada pembuktiannya. biarlah tuhan yang menjawab, bahwa sesungguhnya tuhan maha mencintai selallu mengerti.
begitu pun dengan saya, sebenarnya saya tidak ingin untuk bercerita. tapi apa daya, saya sungguh merasa ingin melontarkannya. cinta yang saya perjuangkan terhadap seorang wanita selallu berujung dengan kekecewaan. bukanlah salahnya, meski juga membela bahwa buka kesalahan saya juga. tidak ada perjuangan yang sia”, hanya itu yang saya percaya. rasa harap yang terus ada, harus terhenti dengan pengetahuan tentang keberadaan kekasih” wanita tersebut, ntah lewat jaringan sosial ataupun pengakuan sahabat” karibnya. ntah sudah berapa, ada yang bernama ABI, BRIAN, NAKSABANDI, IBI, NIBI, bahkan pada salah satu teman sekolah SMA dulu bernama SUBKI. ntahlah, saya bukan tergolong pria yang handal dalam ranah percintaan. memanglah benar cinta adalah suatu perjalanan dan untuk dijalani. bukan hanya kata” manis yang terucap atau untuk diombralkan.

Incoming search terms:

  • cerpen cjr cinta segitiga
  • drama cinta monyet b sunda 10 orang
  • drama cjr dan winx
  • naskah dialog cinta segitiga
  • naskah drama cinta segitiga 5 orang
  • snow : cinta monyet part 2 cjr dan winxs

Original source : Cerpen – Bukan Dia Tapi Aku