Lakukan pekerjaan yang kita cintai

Seorang industrialist dip Sadino mengatakan “kerjakanlah pekerjaan yang kamu senangi, jika tidak maka tinggalkanlah”. Banyak orang yang sukses dalam karir dan bisnisnya karena mereka memang benar-benar menyukai apa yang mereka lakukan.

Lihat saja beberapa kasus di bawah ini, Payment Gates rela meninggalkan bangku kuliahnya di bidang hukum, karena dia benar-benar mencintai komputer, namun apa yang terjadi walaupun kuliahnya tidak beres namun dia akhirnya berhasil dengan bidang yang dia cintai.

Di Indonesia ada banyak orang-orang yang berhasil karena mereka mencintai apa yang mereka lakukan. Perasaan cinta terhadap apa yang kita lakukan akan melahirkan suatu maha karya yang agung. Tidak percaya ? lihat saja bagaimana saking cintanya syeh jehan terhadap istrinya melahirkan sebuah karya yang agung yaitu Tajmahal.

Dalam kasus lain, kita bisa melihat bagaimana orang yang kasmaran selalu mampu melahirkan karya-karya puisi yang romantis. Bapak Cheppy Hakim dalam Kompasiana Gathering beberapa hari yang lalu pernah pula mengatakan bahwa ”orang yang hidupnya penuh dengan cobaan, penderitaan, dan ujian akan selalu melahirkan karya-karya epic”.

Hal ini karena mereka sangat mencintai pekerjaan yang mereka lakukan sehingga mereka tergila-gila terhadap pekerjaan yang mereka lakukan, bahkan sampai-sampai mereka lupa makan, lupa segalanya karena mereka mencintai hal-hal yang mereka lakukan.

Lalu bagaimanakah kita dapat mengetahui hal apakah yang sangat kita sukai ? Kita bisa melihatnya dari hobi yang kita gemari. Dengan hobi itulah sebenarnya menunjukan kekuatan potensi diri kita, jika kita kembangkan hobi kita, maka kita tentu akan menjadi berhasil di bidangnya. Tidak percaya buktikan saja!

Bukankah jika kita melakukan hobi kita waktu pun menjadi tidak terasa walaupun berjam-jam kita melakukannya, namun apa yang terjadi jika kita melakukan hal yang tidak kita sukai, jangankan berjam-jam dalam beberapa menit saja kita pasti akan jenuh dan kesal untuk melakukannya.

Harta bukanlah hal yang utama dalam hidup ini, karena banyak orang yang bekerja dalam hidup ini tidak berdasarkan atas harta namun atas nama cinta. Lihatlah bagaimana sejarah selalu mencatat mereka yang selalu bekerja atas nama cinta bukan melulu harta. Lihat saja bagaimana Nabi Muhammad SAW bekerja atas nama cinta untuk umatnya, sampai-sampai diakhir hidupnya beliau sempat-sempatnya berkata ”Umati-umati” ”Umatku-umatku” begitu pula dengan Bunda Theresa selalu di kenang zaman karena dia bekerja atas nama cinta untuk sesama.

Lalu, sekarang apapun profesi kita saat ini, maka bekerjalah dengan penuh cinta di bidang apapun yang kita jalani, karena dengan begitu, lihatlah suatu saat kita akan mampu melahirkan banyak karya yang memberikan manfaat bagi kehidupan ini.

Sumber:

Incoming search terms:

  • cerita maksiat fian 83
  • cerita billgets
  • cerita melahirkan
  • Cerita tajmahal

Original source : Lakukan pekerjaan yang kita cintai

Menteri Taiwan Usulkan Kencing Ala Rasulullah

[Image: images.jpg]
NANJING — Nabi Muhammad SAW mencontohkan umatnya untuk duduk atau jongkok ketika buang air kecil. Meski bukan seorang muslim, tapi Menteri Lingkungan Taiwan, Stephen Shen mencontoh anjuran Rasulullah SAW dengan selalu buang air kecil dengan duduk.

Ia pun mengusulkan agar masyarakat Taiwan buang air kecil sembari duduk. Usulan mengikuti sunnah Rasulullah SAW itu khusus untuk para pria yang acapkali buang air kecil sembari berdiri. Badan Perlindungan Lingkungan Taiwan (EPA) mengungkapkan Stephen memang selalu duduk bila buang air kecil, baik di rumah ataupun di toilet umum.

Badan itu mengatakan, kebiasaan kencing dengan duduk seperti yang dilakukan perempuan akan menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Para pejabat Taiwan mengatakan akan meminta pemerintah daerah memasang tanda di toilet-toilet umum berisi anjuran agar pria duduk bila buang air kecil.

Seperti dilansir Yahoonews.com, anjuran ini adalah bagian dari kampanye Taiwan guna menjaga kebersihan di toilet umum. Sekira 100 ribu toilet umum tersebar di Taiwan. Toilet-toilet tersebut saat ini jauh lebih bersih dibandingkan sebelumnya. “Namun sejumlah kakus masih bau pesing karena cipratan air seni pria,” kata EPA.

Nantinya, tanda anjuran pria buang air kecil sembali duduk akan dipasang di toilet umum di sekolah-sekolah, stasiun kereta, bandara, hingga mortal automobile. Meski baik, anjuran tersebut melahirkan silang pendapat di dunia maya.

Mayoritas wanita yang memang terbiasa buang air kecil sembari duduk, mendukung gagasan tersebut. Tapi tak sedikit pria yang menentang lantaran sulit mengubah kebiasaan sejak kecil.

Usulan buang air kecil sembari duduk bukan kali pertama. Sebelumnya sejumlah politisi sayap kiri di Swedia juga pernah mengusulkan undang-undang baru yang melarang para pria buang air kecil sembari berdiri. Beberapa alasan dan keuntungan dari buang air kecil sembari duduk dipaparkan para politisi tersebut.

Partai sosialis dan feminis di Swedia mengklaim akan lebih higenis bila seorang pria duduk ketika buang air kecil. Sebab cara tersebut akan mengurangi genangan air dan baik untuk kesehatan pria. Karena buang air kecil sembari duduk akan mengosongkan kandung kemih yang bisa mengurangi risiko kanker prostat.

“Kami ingin belajar dari Swedia dan Jepang,” kata Direktur Sanitasi Lingkungan dan Zat Beracun EPA, Yuan Shaw-jing, kepada BBC. “Di Jepang, kami mendengar 30 persen laki-laki buang air kecil sembari duduk.”

http://zilzaal.blogspot.com/2012/08/ment…g-ala.html

Incoming search terms:

  • air kencing dalam cerpen
  • cerita lucu mengenai undang-undang
  • contoh cerita dalam bhs jawa tema kebersihan
  • dongeng singkat tentang kebersihan
  • naskah pantomim kebersihan
  • naskah pantomim menjaga kebersihan
  • pantomim malin kundang
  • Sinopsis kebersihan

Original source : Menteri Taiwan Usulkan Kencing Ala Rasulullah

Kemudikan Waktu

Waktu bagaikan kompas dalam kehidupan kita. Waktu selalu mengingatkan kita akan aktivitas kita sehari-hari. Waktu juga sebagai pengontrol kehidupan kita. Waktu terus berjalan tanpa henti bahkan tak akan pernah berulang. Tiada yang bisa menghambat lajunya waktu. Kita hanya perlu menjalin komunikasi yang baik dengan waktu, tetapi bukan berarti kita harus tunduk kepadanya. Komunikasi yang dimaksud adalah komunikasi two-cleft antara diri kita dengannya. Dalam komunikasi itu, kita tidak boleh dirugikan sebab waktu akan terus bergerak bebas dan tidak peduli apakah kita sudah terlindas atau belum. Artinya, kita secara implisit harus dapat mengaturnya.

Begitu juga dengan keberadaanku hari ini. waktulah yang membawaku sampai pada detik ini. Aku tak menyangka bahwa waktu akan terus mengikuti perjalanan kehidupanku sampai membawaku pada usia 26 tahun ini. Sungguh tak kuduga waktu ternyata setia melakukan tugasnya. Sayang sekali aku tidak mengingat betul kebersamaanku dengannya. Barangkali banyak sikapku yang menyianyiakannya, tidak peduli padanya, dan bahkan menelantarkannya. Namun, yang kurasakan sampai hari ini, dia tetap tidak berpaling dariku. Dia memperlakukanku sama seperti sebelum berusia 26 tahun saat ini.

Jikalau dihitung kembali, berapa kali dan berapa lama waktu itu sudah saya abaikan. Sebaliknya, jika dihitung, berapa kali dan berapa lama waktu itu sudah saya pergunakan dengan baik. Jawabannya adalah lupa. Aku tidak mengingat berapa kali dan berapa lama aku pergunakan waktu dengan baik. Akan tetapi, seingatku lebih banyak menyia-nyiakan waktu yang telah di sediakan Tuhan kepadaku.

Akankah dengan pertolongan Tuhan aku dapat memperbaiki penggunaan waktu itu? Tentu jawabannya ya. Tuhanlah yang memberikan waktu itu kepada kita manusia. Tuhan pulalah yang melahirkan waktu itu apakah akan menjadi waktu yang baik atau menjadi waktu yang buruk dalam kehidupan kita. Ada waktu untuk tersenyum, ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk menang, ada waktu untuk kalah, ada waktu untuk bertemu, ada waktu untuk berpisah, ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk melepas, ada waktu lahir, dan ada waktu untuk mati. Semua itu, sadar tidak sadar, suka tidak suka, kita tidak akan bisa berpaling dari waktu.

Memang setiap manusia pernah merasakan waktu yang baik bahkan tidak jarang pula Tuhan memberikan waktu yang terburuk untuk kita. Ketika waktu itu datang dengan membawa senyuman, pada umumnya kita lagsung mengucap syukur kepada Tuhan. Namun, jikalau Tuhan memberikan waktu terburuk maka sebagian besar kita bukannya bersyukur. Lebih parahnya lagi kita tak segan-segan menghujat Tuhan itu atas pemberian waktu itu yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Dalam hal ini, termasuk juga saya.

Untuk itu, di usiaku yang ke-26 tahun ini semoga Tuhanlah yang selalu mengingatkanku untuk menggunakan waktu yang diberikan-Nya dengan baik. Dengan pertambahan usia ini, harapanku semakin dewasa menjalani hari-hariku dengan baik. Menjalani segala kehidupanku dengan menggunakan waktu dengan sunguh-sungguh.

Tuhan, terima kasih buat waktu yang Engkau berikan bagiku. Waktu yang boleh kunikmati di hari kelahiranku. Terima kasih juga buat waktu bangsa kami Indonesia yang boleh memperingati hari Kesaktian Pancasila sebagai lambang negara kami. Hari Kesaktian Pancasila yang menjadi dasar sekaligus falsah kehidupan bangsa kami. Tanpa waktu yang baik saat itu tentu ideologi bangsa kami bukanlah mengacu pada Pancasila, melainkan ideologi yang membawa negara kami ke arah yang tidak Engkau kehendaki, yakni komunis.

Terima kasih buat waktu yang manis sehingga para pahlawan revolusi kami tidak sia-sia gugur di medan perang dalam mempertahankan ideologi bangsa kami. Mungkin dengan waktu peringatan 1 Oktober ini menjadi kenangan manis bagi mereka yang telah gugur. Bimbinglah seluruh pemimpin bangsa-Mu ini agar kami tidak melupakan waktu untuk mengisi dan mempertahankan ideologi bangsa kami.

Pereratlah kasih di antara kami yang berbeda bahasa, suku, etnis, wilayah berbeda adat istidat bahkan agama. Jangan biarkan kami mengalami perpecahan sebagaimana harapan dari sang waktu yang buruk. Berilah kepada kami rasa memiliki satu dengan yang lain. Rasa memahami satu insan dengan yang lain sehingga akan terlihat oleh-Mu bahwa kami benar-benar sudah memanfaatkan waktu yang telah Engkau berikan kepada kami.

Waktu, engkau memang penunjuk keberadaan bagi kami. Selama ini engkau lebih banyak mengambil alih hidup kami. Kini giliran kami yang akan mengambil alih kedudukanmu. Kami yang akan mengarahkanmu sesuai dengan kebermanfaatanmu dalam hidup kami. Dengan kata lain, kamilah yang akan mengaturmu dalam roda kehidupan kami. Kamilah yang akan mengemudikanmu. Bersiaplah waktu.

Incoming search terms:

  • cerita komunikasi yang baik

Original source : Kemudikan Waktu

Pakar Genetika Yahudi Masuk Islam Gara2 Masa Iddah

[Image: index.jpg]
Robert Guilhem seorang pakar genetika, pemimpin yahudi di Albert Einstain The high classes mendeklarasikan dirinya masuk Islam ketika ia mengetahui hakikat empiris ilmiah dan kemukjizatan Al-Quran tentang penyebab penentuan iddah (masa tunggu) perempuan yang dicerai suaminya dengan masa 3 bulan. Beliau terperangah kagum oleh ayat-ayat Al-Quran yang berbicara tentang iddah (masa tunggu) wanita Muslimah yang dicerai suaminya seperti yang diatur Islam.

(ATH THALAAQ:4) DAN PEREMPUAN-PEREMPUAN YANG TIDAK HAID LAGI (MONOPAUSE) DI ANTARA PEREMPUAN-PEREMPUANMU JIKA KAMU RAGU-RAGU (TENTANG MASA IDDAHNYA), MAKA MASA IDDAH MEREKA ADALAH TIGA BULAN; DAN BEGITU (PULA) PEREMPUAN-
PEREMPUAN YANG TIDAK HAID. DAN PEREMPUAN-PEREMPUAN YANG HAMIL, WAKTU IDDAH MEREKA ITU IALAH SAMPAI MEREKA MELAHIRKAN KANDUNGANNYA. DAN BARANG -SIAPA YANG BERTAKWA KEPADA ALLAH, NISCAYA ALLAH MENJADIKAN BAGINYA KEMUDAHAN DALAM URUSANNYA.

Guilhem, pakar yang mendedikasikan usianya dalam penelitian sidik pasangan laki-laki baru-baru ini membuktikan dalam penelitiannya bahwa jejak rekam seorang laki-laki akan hilang setelah tiga bulan. Bukti-bukti itu menyimpulkan bahwa hubungan persetubuhan suami istri akan menyebabkan laki-laki meninggalkan sidik (rekam jejak) khususnya pada perempuan. Jika pasangan ini setiap bulannya tidak melakukan persetubuhan maka sidik itu akan perlahan-lahan hilang antara 25-30 persen. Setelah tiga bulan berlalu, maka sidik itu akan hilang secara keseluruhan. Sehingga perempuan yang dicerai akan siap mendapat sidik laki-laki lainnya.

Bukti empiris ini mendorong pakar genetika Yahudi ini melakukan penelitian dan pembuktian lain di sebuah perkampungan Afrika Muslim di Amerika. Dalam penelitiannya ia menemukan bahwa setiap wanita di sana hanya mengandung dari jejak sidik pasangan mereka saja. Sementara penelitian ilmiah di sebuah perkampungan lain yang bukan muslim di Amerika membuktikan bahwa wanitanya yang hamil memiliki jejak sidik beberapa laki-laki dua hingga tiga. Artinya, wanita-wanita non Muslim di sana melakukan hubungan intim selain pernikahan yang sah.

Yang mengagetkan sang pakar ini adalah ketika dia melakukan penelitian ilmiah terhadap istrinya sendiri. Sebab ia menemukan istrinya memiliki tiga rekam sidik laki-laki alias istrinya berselingkuh. Dari penelitiannya, hanya satu dari tiga anaknya saja berasal dari dirinya. Setelah penelitian-penelitian yang dilakukan ini akhirnya meyakinkan sang pakar Guilhem ini memeluk Islam. Ia meyakini bahwa hanya Islamlah yang menjaga martabat perempuan dan menjaga keutuhan kehidupan shared. Ia yakin bahwa wanita Muslimah adalah wanita barrier bersih di muka bumi ini.

http://zilzaal.blogspot.com/2012/08/paka…gara2.html

Incoming search terms:

  • Cerita Masuk Islam
  • haid laki laki menurut hakikat

Original source : Pakar Genetika Yahudi Masuk Islam Gara2 Masa Iddah

Nyai Anteh Sang Penunggu Bulan

Pada jaman dahulu kala di Jawa Barat ada sebuah kerajaan bernama kerajaan Pakuan. Pakuan adalah kerajaan yang sangat subur dan memiliki panorama alam yang sangat indah. Rakyatnya pun hidup damai di bawah pimpinan raja yang bijaksana. Di dalam istana ada dua gadis remaja yang sama-sama jelita dan

.

“Kau jangan memanggilku Gusti putri kalau sedang berdua denganku,” kata putri. “Bagiku kau tetap adik tercintaku. Tidak perduli satatusmu yang hanya seorang dayang. Ingat sejak bayi kita dibesarkan bersama, maka sampai kapan pun kita akan tetap bersaudara. Awas ya! Kalau lupa lagi kamu akan aku hukum!”
“Baik Expulsion…..eh kakak!” jawab Nyai Anteh.
“Anteh, sebenarnya aku iri padamu,” kata putri.
“Ah, iri kenapa kak. Saya tidak punya sesuatu yang bisa membuat orang lain iri,” kata Anteh heran.
“Apa kau tidak tahu bahwa kamu lebih cantik dariku. Jika kamu seorang putri, pasti sudah banyak pangeran yang meminangmu,” ujar putri sambil tersenyum.
“Ha ha ha.. kakak bisa saja. Mana bisa wajah jelek seperti ini dibilang cantik. Yang cantik tuh kak Endah, kemarin saja waktu pangeran dari kerajaan sebrang datang, dia sampai terpesona melihat kakak. Iya kan kak???” jawab Anteh dengan semangat.
“Ah kamu bisa saja. Itu karena waktu itu kau memilihkan baju yang cocok untukku. O ya kau buat di penjahit mana baju itu?” tanya putri.
“Eeee…itu…itu…saya yang jahit sendiri kak.” jawab Anteh.
“Benarkah? Wah aku tidak menyangka kau pandai menjahit. Kalau begitu lain kali kau harus membuatkan baju untukku lagi ya. Hmmmm…mungkin baju pengantinku?” seru putri.
“Aduh mana berani saya membuat baju untuk pernikahan kakak. Kalau jelek, saya pasti akan dimarahi rakyat,” kata Anteh ketakutan.
“Tidak akan gagal! Kemarin baju pesta saja bisa…jadi baju pengantin pun pasti bisa,” kata putri tegas.
Suatu malam ratu memanggil putri Endahwarni dan Nyai Anteh ke kamarnya.
“Endah putriku, ada sesuatu yang ingin ibu bicarakan,” kata ratu.
“Ya ibu,” jawab putri.
“Endah, kau adalah anakku satu-satunya. Kelak kau akan menjadi ratu menggantikan ayahmu memimpin rakyat Pakuan,” ujar ratu. “Sesuai ketentuan keraton kau harus memiliki pendamping hidup sebelum bisa diangkat menjadi ratu.”
“Maksud ibu, Endah harus segera menikah?” tanya putri.
“ya nak, dan ibu juga ayahmu sudah berunding dan sepakat bahwa calon pendamping yang cocok untukmu adalah Anantakusuma, anak adipati dari kadipaten wetan. Dia pemuda yang baik dan terlebih lagi dia gagah dan tampan. Kau pasti akan bahagia bersamanya,” kata ratu. “Dan kau Anteh, tugasmu adalah menjaga dan menyediakan keperluan kakakmu supaya tidak terjadi apa-apa padanya.”
“Baik gusti ratu,” jawab Anteh.
Malam itu putri Endahwarni meminta Nyai Anteh untuk menemaninya.
“Aku takut sekali Anteh,” kata putri dengan sedih. “Bagaimana aku bisa menikah dengan orang yang sama sekali tidak aku kenal. Bagaimana kalau dia tidak mencintaiku?”
“Kakak jangan berpikiran buruk dulu,” hibur Anteh. “Saya yakin gusti Raja dan Ratu tidak akan sembarangan memilih jodoh buat kakak. Dan pemuda mana yang tidak akan jatuh hati melihat kecantikan kakak. Ah sudahlah, kakak tenang dan berdoa saja. Semoga semuanya berjalan lancar.”
Suatu pagi yang cerah, Anteh sedang mengumpulkan bunga melati untuk menghias sanggul putri Endahwarni. Anteh senang menyaksikan bunga-bunga yang bermekaran dan kupu-kupu saling berebut bunga. Dia mulai bersenandung dengan gembira. Suara Anteh yang merdu terbang tertiup angin melewati tembok istana. Saat itu seorang pemuda tampan sedang melintas di balik tembok taman istana. Dia tepesona mendengar suara yang begitu merdu. Ternyata pemuda itu adalah Anantakusuma. Dia sangat sakti, maka tembok istana yang begitu tinggi dengan mudah dilompatinya. Dia bersembunyi di balik gerumbulan bunga, dan tampaklah olehnya seorang gadis yang sangat cantik. Anantakusuma merasakan dadanya bergetar, “alangkah cantiknya dia, apakah dia putri Endahwarni calon istriku?” batinnya. Anantakusuma keluar dari persembunyiannya. Anteh terkejut ketika tiba-tiba di hadapannya muncul pemuda yang tidak dikenalnya.
“Siapa tuan?” tanya Anteh.
“Aku Anantakusuma. Apakah kau…..”
Belum sempat Anantakusuma bertanya seseorang memanggil Anteh. “Anteh!!! Cepat!!! Putri memanggilmu!” kata seorang dayang.
“Ya. Saya segera datang. Maaf tuan saya harus pergi,” kata Anteh yang langsung lari meninggalkan Anantakusuma. “Dia ternyata bukan Endahwarni,” pikir Anantakusuma. “Dan aku jatuh cinta padanya. Aku ingin dialah yang jadi istriku.”
Beberapa hari kemudian, di istana terlihat kesibukan yang lain daripada biasanya. Hari ini Adipati wetan akan datang bersama anaknya, Anantakusuma, untuk melamar putri Endahwarni secara resmi. Raja dan Ratu menjamu tamunya dengan sukacita. Putri Endahwarni juga tampak senang melihat calon suaminya yang sangat gagah dan tampan. Lain halnya dengan Anantakusuma yang terlihat tidak semangat. Dia kecewa karena ternyata bukan gadis impiannya yang akan dinikahinya.
Tibalah saat perjamuan. Anteh dan beberapa dayang istana lainnya masuk ke ruangan dengan membawa nampan-nampan berisi makanan.
“Silahkan mencicipi makanan istimewa istana ini,” kata Anteh dengan hormat.
“Terima kasih Anteh, silahkan langsung dicicipi,” kata Raja kepada para tamunya.
Anantakusuma tertegun melihat gadis impiannya kini ada di hadapannya. Kerongkongannya terasa kering dan matanya tak mau lepas dari Nyai Anteh yang saat itu sibuk mengatur hidangan. Kejadian itu tidak luput dari perhatian putri Endahwarni. Pahamlah ia bahwa calon suaminya telah menaruh hati pada gasis lain, dan gadis itu adalah Anteh. Putri Endahwarni merasa cemburu, kecewa dan sakit hati. Timbul dendam di hatinya pada Anteh. Dia merasa Antehlah yang bersalah sehinggga Anantakusuma tidak mencintainya.
Setelah perjamuan selesai dan putri kembali ke kamarnya, Anteh menemui sang putri.
“Bagaimana kak? Kakak senang kan sudah melihat calon suami kakak? Wah ternyata dia sangat tampan ya?” kata Anteh.
Hati putri Endahwarni terasa terbakar mendengar kata-kata Anteh. Dia teringat kembali bagaimana Anantakusuma memandang Anteh dengan penuh cinta.
“Anteh, mulai saat ini kau tidak usah melayaniku. Aku juga tidak mau kau ada di dekatku. Aku tidak mau melihat wajahmu,” kata putri Endahwarni.
“A..apa kesalahanku kak? Kenapa kakak tiba-tiba marah begitu?” tanya Anteh kaget.
“Pokoknya aku sebal melihat mukamu!” bentak putri. “Aku tidak mau kau dekat-dekat denganku lagi…Tidak! Aku tidak mau kau ada di istana ini. Kau harus pergi dari sini hari ini juga!”
“Tapi kenapa kak? Setidaknya katakanlah apa kesalahanku?” tangis Anteh.
“Ah jangan banyak tanya. Kau sudah mengkianatiku. Karena kau Anantakusuma tidak mencintaiku. Dia mencintaimu. Aku tahu itu. Dan itu karena dia melihat kau yang lebih cantik dariku. Kau harus pergi dari sini Anteh, biar Anantakusuma bisa melupakanmu!” kata putri.
“Baiklah kak, aku akan pergi dari sini. Tapi kak, sungguh saya tidak pernah sedikitpun ingin mengkhianati kakak. Tolong sampaikan permohonan maaf dan terima kasih saya pada Gusti Raja dan Ratu.”
Anteh beranjak pergi dari kamar putri Endahwarni menuju kamarnya lalu mulai mengemasi barang-barangnya. Kepada dayang lainnya dia berpesan untuk menjaga putri Endahwarni dengan baik.
Nyai Anteh berjalan keluar dari gerbang istana tanpa tahu apa yang harus dilakukannya di luar istana. Tapi dia memutuskan untuk pergi ke kampung halaman ibunya. Anteh belum pernah pergi kesana, tapi waktu itu beberapa dayang older pernah menceritakannya. Ketika hari sudah hampir malam, Anteh tiba di kampung tempat ibunya dilahirkan. Ketika dia sedang termenung memikirkan apa yang harus dilakukan, tiba-tiba seorang laki-laki yang sudah berumur menegurnya.
“Maaf nak, apakah anak bukan orang sini?” tanyanya.
“Iya paman, saya baru datang!” kata Anteh ketakutan.
“Oh maaf bukan maksudku menakutimu, tapi wajahmu mengingatkanku pada seseorang. Wajahmu mirip sekali dengan kakakku Dadap,”
“Dadap? Nama ibuku juga Dadap. Apakah kakak paman bekerja di istana sebagai dayang?” tanya Anteh.
“Ya….! Apakah….kau anaknya Dadap?” tanya paman itu.
“Betul paman!” jawab Anteh.
“Oh, kalau begitu kau adalah keponakanku. Aku adalah pamanmu Waru, adik ibumu,” kata paman Waru dengan mata berkaca-kaca.
“Benarkah? Oh paman akhirnya aku menemukan keluarga ibuku!” kata Anteh dengan gembira.
“Sedang apakah kau disini? Bukankah kau juga seorang dayang?” tanya paman Waru.
“Ceritanya panjang paman. Tapi bolehkah saya minta ijin untuk tinggal di rumah paman. Saya tidak tahu harus kemana,” pinta Anteh.
“Tentu saja nak, kau adalah anakku juga. Tentu kau boleh tinggal di rumahku. Ayo kita pergi!” kata paman Waru.
Sejak saat itu Anteh tinggal di rumah pamannya di desa. Untuk membantu pamannya, Anteh mendapat pesanan menjahit baju. Mula-mula Anteh menjahitkan baju-baju tetangga, lama-lama karena jahitannya yang bagus, orang-orang dari desa yang jauh pun ikut menjahitkan baju mereka kepada Anteh. Sehingga ia dan keluarga pamannya bisa hidup cukup dari hasilnya menjahit.
Bertahun-tahun telah berlalu. Anteh kini sudah bersuami dan memiliki dua orang anak. Suatu hari di depan rumahnya berhenti sebuah kereta kencana dan banyak sekali pengawal yang menunggang kuda. Begitu pemilik kereta kencana itu melongokkan kepalanya, Anteh menjerit. Ternyata itu adalah putri Endahwarni. Putri Endahwarni turun dari kereta dan langsung menangis memeluk Anteh.
“Oh Anteh, sudah lama aku mecarimu! Kemana saja kau selama ni? Kenapa tidak sekalipun kau menghubungiku? Apakah aku benar-benar menyakiti hatimu? Maafkan aku Anteh. Waktu itu aku kalap, sehingga aku mengusirmu padahal kau tidak bersalah. Maafkan aku…” tangis putri.
“Gusti…jangan begitu. Seharusnya aku yang minta maaf karena telah membuatmu gusar,” kata Anteh.
“Tidak. Akulah yang bersalah. Untuk itu Anteh, kau harus ikut denganku kembali ke istana!” pinta putri.
“Tapi putri aku sekarang punya suami dan anak. Saya juga bekerja sebagai penjahit. Jika saya pergi, mereka akan kehilangan,” jawab Anteh.
“Suami dan anak-anakmu tentu saja harus kau bawa juga ke istana,” kata putri sambil tertawa. “Mengenai pekerjaanmu, kau akan kuangkat sebagai penjahit istana. Bagaimana? Kau tidak boleh menolak, ini perintah!”

Akhirnya Anteh dan keluarganya pindah ke istana. Putri Endahwarni telah membuatkan sebuah rumah di pinggir taman untuk mereka tinggal. Namun Anteh selalu merasa tidak enak setiap bertemu dengan pangeran Anantakusuma, suami putri Endahwarni. Pangeran Anantakusuma ternyata tidak pernah melupakan gadis impiannya. Kembalinya Anteh telah membuat cintanya yang terkubur bangkit kembali. Mulanya pangeran Anantakusuma mencoba bertahan dengan tidak memperdulikan kehadiran Anteh. Namun semakin lama cintanya semakin menggelora.
Hingga suatu malam pangeran Anantakusuma nekat pergi ke taman istana, siapa tahu dia bisa bertemu dengan Anteh. Benar saja. Dilihatnya Anteh sedang berada di beranda rumahnya, sedang bercanda dengan Candramawat, kucing kesayangannya sambil menikmati indahnya sinar bulan purnama. Meski kini sudah berumur, namun bagi pangeran Anantakusuma, Anteh masih secantik dulu saat pertama mereka bertemu. Perlahan-lahan didekatinya Anteh.
“Anteh!” tegurnya.
Anteh terkejut. Dilihatnya pangeran Antakusuma berdiri di hadapannya.
“Pa..pangeran? kenapa pangeran kemari? Bagaimana kalau ada orang yang melihat?” tanya Anteh ketakutan.
“Aku tidak perduli. Yang penting aku bisa bersamamu. Anteh tahukah kau? Bahwa aku sangat mencintaimu. Sejak kita bertemu di taman hingga hari ini, aku tetap mencintaimu,” kata pangeran.
“Pangeran, kau tidak boleh berkata seperti itu. Kau adalah suami putri Endahwarni. Dia adalah kakak yang sangat kucintai. Jika kau menyakitinya, itu sama saja kau menyakitiku,” kata Anteh sambil memeluk Candramawat.
“Aku tidak bisa… Aku tidak bisa melupakanmu! Kau harus menjadi milikku Anteh! Kemarilah biarkan aku memelukmu!” kata pangeran sambil berusaha memegang tangan Anteh.
Anteh mundur dengan ketakutan. “Sadarlah pangeran! Kau tidak boleh mengkhianati Gusti putri.”
Namun pangeran Ananta kusuma tetap mendekati Anteh.
Anteh yang ketakutan berusaha melarikan diri. Namun pangeran Anantakusuma tetap mengejarnya.
“Oh Tuhan, tolonglah hambaMu ini!” doa Anteh, “Berilah hamba kekuatan untuk bisa lepas dari pangeran Anantakusuma. Hamba tahu dia sangat sakti. Karena itu tolonglah Hamba. Jangan biarkan dia menyakiti hamba dan kakak hamba!”
Tiba-tiba Anteh merasa ada kekuatan yang menarik tubuhnya ke atas. Dia mendongak dan dilihatnya sinar bulan menyelimutinya dan menariknya. Pangeran Anantakusuma hanya bisa terpana menyaksikan kepergian Anteh yang semakin lama semakin tinggi dan akhirnya hilang bersama sinar bulan yang tertutup awan.
Sejak saat itu Nyai Anteh tinggal di bulan, sendirian dan hanya ditemani kucing kesayangannya. Dia tidak bisa kembali ke bumi karena takut pangeran Anantakusuma akan mengejarnya. Jika rindunya pada keluarganya sudah tak dapat ditahan, dia akan menenun kain untuk dijadikan tangga. Tapi sayang tenunannya tidak pernah selesai karena si kucing selalu merusaknya. Kini jika bulan purnama kita bisa melihat bayangan Nyai Anteh duduk menenun ditemani Candramawat. Begitulah kisah Nyai Anteh sang penunggu bulan.
Dongeng dari Jawa Barat.

Incoming search terms:

  • Asal usul nyi mongkrong dalam bulan
  • putri penunggu bulan purnama

Original source : Nyai Anteh Sang Penunggu Bulan