Bantahan A Bakir Ihsan

13471890051796990943

capture early kompasiana.com

Kemarin, 08 September 2012, 11 : 15, saya memposting tulisan dengan tajuk Amir Hamzah dan A Bakir Ihsan, Pengamat Politik atau Pemfitnah Politisi?

Ku akhiri tulisan di atas dengan kata-kata berikut

Jika memperhatikan visualisasi dan makna kata-kata di atas; dan juga memperhatikan ungkapan-ungkapan Amir Hamzah  dan A Bakir Ihsan, maka wajar mendapat serangan balik yang pedas.

Jadi, jika memang benar bahwa pernyataan Amir Hamzah  dan A Bakir Ihsan tersebut tidak benar – tak sesuai fakta – mengada-ada, dan sejenisnya, maka bisa dikatakan bahwa mereka bukan pengamat politik atau mengamati perilaku politik, melainkan sebagai pemfitnah politisi.

Akan tetapi, kita jangan cepat menuduh …

Kita, harus menanti apa jawaban mereka (Amir Hamzah  dan A Bakir Ihsan) terhadap Sharief Rachmat Plt.Ketua Korwil PDI Perjuangan Arab Saudi.

Kita menanti episode selanjutnya …. [klik sumber]

Agaknya, tulisan tersebut terbaca juga oleh Pak A Bakir Ihsan, sehingga ia perlu menjawab, tentu saja dengan cara-cara yang bermatabat. Langkah yang ia ambil sudah tepat yaitu, membuat acount di kompasaniana, dan menjawab melalui tanggapan di tulisan saya tersebut.

Oleh sebab itu, ku merasa sangat perlu – perlu – wajib untuk meluruskan tulisan (yang berdasar pada hearsay dari tribunnews) yang menyankut, A Bakir Ihsan. Hal tersebut berdasar tanggapan dan keberatan P A Bakir Ihsan, berikut ini :

A Bakir Ihsan, 9 September 2012 17:48:56

Mohon maaf Pak Abbah, saya hanya ingin menjadi orang yang bermanfaat dengan menjadi intellectual di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan membina lembaga pendidikan di Madura sana. Saya tak ingin dikenal dengan menghalalkan segala cara. Komentar saya di Tribunnews.com sama sekali tidak benar karena saya tidak pernah diwawancari dalam konteks penyebaran foto umrah Jokowi. Karena itu, saya mohon, nama saya dalam analisa berita Bapak, dihapuskan, agar kita semua terbiasa dengan kejujuran. Salam

Abbah Jappy, 9 September 2012 17:53:57, Untuk rubah isi berita itu sangat mudah namun judul; cukup sulit; oleh sebab itu, saya akan menulis atau  kita sama-sama menulis tentang bantahan A Bakir Ihsan ….

BTW, jika tribune lakukan seperti itu, maka Tribun telah melanggar kode etik pemberitaan media siber.

A.Bakir Ihsan, 9 September 2012 17:38:52

Saya sangat setuju dengan komentar Pak Joko Pujiharto. Ibadah adalah urusan makhluk dengan sang khaliq. Hal itu saya sampaikan saat dimintai komentar oleh rakyat merdeka online sehubunganmisi umrah Jokowi pada Juli lalu:

http://www.rmol.co/look into/2012/07/27/72571/Hanya-Tuhan-dan-Jokowi-yang-Tahu-Niat-Di-Balik-Umroh- Tapi ga ada angin, ga ada mendung, tiba-tiba Tribunnews.com memunculkan berita yang menghinakan privasi saya sebagai dosen. Salam

A.Bakir Ihsan, 9 September 2012 17:29:24

Saya, A. Bakir Ihsan, sangat keberatan dengan analisa berita ini karena: 1. Berita yang dipublish Tribunnews.com sehubunganmisi penyebaran foto umrah Jokowi dan dijadikan foothold analisa berita sama sekali tidak benar. 2. Tribunnews.com tidak pernah mewawancarai saya sehubunganmisi penyebaran foto umrah Jokowi. Dengan demikian, berita itu bohong.

Karena itu, saya mohon, nama saya dalam analisa berita ini dihapus demi integritas saya sebagai dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Salam

Abbah Jappy, 9 September 2012 17:46:02, Selanjutnya lihat inbox kompasiana; Salam

Agaknya, ada yang salah dengan cara – pola memuat hearsay pada tribunnews; dan itu terpulang pada redaksi.

Tetapi, ini juga peringatan diri bagiku dan kompasianer yang lain; agar tidak lagi mendasari tulisan berdasar media tersebut.

Sampai saat ini, dalam facts dishonest ku, sudah lebih dari 5 (lima) media siber, yang tak perlu lagi dibaca atau mejadi sumber berita, dan ditambah tribunnews, maka menjadi 6 (enam); keenam media siber tersebut, buat ku, sudah tak patut menjadi sumberita; atau bahkan telah melanggar pedoman pemberitaan media siber.

Dengan dengan itu, semua nama A Bakir Ihsan dalam  Amir Hamzah dan A Bakir Ihsan, Pengamat Politik atau Pemfitnah Politisi? dinyatakan tidak ada; karena tak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

1342143078519842898

CIRI-CIRI KOMENTAR SAMPAH

brassy, porno, seksualitas dan pelecehan seksual

ancaman, benci, kebencian, permusuhan

makian – caci maki seseorang maupun kelompok

sentimen sara, rasis, rasialis, diskriminasi, dan sejenisnya

menyerang individu

melenceng – menyimpang jauh dari topik yang dibahas

komentar spam, isi komentar yang sama dan berulang-ulang pada/di satu tulisan – artikel – lapak


Original source : Bantahan A Bakir Ihsan