Bakti Kepada Orang Tua


Kumpulan dan contoh cerita rakyat & dongeng anak indonesia nusantara tentang legenda danau toba, asal usul candi, hikayat bunga kemuning, cerita malin kundang. Kami mencoba untuk melestarikan cerita-cerita rakyat Nusantara Indonesia supaya tetap lestari dan tidak terlupakan sampai anak-cucu.


hosting indonesia

Incoming search terms:

  • cerita hikayat
  • contoh naskah legenda bertokoh 5 perempuan
  • naskah drama danau toba
  • teks drama malin kundang yang diperankan oleh 9 pemain
  • naskah drama bertokoh 7 orang
  • naskah drama dalam bahasa inggris yang di perankan oleh dua laki-laki dan 6 perempuan
  • naskah drama cerita rakyat untuk 7 orang
  • naskah drama cerita rakyat untuk 10 orang
  • naskah drama cerita rakyat 9 orang dan menggunakan bahasa daerah
  • naskah drama 7 orang pemain 3 perempuan 4 laki laki
  • naskah drama 7 orang cerita rakyat nusantara
  • naskah drama 6 orang 3 pemeran perempuan 3 pemeran laki laki bertemakan persahabatan
  • naskah drama 4 orang tentang legenda nusantara berjudul memancing disungai
  • naskah drama 4 orang berjudul memancing di sungai
  • Legenda nusantara untuk 8 orang perempuan
  • legenda nusantara untuk 8 orang
  • naskah drama danau toba 6 orang
  • naskah drama hikayat 6 orang
  • naskah drama legenda bawang merah bawang putih untuk 6 perempuan 1 laki laki
  • teks naskah drama yang singkat dimainkan 6 orang yaitu 3 laki laki dan 3 perempuan
  • teks drama yg bagus dan mengesankan yg pendek dan di mainkan 4 prempuan dan 3 laki-laki
  • teks drama tentang yang diperankan oleh 3 orang laki-laki dan 5 orang perempuan
  • naskah ubtuk drama nusantara indo
  • naskah teks drama danau toba
  • naskah malin kundang 6 cast english
  • naskah drama malin kundang 8 orang singkat
  • naskah drama legenda untuk anak sd 5 orang
  • naskah drama legenda untuk 7 orang
  • naskah drama legenda untuk 6 perempuan 1 laki laki
  • naskah drama legenda rakyat untuk pemain 1 laki-laki
  • naskah drama legenda nusantara bawang merah dan putih
  • naskah drama legenda malin kundang
  • drama nusantara diperankan 7 orng
  • drama nusantara bertokoh 10 orang
  • Drama masyarakat nusantara
  • contoh naskah legenda bertokoh 5 pemain perempuan
  • contoh naskah legenda bertokoh 5 orang perempuan
  • contoh naskah drama legenda untuk 6 orang
  • contoh naskah drama cerita rakyat 8 orang
  • contoh naskah drama 7 orang hanya untuk wanita
  • contoh drama cerita rakyat 5 orang
  • Cerpen sedih bertokoh 6 orang
  • cerpen b sunda maling kundang
  • cerita rakyat yang bertokoh sedikit
  • cerita rakyat yang bertokoh 6 perempuan 5 laki-laki
  • cerita rakyat kerajaan 8 orang pemain
  • cerita rakyat dialog untuk 7 orang
  • cerita malin kundang beserta gambar berserinya bagian orientasi!
  • cerita daerah nusantara bertokoh 11 orang
  • contoh naskah legenda bertokoh 6 perempuan

Original source : Bakti Kepada Orang Tua

Legenda Danau Toba

Di sebuah desa di wilayah Sumatera, hidup seorang petani. Ia seorang petani yang rajin bekerja walaupun lahan pertaniannya tidak luas. Ia bisa mencukupi kebutuhannya dari hasil kerjanya yang tidak kenal lelah. Sebenarnya usianya sudah cukup untuk menikah, tetapi ia tetap memilih hidup sendirian. Di suatu pagi hari yang cerah, petani itu memancing ikan di sungai. “Mudah-mudahan hari ini aku mendapat ikan yang besar,” gumam petani tersebut dalam hati. Beberapa saat setelah kailnya dilemparkan, kailnya terlihat bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya.

 Petani itu bersorak kegirangan setelah mendapat seekor ikan cukup besar.
Ia takjub melihat warna sisik ikan yang indah. Sisik ikan itu berwarna kuning emas kemerah-merahan. Kedua matanya bulat dan menonjol memancarkan kilatan yang menakjubkan. “Tunggu, aku jangan dimakan! Aku akan bersedia menemanimu jika kau tidak jadi memakanku.” Petani tersebut terkejut mendengar suara dari ikan itu. Karena keterkejutannya, ikan yang ditangkapnya terjatuh ke tanah. Kemudian tidak berapa lama, ikan itu berubah wujud menjadi seorang gadis yang cantik jelita. “Bermimpikah aku?,” gumam petani.
“Jangan takut pak, aku juga manusia seperti engkau. Aku sangat berhutang budi padamu karena telah menyelamatkanku dari kutukan Dewata,” kata gadis itu. “Namaku Puteri, aku tidak keberatan untuk menjadi istrimu,” kata gadis itu seolah mendesak. Petani itupun mengangguk. Maka jadilah mereka sebagai suami istri. Namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul Puteri dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat.
Setelah sampai di desanya, gemparlah penduduk desa melihat gadis cantik jelita bersama petani tersebut. “Dia mungkin bidadari yang turun dari langit,” gumam mereka. Petani merasa sangat bahagia dan tenteram. Sebagai suami yang baik, ia terus bekerja untuk mencari nafkah dengan mengolah sawah dan ladangnya dengan tekun dan ulet. Karena ketekunan dan keuletannya, petani itu hidup tanpa kekurangan dalam hidupnya. Banyak orang iri, dan mereka menyebarkan sangkaan buruk yang dapat menjatuhkan keberhasilan usaha petani. “Aku tahu Petani itu pasti memelihara makhluk halus! ” kata seseorang kepada temannya. Hal itu sampai ke telinga Petani dan Puteri. Namun mereka tidak merasa tersinggung, bahkan semakin rajin bekerja.
Setahun kemudian, kebahagiaan Petan dan istri bertambah, karena istri Petani melahirkan seorang bayi laki-laki. Ia diberi nama Putera. Kebahagiaan mereka tidak membuat mereka lupa diri. Putera tumbuh menjadi seorang anak yang sehat dan kuat. Ia menjadi anak manis tetapi agak nakal. Ia mempunyai satu kebiasaan yang membuat heran kedua orang tuanya, yaitu selalu merasa lapar. Makanan yang seharusnya dimakan bertiga dapat dimakannya sendiri.
Lama kelamaan, Putera selalu membuat jengkel ayahnya. Jika disuruh membantu pekerjaan orang tua, ia selalu menolak. Istri Petani selalu mengingatkan Petani agar bersabar atas ulah anak mereka. “Ya, aku akan bersabar, walau bagaimanapun dia itu anak kita!” kata Petani kepada istrinya. “Syukurlah, kanda berpikiran seperti itu. Kanda memang seorang suami dan ayah yang baik,” puji Puteri kepada suaminya.
Memang kata orang, kesabaran itu ada batasnya. Hal ini dialami oleh Petani itu. Pada suatu hari, Putera mendapat tugas mengantarkan makanan dan minuman ke sawah di mana ayahnya sedang bekerja. Tetapi Putera tidak memenuhi tugasnya. Petani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. Ia langsung pulang ke rumah. Di lihatnya Putera sedang bermain bola. Petani menjadi marah sambil menjewer kuping anaknya. “Anak tidak tau diuntung ! Tak tahu diri ! Dasar anak ikan !,” umpat si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan itu.
Setelah petani mengucapkan kata-katanya, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap. Tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras dan semakin deras. Desa Petani dan desa sekitarnya terendam semua. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba. Sedangkan pulau kecil di tengahnya dikenal dengan nama Pulau Samosir.

Incoming search terms:

  • CERITA DANAU TOBA
  • unsur intrinsik cerita rakyat danau toba
  • legenda danau toba
  • cerita legenda
  • cerita suami istri
  • cerita legenda danau toba bahasa jawa
  • gambar cerita rakyat danau toba
  • Kumpulan cerita rakyat beserta unsur instrinsik dan ekstrinsiknya
  • cerita bergambar tentang legenda
  • Drama/perckapan tentang danaw toba
  • contoh legenda beserta unsur intrinsik dan ekstrinsiknya
  • cerpen cerita rakyat dan unsur intrinsiknya
  • cerita rakyat danau toba beserta unsur intrinsik dan ekstrinsik
  • cerita legenda danau toba
  • cerita danau toba beserta unsur ektrinsiknya
  • unsur intrinsik danau toba

Original source : Legenda Danau Toba