7 Negara yang pernah diserang bangsa Indonesia

Berita unik – Telah kita ketahui bahwa Indonesia pernah dijajah oleh bangsa asing. Tapi jangan berkecil hati karena Indonesia juga pernah menyerang bangsa lain. Anda tidak percaya nih bukti 7 Negara Yang Pernah Diinvasi Indonesia.

1. Timor Lestetimor leste Operasi Seroja adalah sandi untuk invasi Indonesia ke Timor Timur yang dimulai pada tanggal 7 Desember 1975. Pihak Indonesia menyerbu Timor Timur karena adanya desakan Amerika Serikat dan Australia yang menginginkan agar Fretilin yang berpaham komunisme tidak berkuasa di Timor Timur. Selain itu, serbuan Indonesia ke Timor Timur juga karena adanya kehendak dari sebagian rakyat Timor Timur yang ingin bersatu dengan Indonesia atas alasan etnik dan sejarah.
operasi seroja
tank operasi seroja

2. Papua Baratbendera papua barat
Operasi Trikora, juga disebut Pembebasan Irian Barat, adalah konflik 2 tahun yang dilancarkan Indonesia untuk menggabungkan wilayah Papua bagian barat. Pada tanggal 19 Desember 1961, Soekarno (Presiden Indonesia) mengumumkan pelaksanaan Trikora di Alun-alun Utara Yogyakarta. Soekarno juga membentuk Komando Mandala. Mayor Jenderal Soeharto diangkat sebagai panglima. Tugas komando ini adalah merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi militer untuk menggabungkan Papua bagian barat dengan Indonesia.kapal KRI indonesia
KRI Irian, Penjelajah kelas Sverdlov

gambar tentara

3. Malaysiabendera malaysia
Pada 20 Januari 1963, Menteri Luar Negeri Indonesia Soebandrio mengumumkan bahwa Indonesia mengambil sikap bermusuhan terhadap Malaysia. Pada 12 April, sukarelawan Indonesia (sepertinya pasukan militer tidak resmi) mulai memasuki Sarawak dan Sabah untuk menyebar propaganda dan melaksanakan penyerangan dan sabotase. Tanggal 3 Mei 1963 di sebuah rapat raksasa yang digelar di Jakarta, Presiden Sukarno mengumumkan perintah Dwi Komando Rakyat (Dwikora) yang isinya: Pertinggi ketahanan revolusi Indonesia, Bantu perjuangan revolusioner rakyat Malaya, Singapura, Sarawak dan Sabah, untuk menghancurkan Malaysia
kapal tempur
orang pidato

4. Malakamalaka

Sejak tahun 1509, Pati Unus, raja Demak, sudah merancang rencana untuk menguasai Malaka. Saat itu Malaka berada di bawah kekuasaan Kesultanan Malaka. Dengan kata lain, perlu dicatat bahwa serangan Demak ke Malaka jelas bukanlah sebuah serangan anti-kekuasaan asing, tetapi sebuah invasi imperialis. Tahun 1511, Alfonso D’Alburquerque, Laksamana flotilla Portugis, mendahului Pati Unus dengan menaklukkan Malaka. Sultan Malaka Mahmud Syah melarikan diri ke Bintan.gambar perang malaka

5. Singapuragambar bender singapura
Usman lahir di Purbalingga, Banyumas, Jawa Tengah (1943). Harun lahir di P Bawean, Surabaya (1947). Kedua-duanya nama samaran untuk tugas sebagai sukarelawan menyusup ke Singapura, melakukan tugas sabotase dalam rangka Dwikora (Dwi Komando Rakyat). Pada waktu itu RI terlibat konfrontasi dengan Malaysia dan Singapura. Usman dan Harun tergabung dalam tim sabotir. Pada 8 Maret 1965 malam, berbekal 12,5 kg bahan peledak mereka bertolak dengan perahu karet dari P Sambu. Mereka dapat menentukan sendiri sasaran yang dikehendaki.


Original source : 7 Negara yang pernah diserang bangsa Indonesia

Jadi Tentara di Dua Negara Berbeda

1349054201395765372

Sumber : tniad.mil.id

Hal yang tidak disangka-sangka bisa saja terjadi, kalau memang Tuhan berkehendak kepada makhluk ciptaan-Nya,  terpisahnya negara Timor Leste (dulu propinsi Timor-Timor)  dari Indonesia, dulunya memang menyebabkan terpisahnya beberapa keluarga karena situasi politik dan keamanan, sehingga ada yang mengungsi dan akhirnya menjadi Warga Indonesia.

Situasi konflik dan sejarah masa lalu tentang negara baru Timor Leste ini, tentunya ada cerita menarik dilihat sisi kemanusiaan, situasi perang dan konflik masa lalu dengan segala cerita yang terjadi, tidaklah membuat dua kakak beradik Foremost Joau Dacosta Esteves (Wakasad Timor Leste) dan Sersan Kepala Giel Esteves (Ba Oramil 1 Jas Kopassus) yang sudah hampir 10 tahun terpisah tidak bisa bersua kembali.

Kunjungan Wakil Panglima Angkatan Bersenjata Timor leste  ( Sub–Chief of Defence Force of Falintil-FDLT) Brigjen Filameno da Paixao de Jesus untuk bertemu dengan beberapa pejabat militer Indonesia yang menyertakan Foremost Joau Dacosta Esteves dalam rombongan akhirnya ia bisa bertemu dengan kakak kandungnya  Sersan Kepala Giel Esteves  yang berdinas di Kopassus.

Pertemuan dua kakak berardik itu terjadi ketika Wakil Panglima Timor Leste melakukankan kunjungan ke Markas Kopassus di Cijantung (27/9), senang, haru dan bercampur gembira tentu mereka rasakan berdua, setelah sekian lama tidak bertemu, kakak beradik ini saling melempar senyum dan berpelukan. Joau Dacosta mangatakan bahwa ia sangat senang dan tidak lupa selalu memuji Tuhan, karena memberikan panjang umur antara saya dengan kakak, sehingga dalam waktu 10 tahun kami bisa bertemu kembali di Indonesia. “Tidak ada pirasat atau mimpi sebelumnya akan bertemu kakak di sini”, Ungkap Joau Dacosta.

Joau Dacosta juga berharap nanti sekembalinya dari sini saya akan menceritakan pertemuan ini kepada keluarga besar saya di Timor Leste kalau suatu saat nanti keluarga besar kita bisa berkunjung kesini untuk bertemu dengan kakak di Indonesia.

(Sumber berita dikutip dari : www.tniad.mil.id)

Incoming search terms:

  • Kopasus vs gam
  • cerita anak miskin jadi kopasus
  • kisah prajurit tni di daerah konflik
  • kisah pahit GAM
  • kisah lucu tni
  • kisah lucu dalam pertempuran
  • kisah kopassus
  • cerita tni di aceh
  • cerita sedih kopasus
  • cerita RIFY ALSHILL SIVIEL CAGNI NIKAH MUDA
  • cerita perang kopassus vs gam
  • perang gam

Original source : Jadi Tentara di Dua Negara Berbeda

Mantan Petinggi BAIS: Bongkar Pertemuan Petinggi BNPT di Markas Kopassus Kartosuro!

Gua incisive di Google, menemukan beberapa link berita yang dimaksud itu, gan! Tapi apa itu relevan?

Kamis, 21 Juni 2012 15:03 WIB
BNPT: Solo jadi kantong jaringan terorisme


Solo (ANTARA Hearsay) – Direktur Penindakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Petrus Reinhard Golose mengatakan, pihaknya mendeteksi Solo sebagai salah satu kantong dari jaringan terorisme. “Solo merupakan salah satu dari 12 daerah di Indonesia yang terdeteksi sebagai kantong jaringan terorisme,” katanya di sela Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan dan Penanganan Krisis dalam Penanggulangan Terorisme di Markas Grup 2 Kopassus Solo, Kamis.

Rapat koordinasi yang dibuka oleh Petrus itu diikuti jajaran TNI atau militer dan Kepolisian Surakarta, serta perwakilan dari Densus 88/Antiteror. Menurut Petrus, penegakan hukum dalam realisasi penanggulangan terorisme di Indonesia memiliki keterkaitan dengan masalah karakteristik organisasi teror yang menerapkan strategi cut-sided warfare. “Strategi tersebut memiliki karakter tidak adanya zona perang atau para teroris tidak memiliki pengendalian atas suatu wilayah, sehingga aksi teror dapat terjadi di mana saja atau wilayah yang bukan konflik,” katanya.

Selain itu, para teroris kemudian tidak menggunakan seragam sehingga tidak nampak jelas dan tidak mudah terdeteksi mengenai keberadaan dan aktivitasnya. Hal tersebut, katanya, menjadi salah satu permasalahan utama dan harus dihadapi bersama, sehingga sangat diperlukan kesiapsiagaan nasional sebagai wujud ketahanan nasional dalam menanggulangi terorisme.

Ia menjelaskan, eksistensi terorisme di Kota Solo barrier akhir terjadi ketika bom meledak di Gereja Bethel Injil Sepenuhnya (GBIS) Kepunton, Jawa Tengah. Aksi itu terjadi karena adanya afiliasi dan dukungan antara organisasi teror yang ada di Kota Solo dan jaringan pelaku teror di Cirebon.

Ia menekankan, kerja sama dalam mengatasi permasalahan terorisme telah menciptakan sinergi dan harmonisasi antara Polri dan TNI. Koordinasi dengan TNI tersebut sesuai Perpres Nomor 46 Tahun 2010 yang memberikan wewenang kepada BNPT untuk berkoordinasi dengan berbagai unsur pemerintah, termasuk TNI dan masyarakat dalam penanggulangan terorisme. Dalam pertemuan itu, Kopassus menyatakan kesiapannya untuk membantu Polri dalam menanggulangi permasalahan terorisme.
http://www.antaranews.com/berita/317…ngan-terorisme

BNPT BERI KETERANGAN PERS
Kamis, 21/6/2012 13:13


KETERANGAN PERS Direktur penindakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Brigjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose memberikan keterangan pers di Mako grup 2 Kopassus, Kandangmenjanan, Kartasura, Sukoharjo, Kamis (21/6/2012). Saat ini BNPT meningkatkan koordinasi dan sinergi antara Polri dan TNI dalam tindakan pemberantasan terorisme
http://www.solopos.com/2012/map/…an-pers-195403


JUM”AT, 25 MEI 2012 | 14:34 WIB
BNPT: 15 Provinsi Masih Rawan Terorisme

TEMPO.CO, Surakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme mengingatkan belasan provinsi di Tanah Air masih rawan terjadi tindak pidana terorisme. Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Brigadir Jenderal Esa Permadi menengarai 15 provinsi menjadi sarang teroris.

BNPT mencatat selama ini sudah ada 800 teroris yang tertangkap. Lima ratus orang di antaranya sedang diadili dan 300 sisanya sudah bebas dan kembali ke masyarakat. Meskipun sudah ratusan teroris ditangkap dan diadili, “Ada belasan provinsi yang rawan terorisme,” kata Esa Permadi seusai colloquium semangat kebangkitan nasional untuk menggalang kebersamaan mencegah terorisme di Universitas Sebelas Maret Surakarta, Jumat, 25 Mei 2012.

Provinsi yang dimaksud Esa adalah Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku.

Dia mengatakan 15 provinsi di atas dinilai rawan terorisme karena dari hasil operasi intelijen diketahui ada pelaku-pelaku terorisme yang bersembunyi di daerah tersebut. Sebagian ada yang tertangkap di situ, ada kegiatan mengarah terorisme, dan ada orang-orang yang keluar-masuk dan mengadakan pertemuan. “Dari catalog yang ada, orang-orang itu teridentifikasi sebagai pelaku. Kami sudah punya datanya, seperti foto dan tinggi badan,” ujarnya.

Intellectual besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNS Pawito mengatakan sebagian akar penyebab terorisme adalah ketidakadilan, kemiskinan, kapitalisme, sikap permisif masyarakat, dan pemahaman yang sempit terhadap ajaran agama.

“Untuk tindakan pencegahan, bisa dilakukan dengan mengembangkan kemandirian secara politis, ekonomi, dan budaya,” kata Pawito. Bisa juga dengan membina potensi anak bangsa, penanggulangan kemiskinan, dan mengembangkan karakter bangsa.

Esa mengatakan pola deradikalisasi yang selama ini dilakukan, misalnya memberi bantuan modal bagi eks teroris. “Ada bekas mujahidin di Afganistan yang pulang ke Indonesia dan tidak punya apa-apa. Lalu kami beri modal dan sekarang jadi pengusaha kebab,” katanya.

Dia menyebutkan pola serupa terus dilakukan untuk mencegah para eks teroris kembali bersentuhan dengan tindakan terorisme. “Tentu kami juga menjaga agar yang bersangkutan tidak lagi berkomunikasi dengan kelompoknya yang dulu,” ucapnya.
http://www.rhythm.co/scan/hearsay/2012/0…awan-Terorisme
[/refer to]

Incoming search terms:

  • kisah kopassus kartasuro
  • operasi BAIS
  • www kisah mujahidin

Original source : Mantan Petinggi BAIS: Bongkar Pertemuan Petinggi BNPT di Markas Kopassus Kartosuro!

6 Perang Ter-Unik

1. The Anglo-Zanzibar Hostilities: perang barrier singkat dalam sejarah, hanya 40 menit

Perang unik antara Inggris vs Zanzibar pada 27 Agustus 1896, hanya berlangsung selama 40 menit. Ini merupakan perang terpendek dalam catatan sejarah. Pemicu perang adalah kematian pro Inggris, Sultan Hamd bin Thuwaini melawan penggantinya,Sultan Khalid bin Barghash.
Sesuai perjanjian yang ditandatangani tahun 1886, pengganti Sultan harus persetujuan konsul Inggris, namun Khalid melanggar perjanjian tersebut, tanpa persetujuan Inggris Khalid naik tahta. Inggris berang, dan memberi ultimatum untuk turun tahta, namun Khalid tak mengindahkan. Sebaliknya, merespon ultimatum Inggris, Khalid mengerahkan angkatan bersenjatanya dan membaricade istananya dari serangan Inggris.
nggris berang! Sikap menantang Khalid dijawab Inggris dengan serangan di pagi hari tgl 27 Agustus. Inggris membombardir Istana Khalid dan mencerai beraikan pasukan yg menjaga istana. Setidaknya ada 500 korban dari pihak Khalid, sementara hanya satu prajurit angkatan laut Inggris yang cidera. Perang singkat itu hanya berlangsung 40 menit. Sultan Khalid pun bertekuk lutut!
2. The Pig Hostilities: dipicu oleh bidikan dari babi

‘Perang Babi’..Ini bukan perang melawan Bug Babi atau Swine Bug, tapi Perang yang terjadi gara-gara tertembaknya seekor babi. Hahh!! Jangan kaget, tapi itulah keunikan perang ini sehingga disebut Pig Hostilities. Terjadi tahun 1859 antara Amerika vs Inggris. Sebenarnya inti dari perang ini adalah perselisihan perebutan Pulau San Juan, yang ada di antara Pulau Vancouver dan daratan Amerika Utara. Perang Babi, begitu dipanggil karena dipicu oleh tertembaknya seekor babi. Banyak sebutan untuk masa itu; antara lain; Episode Babi, Perang Babi dan Kentang, Perselisihan Batas San Juan atau Perselisihan Batas Barat laut. Babi adalah satu-satunya “korban” perang, membuat konflik ini tidak ada darah alias tidak ada korban jiwa manusia.
3. 335 Tahun


Original source : 6 Perang Ter-Unik

As Sedang Upayakan Referendum Bagi Papua

Pemerintah AS Sedang Upayakan Referendum bagi Papua
[Image: hillary%20clinton%20secretaryclinton.jpg]

INTELIJEN.Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalagewa harus menyatakan protes atas pernyataan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton yang khawatir kondisi HAM di Papua.

“Pernyataan Hillary sudah intervensi AS ke Indonesia,” kata pengamat intelijen AC Manullang seperti diberitakan indonesiatoday.in, Senin, 14 November 2011.

Menurut AC Manullang, Pemerintah AS sudah menerapkan strategi HAM untuk melepaskan Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “HAM akan dijadikan alasan AS mengajukan referendum bagi rakyat Papua,” jelasnya.

Kata Manullang, akibat pernyataan Hillary, negara-negara Eropa maupun kelompok pendukung Papua di berbagai negara akan mendesak Indonesia untuk melakukan referendum bagi Papua.

“Di dunia internasional sudah diopinikan, perlunya referendum bagi Papua karena sudah banyak pelanggaran HAM,” papar Manullang.

Dalam menyikapi pernyataan Menlu AS ini, kata Manullang, Pemerintah Indonesia harus bersikap tegas dengan AS.

“Saya usulkan Menlu Indonesia mengirim surat protes kepada pemerintah AS karena telah melakukan intervensi kedaulatan Bangsa Indonesia,” jelasnya.

Lanjutnya, sikap tegas Indonesia akan berakibat positif bagi Pemerintahan SBY yang akhir-akhir turun mendapat dukungan dari masyarakat.

“Kalau pemerintah SBY bersikap tegas terhadap AS, rakyat Indonesia akan mendukungnya,” pungkas Manullang.

Sebelumnya, Pemerintah Amerika Serikat, Melalui Menteri Luar Negeri, Hillary Clinton menanggapi berbagai gejolak yang terus berlangsung di Papua. Hillary Clinton, pada Jum’at, 11 November 2011, menyampaikan kekhawatiran mengenai kondisi HAM di Papua. Mantan ibu negara AS ini menyerukan adanya dialog untuk memenuhi aspirasi rakyat di wilayah konflik tersebut.
Sumber
[Image: logo.png]


Original source : As Sedang Upayakan Referendum Bagi Papua

9 Kebiasaan Kecil yang Bisa Membuat Hati Senang

Banyak cara untuk membuat hati senang dan tubuh semangat. Memompa suasana hati yang baik setiap hari bisa membuat Anda lebih sukses dan bahagia. Jangan sampai pengaruh negatif dari sekitar bisa menyurutkan semangat Anda.

Sembilan hal kecil dan simpel ini bisa membantu menjaga mood Anda tetap positif walau diserbu pengaruh negatif.

1. Tersenyum
Biasakan untuk tersenyum dengan tulus. Tersenyumlah saat bangun di pagi hari dan bersyukur Anda masih diberi kesempatan untuk menikmati hidup. Tersenyumlah ketika bertemu orang yang dikenal atau berkenalan dengan orang baru.

Memasang wajah yang ceria bisa mempengaruhi mood Anda seharian. Walau masalah dan konflik terus berdatangan, senyum dan wajah yang ceria bisa membantu menguatkan Anda menghadapinya.

2. Bangun lebih awal
Terburu-buru di pagi hari bisa merusak mood Anda. Deg-degan menunggu kendaraan datang, stres menghadapi macet, sampai harus berlari-lari karena takut terlambat bisa membawa pengaruh kurang baik pada Anda di pagi hari.

Usahakan bangun pagi sedikit lebih awal, agar bisa mempersiapkan diri lebih santai menghadapi kegiatan selanjutnya. Sempatkan sarapan sebelum berangkat untuk menambah semangat berakvititas.

3. Istirahat
Tidur setidaknya 8 jam sehari penting untuk memperbaiki mood. Tidur yang cukup juga berpengaruh baik untuk kesehatan dan bisa membantu meningkatkan konsentrasi seharian. Pastikan lingkungan tidur Anda nyaman untuk beristirahat. Matikan lampu dan jauhkan alat elektronik agar mendapat tidur yang berkualitas. Gunakan kasur dan bantal yang nyaman demi mendapatkan tidur lebih nyenyak.

Setelah bangun tidur, sempatkan untuk merapikan tempat tidur sebelum berangkat beraktivitas. Saat tubuh lelah pulang beraktivitas, menemukan kamar yang berantakan tentu bisa membuat hati semakin keruh. Tetapi bila disambut kamar yang rapi dan tempat tidur yang tertata tentu bisa membuat hati lebih tenang. Kebiasaan ini mungkin berat pada awalnya, tapi jika dilakukan secara rutin pasti bisa membawa pengaruh positif dalam keseharian Anda.

4. Jangan lupakan hobi
Sisakan waktu sedikitnya 10 menit sehari untuk melakukan hobi Anda. Mulai dari menonton coat, menggambar, bermain musik, atau apapun hobi Anda coba sisihkan waktu setidaknya 10 menit dalam sehari untuk melakukannya. Selain mengasah ketrampilan dan menambah pengetahuan, kebiasaan ini juga ampuh dalam membuat suasana hati tetap positif dan bersemangat.

5. Berhenti mengeluh
Mengeluh merupakan kebiasaan barrier ampuh untuk memperkeruh suasana hati. Selalu mengingat hal yang negatif dan lupa bersyukur pada begitu banyak hal positif yang terjadi merupakan kebiasaan yang kurang baik. Selalu ada sisi baik dari setiap kejadian dan selalu ada hal yang bisa disyukuri setiap harinya.

Mengeluh bukan hanya memengaruhi suasana hati Anda tapi juga orang lain di sekitar Anda. Dengan hobi mengeluh, Anda secara tidak sadar menghujani lingkungan sekitar dengan pengaruh negatif dan merusak suasana. Fokuslah pada hal-hal baik dan positif walau masalah terus menyerang. Tantang diri Anda untuk tidak mengeluh selama satu hari, satu minggu, atau satu bulan. Rasakan perbedaannya pada diri Anda.

6. Teman dan keluarga
Orang terdekat yang menyenangkan merupakan obat pendongkrak mood barrier efektif. Jangan lupa selalu sediakan waktu luang untuk beraktivitas atau sekadar mengobrol ringan dengan keluarga. Bangun hubungan yang dekat dan berkualitas dengan keluarga serta teman dekat. Perasaan memiliki teman dan keluarga yang selalu mendukung bisa membuat seseorang lebih percaya diri.

Jangan hanya dekati mereka pada saat sedih. Pada masa-masa bahagia jangan lupa ajak teman dan keluarga untuk ikut bergembira. Di era teknologi canggih seperti saat ini tak ada alasan putus komunikasi dengan keluarga atau teman dekat. Gunakan telepon, pesan singkat, media sosial, atau layanan komunikasi lainnya jika tak sempat bertemu muka.

7. Kata-kata positif
Senang memuji seseorang juga bisa membuat mood lebih baik. Pujilah teman atau keluarga jika ia melakukan kegiatan atau perubahan yang baik. Walau sekadar potongan rambut baru atau pekerjaan baru dan prestasi lainnya, berikanlah pujian yang tulus pada teman atau kerabat. Kebahagiaan mereka atas pujian Anda bisa menular dan membuat perasaan Anda lebih senang. Tapi ingat, berikan pujian pada tempatnya dan jangan memilih.

Selain pujian, jangan ragu-ragu juga untuk selalu mengungkapkan cinta pada orang tersayang. Jangan hanya selalu mengumbar kata cinta ke pasangan. Katakan cinta juga kepada orang tua, teman, atau keluarga Anda. Jika masih ada perasaan malu, ungkapkan dengan bentuk lainnya yang tetap menunjukkan cinta dan perhatian Anda. Perasaan saling mencintai bisa membuat Anda lebih bahagia dan bersemangat dalam menjalani hidup.

8. Menabung
Walau sedikit usahakan rutin menabung setiap bulannya. Usahakanlah menabung secara rutin atau cari produk layer yang bisa melakukan tabungan secara autodebet sehingga tak ada alasan untuk tak menabung. Lama-kelamaan Anda akan memiliki tabungan yang cukup untuk mewujudkan mimpi Anda atau sekadar untuk berlibur melepas penat.

9. Menjaga kesehatan
Olahraga, makan yang sehat, dan berlibur merupakan kunci untuk mengurangi stres dan hidup sehat. Luangkan waktu 30 menit setiap harinya untuk berolahraga ringan. Lakukan yoga atau meditasi untuk membantu memperkuat fisik sekaligus menenangkan pikiran. Hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan yang memicu berbagai penyakit terutama makanan bersantan, jeroan, dan gorengan yang berkalori tinggi. Konsumsi vitamin yang cukup untuk memperkuat daya tahan tubuh.

Kurangi konsumsi kafein dan alkohol. Ganti dengan rajin meminum air putih yang cukup agar tubuh tetap segar. Buang kebiasaan-kebiasaan yang merusak kesehatan seperti merokok dan kurang tidur. Lakukan perubahan secara bertahap dan rasakan perbedaannya pada tubuh Anda. Sering sakit-sakitan akan berpengaruh pada banyak aspek kehidupan Anda.


Original source : 9 Kebiasaan Kecil yang Bisa Membuat Hati Senang

Ormas Islam Ramai2 Tolak Gagasan BNPT Untuk Mensertifikasi Pemuka Agama

Sosiolog Ini Usulkan Sertifikasi Ulama di Indonesia
Senin, 03 September 2012, 07:06 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerhati kemasyarakatan yang juga Sosiolog Universitas Nasional Nia Elvina mengusulkan Kementerian Agama bisa mewacanakan untuk melakukan sertifikasi ulama. “Jika dosen dan intellectual pun bisa disertifikasi, apakah tidak mungkin juga dilakukan bagi ulama untuk menjaga kredibilitas keulamaan,” katanya di Jakarta, Senin.

Menurut dia, dirinya ingin memberikan pandangan mengenai ide tentang sertifikasi ulama karena melihat kecenderungan Islam di Indonesia ini mengarah pada radikalisme. Misalnya, kata dia, akhir-akhir ini banyak konflik yang melibatkan pemeluk-pemeluk agama Islam. “Saya pikir untuk mengatasi hal ini barangkali perlu diadakan semacam sertifikasi ulama itu,” kata Sekretaris Curriculum Ilmu Sosiologi Universitas Nasional (Unas) Jakarta itu.

Ia mengemukakan bahwa tidak bisa dipungkiri bahwa tidak sedikit ulama-ulama yang ada mempunyai kredibilitas yang rendah. Dicontohkannya bahwa ada kasus mantan narapidana, preman atau artis bisa jadi ulama. “Sehingga dakwah yang disampaikanpun kualitasnya sangat rendah. Mereka kurang bisa menginterpretasi dengan baik ajaran-ajaran Islam,” katanya.

Akibatnya, kata dia, tidak jarang dengan dakwah yang tidak lengkap banyak menimbulkan kekacauan sosial. “Dan tidak jarang peran mereka ini dipolitisir untuk memihak kepada kepentingan tertentu. Bukan kepentingan masyarakat Muslim terbesar/kalangan miskin di Indonesia,” katanya.
http://www.republika.co.id/berita/du…a-di-indonesia


Ide Sertifikasi Ulama Upaya Mengkriminalisasi-kan Pemikiran yang Mengusung Islam
“BNPT ingin memposisikan Islam dan ulamanya sebagai musuh”
Ahad, 09 September 2012

Hidayatullah.com– Usulan adanya sertifikasi ulama Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) sertifikasi ulama guna mencegah maraknya paham radikal di masyarakat, mulai melahirkan penentangan. Harits Abu Ulya, Ketua Lajnah Siyasiyah DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menilai, ide sertifikasi terhadap ulama akan hanya menunjukkan masyarakat kekalutan lembaga BNPT yang tak mampu meredam fenemona teror. “Ini semacam kekalutan BNPT ketika menghadapi fenomena teror. Dan logika sertifikasi secara eksplisit sebenarnya justru telah menyudutkan Islam, seolah-olah dengan ajaran-ajaran jihad-nya biang munculnya teorisme, ujarnya kepada hidayatullah.com, Ahad (09/09/2012)

Harits yang juga pemerhati kontra-terorisme menilai BNPT tidak rational dan kurang obyektif melihat persoalan terorisme di Indonesia. Ia bahkan menyatakan, dalam praktiknya di lapangan, upaya deradikalisasi justru lebih banyak menyodorkan konsep Islam dengan paham liberal. Bagaimana bisa kemudian orang-orang yang muhlis mendapat begitu saja ajaran seperti ini dan mendapat sertifikat agar bisa ceramah dan mengisi pengajian. Apalagi nanti BNPT ngeles, sebenarnya peran mereka hanya fasilitator dan untuk memotong akar terorisme harus masyarakat luas yang melakukan. Ini kan sama saja mengadu domba, tambahnya.

Pria yang juga Direktur The Union Of Ideological Islamic Analys (CIIA) menilai BNPT dinilai belum menemukan resep yang efektif untuk mencegah “terorisme”, bahkan langkah dan staetemen nya selama ini dinilai ngawur yang berpotensi melahikan resistensi dari masyarakat luas yang sudah mulai sadar dengan drama terorisme. BNPT berusaha menggeser “perang” terhadap tindakan fisik kepada wilayah pemikiran dan konsep. Dan sebuah tindakan cerobah yang akan hold up seperti zaman Orde Baru, tambahnya.

Apalagi jika alasan itu digunakan hanya upaya mengkriminalisasi-kan pemikiran-pemikiran seseorang yang bersebrangan dengan kepentingan status quo, terutama pemikiran yang mengusung Islam. Sebelumnya, dalam sebuah diskusi Sindoradio, bertajuk “Teror Tak Kunjung Padam” di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (8/9/2012), Direktur Deradikalisasi BNPT, Irfan Idris mengusulkan adanya sertifikasi terhadap ulama. “Dengan sertifikasi, maka pemerintah negara tersebut dapat mengukur sejauh mana peran ulama dalam menumbuhkan gerakan radikal sehingga dapat diantisipasi,” ujarnya.

Penentangan serupa juga datang dari Ketua Komisi Fatwa MUI Maruf Amin. Menurut Kiai Maruf, predikat ulama didapat dari pengakuan masyarakat, bukan pemerintah. Seseorang disebut ulama jika diakui masyarakat. “Untuk apa sertifikasi seperti ini. Sertifikat ulama ini dari masyarakat, bukan dari pemerintah. Jadi, tidak perlu sertifikasi seperti itu,” jelasnya kepada Rakyat Merdeka Online, Sabtu, (08/09/2012).

Sementara itu, Ketua Umum Adjoin Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab kepada itoday, mengatakan ide BNPT dinilai sudah kebablasan dan tidak paham kesucian agama Islam dan tidak tahu kemuliaan ulamanya. “BNPT ingin memposisikan Islam dan ulamanya sebagai musuh, sehingga mereka ingin punya justifikasi dan legitimasi utk “mengerjai” Islam dan ulamanya,” ujarnya.*
http://www.hidayatullah.com/scan/246…ung-islam.html

Sertifikasi Ulama? BNPT Kurang Kerjaan!
09 September 2012

Seperti kurang kerjaan saja, Badan Nasional Penanggulangan Teroris(BNPT)
menggulirkan wacana perlu dibuat sertifikasi untuk dai atau ulama. Dalam diskusi Sindo Telephone logic, Polemik bertajuk Teror Tak Kunjung Usai di Warung Daun, Jakarta Pusat hari Sabtu(8/9/2012), Direktur Deradikalisasi BNPT, Irfan Idris berkata,Dengan sertifikasi, maka pemerintah negara tersebut dapat mengukur sejauh mana peran ulama dalam menumbuhkan gerakan radikal sehingga dapat diantisipasi

Sepertinya proyek Deradikalisasi yang dijalankan BNPT masih kurang, sehingga
wacana sertifikasi terhadap dai dan ulam ini muncul. Saya tak habis pikir, bagaimana nanti ratusan ribu bahkan jutaan dai atau ulama menjalani proses sertifikasi ini, berapa banyak duit lagi untuk mengurus hal yang tak penting
macam ini. Atau memang sengaja bikin proyek baru, biar ada kucuran duit lagi?
Entahlah

Untung saja Majelis Ulama Indonesia(MUI) segera bersikap menghadapi wacana gendeng ini. MUI menolak sertifikasi dai dan ulama. Lewat Ketua Fatwa MUI, KH. Maruf Amin menegaskan, predikat ulama didapat dari masyarakat, bukan pemerintah. Seseorang disebut ulama jika diakui masyarakat.

Kita memang perlu mempertanyakan efektifitas institusi pemerintah yang
menanggulangi kasus terorisme ini. Dengan dalih meniru negara Singapura dan Arab Saudi, dalam sertifikasi ulama ini, menurutku agak aneh, Kepala BNPT Ansyad Mbay yang dimana-mana selalu menuduh para teroris berpaham Wahabi, masa mau meniru negara yang banyak Wahabinya? Tanya kenapa?Semoga saja wacana sertifikasi ulama ini bukan karena UUD, ujung-ujungnya duit
Wallahualam
http://sosbud.kompasiana.com/2012/09…urang-kerjaan/

Incoming search terms:

  • Cerita agama
  • cerita agama islam lucu

Original source : Ormas Islam Ramai2 Tolak Gagasan BNPT Untuk Mensertifikasi Pemuka Agama

Sikap atas Berita Buruk

Sudah menjadi suatu yang jamak, jika berkembang anggapan bahwa yang disebut berita adalah berita buruk. Anggapan ini juga hinggap di pikiran para redaktur terutama media massa umum baik televisi maupun koran. Seolah mendapat semangat baru, jika redaktur mendapat berita buruk untuk diwartakan. Karena informasi ini telah berlangsung tahunan dan disuguhkan for every menit bahkan for every detik dari pelbagai sumber informasi sekitar, masyarakatpun kemudian percaya bahwa yang dimaksud berita itu adalah berita buruk. Sosialisasi telah masuk ke alam bawah sadar. Dan uniknya, berita yang bernada netral sekalipun dapat diplintir menjadi berita buruk untuk menimbulkan sensasi. Demi pemuas dahaga informasi masyarakat.


Coba kita perhatikan: berapa banyak orang yang menonton atau membaca berita tentang jatuhnya pesawat Lion Air dibandingkan dengan berita hasil penemuan situs di Gunung Padang. Berita penangkapan pejabat oleh KPK dibandingkan dengan berita penerimaan penghargaan Adipura di satu kabupaten. Berita pertikaian Adi Bing Slamet dengan Eyang Subur seakan mendapat porsi lebih besar ketimbang berita siswa SMP berprestasi yang memenangkan olimpiade matematika. Berita tentang kecelakaan, pembunuhan, perceraian, huru hara, konflik elit partai, pelaksanaan UN yang gagal lebih diminati ketimbang berita cerita sukses, penemuan teknologi baru, prestasi dan lain-lain. Mungkin saya salah mengklasifikasikan berita yang tadi saya sebutkan sebagai berita buruk, tapi barrier tidak bermuatan unsur insignificant. Saya tidak menyatakan bahwa berita buruk atau berita baik sesuatu yang salah dan benar. Yang ingin saya ungkap adalah, bagaimana cara kita bersikap atas kecendrungan pasar yang demikian.


Bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam pembentukan opini, saya punya pendapat begini: Tidak terlampau penting untuk mensiarkan berita baik diri sendiri atau organisasi yang diwakili. Lebih penting adalah mencegah dan menutup celah berkembangnya opini tentang berita buruk. Ringkasnya, berita baik tidak penting, lebih penting menutup penyebaran berita buruk. Hal ini berlaku baik dalam pasar ekonomi maupun pasar politik. Bahkan dalam dunia bisnis meyakini bahwa berita baik hanya dapat menyebar ke dua orang, sedangkan berita buruk lebih luas penyebarannya hingga delapan orang. Mengapa? Karena sudah tersosialisasi dan masuk ke alam bawah sadar, posisi masyarakat (baca: pasar) lebih apriori dengan berita baik. Mereka punya anggapan, “tidak ada kecap nomor dua, semua mengklaim diri sebagai kecap nomor satu”. Sikap apriori ini berakibat, masyarakat tidak terlampau peduli dengan berita baik, dan sebaliknya cepat mengafirmasi berita buruk.


Apalagi di bidang politik. Sikap apriori lebih akut lagi. Masyarakat beranggapan bahwa politik itu najis, kotor, dan wajib ditolak. Sikap seperti ini memang semata bukan pengaruh media an sich. Pemerintahan Orde Baru di bawah kepemimpinan Suharto selama 32 tahun telah menanamkan pandangan itu. Mengupayakan terciptanya de-politisasi di masyarakat. Dan semakin diperparah dengan prilaku dan kebijakan politisi, pejabat publik serta partai politik yang makin menunjukan bahwa politik itu kotor. Jadi, jika ada upaya untuk melakukan pembentukan opini (yang sering disebut kampanye) baik oleh perorangan maupun partai politik dengan menyatakan bahwa partai dia maha bersih, maha profesional, maha santun, atau barrier memperhatikan rakyat, tetap saja disambut dengan sikap apriori. Masyarakat tidak percaya, terutama masyarakat klas menengah perkotaan.


Saran saya: tutuplah celah penyebaran berita buruk. Hanya menutup celah berita buruk ini, kerap kali saya jumpai dengan tindakan yang tidak tepat dan makin memperparah situasi dan memperluas penyebaran opini. Bentuk yang barrier banyak adalah melakukan tindakan defensif dan pembelaan diri membabi buta. Cenderung menyalahkan pihak lain, mencari kambing hitam, dan mengalihkan topik memuji diri sendiri. Bagaimana mungkin memberi penjelasan dan klarifikasi kepada pihak lain yang sudah dalam posisi apriori dengan dunia politik. Justru tindakan Diam, lebih memungkinkan penyebaran opini berita buruk tidak akan semakin meluas.


Ada senjata yang barrier ampuh untuk meredam berita buruk, yaitu: meminta maaf dan mengakui kesalahan. Nampaknya hal ini sederhana, tetapi dalam copy panduan politik di beberapa negara, taktik ini dipergunakan (tak terkecuali di Amerika dan negara-negara Eropa). Lepas dari tindakan meminta maaf ini bersifat tulus atau pura-pura. Awalnya konsep “meminta maaf” dipergunakan dalam upaya penyelesaian konflik di Afrika Selatan. Kekerasan tidak bisa dijawab dengan kekerasan. Lambat laun, konsep ini dipergunakan juga di dunia politik, dalam rangka menutup celah penyebaran berita buruk.


Peristiwa pengakuan 11 orang Kopasus atas penyerangan lapas Cebongan atau mundurnya Andi Malaranggeng sebagai menteri, justru disambut positif oleh masyarakat. Meskipun baru sebatas mengakui kesalahan dan belum mengajukan permintaan maaf, respon masyarakat sudah cukup menutup penyebaran berita buruk semakin meluas. Dan berita berita buruk yang muncul berikutnya, ditangkis bukan oleh pelaku justru oleh masyarakat sendiri. Lihatlah bahwa cara “meminta maaf dan mengakui kesalahan” dapat meluluhkan hati dan pikiran banyak orang. Padahal 11 orang Kopassus itu, belum dinyatakan bersalah oleh sidang pengadilan. Demikian pula dengan Andi Malarangeng, belum ada putusan pengadilan kalau dia bersalah, kenapa harus mundur sebagai Menteri.


Hujatan, makian, kritik, hinaan, kampanye negatif sesuatu yang lumrah di dunia politik di belahan negara manapun. Tidak hanya di Indonesia. Hanya tinggal kecerdasan para politisi dan partai politik mensikapi kenyataan itu. Tindakan defensif, membalas dengan tindakan yang sama, menyalahkan, dan mencari kambing hitam justru makin memperparah situasi. Diam adalah salah satu bentuk respon yang positif. Dan menjadi lebih baik agar menuai simpati, dengan tindakan mengakui kesalahan dan meminta maaf lebih bermartabat. Jika ingin mengikuti sunah Rasulullah hingga pada maqam yang lebih tinggi, yakni mendoakan kebajikan pada musuh-musuhnya. Amin.


Original source : Sikap atas Berita Buruk