konsultasi dan pembelajaran

Sekedar mengingatkan akan beberapa Policy yang Kami buat :

1. THREAD

Dilarang Keras untuk Promosi dalam bentuk apapun kecuali didalam thread yang telah disediakan khusus untuk jual-beli, promosi dan semacamnya.
Dilarang Keras untuk menetapkan harga / biaya untuk konsultasi baik yang secara jelas menyebutkan harga / biaya atau yang menggunakan kalimat-kalimat manipulatif seperti :
~ tidak free
~ seikhlasnya
~ kalau tidak ngasih ya tidak apa-apa
~ kirim no ticket untuk pulsa, ticket untuk internet
~ ganti ongkir
~ donasi / sumbangan /amal
~ dll dst and that

kecuali didalam thread yang telah disediakan khusus untuk jual-beli, promosi dan semacamnya. minta rank dan cendol diperkenankan selain itu GRATIS ADALAH GRATIS.

Thread Konsultasi harus dengan persetujuan Arbitrator, untuk menghindari Terjadinya hal-hal yg tidak diinginkan.

2. POSTING

Isi Reorganization tidak tidak bersifat menyerang, memancing kerusuhan atau pertengkaran atau saling ejek dll.
Tidak diperkenankan mereply postingan yang dirasa kurang/tidak penting.
Apabila hanya ingin ber bill-chat gunakan thread yang tersedia, di luar itu maka akan kami deleted.
Tidak diperkenankan menggunakan icon saja dalam memposting.
Spoiler berbau bisnis akan didelete.
Reorganization/Bertukar fb/ym/msn/friendster / no telpon/ website TS dll dipersilahkan menggunakan Thread Buku Tamu yang sudah ada.
Tidak diperkenankan memancing suasana jadi panas/nge-flame, dan yang memancing dan yang terpancing juga akan diberikan sanksi.

4. Thread Khusus/Lapak

Untuk pendatang baru yang akan membuka sebuah Thread Khusus, mohon sebelum membuat thread tentang konsultasi atau semacamnya, harus aktif di Forum ini min. 1 (Satu) Bulan. Gunakan waktu itu untuk berkenalan dan membaur dengan members lain, dan biarlah para members yang menentukan layak atau tidaknya anda untuk membuat Thread Khusus. Setelah itu mintalah persetujuan Arbitrator untuk membuat Thread Khusus.
Thread Khusus dalam seminggu tidak comeback oleh Thread Starter [TS], maka thread tersebut akan kami tutup, kecuali TS meminta waktu/izin terlebih dahulu.

Dengan dibuatnya pengumuman ini maka Mulai hari ini pula kami berlakukan Policy ini dengan ketat agar semua menjadi baik, bukan berarti kami abaikan policy yang lain, tapi khusus beberapa policy diatas, kami berikan perlakuan khusus.

Dan kami tidak segan untuk mengambil tindakan jika diperlukan.
Kami akan terus memantau Thread yang sudah ada.

Wassalam

Incoming search terms:

  • cerita bahasa jawa tentang memancing
  • ringkasan cerpen: pencuri perangko oscar
  • cerita bahasa inggris berdialog memancing
  • Pengalaman singkt memancing
  • pengalaman memancing pendek dalam bahasa inggris dan indonesia
  • inggris memancing
  • foto orang memancing dengan ceritanya bahasa inggris
  • contoh pengalaman memancing singkat
  • Contoh pengalaman memancing bahasa inggris
  • contoh diary bahasa inggris tema memancing
  • contoh cerpen pengalaman pribadi tema memancing
  • cerpen inggris memancing
  • Cerita memancing dengan bahasa inggris
  • cerita liburan memancing dalam bahasa inggris
  • short story bhsa inggris memancing

Original source : konsultasi dan pembelajaran

Tangan-Tangan Buntung

Tidak mungkin sebuah negara dipimpin oleh orang gila, tidak mungkin pula sebuah negara sama-sekali tidak mempunyai pemimpin.

Selama beberapa hari terakhir, sementara itu, semua gerakan baik di dalam negeri maupun di luar negeri mendesak, agar Nirdawat segera disyahkan sebagai presiden baru. Karena Nirdawat tidak bersedia, maka akhirnya, pada suatu hari yang cerah, ketika suhu udara sejuk dan langit kebetulan sedang biru tanpa ditutupi oleh awan, ribuan rakyat mengelilingi rumah Nirdawat, dan berteriak-teriak dengan nada memohon, agar untuk kepentingan bangsa dan negara, Nirdawat bersedia menjadi presiden.

Akhirnya beberapa di antara mereka masuk ke dalam rumah Nirdawat, lalu dengan sikap hormat mereka memanggul Nirdawat beramai-ramai menuju ke Gedung M.P.R. Sementara itu, teriakan-teriakan ”Hidup Presiden Nirdawat,” terus-menerus berkumandang dengan nada penuh semangat, namun sangat syahdu.

Demikianlah, semua anggota M.P.R. menyambut kedatangan Nirdawat, dan segera menggelandang Nirdawat dengan halus dan penuh hormat untuk tampil di mimbar.

Ketua M.P.R. pun berpidato, singkat tapi padat. Inti pidato: rakyat sangat merindukan pemimpin yang baik, dan pemimpin yang baik itu tidak lain dan tidak bukan adalah Nirdawat. Maka Jaksa Agung dengan khidmat melantik Nirdawat sebagai Presiden Republik Demokratik Nirdawat (bukan salah cetak, memang presidennya bernama Nirdawat, dan nama negaranya diambil dari nama presidennya).

Setelah menyampaikan pidato pelantikannya sebagai Presiden, dalam hati Nirdawat berkata kepada dirinya sendiri, bahwa dia akan bekerja dengan sebaik-baiknya, dan sebelum masa jabatannya berjalan satu tahun, dia tidak akan pergi ke luar negeri dengan alasan apa pun. Banyak persoalan dalam negeri harus dia hadapi, dan semuanya itu akan diselesaikannya dengan sebaik-baiknya. Namun karena Nirdawat dikenal sebagai pribadi sederhana dan pekerja keras serta tidak mementingkan diri sendiri, maka begitu banyak pemimpin negara berkunjung ke Republik Demokratik Nirdawat, tentu saja khusus untuk menemui Presiden Nirdawat.

Hasil pembicaraan dengan sekian banyak pimpinan negara itu mudah diterka: kesepakatan kerja sama dalam perdagangan, pendidikan, kesehatan, industri, dan kebudayaan. Ujung dari semua kesepakatan juga mudah diterka: dengan tulus tapi bersifat mendesak, semua pemimpin negara mengundang Presiden Nirdawat untuk mengadakan kunjungan balasan. Semua kunjungan balasan akan berlangsung barrier sedikit tiga hari, karena dalam setiap kunjungan balasan, masing-masing pemimpin negara dengan bersungguh-sungguh menunjukkan kemajuan-kemajuan negaranya, dan juga kekurangan-kekurangan negaranya. Demi kepentingan semua negara, kerja sama harus segera dilaksanakan, juga dengan sungguh-sungguh.

Begitu sebuah kunjungan pemimpin asing usai, berita mengenai keengganan Presiden Nirdawat untuk melawat ke luar negeri muncul sebagai berita-berita besar, dan menarik perhatian hampir semua warga negara Republik Demokratik Nirdawat. Akhirnya, dengan berbagai cara, tokoh-tokoh masyarakat sekuler, tokoh-tokoh agama, dan tokoh-tokoh pemuda menyuarakan hati nurani mereka yang tulus, bahwa untuk kepentingan negara dan bangsa, Presiden Nirdawat benar-benar diharapkan untuk memenuhi undangan sekian banyak pimpinan negara-negara asing itu. Desakan demi desakan terus berlangsung.

Terceritalah, setelah malam tiba, dalam keadaan lelah Presiden Nirdawat masuk ke kamar tidur, dipeluk oleh isterinya, kemudian digelandang ke dekat tempat tidur. Dengan lembut isterinya memberinya beberapa ciuman, kemudian melepas baju Nirdawat, lalu melepas kaos dalam Nirdawat, dan akhirnya menelungkupkan tubuh Nirdawat di tempat tidur. Kemudian, dengan lembut pula isterinya memijit-mijit punggung Nirdawat.

”Nirdawat, cobalah kita kenang kembali masa-masa pacaran kita dulu. Kita berjalan-jalan di kampus, duduk-duduk di rumput, kemudian berjalan lagi ke bawah pohon jejawi, dan berbincang mengenai keinginan-keinginan kita. Bagi kita itulah keinginan biasa, tapi bagi teman-teman, keinginan itu merupakan cita-cita mulia.”

”Cobalah kita tengok peta dunia ini,” kata Nirdawat dalam sebuah pertemuan dengan teman-temannya setelah membentangkan sebuah peta dan menggantungkannya di dinding.

Bagi mereka yang tidak pernah menghadiri pertemuan itu, amat-amatilah nama sekian banyak negara dalam peta, maka tampaklah sebuah negara yang namanya beberapa kali berubah. Setelah sekian lama nama ini berubah, akhirnya negara ini punya nama baru, yaitu Republik Demokratik Dobol, lalu berubah menjadi Republik Demokratik Abdul Jedul, lalu disusul oleh nama baru lain, yaitu Republik Demokratik Jiglong.

Bukan hanya itu. Ternyata bendera negara ini juga berubah-ubah sesuai dengan nama negaranya. Maka pernah ada bendera dengan gambar seseorang berwajah beringas bernama Dobol, lalu ada bendera dengan gambar Abdul Jedul dengan wajah garang, disusul oleh bendera bergambarkan wajah tolol Jiglong.

Mengapa nama negara dan benderanya berubah-ubah, padahal negaranya sama? Tidak lain, jawabannya terletak pada kebiasaan di negara itu: dahulu, ketika bentuk negara ini masih kerajaan dan tidak mempunyai undang-undang dasar, ada kebiasaan untuk menamakan negara itu sesuai dengan nama rajanya. Yang mewakili nama raja, dengan sendirinya adalah wajah raja, dan karena itulah, maka bendera negara juga disesuaikan dengan wajah rajanya.

Menurut cerita, seorang jendral kerajaan bernama Dobol berhasil menggulingkan kekuasaan raja terakhir, dan bentuk negara pun berubah menjadi Republik Demokratik. Republik karena negara tidak lagi dipimpin oleh raja tapi oleh presiden, dan demokratik karena siapa pun berhak menjadi presiden asalkan memenuhi syarat.

Maka, negara yang dulu diatur oleh kebiasaan tanpa undang-undang, semenjak Dobol menjadi presiden, kebiasaan pun diganti dengan undang-undang dasar. Karena Dobol beranggapan bahwa undang-undang dasar tidak boleh seluruhnya bertentangan dengan kebiasaan lama, maka dalam undang-undang yang kata Dobol bersifat sementara itu pun dengan tegas mencantumkan kata-kata, bahwa nama negara disesuaikan dengan nama presiden. Bendera negara pun, mau tidak mau, harus menampilkan wajah presiden.

Karena dalam kebiasaan lama masa jabatan raja tidak ada batasnya, maka, supaya undang-undang dasar tidak sepenuhnya bertentangan dengan kebiasaan lama, dalam undang-undang dasar negara republik demokratik ini, pasal mengenai masa jabatan presiden pun tidak perlu dicantumkan.

Demikianlah, Dobol menjadi Presiden Republik Demokratik Dobol, dan karena masa jabatan presiden tidak ada pasalnya dalam undang-undang dasar, maka Dobol pun menjadi presiden sampai lama sekali, sampai akhirnya Sang Takdir menanam sebuah biji bernama cancer ganas dalam otak Dobol.

Meskipun akhirnya lumpuh total, semangat Dobol untuk patuh kepada undang-undang dasar masih menyala-nyala dengan semangat penuh. Dalam undang-undang dasar dinyatakan dengan tegas, siapa pun berhak menjadi presiden, asalkan memenuhi syarat. Dan seseorang yang memenuhi syarat, tidak lain adalah Abdul Jedul bukan sebagai anak Dobol, tetapi sebagai warga negara biasa yang kebetulan adalah anak presiden negara republik demokratik ini.

Demikianlah, maka Abdul Jedul menjadi Presiden Republik Demokratik Abdul Jedul, sampai akhirnya Sang Takdir mengulangi tugasnya sebagai penguasa hukum alam: sebuah bibit cancer ganas disisipkan ke dalam otak Abdul Jebul, dan tamatlah riwayat Abdul Jebul.

Karena, sebagaimana halnya Dobol, Abdul Jedul juga sangat setia dengan undang-undang dasar negara yang kata Dobol dulu bersifat sementara, maka jatuhlah kekuasaan presiden republik demokratik ini ke tangan Jiglong, seseorang yang memenuhi syarat untuk menjadi presiden bukan karena dia anak Presiden Republik Demokratik Abdul Jedul, tapi karena sebagai warga negara biasa dia benar-benar memenuhi syarat untuk menjadi presiden.

Kebetulan Jiglong anak manja, malas, suka foya-foya, dan tentu saja suka main perempuan, dan karena merasa kekuasaan dan hartanya tidak mengenal batas, maka berjudi pun dia lakukan dengan penuh semangat.

Setelah Jiglong merusak negaranya sendiri selama beberapa tahun, maka Sang Takdir pun mulai melakukan gerilya: kali ini tidak dengan jalan menanamkan bibit cancer ke dalam otak, tapi membuat otak Jiglong sedikit demi sedikit miring. Maka Jiglong pun tidak bisa lagi membedakan siang dan malam, dekat dan jauh, langit dan bumi, dan yang lebih payah lagi, Jiglong tidak bisa membedakan apakah seseorang itu laki-laki atau perempuan. Maka, diam-diam Jiglong suka keluyuran sendiri di kampung, berusaha memperkosa perempuan, tapi ternyata laki-laki. Para pengawal pribadi dia pun sudah agak acuh tak acuh.

Akhirnya, penggulingan kekuasaan pun terjadi, tanpa tahu siapa pemimpinnya, dan tanpa pertumpahan darah sama sekali. Tanpa diketahui siapa yang memberi komando, tahu-tahu Jiglong sudah diringkus dan dilemparkan ke rumah sakit jiwa. Juga tanpa diketahui siapa yang memberi komando, sekonyong-konyong serombongan anak muda merebut stasiun televisi dan telephone logic, lalu secara spontan mengumumkan bahwa sejak saat itu nama negara diganti dengan Republik Demokratik Nirdawat, dengan bendera berwajahkan Nirdawat.

”Kau harus melakukan sesuatu, Nirdawat, sekarang juga. Aku selalu mendampingimu,” kata isterinya dengan lembut, lalu menciumi Nirdawat lagi dengan lembut pula.

Keesokan harinya keluar Dekrit Presiden, terdiri atas tiga butir, yaitu mulai hari itu nama negara diganti dengan nama baru yang tidak boleh diubah-ubah lagi, yaitu Republik Demokratik Nusantara. Itu butir pertama. Butir kedua, bendera Republik Demokrasi Nusantara harus diciptakan dalam waktu sesingkat-singkatnya, tanpa mencantumkan wajah siapa pun juga. Dan butir ketiga, masa jabatan presiden dibatasi barrier banyak dua periode, masing-masing periode lima tahun.

Lagu kebangsaan, seperti yang lalu-lalu, tinggal diganti liriknya. Dulu nama raja dipuja-puji, lalu nama Dobol diangkat-angkat setinggi langit, disusul dengan pujian-pujian kepada Abdul Jedul. Terakhir, nama Jiglong dijejalkan ke dalam lagu kebangsaan, tentu saja dengan gaya puja-puji. Sekarang nama orang dihapus, diganti dengan nama negara, yaitu Republik Demokratik Nusantara.

Maka, sesuai dengan tugasnya, mau tidak mau Nirdawat sering melawat ke luar negeri.

Dalam sebuah perjalanan pulang dari kunjungan ke beberapa negara di Amerika Latin, dalam pesawat Presiden Republik Demokratik Nusantara memberi penjelasan kepada wartawan.

”Sebagaimana kita ketahui bersama, semua kepala negara dan pejabat penting yang kita kunjungi pasti memuji-muji kita. Republik Demokratik Nusantara adalah negara hebat, perkembangan ekonominya luar biasa menakjubkan, dan presidennya pantas menjadi pemimpin dunia. Coba sekarang jelaskan, makna pujian yang sudah sering saya katakan.”

”Pujian hanyalah bunga-bunga diplomasi,” kata sekian banyak wartawan dengan serempak.

Mereka ingat, pada masa-masa lalu, semua pujian kepada negara mereka dari mana pun datangnya, dianggap sebagai kebenaran mutlak. Negara mereka memang benar-benar hebat, perkembangan ekonominya sangat mengagumkan, dan presiden negara ini benar-benar pantas menjadi pemimpin dunia.

Terceritalah, di bawah pimpinan Presiden Nirdawat, Republik Demokratik Nusantara makin melebarkan sayapnya: sekian banyak duta besar ditebarkan di sekian banyak negara yang dulu sama sekali belum mempunyai hubungan. Presiden Nirdawat, dengan sendirinya, harus hadir tanpa boleh diwakilkan.

Namun sayang, masih ada satu negara lagi yang belum terjamah oleh Republik Demokratik Nusantara, padahal negara ini terkenal makmur dan pemimpin-pemimpinnya hebat-hebat, setidaknya berdasarkan catatan-catatan resmi. Para pemimpin sekian banyak negara berkali-kali memuji keramahan penduduk negara itu, keindahan alam negara itu, dan kemakmuran negara itu. Maka, setelah waktunya tiba, datanglah Presiden Nirdawat ke negara itu. Laporan tlisik sandi ternyata benar: di negara yang sangat makmur ini, banyak pemimpin bertangan buntung. Hukum memang tegas: barang siapa mencuri uang rakyat, harus dihukum potong tangan.

Dan Presiden Nirdawat dari Republik Demokratik Nusantara pun sempat terkagum-kagum: ternyata, para pemimpin buntung justru bangga. Kendati mereka kena hukuman potong tangan, mereka tetap bisa menjadi pemimpin, dan tetap dihormati.

Incoming search terms:

  • bahasa inggris dari kata dekat sejuk lembut
  • kisah lucu anekdot pemimpin yang menentingkan diri sendiri

Original source : Tangan-Tangan Buntung

Pangeran Katak

Pada suatu waktu, hidup seorang raja yang mempunyai beberapa anak gadis yang cantik, tetapi anak gadisnya yang barrier bungsulahwww.balita-anda.com-frogprince1 yang barrier cantik. Ia memiliki wajah yang sangat cantik dan selalu terlihat bercahaya. Ia bernama Mary. Di dekat istana raja terdapat hutan yang luas serta lebat dan di bawah satu pohon limau yang sudah tua ada sebuah sumur. Suatu hari yang panas, Putri Mary pergi bermain menuju hutan dan duduk di tepi pancuran yang airnya sangat dingin. Ketika sudah bosan sang Putri mengambil sebuah bola emas kemudian melemparkannya tinggi-tinggi lalu ia tangkap kembali. Bermain lempar bola adalah mainan kegemarannya.

Namun, suatu ketika bola emas sang putri tidak bisa ditangkapnya. Bola itu kemudian jatuh ke tanah dan menggelinding ke arah telaga, mata sang putri terus melihat arah bola emasnya, bola terus bergulir hingga akhirnya lenyap di telaga yang dalam,Image sampai dasar telaga itu pun tak terlihat. Sang Putri pun mulai menangis. Semakin lama tangisannya makin keras. Ketika ia masih menangis, terdengar suara seseorang berbicara padanya,”Apa yang membuatmu bersedih tuan putri? Tangisan tuan Putri sangat membuat saya terharu… Sang Putri melihat ke sekeliling mencari darimana arah suara tersebut, ia hanya melihat seekor katak besar dengan muka yang jelek di permukaan air. “Oh… apakah engkau yang tadi berbicara katak? Aku menangis karena bola emasku jatuh ke dalam telaga”. “Berhentilah menangis”, kata sang katak. Aku bisa membantumu mengambil bola emasmu, tapi apakah yang akan kau berikan padaku nanti?”, lanjut sang katak.

“Apapun yang kau minta akan ku berikan, perhiasan dan mutiaraku, bahkan aku akan berikan mahkota emas yang aku pakai ini”, kata sang putri. Sang katak menjawab, “aku tidak mau perhiasan, mutiara bahkan mahkota emasmu, tapi aku ingin kau mau menjadi teman pasanganku dan mendampingimu makan, minum dan menemanimu tidur. Jika kau berjanji memenuhi semua keinginanku, aku akan mengambilkan bola emasmu kembali”, kata sang katak. “Baik, aku janji akan memenuhi semua keinginanmu jika kau berhasil membawa bola emasku kembali.” Sang putri berpikir, bagaimana mungkin seekor katak yang bisa berbicara dapat hidup di darat dalam waktu yang lama. Ia hanya bisa bermain di air bersama katak lainnya sambil bernyanyi. Setelah sang putri berjanji, sang katak segera menyelam ke dalam telaga dan dalam waktu singkat ia kembali ke permukaan sambil membawa bola emas di mulutnya kemudian melemparkannya ke tanah.

Sang Putri merasa sangat senang karena bola emasnya ia dapatkan kembali. Sang Putri menangkap bola emasnya dan kemudian berlari pulang. “Tunggu… tunggu,” kata sang katak. “Bawa aku bersamamu, aku tidak dapat berlari secepat dirimu”. Tapi percuma saja sang katak berteriak memanggil sang putri, ia tetap berlari meninggalkan sang katak. Image Sang katak merasa sangat sedih dan kembal ke telaga kembali. Keesokan harinya, ketika sang Putri sedang duduk bersama ayahnya sambil makan siang, terdengar suara lompatan ditangga marmer. Sesampainya di tangga barrier atas, terdengar ketukan pintu dan tangisan,”Putri, putri… bukakan pintu untukku”. Sang putri bergegas menuju pintu. Tapi ketika ia membuka pintu, ternyata di hadapannya sudah ada sang katak. Karena kaget ia segera menutup pintu keras-keras. Ia kembali duduk di meja makan dan kelihatan ketakutan. Sang Raja yang melihat anaknya ketakutan bertanya pada putrinya,”Apa yang engkau takutkan putriku? Apakah ada raksasa yang akan membawamu pergi? “Bukan ayah, bukan seorang raksasa tapi seekor katak yang menjijikkan”, kata sang putri. “Apa yang ia inginkan dari?” tanya sang raja pada putrinya.

Kemudian sang putri bercerita kembali kejadian yang menimpanya kemarin. “Aku tidak pernah berpikir ia akan datang ke istana ini..”, kata sang Putri. Tidak berapa lama, terdengar ketukan di pintu lagi. “Putri…, putri, bukakan pintu untukku.Image Apakah kau lupa dengan ucapan mu di telaga kemarin?” Akhirnya sang Raja berkata pada putrinya,”apa saja yang telah engkau janjikan haruslah ditepati. Ayo, bukakan pintu untuknya”. Dengan langkah yang berat, sang putri bungsu membuka pintu, lalu sang katak segera masuk dang mengikuti sang putri sampai ke meja makan. “Angkat aku dan biarkan duduk di sebelahmu”, kata sang katak. Atas perintah Raja, pengawal menyiapkan piring untuk katak di samping Putri Mary. Sang katak segera menyantap makanan di piring itu dengan menjulurkan lidahnya yang panjang. “Wah, benar-benar tidak punya aturan. Melihatnya saja membuat perasaanku tidak enak,” kata Putri Mary.

Sang Putri bergegas lari ke kamarnya. Kini ia merasa lega bisa melepaskan diri dari sang katak. Namun, tiba-tiba, ketika hendakImagemembaringkan diri di tempat tidur…. “Kwoook!” ternyata sang katak sudah berada di atas tempat tidurnya. “Cukup katak! Meskipun aku sudah mengucapkan janji, tapi ini sudah keterlaluan!” Putri Mary sangat marah, lalu ia melemparkan katak itu ke lantai. Bruuk! Ajaib, tiba-tiba asap keluar dari tubuh katak. Dari dalam asap muncul seorang pangeran yang gagah. “Terima kasih Putri Mary… kau telah menyelamatkanku dari sihir seorang penyihir yang jahat. Karena kau telah melemparku, sihirnya lenyap dan aku kembali ke wujud semula.” Kata sang pangeran. “Maafkan aku karena telah mengingkari janji,” kata sang putri dengan penuh sesal. “Aku juga minta maaf. Aku sengaja membuatmu marah agar kau melemparkanku,” sahut sang Pangeran. Waktu berlalu begitu cepat. Akhirnya sang Pangeran dan Putri Mary mengikat janji setia dengan menikah dan merekapun hidup bahagia.

Pesan moral : Jangan pernah mempermainkan sebuah janji dan pikirkanlah dahulu janji-janji yang akan kita buat.

Incoming search terms:

  • cerita dongeng pangeran kodok dan putri keong
  • cerita paling singkat pangeran kodok dan putri keong bahasa inggris terjemah
  • cerita dongeng katak dan kelinci dalam bahasa inggris
  • story telling tentang katak
  • story telling pangeran katak
  • pangeran kodok versi bahasa jawa
  • naskah drama singkat pangeran kodok
  • naskah drama pangeran kodok dalam bahasa inggris
  • narrative text pangeran kodok dalam bahasa inggris
  • contoh story telling pangeran kodok
  • Cerita sang katak dalam b inggris
  • cerita pangeran kodok dalam bahasa inggris lengkap
  • cerita pangeran kodok dalam bahasa inggris dan terjemahannya
  • cerita pangeran kodok dalam bahasa inggris
  • cerita kodok dan putri bahasa inggris
  • teks narrative putri cantik dan katak

Original source : Pangeran Katak

Bawang Merah & Bawang Putih

Jaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan seorang gadis remaja yang cantik bernama bawang putih. Mereka adalah keluarga yang bahagia. Meski ayah bawang putih hanya pedagang biasa, namun mereka hidup rukun dan damai. Namun suatu hari ibu bawang putih sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. Bawang putih sangat berduka demikian pula ayahnya. Di desa itu tinggal pula seorang janda yang memiliki anak bernama Bawang Merah. Semenjak ibu Bawang putih meninggal, ibu Bawang merah sering berkunjung ke rumah Bawang putih. Dia sering membawakan makanan, membantu bawang putih membereskan rumah atau hanya menemani Bawang Putih dan ayahnya mengobrol. Akhirnya ayah Bawang putih berpikir bahwa mungkin lebih baik kalau ia menikahi saja ibu Bawang merah supaya Bawang putih tidak kesepian lagi. Maka ayah Bawang putih kemudian menikah dengan ibu Bawang merah. Mulanya ibu Bawang merah dan bawang merah sangat baik kepada Bawang putih. Namun lama kelamaan sifat asli mereka mulai kelihatan. Mereka kerap memarahi bawang putih dan memberinya pekerjaan berat jika ayah Bawang Putih sedang pergi berdagang. Bawang putih harus mengerjakan semua pekerjaan rumah, sementara Bawang merah dan ibunya hanya duduk-duduk saja. Tentu saja ayah Bawang putih tidak mengetahuinya, karena Bawang putih tidak pernah menceritakannya. Suatu hari ayah Bawang putih jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia. Sejak saat itu Bawang merah dan ibunya semakin berkuasa dan semena-mena terhadap Bawang putih. Bawang putih hampir tidak pernah beristirahat. Dia sudah harus bangun sebelum subuh, untuk mempersiapkan air mandi dan sarapan bagi Bawang merah dan ibunya. Kemudian dia harus memberi makan ternak, menyirami kebun dan mencuci baju ke sungai. Lalu dia masih harus menyetrika, membereskan rumah, dan masih banyak pekerjaan lainnya. Namun Bawang putih selalu melakukan pekerjaannya dengan gembira, karena dia berharap suatu saat ibu tirinya akan mencintainya seperti anak kandungnya sendiri. Pagi ini seperti biasa Bawang putih membawa bakul berisi pakaian yang akan dicucinya di sungai. Dengan bernyanyi kecil dia menyusuri jalan setapak di pinggir hutan kecil yang biasa dilaluinya. Hari itu cuaca sangat cerah. Bawang putih segera mencuci semua pakaian kotor yang dibawanya. Saking terlalu asyiknya, Bawang putih tidak menyadari bahwa salah satu baju telah hanyut terbawa arus. Celakanya baju yang hanyut adalah baju kesayangan ibu tirinya. Ketika menyadari hal itu, baju ibu tirinya telah hanyut terlalu jauh. Bawang putih mencoba menyusuri sungai untuk mencarinya, namun tidak berhasil menemukannya. Dengan putus asa dia kembali ke rumah dan menceritakannya kepada ibunya
“Dasar ceroboh!” bentak ibu tirinya. “Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus mencari baju itu! Dan jangan berani pulang ke rumah kalau kau belum menemukannya. Mengerti?” Bawang putih terpaksa menuruti keinginan ibun tirinya. Dia segera menyusuri sungai tempatnya mencuci tadi. Matahari sudah mulai meninggi, namun Bawang putih belum juga menemukan baju ibunya. Dia memasang matanya, dengan teliti diperiksanya setiap juluran akar yang menjorok ke sungai, siapa tahu baju ibunya tersangkut disana. Setelah jauh melangkah dan matahari sudah condong ke barat, Bawang putih melihat seorang penggembala yang sedang memandikan kerbaunya. Maka Bawang putih bertanya: “Wahai paman yang baik, apakah paman melihat baju merah yang hanyut lewat sini? Karena saya harus menemukan dan membawanya pulang.”
“Ya tadi saya lihat nak. Kalau kamu mengejarnya cepat-cepat, mungkin kau bisa mengejarnya,” kata paman itu.
“Baiklah paman, terima kasih!” kata Bawang putih dan segera berlari kembali menyusuri tepi sungai. Hari sudah mulai gelap, Bawang putih sudah mulai putus asa. Sebentar lagi malam akan tiba, dan Bawang putih. Dari kejauhan tampak cahaya lampu yang berasal dari sebuah gubuk di tepi sungai. Bawang putih segera menghampiri rumah itu dan mengetuknya.
“Permisi…!” kata Bawang putih. Seorang perempuan tua membuka pintu.
“Siapa kamu nak?” tanya nenek itu.
“Saya Bawang putih nek. Tadi saya sedang mencari baju ibu saya yang hanyut. Dan sekarang kemalaman. Bolehkah saya tinggal di sini malam ini?” tanya Bawang putih.
“Boleh nak. Apakah baju yang kau cari berwarna merah?” tanya nenek.
“Ya nek. Apa…nenek menemukannya?” tanya Bawang putih.
“Ya. Tadi baju itu tersangkut di depan rumahku. Sayang, padahal aku menyukai baju itu,” kata nenek. “Baiklah aku akan mengembalikannya, tapi kau harus menemaniku dulu disini selama seminggu. Sudah lama aku tidak mengobrol dengan siapapun, bagaimana?” pinta nenek.
Bawang putih berpikir sejenak. Nenek itu kelihatan kesepian. Bawang putih pun merasa iba.
“Baiklah nek, saya akan menemani nenek selama seminggu, asal nenek tidak bosan saja denganku,” kata Bawang putih dengan tersenyum.
Selama seminggu Bawang putih tinggal dengan nenek tersebut. Setiap hari Bawang putih membantu mengerjakan pekerjaan rumah nenek. Tentu saja nenek itu merasa senang. Hingga akhirnya genap sudah seminggu, nenek pun memanggil bawang putih.
“Nak, sudah seminggu kau tinggal di sini. Dan aku senang karena kau anak yang rajin dan berbakti. Untuk itu sesuai janjiku kau boleh membawa baju ibumu pulang. Dan satu lagi, kau boleh memilih satu dari dua labu kuning ini sebagai hadiah!” kata nenek.
Mulanya Bawang putih menolak diberi hadiah tapi nenek tetap memaksanya. Akhirnya Bawang putih memilih labu yang barrier kecil. “Saya takut tidak kuat membawa yang besar,” katanya. Nenek pun tersenyum dan mengantarkan Bawang putih hingga depan rumah. Sesampainya di rumah, Bawang putih menyerahkan baju merah milik ibu tirinya sementara dia pergi ke dapur untuk membelah labu kuningnya. Alangkah terkejutnya bawang putih ketika labu itu terbelah, didalamnya ternyata berisi emas permata yang sangat banyak. Dia berteriak saking gembiranya dan memberitahukan hal ajaib ini ke ibu tirinya dan bawang merah yang dengan serakah langsun merebut emas dan permata tersebut. Mereka memaksa bawang putih untuk menceritakan bagaimana dia bisa mendapatkan hadiah tersebut. Bawang putih pun menceritakan dengan sejujurnya. Mendengar cerita bawang putih, bawang merah dan ibunya berencana untuk melakukan hal yang sama tapi kali ini bawang merah yang akan melakukannya. Singkat kata akhirnya bawang merah sampai di rumah nenek tua di pinggir sungai tersebut. Seperti bawang putih, bawang merah pun diminta untuk menemaninya selama seminggu. Tidak seperti bawang putih yang rajin, selama seminggu itu bawang merah hanya bermalas-malasan. Kalaupun ada yang dikerjakan maka hasilnya tidak pernah bagus karena selalu dikerjakan dengan asal-asalan. Akhirnya setelah seminggu nenek itu membolehkan bawang merah untuk pergi. “Bukankah seharusnya nenek memberiku labu sebagai hadiah karena menemanimu selama seminggu?” tanya bawang merah. Nenek itu terpaksa menyuruh bawang merah memilih salah satu dari dua labu yang ditawarkan. Dengan cepat bawang merah mengambil labu yang besar dan tanpa mengucapkan terima kasih dia melenggang pergi. Sesampainya di rumah bawang merah segera menemui ibunya dan dengan gembira memperlihatkan labu yang dibawanya. Karena takut bawang putih akan meminta bagian, mereka menyuruh bawang putih untuk pergi ke sungai. Lalu dengan tidak sabar mereka membelah labu tersebut. Tapi ternyata bukan emas permata yang keluar dari labu tersebut, melainkan binatang-binatang berbisa seperti ular, kalajengking, dan lain-lain. Binatang-binatang itu langsung menyerang bawang merah dan ibunya hingga tewas. Itulah balasan bagi orang yang serakah.

Incoming search terms:

  • cerita bawang merah bawang putih
  • cerita tentang andresangsie contoh nya bawang merah dan bawang putih
  • analisis unsur intrinsik cerita bawang putih bawang merah
  • unsur intrinsik dan ekstrinsik cerita bawang merah dan bawang putih
  • Unsur gagama dari cerita bawang merah dan bawang putih
  • drama singkat bawang merah dan bawang putih beserta unsur intrinsiknya
  • cerita ulang bawang merah dan bawang putih
  • cerita haru ibu
  • apa saja unsur unsur intrinsik cerpen yang ada dalam teks cerpen bawang merah dan bawang putih
  • unsur intrinsik drama bawang merah dan bawang putih beserta penjlasan dari dialog

Original source : Bawang Merah & Bawang Putih

Nyamuk Pertama

Pada zaman dahulu hiduplah seorang petani sederhana bersama istrinya yang cantik. Petani itu selalu bekerja keras, tetapi istrinya hanya bersolek dan tidak mempedulikan rumah tangganya. Mereka tinggal di rumah yang sangat sederhana dan hidup dari hasil pertanian sebagaimana layaknya keluarga petani.

 

          Sang istri yang cantik itu tidak puas dengan keadaan mereka. Dia merasa, sudah selayaknya jika suaminya berpenghasilan lebih besar supaya dia bisa merawat kecantikannya. Untuk memenuhi tuntutan istrinya, petani itu bekerja lebih keras. Namun, sekeras apa pun kerja si petani, dia tak mampu memenuhi tuntutan istrinya. Selain minta dibelikan obat-obatan yang dapat menjaga kecantikanya, istrinya juga suka minta dibelikan pakaian yang bagus-bagus –yang tentunya sangat mahal.

 

          “Bagaimana bisa kelihatan cantik kalau pakaianku buruk,” kata sang istri.

Incoming search terms:

  • dongeng nyamuk pertama

Original source : Nyamuk Pertama

Dipo Alam Bersaksi

Gimana jadinya jika semua orang yang masuk dalam rilis seskab Dipo Alam kemudian terbukti secara meyakinkan melakukan penyalahgunaan anggaran yang merugikan negara hingga mencapai puluhan triliun itu. Masyarakat akan terkejut melihat kenyataan bahwa orang-orang kelas atas itu lebih mengutamakan kepentingannya sendiri. Masyarakat pasti tidak mengira jika kepercayaan yang selama ini telah mereka berikan harus berakhir dengan khianat. Masyarakat barangkali jera dan tidak akan lagi menyerahkan amanah kepada para pendusta.

Yang jelas hakim pengadilan korupsi lah yang akan barrier sibuk. Mereka akan bekerja tidak seperti biasanya. Mereka akan membolak balik surat tuntutan jaksa yang berisi dakwahan pada pejabat yang diduga merugikan negara. Saya membayangkan para hakim akan bekerja keras dengan memperhatikan menimbang dan memutus semua perkara yang masuk dimeja hijaunya. Tidak ada pilihan lain lagi. Semua berkas harus segera ditangani. Hakim-hakim tak akan membiarkan semuanya berlarut-larut. Barrier tidak mereka harus berusaha sekuat tenaga menyembuhkan rasa kecewa masyarakat yang tak terkira. Para hakim harus trengginas dan berdedikasi memeriksa para saksi dan alat bukti. Para hakim harus tekun mengungkap setia fakta persidangan. Para hakim harus berhasil meyakinkan bahwa masih nanyak manusia-manusia bernurani diluar sana.

Saya juga dapat membayangkan betapa menderitanya keluarga para terduga pelaku korupsi. Mereka pasti terpukul melihat anak, istri, atau suami mereka harus bolak balik ke pengadilan. Mereka terpaksa mendapat kenyataan apabila ternyata suami tercinta harus mendekam dibilik penjara. Mereka pun harus mendapat kenyataan nama baik keluarga akan ikut tercoreng akibat aib keluarga tersiar kemana-mana. Menjadi pembicaraan tetangga menjadi gunjingan masyarakat senusantara. Tekhnologi pada satu sisi mereka rasakan seperti kumpulan para penyebar gosip dan penjual aib sesamanya. Namun mereka harus ‘nrimo’ menyerahkan nasib salah satu anggota keluarganya pada ketukan palu majelis halim yang mulia.

Kemewahan sebagai gaya hidup telah semakin dirasa membawa petaka. Merugikan negara sebagai jalan pintas menjadi kaya sepertinya akan terus membuktikan kepada setiap pemujanya sebagai jalan mengantar ke penjara. Tak peduli tua muda sarjana dan pesohor. Manakala mereka berkhikmad pada kemewahan, ketamakan dan meraih segalanya dengan menghalalkan segala cara akan berakhir dengan derita. Kawan kita yang Hindu menyebutnya sebagai karmapala. Saya yang muslim akan menyebutnya sebagai musibah.

Kehidupan akan terus penuh dengan warna. Tidak pernah berhenti pada satu episode. Meninggalkan jejak yang akan selalu terlukis dalam lingkaran pena para pemuja aksara.


Original source : Dipo Alam Bersaksi

Karang Bolong

Beberapa abad yang lalu tersebutlah Kesultanan Kartasura. Kesultanan sedang dilanda kesedihan yang mendalam karena permaisuri tercinta sedang sakit keras. Pangeran sudah berkali-kali memanggil tabib untuk mengobati sang permaisuri, tapi tak satupun yang dapat mengobati penyakitnya. Sehingga hari demi hari, tubuh sang permaisuri menjadi kurus kering seperti tulang terbalutkan kulit. Kecemasan melanda rakyat kesultanan Kartasura. Roda pemerintahan menjadi tidak berjalan sebagaimana mestinya.

 “Hamba sarankan agar Tuanku mencari tempat yang sepi untuk memohon kepada Sang Maha Agung agar mendapat petunjuk guna kesembuhan permaisuri,” kata penasehat istana.
Tidak berapa lama, Pangeran Kartasura melaksanakan tapanya. Godaan-godaan yang dialaminya dapat dilaluinya. Hingga pada suatu malam terdengar suara gaib. “Hentikanlah semedimu. Ambillah bunga karang di Pantai Selatan, dengan bunga karang itulah, permaisuri akan sembuh.” Kemudian, Pangeran Kartasura segera pulang ke istana dan menanyakan hal suara gaib tersebut pada penasehatnya. “Pantai selatan itu sangat luas. Namun hamba yakin tempat yang dimaksud suara gaib itu adalah wilayah Karang Bolong, di sana banyak terdapat gua karang yang di dalamnya tumbuh bunga karang,” kata penasehat istana dengan yakin.
Keesokannya, Pangeran Kartasura menugaskan Adipati Surti untuk mengambil bunga karang tersebut. Adipati Surti memilih dua orang pengiring setianya yang bernama Sanglar dan Sanglur. Setelah beberapa hari berjalan, akhirnya mereka tiba di karang bolong. Di dalamnya terdapat sebuah gua. Adipati Surti segera melakukan tapanya di dalam gua tersebut. Setelah beberapa hari, Adipati Surti mendengar suara seseorang. “Hentikan semedimu. Aku akan mengabulkan permintaanmu, tapi harus kau penuhi dahulu persyaratanku.” Adipati Surti membuka matanya, dan melihat seorang gadis cantik seperti Dewi dari kahyangan di hadapannya. Sang gadis cantik tersebut bernama Suryawati. Ia adalah abdi Nyi Loro Kidul yang menguasai Laut Selatan.
Syarat yang diajukan Suryawati, Adipati harus bersedia menetap di Pantai Selatan bersama Suryawati. Setelah lama berpikir, Adipati Surti menyanggupi syarat Suryawati. Tak lama setelah itu, Suryawati mengulurkan tangannya, mengajak Adipati Surti untuk menunjukkan tempat bunga karang. Ketika mendapat uluran tangan Suryawati, Adipati Surti merasa raga halusnya saja yang terbang mengikuti Suryawati, sedang raga kasarnya tetap pada posisinya bersemedi. “Itulah bunga karang yang dapat menyembuhkan Permaisuri,” kata Suryawati seraya menunjuk pada sarang burung walet. Jika diolah, akan menjadi ramuan yang luar biasa khasiatnya. Adipati Surti segera mengambil sarang burung walet cukup banyak. Setelah itu, ia kembali ke tempat bersemedi. Raga halusnya kembali masuk ke raga kasarnya.
Setelah mendapatkan bunga karang, Adipati Surti mengajak kedua pengiringnya kembali ke Kartasura. Pangeran Kartasura sangat gembira atas keberhasilan Adipati Surti. “Cepat buatkan ramuan obatnya,” perintah Pangeran Kartasura pada pada abdinya. Ternyata, setelah beberapa hari meminum ramuan sarang burung walet, Permaisuri menjadi sehat dan segar seperti sedia kala. Suasana Kesultanan Kartasura menjadi ceria kembali. Di tengah kegembiraan tersebut, Adipati Surti teringat janjinya pada Suryawati. Ia tidak mau mengingkari janji. Ia pun mohon diri pada Pangeran Kartasura dengan alasan untuk menjaga dan mendiami karang bolong yang di dalamnya banyak sarang burung walet. Kepergian Adipati Surti diiringi isak tangis para abdi istana, karena Adipati Surti adalah seorang yang baik dan rendah hati.
Adipati Surti mengajak kedua pengiringnya untuk pergi bersamanya. Setelah berpikir beberapa saat, Sanglar dan Sanglur memutuskan untuk ikut bersama Adipati Surti. Setibanya di Karang Bolong, mereka membuat sebuah rumah sederhana. Setelah selesai, Adipati Surti bersemedi. Tidak berapa lama, ia memisahkan raga halus dari raga kasarnya. “Aku kembali untuk memenuhi janjiku,” kata Adipati Surti, setelah melihat Suryawati berada di hadapannya. Kemudian, Adipati Surti dan Suryawati melangsungkan pernikahan mereka. Mereka hidup bahagia di Karang Bolong. Di sana mereka mendapatkan penghasilan yang tinggi dari hasil sarang burung walet yang semakin hari semakin banyak dicari orang.

Incoming search terms:

  • buatkan cerita pada saat di pantai dlm bahasa inggris beserta artinya
  • unsur intrinsik karang bolong
  • Cerita bergambar karang bolong
  • cerita rakyat karang bolong indonesia dalam bahasa inggris dan terjemahannya
  • karang cerpen dialog
  • penjelasan pantai karang bolong bahasa inggris
  • sinopsis cerita rakyat karang bolong bahasa jawa
  • unsur intrinsik legenda karang bolong

Original source : Karang Bolong

Betulkah Ical Diisukan Sakit Keras? Usianya Memang Sudah 66 tahun.

Ical Diisukan Sakit Keras, Golkar Tak Panik
08 September 2012 17:16:39 WIB

Jakarta (beritajatim.com) – Agenda rapimnas Golkar yang dikabarkan akan berlangsung Oktober 2012 ini, tidak akan membahas evaluasi Aburizal Bakrie atau Ical sebagai calon Presiden 2014 dari Golkar.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono menegaskan bahwa apapun yang terjadi, Ical tetap menjadi capres Golkar. Keputusan tersebut tidak akan berubah, walau akan dilakukan rapimnas lagi. “Tidak ada evaluasi rapimnas, (Aburizal Bakrie, cherry) berjalan terus. Tidak, kami tidak utak-atik,” tegas Agung, Jakarta, Sabtu (8/9/2012).

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) ini lantas menggarisbawahi bahwa cobaan demi cobaan yang ditujukan ke Ical ini adalah cobaan yang harus dihadapi. Karena bagaimanapun seseorang yang menyatakan diri maju sebagai capres tidak akan lepas dari adanya cobaan.

Termasuk, beredarnya isu kalau Ical dalam kondisi sakit parah. Bagi Agung, munculnya isu-isu tersebut adalah cobaan yang harus dihadapi jika ingin bertarung di pemilu 2014 mendatang. “Di luar saja disebut ini itu. Pak Ical katanya sakit, padahal ya sehat-sehat aja. Namanya orang maju ya ada aja cobaan-cobaan,” terangnya.
http://m.beritajatim.com/detailnews….lkar_Tak_Panik


Jenguk Cucu, Ical Ber-Lebaran di Jerman
Senin, 20 Agustus 2012 | 13:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Di tengah perayaan Idul Fitri 1433 Hijriah, Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie atau Ical harus meninggalkan Tanah Air untuk menjenguk cucunya yang sedang sakit di Jerman. Ical pun melewatkan Lebaran kali ini di Hamburg.

Juru bicara keluarga Bakrie, Lalu Mara Satriawangsa, mengatakan, Ical berangkat ke kota pelabuhan tersebut pada Sabtu (18/8/2012). Pimpinan partai kedua terbesar di Parlemen itu ingin menjenguk cucunya, Tadeo, putra pasangan Anindhita Anestya Bakrie dan Taufan Nugroho, yang tengah dirawat di sebuah rumah sakit di kota tersebut. “Beliau bukan saja menjenguk, tapi ingin memberi dukungan moral kepadanya,” kata Lalu Mara ketika dihubungi Kompas.com, Senin (20/8/2012).

Lalu mengatakan, Ical sengaja berangkat menuju Hamburg pada Sabtu agar bisa menjalankan shalat Id di kota kedua terbesar di Jerman itu. “Beliau memang ingin shalat Id di sini (Jakarta) dan melakukan commence household. Tapi sebagai orangtua, Pak Ical juga tak tega melihat putrinya dan suaminya sedang mendapat cobaan,” kata Lalu.

Melalui Lalu Mara, Ical menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada rakyat Indonesia. Calon presiden dari Golkar itu juga meminta maaf tak dapat menggelar commence household di Jakarta.
http://nasional.kompas.com/scan/2012…aran.di.Jerman


Jagokan Ical, Golkar Abaikan Faktor Usia
SELASA, 10 APRIL 2012 | 18:04 WIB

TEMPO.CO, Jakarta – Partai Golkar tak mempersoalkan faktor usia dalam mengusung calon presiden. Mendapat kritikan dari Ketua Majelis Pemusyarakat Rakyat, Taufiq Kiemas, Golkar tetap menjagokan Ketua Umum Aburizal Bakrie untuk maju menjadi calon presiden 2014 mendatang.

Menurut Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham, dalam mengusung calon presiden yang dibutuhkan adalah kemapanan dan kematangan berpikir. “Kematangan mereka harus teruji karena menjadi presiden tidak lagi belajar tapi menyelesaikan masalah yang ada,” ujar Idrus dalam konferensi pers di kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat, Selasa, 10 April 2012.

Selama ini, kata Idrus, kepemimpinan Ical sebagai Ketua Umum dan pengalaman menjadi menteri cukup untuk menjadi modal dicalonkan sebagai presiden. Apalagi untuk memimpin Indonesia yang majemuk dan besar dengan berbagai masalah. “Tidak mungkin ada pemimpin yang muncul tanpa kematangan.”

Saat ini Ical sudah menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon presiden. Kesiapan Ical sudah didukung 27 Dewan Pimpinan Daerah Golkar. Ical adalah seorang pengusaha berusia 66 tahun yang dilahirkan di Jakarta, 15 November 1946.

Kemarin, Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Taufiq Kiemas menyarankan agar Aburizal tidak maju sebagai calon presiden pada pemilihan presiden 2014 mendatang. Tidak hanya terhadap Aburizal, kritik itu juga dilayangkan untuk Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri yang juga digadangkan maju pada pemili presiden mendatang.

Taufiq menyarankan sebaiknya kedua tokoh itu menyerahkan kepada anak muda untuk menjadi calon presiden. “Saya sarankan, bukan tidak setuju dengan Pak Ical. Baiknya Pak Ical jadi Ruler Maker saja,” kata Taufiq di gedung MPR/DPR. “Ical bagus, tapi baiknya jadi busur saja. Ical sudah tua.”
http://www.rhythm.co/scan/hearsay/2012/0…an-Faktor-Usia

—————-

Mudah-mudahan tidak benarlah! Ical memang saat ini sedang banyak dirundung masalah, terutama sehubunganmisi bisnisnya yang sedang goyang dan timbunan utang perusahaan keluarganya, Bakrie Inc, yang bertrilyun-trilyun itu, dan akan segera jatuh rhythm tahun ini.

Incoming search terms:

  • cerita idhul fitri dlm bahasa arab
  • cerita salsha sakit parah

Original source : Betulkah Ical Diisukan Sakit Keras? Usianya Memang Sudah 66 tahun.

[Berita FPI] Berharap Aksi Teroris Bukan Rekayasa Pemerintah

DEPOK – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri beberapa pekan terakhir disibukkan dengan penggerebekan dan penangkapan teroris jaringan Solo, Jawa Tengah.

Ketua FPI Depok, Habib Idrus Al Gadhri berharap serangkaian aksi teror di Indonesia saat ini bukan rekayasa. Dia berharap ulah kelompok teroris tidak akan menjatuhkan umat islam.

Mudah-mudahan bukan rekayasa Mabes Polri, bukan rekayasa pemerintah, kalau saya enggak percaya adanya teroris. Kayaknya kita saja yang keras selama ini enggak pernah ada kepikiran ngebom, mudah-mudahan ini bukan rekayasa jatuhkan umat islam,” katanya kepada wartawan, Sabtu (08/09/12).

Idrus menyesalkan banyaknya terduga teroris bersembunyi dan mencari tempat singgah di Depok. Terakhir penggerebekan rumah di Taman Anyelir 2 Kalimulya, Cilodong, Depok, untuk menangkap terduga teroris Solo bernama Firman.

Idrus menilai para tersangka teroris memiliki paham aliran tersendiri soal islam dan jihad. “Islam radikal enggak ada, tapi islam tegas. Jihad itu, tergantung penafsiran, FPI berantas kemaksiatan juga jihad,” ungkapnya.

Bagi mereka, kata Idrus, konsep jihad adalah dengan merakit bom hingga bom bunuh diri. “Mereka memang punya keyakinan sendiri, dan mereka yang menamakan diri teroris punya aliran sendiri dalam konteks jihad,” tandasnya.


Original source : [Berita FPI] Berharap Aksi Teroris Bukan Rekayasa Pemerintah

Semut dan Belalang

Oleh : Aesop

Semut dan Belalang

Pada siang hari di akhir musim gugur, satu keluarga semut yang telah bekerja keras sepanjang musim panas untuk mengumpulkan makanan, mengeringkan butiran-butiran gandum yang telah mereka kumpulkan selama musim panas. Saat itu seekor belalang yang kelaparan, dengan sebuah biola di tangannya datang dan memohon dengan sangat agar keluarga semut itu memberikan sedikit makan untuk dirinya.

“Apa!” teriak sang Semut dengan terkejut, “tidakkah kamu telah mengumpulkan dan menyiapkan makanan untuk musim dingin yang akan datang ini? Selama ini apa saja yang kamu lakukan sepanjang musim panas?”

“Saya tidak mempunyai waktu untuk mengumpulkan makanan,” keluh sang Belalang; “Saya sangat sibuk membuat lagu, dan sebelum saya sadari, musim panas pun telah berlalu.”

Semut tersebut kemudian mengangkat bahunya karena merasa gusar.

“Membuat lagu katamu ya?” kata sang Semut, “Baiklah, sekarang setelah lagu tersebut telah kamu selesaikan pada musim panas, sekarang saatnya kamu menari!” Kemudian semut-semut tersebut membalikkan badan dan melanjutkan pekerjaan mereka tanpa memperdulikan sang Belalang lagi.

Ada saatnya untuk bekerja dan ada saatnya untuk bermain.

Incoming search terms:

  • cerpen semut dan belalang
  • contoh cerita anak lengkap dengan unsur-unsurnya
  • contoh narative teks pendek tentang semut dan belalang
  • Dongen Semut dan Belalang basa sunda
  • fabel singkat dan unsur intrinsiknya
  • naskah drama gajah dan semut dalam bahasa inggris
  • sinopsis cerita menarik

Original source : Semut dan Belalang