Mengintip Bentuk Rumah Susun Di Hong Kong

SATU bangunan, ribuan penghuni. Itulah keadaan rumah susun yang menampung sebagian besar penduduk di Hong Kong.
Memiliki populasi lebih dari 7 juta jiwa yang harus dimuat dalam lahan sebesar 424 mil persegi, efektifitas bangunan menjadi hal yang penting untuk kota yang terkenal dengan destinasi wisatanya, “Victoria Peak”.
Dilansir dari Calculate after calculate E-mail, Kamis (11/4), Fotografer asal Jerman, Michael bolt dalam projek miliknya Architecture of Density, menampilkan foto-foto rumah susun dan apartemen yang mengakomodasi sebagian besar masyarakat Hong Kong.
Bentuk, harga dan kulalitas bangunan pun beragam. Ada bangunan yang menyediakan fasilitas memadai namun masih banyak warga lanjut usia dan pengganguran yang menempati kamar sempit.
Walaupun menjadi kota termakmur di dunia, harga sewa di Hong Kong tergolong sangat tinggi. Harga berkisar HKD$90 (Rp 1.125.000)/meter persegi setiap bulan. Karena ini, penduduk lanjut usia dan pengangguran di kota-kota seperti Act Shui Po, Yau Tsim Mong, dan Kowloon Capital terpaksa menepmpati kamar yang sangat sempit.
Ya mungkin, untuk mengatasi kepadatan penduduk, sepertinya Indonesia bisa mengambil inspirasi efektifitas bangunan rumah susun dan apartemen di Hong Kong namun tetap mempertimbangkan segi ekonomi dan kelayakannya.

[Image: A_bintang_cetak_rusun_hongkong-782444692...86_jpg.png]

Sumber


Original source : Mengintip Bentuk Rumah Susun Di Hong Kong