Tag Archives: kemari

Cerpen – Ku Temukan Cinta Di Twitter

“Ku Temukan Cinta Di Twitter”Oleh : Lorensius AlfianPagi hari Bobby duduk di depan ruang kelasnya sendirian. Dia sibuk menatap layar HPnya dan senyum-senyum sendiri tak karuan. Beberapa orang yang lewat tidak heran dengan sikap Bobby yang seperti i… Continue reading

Posted in CERITA | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off

Seragam

Lelaki jangkung berwajah terang yang membukakan pintu terlihat takjub begitu mengenali saya. Pastinya dia sama sekali tidak menyangka akan kedatangan saya yang tiba-tiba.
Ketika kemudian dengan keramahan yang tidak dibuat-buat dipersilakannya saya … Continue reading

Posted in CERITA | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off

Artikel Dari Masa Lalu: Sulitnya Meremajakan Nona

SULITNYA MEREMAJAKAN NONA LIBERTY

UNTUK MERAYAKAN ULANG TAHUNNYA YANG KE-100 PADA TANGGAL 4 JULI YANG LALU, FLONA LIBERTY YANG TERMASHYUR ITU MENJALANI FACE-LIFT. WAJAHNYA YANG TERBUAT DARI TEMBAGA DIREMAJAKAN. BEGITU PULA SELURUH TUBUHNYA, MULAI DARI UJUNG JEMPOL KAKINYA YANG PANJANGNYA KIRA-KIRA 1,20 M ITU SAMPAI DURI-DURI DI MAHKOTANYA. BAHKAN ISI PERUTNYA PUN DIGANTI. BARANGKALI ANDA SUDAH MELIHAT HASILNYA LEWAT TVRI PADA AWAL JULI YANG LALU. TERNYATA MEMUGAR WANITA BERUMUR SEABAD JAUH LEBIH SULIT DARIPADA MEMUGAR GEDUNG BERTINGKAT DUA PULUH.

MENGAPA orang Amerika begitu cinta pada Nona Liberty? Patung setinggi 45,5 m yang terletak di atas mimbar setinggi lebih dari 50 m itu, bukan hanya karya seni yang mencirikan Pelabuhan New York, tetapi juga melambangkan harapan bagi banyak imigran yang datang ke Dunia Baru, karena tertindas atau hidup miskin di tempat asalnya.
Nona Liberty, yang mengacungkan obor di sebuah pulau dekat Pintu Emas, menjanjikan kebebasan, martabat dan juga kemakmuran bagi orang-orang yang datang dengan tekad bekerja keras di Amerika Serikat.

Pemugarannya makan waktu tiga tahun dan biayanya $ 66 juta (sekitar 75 milyar rupiah). Ketua panitia perayaan 100 tahun patung itu tidak lain dari Lee Iacocca, si Dewa Penyelamat di Zaman Resesi

Mimbarnya tahan angin
Sejak bulan Oktober 1983, Nona Liberty yang biasanya dikunjungi jutaan turis setiap tahun itu tidak menerima tamu. Sebuah perusahaan manajemen konstruksi, Lehrer-McGovern Inc. terpilih untuk mengawasi dua puluh kontraktor besar dan sejumlah kontraktor kecil mendandani wanita termashyur itu.

Patung Liberty yang garis tengahnya 33 m itu, harus dikerangkeng dengan mimbar-mimbar tempat pekerja bisa bertengger, tetapi bagaimana caranya supaya kulitnya yang peka itu tidak rusak tergesek? Maklum, patung itu bisa doyong ke sana-kemari sampai 10 cm kalau tertiup angin keras.
Dibuatlah kerangka khusus dari aluminium yang tingginya dua puluh tingkat dan harganya $ 2 juta (sekitar hampir 2,5 milyar rupiah). Kerangka itu dibawa ke pulau tempat Nona Liberty tinggal, dalam bentuk potonganpotongan sebanyak 6.000 buah. Tidak sebilah pun aluminium itu boleh dipasang lebih dekat dari 45 cm dari kulit tembaga Nona Liberty.

Mimbar aluminium itu dirancang bisa menahan angin berkekuatan sekitar 160 km per jam dan ternyata memang bisa bertahan dari Hurricane Gloria yang berkekuatan 112 km per jam pada bulan September 1985 yang lalu, sehingga dimasukkan ke Guinness Book of World Records tahun 1985.
Sebenarnya, secara keseluruhan kulit Nona Liberty masih baik, tetapi di sana-sini ada lubang yang garis tengahnya sampai kira-kira 12,5 cm, umpamanya saja di ikal rambutnya, di cuping hidungnya dan di mata kanannya. Lubang-lubang kecil lain terbentuk di tempat paku-paku yang menempelkan kulit Nona Liberty ke kerangka bajanya. Kulit itu seluruhnya ada 300 lembar.

Susah mencari tukang ketok
Yang paling parah keadaannya ialah obor yang diacungkan oleh Nona Liberty untuk menerangi para pendatang yang menuju ke Pintu Emas. Obor itu diputuskan untuk dimasukkan ke museum yang ada di bawah kaki Nona Liberty saja dan sebagai gantinya dibuatkan yang baru. Dari jauh, obor itu kelihatan kecil, tetapi di museum, besarnya mengesankan sekali.

Obor yang orisinal, yang dipamerkan pertama kali di Philadelphia tahun 1876 dan kemudian di New York, kemungkinan besar berupa obor logam berlapis emas. Tetapi tak lama setelah diresmikan, dibuatlah sembilan lubang di obor itu supaya Nona Liberty bisa bertindak sebagai mercu suar juga. Orang Amerika memang sering berpikiran praktis. Ternyata lampu mercu suar itu cuma seperti cahaya kunang-kunang. Dibuatlah lebih banyak lubang lagi selain jendela loteng bersegi delapan.
Tahun 1916, sebagian besar dari logamnya diganti dengan daun jendela kaca bersegi delapan, supaya obornya lebih mirip api. Ternyata cahayanya malah lebih lemah, sehingga supaya kelihatan terang, obor itu harus disenter dari luar.

Obor baru yang kini dipegang oleh Nona Liberty yang sudah muda lagi itu, dibuat seperti yang orisinal. Rupanya susah sekali mencari tukang ketok logam yang ahli, sebab keahlian itu sudah menjadi langka. Dicarilah ahli-ahli ketok logam di AS, Jerman Barat dan Prancis. Kontrak akhirnya diberikan kepada sepuluh tukang ketok dari Reims, Prancis.

Setahun lamanya mereka bekerja di Liberty Island dan ternyata tiga orang memutuskan untuk menetap di Amerika Serikat. Alasannya, karena Amerika lebih mau menerima gagasan pembaharuan daripada Prancis.

Obor baru dilapisi lempengan tipis emas 24 karat. Pelapisan itu dikerjakan dengan tangan. Tanggal 25 November 1985 hasil kerja tukang ketok dari Reims itu dikerek naik.

Hampir diisi pasir
Dahulu, Frederic-Auguste Bertholdi, si pencipta patung, mengira patungnya cuma akan dikagumi dari kejauhan. Jadi di perut Nona Liberty dan juga di mimbar tempatnya berpijak cuma disediakan tangga-tangga panjat untuk para pekerja. Kemudian tangga-tangga panjang harus diganti dengan tangga spiral dan diperlukan pula 25 jendela untuk ventilasi, karena banyak tamu ingin masuk ke dalam patung. Sesuai dengan tuntutan zaman, diperlukan lift.
Kini lift-nya dua tingkat supaya bisa mengangkut lebih banyak orang dan dibuat dari kaca. Lift itu dijalankan dengan tenaga hidraulis.
Tangga-tangganya kini dilengkapi mimbar-mimbar untuk istirahat, yang ventilasinya lebih baik sehingga tamu tidak kepanasan. Continue reading

Posted in CERITA | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off

Air Terjun Pacet

Air Terjun Pacet
            Hm, jika kalian pernah ke Batu lewat Pacet melalui Taman Hutan Rakyat R. Soerjo (baca: Suryo) maka sebelum gerbang Tahura di Pacet, kita bisa menemukan sebuah air terjun kecil di tepi jalan, tepatnya di Desa Sendi, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Menuju ke Air Terjun Pacet
            Untuk kemari, sayangnya tak ada kendaraan umum. Dari Mojokerto bisa langsung mengarahkan kendaraan ke Pacet dan tinggal mengikuti papan petunjuk ke arah Batu. Bagi wisatawan yang tak membawa kendaraan sendiri, dari Terminal Pacet bisa naik ojek dengan biaya Rp 20.000 – Rp 30.000 harga yang lumayan mahal. Kondisi jalan dari Pacet ke Sendi penuh dengan tanjakan, pastikan kendaraan dalam kondisi prima.
            Jika dari arah Malang, arahkan kendaraan ke arah Cangar, dari sini jalanan penuh tanjakan dan turunan, tapi tidak

semenanjak dari Pacet ke Batu. Jalanan relatif bagus dengan aspal yang lumayan mulus.

Warung – Warung Makanan
            Kawasan Wisata Sendi Pacet ini memiliki beberapa tempat wisata seperti Bumi Perkemahan, Gua Lowo, Gua Putuk Kursi, Air Terjun hingga Jungle Track. Kawasan ini juga terkenal dengan warung – warung lesehan di tepi jalannya. Tempat ini juga bisa untuk melepas penat dan mengisi perut yang keroncongan saat di perjalanan. Apalagi jika pesan makanan dan minuman hangat di tengah udara gunung yang dingin. 
 
Air Terjunya berada di belakang tulisan ini !!

Posted in CERITA | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off

S e r a g a m

Cerpen AK Basuki Lelaki jangkung berwajah terang yang membukakan pintu terlihat takjub begitu mengenali saya. Pastinya dia sama sekali tidak menyangka akan kedatangan saya yang tiba-tiba.Ketika kemudian dengan keramahan yang tidak dibuat-buat diper… Continue reading

Posted in CERITA | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off