Parade Puisi Juni: Hakuna Matata

Angin malam buatmu sedih,
dingin, ngilu dan sepi,
gemerisik jiwa merindu,
pedih sepedih kucuran jeruk nipis,
diatas luka yang menganga,
Eittss nanti dulu!!
Itu semua hanya ada di dunia rasa,
bukan raga yang dapat diraba,
boleh jadi itu hanya bayangan,
yang dibesar-besarkan,
dan tak lebih dari,
ketakutan tanpa alasan
Maka tersenyumlah,
gagahlah memandang dunia
keringkan genangan air mata
Karena kamu adalah Ksatria


Original source : Parade Puisi Juni: Hakuna Matata