Berani berubah

Kemapaman adalah musuh utama untuk berubah
Karena itu,
aku salut dan bangga pada yang mapan namun terus berubah

Aku salut dan bangga pada anak-anak yang terus berubah
karena keingintahuan mereka

Aku salut dan bangga pada pemuda pemudi,
yang berubah dari nyamannya pelukan orang tua,
memilih merantau menuntut ilmu ke pulau seberang,
bahkan ke negeri Plates, Paman Sam, Eropa atau Australia

Aku salut dan bangga pada pemuda-pemudi
yang membentuk rumah tangga baru,
mengambil tanggung jawab besar meneruskan generasi di dunia

Aku salut dan bangga pada para pengusaha,
yang kreatif mencipta aneka produk dan jasa,
sebagai partisipasi menyediakan lapangan kerja,
sebagai kontribusi membangun bangsa

Aku salut dan bangga pada warga negara,
yang berani mengadu nasib dan menyabung nyawa di negeri orang,
demi sesuap nasi dan perbaikan kehidupan

Itu sebabnya,
banyak warga Indonesia yang jadi PRT di Negara jiran,
banyak warga Indonesia yang jadi perawat di Negara Sakura,
ada warga Indonesia yang bekerja di ladang minyak di Alaska
dan tidak sedikit warga Indonesia yang jadi Profesor
di benua Eropa, Amerika atau Australia

Aku salut pada mereka-mereka,
yang bahkan berani mengubah kewarganegaraan,
berani berkorban sepanjang hidup,
menyediakan peluang lebih terbuka
bagi keturunan di abad-abad mendatang

Dengan begitu,
bukan tidak mungkin suatu saat
keturunan Indonesia menjadi kepala Negara di Amerika Serikat
seperti Barack Obama keturunan Kenya
Karena hal seperti itu jauh lebih mungkin dan terbuka
daripada menjadi kepala daerah di negeri sendiri
bagi yang bukan penduduk asli
sebagai akibat negatif dari otonomi daerah

Aku salut dan bangga
pada siapa saja yang berani berubah


Original source : Berani berubah

Wagenugraha dan harga diri Kakek Harlem

Kakek Harlem Somad tidak lagi menghabiskan waktunya dengan duduk-duduk di
rumah sambil menonton TV. Dia sibuk melayani belasan hingga puluhan baju
dan celana yang harus diperbaiki. Semangat hidupnya yang tadinya ala
kadarnya kini kembali berpendar-pendar lagi. Sorot matanya penuh percaya
diri. Dia bisa dengan berdiri tegak penuh harga diri berhadapan dengan istrinya. Pekerjaan
baru telah membangunkan harga dirinya dan membuatnya merasa menjadi makhluk yang berguna.   HTTP://DUNIASHINICHI.BLOGSPOT.COM
Seperti dugaan Wagenugraha, banyak teman-temannya yang berminat untuk
memakai jasa Kakek Harlem. Mereka yang selama ini membuang pakaian atau
celana yang rusak karena malas harus pergi ke tukang jahit, kini
memilih menggunakan jasa Kakek Harlem untuk memperbaikinya. Setiap hari
ada saja pakaian yang dititipkan di satpam untuk diambil Nenek Somad.
Setiap sore Nenek Somad kembali menyerahkan pakaian yang telah
diperbaiki suaminya ke Pos Satpam.
Ketrampilan menjahit Kakek Harlem mengilhami Wagenugraha untuk
memberi bisnis baru bagi Nenek Somad. Dia memperkenalkan Nenek Somad kepada
teman-temannya sebagai keluarga penjahit yang siap melayani perbaikan
pakaian-pakaian yang sobek, kancing yang lepas atau ritsleting yang
rusak dengan cepat. Pagi ditaruh di satpam, sore sudah bisa diambil
kembali dalam kondisi sudah selesai diperbaiki.
Wagenugraha tahu Kakek Harlem memiliki ketrampilan menjahit saat
bagian bawah celananya yang sobek, tiba-tiba kembali habitual setelah dicuci Nenek Somad. Saat ditanya ke Nenek Somad, dijawab bahwa
Kakek Harlem yang telah menjahitnya. Dari situlah Wagenugraha tahu bahwa
Kakek Harlem diam-diam punya ketrampilan jahit menjahit. Hasil kerjanya
rapi dan dikerjakan dengan cepat. Rupanya keluarganya turun menurun
adalah penjahit pakaian di Garut.
Sebulan yang lalu Kakek Harlem Somad — suami dari Nenek Somad masih lebih sering berdiam diri di rumah dibanding bekerja. Sehari-hari pekerjaan dia adalah duduk-duduk di rumah sambil menunggu orderan dari orang untuk bekerja serabutan. Biasanya dia diminta membantu memotong rumput atau membersihkan kamar mandi. Namun karena orderan dari orang jarang datang, waktunya lebih banyak dihabiskan di rumah sambil menonton TV. Boleh dibilang dia hapal semua cerita sinetron TV saking seringnya menghabiskan waktu di depan kotak bergambar itu. Sorot matanya lemah dan kepercayaan dirinya terbang terbawa angin karena dia merasa tidak banyak berguna bagi orang lain (Undil-2013)
  


Original source : Wagenugraha dan harga diri Kakek Harlem

[Gombal] Ketularan Virus Gombal

Pertamakali kita bertemu

Saat mata kita bersitatap waktu itu

Masih terekam jelas dalam ingatanku

Matamu ibarat sinar merah berpendar-pendar menembus  hatiku

Tak kau lupa pasang senyum pesonamu

Ku balas senyummu dengan aih geli jadinya hatiku

Kaupun pasang aksi  melindungi dibelakangku

Tanpa berani menyentuhku

Membuatku makin berbunga-bunga waktu itu

Tanpa berkurang rasa hormatku

Serasa kau adalah pahlawanku

Tanpa ada niatku memanfaatkan segala kebaikanmu

Bergetar-getar hatiku merasakan betapa kuat  medan magnetmu

Buat aku makin tersipu malu

Hari ini ku kenang dirimu

Jari-jemariku tak mampu menghitung jasa baikmu

Tiada jemu ku mengingat apa yang ada pada dirimu

Takkan pernah ku sesali kenanganku bersamamu

Karena kau adalah teman baikku

Sejak dulu mengenalmu

Semoga akan selalu begitu

Akan ku jaga rasa ini untukmu

Ku harap Tuhan-pun merestui inginku

Agar kau bersanding dipelaminanku

Biarkan hatiku hatimu menyatu

Dalam denyut nadi yang berdesir

Ku kan merajuk tuk merayu pada takdir

Agar  aku yang akan jadi perempuanmu

Dan kau yang akan jadi lelakiku

Kau pula yang terindah kan kujadikan pakaianku

Akupun kan jadi yang terindah tuk kau jadikan pakaianmu


Original source : [Gombal] Ketularan Virus Gombal