Wagenugraha, Kegalauan Tetangga dan Pengajian untuk para Manula

Awalnya dari keprihatinan melihat tetangga yang baru saja pensiun yang nampak selalu galau dan bersungut-sungut wajahnya. Nampaknya dia kurang puas dengan kondisi dirinya saat ini dan juga terhadap pencapaian anak-anaknya yang telah beranjak dewasa. Kondisi tetangganya itu membuat Wagenugraha jatuh kasihan dan berniat untuk membantu dia kembali menemukan keceriaan hidupnya. 

Ditambah lagi beberapa orang lanjut usia yang lain kenalan Wagenugraha juga nampak kehilangan gairah dalam hidup mereka. Terlihat dari keluhan-keluhan yang mereka lontarkan setiap kali mengobrol dengan Wagenugraha. Fenomena yang menimpa beberapa orang manula tersebut membuat Wagenugraha tergerak melakukan sesuatu untuk membangkitkan semangat mereka.


Jalan untuk menolong teman-teman manula itu mulai terbuka kala Wagenugraha bertemu dengan dokter kenalannya yang pernah sekamar kala pergi haji beberapa tahun silam. Kebetulan dokter tersebut bersama beberapa rekan sejawatnya membuka klinik konsultasi geriatri – klinik konsultasi untuk orang lanjut usia di rumah sakit tempat mereka bekerja. 

Disamping memiliki ilmu agama yang kuat, dokter yang pernah menimba ilmu di sebuah pesantren ternama di Jawa Timur tersebut juga mendalami psikologi untuk orang lanjut usia sehingga dia memiliki pemahaman yang sangat baik tentang ilmu jiwa manula. Kala Wagenugraha menceritakan keinginannya menolong tetangga yang lanjut usia, temannya yang bernama Irfan itu menyatakan sangat tertarik untuk menjadi mentor bagi para lanjut usia kenalan Wagenugraha. http://duniashinichi.blogspot.com


Akhirnya disepakatilah untuk membuat pengajian bagi para manula. Isi pengajian tematik sesuai tema yang dipilih, dengan sesi tanya jawab yang panjang sehingga memungkinkan para manula itu untuk  menyampaikan permasalahan hidup ataupun kesehatan yang dihadapinya untuk dicari solusinya dengan bimbingan dokter Irfan. 

^_^

Seminggu setelah pertemuan itu digelarlah pengajian di rumah dokter Irfan dengan dihadiri beberapa manula kenalan Wagenugraha. Pengetahuan agama dan ilmu jiwa manusia yang dimiliki dokter Irfan ternyata sangat sesuai dengan kebutuhan para manula yang sedang galau. Semangat hidup kembali terpancar dari wajah-wajah mereka. Keluh-kesah terhadap segala permasalahan yang dihadapi mereka perlahan-lahan mulai hilang. Peserta pengajian pun kemudian bertambah karena banyak manula lain tertarik untuk bergabung. Tentu saja Wagenugraha sangat senang dengan perkembangan itu.

Wagenugraha senang karena tetangga manulanya tak lagi mengisi hari-harinya dengan mengeluhkan kondisi dirinya dan anak-anaknya. Kini manula tetangganya itu tidak lagi resah, menjadi lebih sabar dan lebih pasrah menghadapi permasalahan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Kegembiraan dan semangat untuk berkarya muncul kembali. Tetangganya itu kini aktif menjadi pengurus panti asuhan anak yatim yang dimiliki jamaah masjid dekat rumah. Sebuah lompatan perkembangan personality yang bahkan tidak pernah terbayangkan oleh Wagenugraha (Undil–2013). 

Original source : Wagenugraha, Kegalauan Tetangga dan Pengajian untuk para Manula