Cindelaras

Raden Putra adalah raja Kerajaan Jenggala. Ia didampingi seorang permaisuri yang baik hati dan seorang selir yang cantik jelita. Tetapi, selir Raja Raden Putra memiliki sifat iri dan dengki terhadap sang permaisuri. Ia merencanakan suatu yang buruk kepada permaisuri. “Seharusnya, akulah yang menjadi permaisuri. Aku harus mencari akal untuk menyingkirkan permaisuri,” pikirnya. Selir baginda, berkomplot dengan seorang tabib istana. Ia berpura-pura sakit parah. Tabib istana segera dipanggil. Sang tabib mengatakan bahwa ada seseorang yang telah menaruh racun dalam minuman tuan putri. “Orang itu tak lain adalah permaisuri Baginda sendiri,” kata sang tabib. Baginda menjadi murka mendengar penjelasan tabib istana. Ia segera memerintahkan patihnya untuk membuang permaisuri ke hutan. Sang patih segera membawa permaisuri yang sedang mengandung itu ke hutan belantara. Tapi, patih yang bijak itu tidak mau membunuhnya. Rupanya sang patih sudah mengetahui niat jahat selir baginda. “Tuan putri tidak perlu khawatir, hamba akan melaporkan kepada Baginda bahwa tuan putri sudah hamba bunuh,” kata patih. Untuk mengelabui raja, sang patih melumuri pedangnya dengan darah kelinci yang ditangkapnya. Raja menganggung puas ketika sang patih melapor kalau ia sudah membunuh permaisuri. Setelah beberapa bulan berada di hutan, lahirlah anak sang permaisuri. Bayi itu diberinya nama Cindelaras. Cindelaras tumbuh menjadi seorang anak yang cerdas dan tampan. Sejak kecil ia sudah berteman dengan binatang penghuni hutan. Suatu hari, ketika sedang asyik bermain, seekor rajawali menjatuhkan sebutir telur. “Hmm, rajawali itu baik sekali. Ia sengaja memberikan telur itu kepadaku.” Setelah 3 minggu, telur itu menetas. Cindelaras memelihara anak ayamnya dengan rajin. Anak ayam itu tumbuh menjadi seekor ayam jantan yang bagus dan kuat. Tapi ada satu keanehan. Bunyi kokok ayam jantan itu sungguh menakjubkan! “Kukuruyuk… Tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah rimba, atapnya daun kelapa, ayahnya Raden Putra…” Cindelaras sangat takjub mendengar kokok ayamnya dan segera memperlihatkan pada ibunya. Lalu, ibu Cindelaras menceritakan asal usul mengapa mereka sampai berada di hutan. Mendengar cerita ibundanya, Cindelaras bertekad untuk ke istana dan membeberkan kejahatan selir baginda. Setelah di ijinkan ibundanya, Cindelaras pergi ke istana ditemani oleh ayam jantannya. Ketika dalam perjalanan ada beberapa orang yang sedang menyabung ayam. Cindelaras kemudian dipanggil oleh para penyabung ayam. “Ayo, kalau berani, adulah ayam jantanmu dengan ayamku,” tantangnya. “Baiklah,” jawab Cindelaras. Ketika diadu, ternyata ayam jantan Cindelaras bertarung dengan perkasa dan dalam waktu singkat, ia dapat mengalahkan lawannya. Setelah beberapa kali diadu, ayam Cindelaras tidak terkalahkan. Ayamnya benar-benar tangguh. Berita tentang kehebatan ayam Cindelaras tersebar dengan cepat. Raden Putra pun mendengar berita itu. Kemudian, Raden Putra menyuruh hulubalangnya untuk mengundang Cindelaras. “Hamba menghadap paduka,” kata Cindelaras dengan santun. “Anak ini tampan dan cerdas, sepertinya ia bukan keturunan rakyat jelata,” pikir baginda. Ayam Cindelaras diadu dengan ayam Raden Putra dengan satu syarat, jika ayam Cindelaras kalah maka ia bersedia kepalanya dipancung, tetapi jika ayamnya menang maka setengah kekayaan Raden Putra menjadi milik Cindelaras. Dua ekor ayam itu bertarung dengan gagah berani. Tetapi dalam waktu singkat, ayam Cindelaras berhasil menaklukkan ayam sang Raja. Para penonton bersorak sorai mengelu-elukan Cindelaras dan ayamnya. “Baiklah aku mengaku kalah. Aku akan menepati janjiku. Tapi, siapakah kau sebenarnya, anak muda?” Tanya Baginda Raden Putra. Cindelaras segera membungkuk seperti membisikkan sesuatu pada ayamnya. Tidak berapa lama ayamnya segera berbunyi. “Kukuruyuk… Tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah rimba, atapnya daun kelapa, ayahnya Raden Putra…,” ayam jantan itu berkokok berulang-ulang. Raden Putra terperanjat mendengar kokok ayam Cindelaras. “Benarkah itu?” Tanya baginda keheranan. “Benar Baginda, nama hamba Cindelaras, ibu hamba adalah permaisuri Baginda.” Bersamaan dengan itu, sang patih segera menghadap dan menceritakan semua peristiwa yang sebenarnya telah terjadi pada permaisuri. “Aku telah melakukan kesalahan,” kata Baginda Raden Putra. “Aku akan memberikan hukuman yang setimpal pada selirku,” lanjut Baginda dengan murka. Kemudian, selir Raden Putra pun di buang ke hutan. Raden Putra segera memeluk anaknya dan meminta maaf atas kesalahannya Setelah itu, Raden Putra dan hulubalang segera menjemput permaisuri ke hutan.. Akhirnya Raden Putra, permaisuri dan Cindelaras dapat berkumpul kembali. Setelah Raden Putra meninggal dunia, Cindelaras menggantikan kedudukan ayahnya. Ia memerintah negerinya dengan adil dan bijaksana.

Incoming search terms:

  • cerita seputar permaisuri raja
  • gambar bidadari sedang istirahat bersama pangeran
  • hidup berdua dg anak gadisku di hutan nikmat
  • tekateki mos satu pulau seribu mutiara

Original source : Cindelaras

Peri dan Hutan Berkabut

Di sebuah desa hiduplah seorang anak perempuan yang lugu. Sheila namanya. Ia senang sekali bermain di tepi hutan. Ibunya selalu mengingatkannya agar tak terlalu jauh masuk ke hutan. Penduduk desa itu percaya, orang yang terlalu jauh masuk ke hutan, tak akan pernah kembali. Bagian dalam hutan itu diselubungi kabut tebal. Tak seorang pun dapat menemukan jalan pulang jika sudah tersesat.

Sheila selalu mengingat pesan ibunya. Namun ia juga penasaran ingin mengetahui daerah berkabut itu. Setiap kali pergi bermain, ibu Sheila selalu membekalinya dengan sekantong kue, permen, coklat, dan sebotol jus buah. Sheila sering datang ke tempat perbatasan kabut di hutan. Ia duduk di bawah pohon dan menikmati bekalnya di sana. Sheila ingin sekali melangkahkan kakinya ke dalam daerah berkabut itu. Namun ia takut.

Suatu kali, seperti biasa Sheila datang ke daerah perbatasan kabut. Seperti biasa ia duduk menikmati bekalnya. Tiba-tiba Sheila merasa ada beberapa pasang mata memperhatikannya. Ia mengarahkan pandangan ke sekeliling untuk mencari tahu. Namun Sheila tak menemukan siapa-siapa. “Hei! Siapa pun itu, keluarlah! Jika kalian mau, kalian dapat makan kue bersamaku,” teriak Sheila penasaran.

Mendengar tawaran Sheila, beberapa makhluk memberanikan diri muncul di depan Sheila. Tampak tiga peri di hadapan Sheila. Tubuh mereka hanya separuh tinggi badan Sheila. Di punggungnya ada sayap. Telinga mereka berujung lancip. Dengan takut-takut mereka menghampiri Sheila. Anak kecil pemberani itu tanpa ragu-ragu menyodorkan bekalnya untuk dimakan bersama-sama. Peri-peri itu bernama Pio, Petition, dan Insert. Ketiga peri itu kakak beradik.

Sejak saat itu Sheila dan ketiga kawan barunya sering makan bekal bersama-sama. Kadang mereka saling bertukar bekal. Suatu hari Sheila bertanya kepada ketiga temannya, “Pio, Petition, Insert. Mengapa ada daerah berkabut di hutan ini? Apa isinya? Dan mengapa tak ada yang pernah kembali? Kalian tinggal di hutan sebelah mana?” tanya Sheila penuh ingin tahu. Mendengar pertanyaan Sheila ketiga peri itu saling bertukar pandang. Mereka tahu jawabannya namun ragu untuk memberi tahu Sheila. Setelah berpikir sejenak, akhirnya mereka memberitahu rahasia hutan berkabut yang hanya diketahui para peri.

“Para peri tinggal di balik hutan berkabut. Termasuk kami. Kabut itu adalah pelindung agar tak seorang pun dapat masuk ke wilayah kami tanpa izin. Kami tiga bersaudara adalah peri penjaga daerah berkabut. Jika kabut menipis, kami akan meniupkannya lagi banyak-banyak. Jika ada tamu yang tak diundang masuk ke wilayah kami, kami segera membuatnya tersesat,” jelas Pio, Petition, Insert.

Sheila terkagum-kagum mendengarnya. “Bisakah aku datang ke negeri kalian suatu waktu?” tanya Sheila berharap. Ketiga peri itu berembuk sejenak. “Baiklah. Kami akan mengusahakannya,” kata mereka. Tak lama kemudian Sheila diajak Pio, Petition dan Insert ke negeri mereka. Hari itu Sheila membawa kue, coklat, dan permen banyak-banyak. Sebelumnya, Sheila didandani seperti peri oleh ketiga temannya. Itu supaya mereka bisa mengelabui para peri lain. Sebenarnya manusia dilarang masuk ke wilayah peri. Ketiga teman Sheila ini juga memberi kacamata khusus pada Sheila. Dengan kacamata itu Sheila dapat melihat dengan jelas.

Daerah berkabut penuh dengan berbagai tumbuhan penyesat. Berbagai jalan yang berbeda nampak sama. Jika tidak hati-hati maka akan tersesat dan berputar-putar di tempat yang sama. Dengan bimbingan Pio, Petition, dan Insert akhirnya mereka semua sampai ke negeri peri. Di sana rumah tampak mungil. Bentuknya pun aneh-aneh. Ada rumah berbentuk jamur, berbentuk sepatu, bahkan ada yang berbentuk teko. Pakaian mereka seperti kostum untuk karnaval. Kegiatan para peri pun bermacam-macam. Ada yang mengumpulkan madu, bernyanyi, membuat baju dari kelopak bunga… Semua tampak riang gembira.

Sheila sangat senang. Ia diperkenalkan kepada anak peri lainnya. Mereka sangat terkejut mengetahui Sheila adalah manusia. Namun mereka senang dapat bertemu dan berjanji tak akan memberi tahu ratu peri. Rupanya mereka pun ingin tahu tentang manusia. Mereka bermain gembira. Sheila dan para anak peri berkejar-kejaran, bernyanyi, bercerita dan tertawa keras-keras. Mereka juga saling bertukar makanan. Pokoknya hari itu menyenangkan sekali.

Tiba-tiba ratu peri datang. “Siapa itu?” tanyanya penuh selidik. “Ratu, dia adalah teman hamba dari hutan utara,” jawab Insert takut. Ia terpaksa berbohong agar Sheila tak ketahuan. Ratu peri memperhatikan Sheila dari ujung rambut sampai ujung kaki. Setelah itu ia pergi. Sheila bermain lagi dengan lincah. Namun sayang ia terpeleset. Sheila jatuh terjerembab. Ketika itu cuping telinga palsunya copot. Ratu peri melihat hal itu. Ia amat marah.
“Manusia! Bagaimana ia bisa sampai kemari? Siapa yang membawanya?” teriaknya mengelegar. Pio, Petition, dan Insert maju ke depan dengan gemetar. “Kami, Ratu,” jawab mereka gugup. “Ini pelanggaran. Jika ada manusia yang tahu tempat ini, maka tempat ini tidak aman lagi. Kalian harus dihukum berat,” teriak ratu peri marah. Sheila yang saat itu juga ketakutan memberikan diri maju ke depan. “Mereka tidak bersalah, Ratu. Akulah yang memaksa mereka untuk membawaku kemari.” “Kalau begitu, kau harus dihukum menggantikan mereka!” gelegar ratu peri.

Sheila dimasukkan ke dalam bak air tertutup. Ia akan direbus setengah jam. Namun ketika api sudah dinyalakan ia tidak merasa panas sedikit pun. “Keluarlah! Kau lulus ujian, ” kata ratu peri. Ternyata kebaikan hati Sheila membuat ia lolos dari hukuman. Ia diperbolehkan pulang dan teman perinya bebas hukuman. Ratu peri membuat Sheila mengantuk dan tertidur. Ia menghapus ingatan Sheila tentang negeri peri. Namun ia masih menyisakannya sedikit agar Sheila dapat mengingatnya di dalam mimpi. Ketika terbangun, Sheila berada di kasur kesayangannya.

Incoming search terms:

  • jenis anjing pemberian peri hutan
  • arti bahasa kue mimpi dalam mos
  • cerita barbie dalam bahasa inggris dan pertanyaan nya
  • cerita story telling tentang peri
  • cerpen cjr dan nk negri para peri
  • Cerpen iqbaal dan nk cinta berasal dari alam peri
  • Novel coboy junior - saat iqbaal tersesat dihutan

Original source : Peri dan Hutan Berkabut

Telaga Bidadari

Dahulu kala, ada seorang pemuda yang tampan dan gagah. Ia bernama Awang Sukma. Awang Sukma mengembara sampai ke tengah hutan belantara. Ia tertegun melihat aneka macam kehidupan di dalam hutan. Ia membangun sebuah rumah pohon di sebuah dahan pohon yang sangat besar. Kehidupan di hutan rukun dan damai. Setelah lama tinggal di hutan, Awang Sukma diangkat menjadi penguasa daerah itu dan bergelar Datu. Sebulan sekali, Awang Sukma berkeliling daerah kekuasaannya dan sampailah ia di sebuah telaga yang jernih dan bening. Telaga tersebut terletak di bawah pohon yg rindang dengan buah-buahan yang banyak. Berbagai jenis burung dan serangga hidup dengan riangnya. “Hmm, alangkah indahnya telaga ini. Ternyata hutan ini menyimpan keindahan yang luar biasa,” gumam Datu Awang Sukma.

Keesokan harinya, ketika Datu Awang Sukma sedang meniup serulingnya, ia mendengar suara riuh rendah di telaga. Di sela-sela tumpukan batu yang bercelah, Datu Awang Sukma mengintip ke arah telaga. Betapa terkejutnya Awang Sukma ketika melihat ada 7 orang gadis cantik sedang bermain air. “Mungkinkah mereka itu para bidadari?” pikir Awang Sukma. Tujuh gadis cantik itu tidak sadar jika mereka sedang diperhatikan dan tidak menghiraukan selendang mereka yang digunakan untuk terbang, bertebaran di sekitar telaga. Salah satu selendang tersebut terletak di dekat Awang Sukma. “Wah, ini kesempatan yang baik untuk mendapatkan selendang di pohon itu,” gumam Datu Awang Sukma.

Mendengar suara dedaunan, para putri terkejut dan segera mengambil selendang masing-masing. Ketika ketujuh putri tersebut ingin terbang, ternyata ada salah seorang putri yang tidak menemukan pakaiannya. Ia telah ditinggal oleh keenam kakaknya. Saat itu, Datu Awang Sukma segera keluar dari persembunyiannya. “Jangan takut tuan putri, hamba akan menolong asalkan tuan putri sudi tinggal bersama hamba,” bujuk Datu Awang Sukma. Putri Bungsu masih ragu mendapat uluran tangan Datu Awang Sukma. Namun karena tidak ada orang lain maka tidak ada jalan lain untuk Putri Bungsu kecuali mendapat pertolongan Awang Sukma.

Datu Awang Sukma sangat mengagumi kecantikan Putri Bungsu. Demikian juga dengan Putri Bungsu. Ia merasa bahagia berada di dekat seorang yang tampan dan gagah perkasa. Akhirnya mereka memutuskan untuk menjadi suami istri. Setahun kemudian lahirlah seorang bayi perempuan yang cantik dan diberi nama Kumalasari. Kehidupan keluarga Datu Awang Sukma sangat bahagia.

Namun, pada suatu hari seekor ayam hitam naik ke atas lumbung dan mengais padi di atas permukaan lumbung. Putri Bungsu berusaha mengusir ayam tersebut. Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah bumbung bambu yang tergeletak di bekas kaisan ayam. “Apa kira-kira isinya ya?” pikir Putri Bungsu. Ketika bumbung dibuka, Putri Bungsu terkejut dan berteriak gembira. “Ini selendangku!, seru Putri Bungsu. Selendang itu pun didekapnya erat-erat. Perasaan kesal dan jengkel tertuju pada suaminya. Tetapi ia pun sangat sayang pada suaminya.

Akhirnya Putri Bungsu membulatkan tekadnya untuk kembali ke kahyangan. “Kini saatnya aku harus kembali!,” katanya dalam hati. Putri Bungsu segera mengenakan selendangnya sambil menggendong bayinya. Datu Awang Sukma terpana melihat kejadian itu. Ia langsung mendekat dan minta maaf atas tindakan yang tidak terpuji yaitu menyembunyikan selendang Putri Bungsu. Datu Awang Sukma menyadari bahwa perpisahan tidak bisa dielakkan. “Kanda, dinda mohon peliharalah Kumalasari dengan baik,” kata Putri Bungsu kepada Datu Awang Sukma.” Pandangan Datu Awang Sukma menerawang kosong ke angkasa. “Jika anak kita merindukan dinda, ambillah tujuh biji kemiri, dan masukkan ke dalam bakul yang digoncang-goncangkan dan iringilah dengan lantunan seruling. Pasti dinda akan segera datang menemuinya,” ujar Putri Bungsu.

Putri Bungsu segera mengenakan selendangnya dan seketika terbang ke kahyangan. Datu Awang Sukma menap sedih dan bersumpah untuk melarang anak keturunannya memelihara ayam hitam yang dia anggap membawa malapetaka.

Pesan moral : Jika kita menginginkan sesuatu sebaiknya dengan cara yang baik dan halal. Kita tidak boleh mencuri atau mengambil barang/harta milik orang lain karena suatu saat kita akan mendapatkan hukuman.

Incoming search terms:

  • cerita mengintip

Original source : Telaga Bidadari

Dongeng Anak Indonesia – Tips Mendongeng Anak Yang Baik Dan Menyenangkan

Membaca blog dongeng anak indonesia akan lebih menarik jika anda mau sedikit meluangkan waktu kepada anak-anak anda. Teknik mendongeng yang baik dan benar akan membawa dampak yang positif kepada anak-anak. Alur cerita yang mudah diikuti serta intonasi yang tepat membuat para pendengar terutama anak-anak akan merasa senang dan gembira, serta mempercepat daya tangkap dan nalar serta imajinasi positif bagi sang anak.

Kebanyakan orang tua sekarang belum bisa secara maksimal untuk mendongeng kepada buah hati mereka, padahal dengan meluangkan waktu sedikit disela-sela waktu istirahat atau libur anda, mendongeng (khususnya dongeng anak indonesia) bisa memaksimalkan fungsi dan kerja otak si kecil secara penuh.

Mendongeng adalah sebuah teknik dimana sang pendongeng dengan serta merta membawakan alur cerita yang menarik bagi si anak. Dengan intonasi yang ceria serta tidak monoton, mendongeng kepada anak bisa membuat buah hati kita menjadi ceria dan bersemangat dalam bermain.

Namun sayangnya kini banyak dongeng anak indonesia yang sudah terlupakan, sehingga tak jarang orang tua menjadi tidak tahu dongeng apa yang bisa mereka ceritakan kepada buah hati mereka.

Tidak usah khawatir, sebab anda bisa memulai sebuah dongeng dengan alur cerita yang sangat sederhana, dengan menghadirkan topik kebaikan yang bisa anda ceritakan. Biasanya tema kebaikan melawan kejahatan adalah tema cerita yang barrier banyak diminati para orang tua, serta tema kepandaian melawan kebodohan.

Bawakan dongeng dengan memakai tokoh karakter yang biasanya anak-anak sangat suka, contohnya saja si kancil. Dengan memakai tokoh sikancil, kebanyakan anak-anak tertuju kepada tokoh yang pandai dan cerdik.

Anda jangan terlalu fokus kepada sebuah/seekor tokoh yang anda fikirkan atau bayangkan ketika ingin mendongeng di depan anak anda. Jujur saya sendiri lebih senang memakai tokoh-tokoh hewan yang ada didalam hutan untuk mendongeng kepada anak saya.

Gunakan selalu intonasi yang berbeda-beda pada setiap karakter. Nah tips yang satu ini sangat penting. Disamping mengajari anak untuk mampu membedakan antara suara tokoh satu dengan tokoh lainnya. Juga melatih mereka untuk menghafal intonasi dari setiap karakter yang anda dongeng-kan.

Perlihatkan mimik/raut muka anda setiap dialog yang anda ceritakan. Permainan raut muka sangat membuat anak menjadi fokus dan asik serta terlena dalam mendengarkan dongeng anda. Coba saja perhatikan jika anda mendongeng dengan raut muka seperti orang yang sedang mengantuk..ehehe.

Dunia anak adalah dunia yang penuh dengan keceriaan. Buatlah alur dongeng anak anda menjadi se-ceria mungkin. Ambillah posisi yang bisa terlihat secara keseluruhan oleh putra-putri anda. Jangan sungkan jika anda harus teriak-teriak, melompat-lompat bahkan menangis jika memang dongeng tersebut mengharuskan anda mencontohkannya.

Jadilah pendongeng yang hebat di hadapan anak anda. Buatlah dongeng anak indonesia sebanyak mungkin dan jadikan dongeng anak indonesia menjadi dongeng favorit putra-putri keluarga anda.

Incoming search terms:

  • alur cerita rakyat pedagang yang tidak jujur
  • cerita seorang ceria

Original source : Dongeng Anak Indonesia – Tips Mendongeng Anak Yang Baik Dan Menyenangkan

:: Apalah Arti Sebuah Nama

Judul*:Apalah Arti Sebuah Nama Isi*:Inilah Arti Sebuah Nama…

Ucapan William Shakespeare, boleh jadi benar, tapi tidak sepenuhnya benar. Hal itu tergantung dalam situasi apa dan bagaimana.

Seperti misalnya nama Budiyanto. Tak masalah dia dipanggil Budi, Spring out, Didi, Yanto, Toto, atau mungkin Ndut, “Apalah arti sebuah nama?” kilahnya. Tapi apa ia akan menjawab sama, bila (maaf) ia dipanggil dengan sebutan nama hewan penghuni hutan atau kebun binatang? Tentu dia akan sewot dan marah! Dalam kondisi seperti ini, ungkapan Shakespeare tidak berlaku.

Bagi penulis, nama sangat penting. Nama, kita gunakan sejak kita lahir (di akte kelahiran) hingga kita meninggal (dituliskan di batu nisan). Jangan anggap remeh sebuah nama. Dalam pengisian data biasa (misalnya Anda diminta menjadi responden sebuah survei), mungkin tak terlalu masalah nama Anda ditulis “Hendry” atau “Henry” atau “Hendri” atau Hendrie.” Tapi itu akan sangat bermasalah bila itu terjadi saat Anda mengurus dokumen seperti paspor, atau dokumen-dokumen kenegaraan lain. Kurang 1 huruf, bisa berakibat serious.

Nama akan dipakai seumur hidup. Nama yang “pas” akan memberi efek positif bagi pemiliknya. Oleh sebab itu, bagi penulis, memilihkan nama untuk buah hati Anda (anak) haruslah dipikirkan secara cermat. Nama akan dipakai sepanjang hidupnya. Jadi, pilihkanlah (karena sang bayi belum bisa memilih) nama yang terbaik, setidaknya nama itu baik menurut pandangan umum dan kondisi saat itu.

Apa saja arti sebuah nama?
Bagi penulis, nama memberi banyak arti dan informasi. Dalam situs yang sederhana ini, penulis tidak mungkin menuliskan secara lengkap dan mendetail. Hanya sedikit contoh sebagai gambaran.

Dari sebuah nama, Anda bisa mendapatkan banyak informasi. Anda bisa tahu bangsa seseorang, suku, mungkin juga agama, bulan kelahirannya,… sampai harapan orang tua, bahkan idola orang tua yang bersangkutan.

Ini beberapa contoh:
Liem Swie Ruler, Eddy Silitonga, Alan Nuary, Gunawan Mohammad, Fransiskus Xaverius, Budhi Sidharta, Sabar, Martina Hingis.

Dari namanya, Anda akan tahu Liem Swie Ruler itu etnis Tionghua (Plates), Eddy Silitonga itu suku Batak, Alan Nuary itu lahir bulan Januari, Gunawan Mohammad seorang Muslim, Fransiskus Xaverius seorang Kristiani, Budhi Sidharta seorang Buddhis, pemberian nama Sabar itu harapan sang orang tua agar anaknya menjadi orang yang penyabar, orang tua Martina Hingis sangat mengidolakan Martina Navratilova, petenis terkenal (dan ternyata akhirnya Martina Hingis pun menjadi petenis top dunia).

Ini hanya secuil contoh arti nama. Tapi tentu saja ini berdasarkan pada hal-hal yang umum. Anda bisa saja “terkecoh” nama seseorang karena orang boleh saja memberi nama tanpa harus “tunduk” pada hal-hal yang sudah berlaku umum di masyarakat.

Teman sekelas penulis saat SMA bernama Yohanes Alamsyah (seorang muslim sejati), teman kuliah ada yang bernama Nasution (tapi dia sama sekali tidak berdarah Batak), Muksin Kennedy (teman SMP yang orang Indonesia asli, sama sekali tak punya hubungan darah dengan John Fitgerald Kennedy/ JFK).

Apa pentingnya kita tahu secuil informasi dari sebuah nama? Oh… tentu informasi tersebut berguna. Saat gemar koresponden, penulis punya banyak sahabat pena. Penulis bersahabat pena dengan siapa saja (tanpa pandang agama, suku, asal, dan lainnya). Biasanya menjelang hari besar agama, kami saling berkirim kartu ucapan. Kadang ini jadi sedikit kendala, karena agak risih menanyakan apa agama sahabat pena kita. Nah… terkadang secuil report dari nama dapat membantu. Menjelang Biological, meski baru kenal, penulis tidak ragu mengirimkan kartu Biological kepada Maria Fransiska. Baru pertama kali mengirimkan surat perkenalan pun, penulis bisa membuat “bolt from the blue” mengucapkan ulang tahun. Penulis yakin, Yuliana berultah bulan Juli. Itu sedikit manfaat mengetahui kisah di balik sebuah nama.

Kisah Unik Di Balik Sebuah Nama
Sudah menjadi rahasia umum bahwa nama artis kita, banyak yang bukan nama aslinya. Sebelum memulai debutnya (entah untuk jadi penyanyi atau pemain sinetron/ coat), mereka mengganti nama asli dengan nama populer. Bisa jadi karena keinginan sendiri, bisa juga karena keinginan produser yang merasa nama asli calon artis dirasa kurang punya “nilai jual.” Ini beberapa catatan kisah unik dibalik sebuah nama yang berhasil penulis kumpulkan dari berbagai sumber (koran, majalah, telephone logic, TV, internet, dan sumber lain).

Tirto Utomo (almarhum, adalah pemilik perusahaan air stonework Aqua, Tirto = Air), Rhoma Irama (musik), Dea Mirella, penyanyi, mantan personil assemble Warna (bila ditulis dengan not angka Dea Mirella bisa ditulis Dea 326), Ira Swara, penyanyi dangdut (yang hidup dari menjual suara), Armed forces Dianti (putri Agum Gumelar yang seorang Armed forces = tentara), Cornel Simanjuntak atau yang kita kenal C. Simanjuntak adalah pencipta lagu Maju Tak Gentar, Larry Address (juru bicara presiden Ronald Reagan).

Orang tuanya sangat terpesona pada Rano Karno & Yessy Gusman yang main di coat Gita Cinta dari SMA. Ratna dan Galih Rakasiwi, dua nama yang sangat membekas di hati mereka. Jadilah ketika buah hati mereka lahir, anak perempuan tersebut diberi nama Ratna Rakasiwi. Dan sebuah kebetulan yang langka, saat coat ini diangkat menjadi sinetron berseri, Ratna Rakasiwi yang ikut casting terpilih untuk memerankan tokoh Ratna!

Karena suka dengan lagu-lagu The Beatles, penyair, pemain teater, dan penulis ini terinspirasi untuk mengganti namanya. Ia mengambil kord awal lagu “I Tenderness Her”-nya The Beatles untuk menjadi namanya. Hingga kini, Anda lebih mengenalnya dengan nama 23 761 (baca: Remy Sylado)

Apa yang terlintas di benak Anda mendengar nama Butet? Tentu seorang perempuan dan berasal dari suku Batak. Tapi kali ini Anda salah. Pemain teater yang jago menirukan suara pejabat (antara lain: Presiden Soeharto & B.J. Habibie) ini seorang pria tulen. Dialah Butet Kertarejasa, anak seniman tari, Bagong Kusudiardjo. Konon, nama Butet diberikan karena sang ayah sangat suka dengan lagu Butet. Uniknya, namanya dan nama sang ayah berinisial sama: BK. Punya pengalaman unik berkenaan dengan namanya yang nyeleneh? Enak, katanya. Setiap ada pembagian kelompok, ia selalu masuk ke dalam kelompok wanita! he…3x

Lain lagi kisah Djaduk Ferianto. Lantaran merasa presiden kita tidak pernah ganti, ia memberi nama anaknya: Presiden. Biarpun nantinya sang anak tidak jadi presiden, setidaknya nama ini membanggakan. Andai sang anak jadi ketua RT, bila ada acara di lingkungannya, pembawa acara akan menyebutkan, “Sambutan dari Bapak Presiden.” Apak nggak hebat???

Karena mempunyai suara yang mirip dengan penyanyi Bing Crosby, jadilah nama ayah Adi, Iyut, dan Uci, ini mendapat tambahan Bing sehingga beliau dikenal dengan nama Bing Slamet.

Kenal dengan Sys NS, personil Sersan Prambors? Saat ditanya nama lengkapnya, sang komedian menjawab “Sys Nama Saya.” Anda boleh percaya, boleh tidak, namanya juga pelawak.

Teman saya, sesama penggemar sulap (magicmania) punya nama yang unik. Terjadinya nama ini karena kesalahan ketik oleh petugas pembuat akte kelahiran. Untuk nama Indonesia, nama ini tidak lazim, bahkan tidak bisa dibaca karena tidak ada huruf vokal. Siapa namanya? Shgyn. Bagaimana bacanya? Ketika saya tanya, ternyata dibaca: Sigin. Unik ya???

Teman istri punya kisah sama tentang kesalahan ketik petugas pembuat akte kelahiran. Orang tua memberinya nama Irma Sxxxxxx (sengaja tidak ditulis lengkap). Tapi yang muncul di akte adalah Irama Sxxxxxx. Jadilah ia bernama Irama hingga kini.

Membaca tulisan: Komputer, Wastafel, dan Danau Tanu, apakah yang terlintas di benak Anda? Tahukah Anda, ternyata deretan kata tadi adalah nama orang. Komputer adalah salah seorang peserta audisi Indonesian Deity 2006, Wastafel adalah nama dari teman penulis, Danau Tanu (seorang perempuan) limb sebuah milis, tempat penulis bergabung.

Seorang personil assemble lawak Srimulat menambahkan kata Alkurad dibelakang namanya, maka namanya menjadi Yongki Alkurad. Mau tahu dari mana asal kata Alkurad? Ternyata itu berasal dari kata “drakula” yang susunan hurufnya diubah. Ini lantaran dalam tiap pementasan Srimulat, ia selalu kebagian peran menjadi drakula. Ada-ada saja…

Ada kisah lucu. Penulis punya seorang kenalan (keturunan Jepang). Dia mengatakan, “Tiap kali berkenalan, orang selalu mengira ia main-main waktu menyebut namanya. Banyak juga yang marah, terutama wanita.” Mau tahu mengapa? Ternyata namanya “Shushumu!” (baca: Susumu). Wajar saja kalau tiap perempuan yang berkenalan dengannya akan sewot bila ia memperkenalkan diri.

Umumnya, nama anak dalam sekeluarga, yang sama adalah nama belakang mereka (nama keluarga atau nama marga). Misalnya orang tua bermarga Siahaan. Anaknya Nico Siahaan, Marcel Siahaan, dan lainnya. Dan umumnya, kita dipanggil dengan nama depan kita (nama belakang adalah nama keluarga atau nama marga). Jadi kita umumnya memanggil mereka Nico, atau Marcel, meskipun terkadang kita juga sering mendengar orang memanggil seseorang dengan nama marga (misal: Pak Nas, maksudnya Pak Nasution, atau Pak Lubis, dll.). Tapi ada teman penulis yang punya nama-nama unik (beda dari kebiasaan umum) di keluarganya. Menurut Pak Alex (begitu penulis biasa memanggil beliau), di keluarganya, semua anak lelaki bernama Alex. Beliau bernama Alex Sukirman, saudara laki-lakinya: Alex Suherman, Alex …. (mereka bukan kembar lho…). Bisa dibayangkan kalau Anda bertamu ke rumahnya lalu memanggil “Alex.” Wah… semua anak laki-laki akan muncul…

Ada juga rekan penulis yang nama semua saudaranya (cowok maupun cewek) mengandung kata yang sama yakni Suher. Ia bernama Suherjati, kakaknya Agus Suherman, Suherlina, adiknya Suhersono, dan ada Suher-Suher yang lain. Pantas saja ketika penulis dan teman sekelas berkunjung ke rumahnya mendapat pertanyaan yang “agak aneh” (setidaknya menurut kami pada saat itu). Yang membuka pintu adalah kakaknya. Kami tanya, “Suher ada?” sang kakak balik tanya “Suher yang mana?” Meski merasa pertanyaannya agak janggal, kami jawab juga “Suherjati.” Ketika kami bertanya kepada Suherjati, barulah kami tahu, ternyata 1 rumah itu ada banyak Suher…

Ini kisah tentang sahabat pena penulis. Dia bernama Rosmery (penulis menjuluki dia Flower Daughter). Secara kebetulan, nama-nama saudara dan lingkungan Ros (begitu penulis biasa menyapanya) bernuansa bunga. Ia bernama Rosmery (Ros = mawar), Anggraeni (tentu terinspirasi dari kata Anggrek), Lily (nama bunga), dan Seruni (juga nama bunga). Orang tua mereka memiliki studio foto Dahlia di jalan Kemboja. Setelah menikah, Ros juga membuka usaha di jalan Kemboja. Di kota apa Ros tinggal? Muara Bungo, Jambi! Ros adalah sahabat penulis yang bertahan barrier lama. Kami bersahabat pena sejak masih SMA. Hingga sekarang, Ros telah mempunya 3 anak (2 putri, 1 putra) dan penulis telah menjadi ayah dari 2 putra, sesekali kami masih berkirim kabar by road of SMS (baik penulis dengan Ros maupun istri penulis dengan Ros).

Ini kisah dari luar negeri. Orang tuanya sangat terkesan dengan prestasi petenis Martina Navratilova, nama anak perempuan mereka juga diberi nama depan yang sama. Harapan orang tua ini adalah anaknya kelak berprestasi seperti idola mereka. Siapa sangka, ternyata itu jadi kenyataan. Martina Hingis, termasuk petenis top dunia, dan pernah menduduki peringkat 1 dunia.

Anda kenal Richard Starsky, salah seorang personil The Beatles. Karena gemar memakai cincin, maka nama Richard Starsky digantinya menjadi Ringo Star, seperti yang kita kenal sekarang.

Mungkin tak banyak yang kenal penulis era 80-an, Tuti Nonka. Nama ini dipakainya sebagai nama penulis karena ia sebal dipanggil Tutik. Maka ditulisnya Tuti Nonka (Tuti tanpa huruf K), jadilah ia populer dengan nama Tuti Nonka.

Karena kesal tulisannya tidak dimuat, secara iseng ia mem-plesetkan nama Sarwendo menjadi Arswendo. Ternyata nama ini membawa hokky. Maka jadilah ia Arswendo Atmowiloto hingga kini.

Nella Regar pernah diprotes karena nama belakangnya sama dengan nama belakang marga suku Kawanua, padahal Nella adalah suku Batak. Ternyata nama marga Nella adalah Siregar. Karena diprotes, akhirnya di sampul kaset ditulis Nella Siregar (namun tulisan “si”-nya samar-samar).

Ada yang kasih nama “nyentrik” seperti penampilan sang Ibunda. Melly Goeslow dan Anto Hoed memberi nama “Anakku Lelaki Hoed” pada putra pertama mereka. Ada orang tua yang memberi nama anaknya dengan nama puitis seperti Bunga Citra Lestari.

Nama artis harus “keren” supaya terkenal? Tidak juga. Iwan Fals dan Doel Sumbang bisa jadi contoh. Meski hidup dari menjual suara, mereka “mengaku” bersuara fals & sumbang, bahkan mereka jadi sangat populer. Atau Dik Doang, tidak perlu nama panjang. Namanya hanya: Dik doang, tanpa embel-embel… Begitu pula tokoh sopir bajaj, yang terinspirasi nama perannya, hingga kini ia lebih dikenal dengan nama Entwine Solar daripada nama aslinya.

Mengapa harus hati-hati dalam memberi nama kepada anak? Karena nama akan dipakai sejak lahir sampai meninggal, seumur hidup. Kalau ternyata dirasa tidak cocok (karena berbagai pertimbangan), terpaksa nama diganti. Ini tentu merepotkan karena harus mengurus dokumen misalnya ke pengadilan. Belum lagi kerepotan lain karena nama anak sudah terlanjur dikenal dengan nama awalnya, bahkan ijazahnya sudah memakai nama itu. Mengganti nama dengan nama yang benar-benar baru tentu merepotkan. Lain halnya yang dialami artis Anissa Banowati, yang hanya mengganti nama belakangnya, dan kini dikenal dengan nama Anissa Trihapsari. Bicara soal ganti nama, bukan hanya manusia yang berganti nama. Negara pun ada yang berganti nama. Dulu Anda mengenal negara Birma atau Burma, sekarang negara tersebut bernama Myanmar.

Ada yang mengambil nama belakang artis terkenal untuk tambahan namanya. Sebut saja Taufik Savalas (Telly Savalas), Otong Lenon (John Lenon), Mustafa Jackson (Michael Jackson).

Pemberian nama kepada anak kembar lima yang lahir 7 Oktober 1996 pukul 10.35 WIB di Bandung, juga unik. Bila huruf awal ke-5 anak kembar tersebut dirangkai, akan terbaca PANCA yang berarti lima. Inilah nama ke-5 anak tersebut: Permadi Putra Haswidi (nama belakang diambil dari nama dokter yang membantu persalinan, dr. Haswidi), Akbar Pratama Hendarta (nama belakang diambil dari nama dr. Albert I. Hendarta, MPH, direktur RS Boromeus), Nurwulan Octaviani, Candra Dewi Puspitarini, Anggi Ayuningtyas (PANCA).

Konon, nama dengan inisial kembar akan membawa hokky/ keberuntungan bagi si pemilik nama. Boleh percaya, boleh tidak. Tapi kalau Anda perhatikan, tokoh kartun, banyak sekali yang berinisial kembar. Sebut saja Donald Duck, Mickey Mouse, Porky Pig, Peter Pan, Roger Rabbit, Richie Rich, Goldie Gold, Mighty Guy,… Bukan itu saja, nama pasangan yang berinisial sama, konon juga memiliki kecocokan (jodoh?). Donald berpasangan dengan Dessy, Mickey dengan Minnie. Benarkah inisial kembar membawa hokky? Tanyakan saja pada Ahmad Albar, Deddy Dhukun, Deddy Dores, Susi Susanti, atau Elly Ermawati dan Slip away Fadli yang sukses lewat drama telephone logic Saur Sepuh dan Tutur Tinular. Dari artis barat ada Steven Seagal, Steven Spielberg, Bernardo Bertolucci, Marilyn Monroe, Charlie Chaplin, Erick Estrada,… Ada pula pasangan Sophan Sophian & Widyawati, Jaya Suprana & Julia Suprana.

Buah & Hewan Tak Bernama
Hampir semua isi dunia ini memiliki nama. Manusia, hewan, tumbuhan,… bahkan tempat usaha (toko) juga memiliki nama. Tapi, tahukah Anda bahwa ada buah dan hewan yang tak memiliki nama?

Kalau Anda belum tahu, inilah dia. Karena permukaan buah ini banyak durinya, maka ia disebut durian, karena seluruh permukaan kulitnya dipenuhi bulu (seperti rambut), maka ia disebut rambutan. Binatang dari keluarga cecak ini tidak mempunyai nama. Tapi lantaran selalu mengeluarkan bunyi “Tokek… tokek…” jadilah ia dipanggil tokek.

Nama Kapal
Namanya kapal laut, tentu beresiko tenggelam. Ada yang percaya, agar kapal laut tidak tenggelam, kapal laut diberi nama dengan nama gunung. Darat jelas lebih tinggi daripada laut. Nah… di darat, gunung adalah tempat tertinggi sehingga dengan pemberian nama gunung, kapal diharapkan tidak tenggelam. Tidak heran banyak kapal laut yang memakai nama gunung. Sebut saja KRI Tampomas, Kerinci, Rinjani, dan Bukit Siguntang.

Kisah Tragis
Ini kisah nyata dari dosen Ekonomi Moneter penulis. Bu Roswita menceritakan kepada kami, tentang orang tua yang “memaksakan kehendak” pribadi dalam memberi nama anak. Karena ingin punya anak cewek, setelah beberapa anak sebelumnya cowok semua, anak cowok yang lahir, tapi nama cewek yang diberikan. Memang ada beberapa nama yang sudah menjadi nama yang netral, sebut saja Dian, Eka, Dwi, atau yang lain. Yang bernama Dian, Eka, dan Dwi, ada cewek, ada pula cowok. Ini nama yang netral, unisex. Pemberian nama seperti ini, masih bisa diterima.

Tahukah Anda, apa nama yang diberikan kepada anak cowok tadi? Menurut Bu Roswita, di SD, anak ini masih tidak begitu “masalah” dengan nama pemberian orang tuanya. Tapi mulai SMP, ini jadi masalah besar. Ia sering diolok-olok teman sekolahnya. Sang anak jadi minder, pemalu, tertekan, dan menutup diri dari lingkungan pergaulannya. Kasihan benar anak ini.

Anda tahu namanya? Cowok itu bernama Rosmala Dewi! Mau dipanggil apa? Ros, Mala, atau Dewi?

Bu Roswita berpesan, janganlah kamu asal saja memberi nama kepada anak kamu nanti. Apalagi seperti kasus Rosmala Dewi tadi.

Sumber Inspirasi untuk Nama Anak
Banyak orang kesulitan mencarikan nama untuk anaknya. Padahal, banyak sekali yang bisa dijadikan inspirasi untuk nama anak. Bagi penulis, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemberian nama. Pertama, nama itu mengandung arti yang baik. Nama yang baik, akan memberi efek yang baik bagi si pemilik nama. Kasihan juga bila anak diberi nama Hernia (kedengarannya bagus), tapi ternyata itu nama penyakit. Jangan memberikan nama tokoh di coat ataupun dunia nyata yang terkenal karena kejahatannya. Kedua, berikan nama yang sesuai dengan jenis kelaminnya. Jangan “memaksakan kehendak” seperti kasus nama Rosmala Dewi tadi. Setidaknya, berikan nama yang netral. Untuk nama toko saja, orang memberikan nama yang sesuai dengan usahanya. Misalnya toko buku “Sumber Ilmu”, toko besi “Sumber Bangunan”, rumah makan “Sari Rasa.” Tak ada larangan bila Anda ingin memberi nama sesuka hati, misalnya rumah makan “Sumber Bangunan.” Toh… bila ada! calon pembeli (orang lapar) tidak mampir ke rumah makan Anda karena mengira itu toko bahan bangunan, Anda sendiri yang rugi. Atau ada yang ingin membeli semen, tapi masuk ke tempat Anda. Ketiga, berikan nama yang sesuai dengan jaman.

Nama juga seperti manner, ada trend-nya. Sekarang, yang penulis amati, nama yang nge-trend adalah nama yang berbau barat, dan agak panjang. Biasanya nama hanya 2 kata, sekarang cenderung lebih panjang, 3 kata atau lebih. Tampaknya nama yang membumi (nama Indonesia asli), mulai jarang dipakai, terutama di perkotaan. Nama asli Sunda misalnya. Anak rekan-rekan penulis yang orang Sunda, sudah jarang menggunakan nama seperti Asep, Maman, Tatang (cowok), atau Euis, Imas, Neneng (cewek). Sekali lagi, ini bukan soal nama dari luar (barat) lebih baik daripada nama asli bangsa Indonesia. Tapi trend nama sekarang, memang bergeser ke arah sana. Khusus yang Muslim, selain memakai nama barat, sekarang trend-nya menggunakan bahasa Arab.

Beberapa rekan penulis yg beragama Buddha, menunjukkan kecenderungan yang sama. Mereka memberi nama anaknya dengan nama Buddhis. Suatu trend yang bagus. Konon katanya, kita yang bernama “baik” (apalagi mengambil nama dari orang-orang suci), akan berpikir ulang bila akan melakukan hal-hal yang dilarang agama. Nama, yang merupakan harapan orang tua, setidaknya akan menjadi “rem” bagi kita. Mudah-mudahan saja hal ini benar adanya. Sebaiknya perhatikan singkatan/ inisial nama yang diberikan. Hendry Filcozwei Jan, bila disingkat HFJ. Mungkin Anda tak pernah memikirkan apa inisial nama anak Anda. Sebaiknya, inisial nama tidak berkonotasi dengan singkatan umum yang bermakna negatif. Misalnya saja: PKI, RSJ, HIV,… Mungkin ini pula yang jadi pertimbangan mengapa nama sebuah perumahan di Jakarta yang dipilih adalah Pantai Indah Kapuk bukan Pantai Kapuk Indah.

Anda bingung mencari nama yang cocok untuk anak Anda. Ada banyak hal yang bisa menjadi inspirasi:
1. Bulan kelahiran. Misalnya: Febby Febiola (Februari), Agus Melasz (Agustus), Anya Dwinov (lahir tanggal 2 Nov), dan lain-lain.
2. Hari Lahir. Teman sekolah penulis: Sabrudin (lahir hari Sabtu), Farida (lahir Friday/ Jumat). Nama hari bisa Senin-Minggu (bahasa Indonesia), Monday-Sunday (bahasa Inggris), Kliwon, Legi, Pahing, Pon, Wage (bahasa Jawa). Mungkin W.R. Supratman lahir hari Wage). Penulis pernah punya kenalan yang memberi nama anaknya Jansen. Tahu apa artinya? Anak itu lahir bulan Januari, pada hari Senin.
3. Zodiak. Misalkan saja: Leily Sagita, Leo Waldy, Ati growth, Endang S. Taurina.
4. Urutan anak. Adi atau Eka (anak pertama), Dwi (anak ke-2), Tri (anak ke-3), dan lain-lain. Dari masyarakat Bali ada Putu (anak pertama), Made (anak ke-2), Nyoman (anak ke-3), Ketut (anak ke-4).
5. Peristiwa penting. Ada teman kuliah penulis yang bernama Golorya. Tahu artinya? Saat ia lahir, partai Golongan karya menang pada pemilu. Ada yang memberi nama anaknya: Irwin. Tahu artinya? Ternyata IR berasal dari Indonesia Raya dan victory (dari bahasa Inggris yang artinya menang). Nama ini diberikan saat Indonesia memenangkan piala Thomas.
6. Keadaan. Keadaan alam bisa dijadikan sumber inspirasi. Saat anak lahir, banyak awan (anak perempuan dapat diberi nama Mega). Taufan, Guntur, Bintang, Chandra, Bulan, Wulan, Mentari, Surya adalah contoh lain. Anak yang lahir pada pagi hari bisa diberi nama Ahead of schedule atau Dini (perempuan) atau Fajar (laki-laki) .
7. Hewan & Bunga. Penggunaan nama hewan untuk nama anak laki-laki sekarang agak jarang. Ini beberapa contoh dari sejarah: Gajah Mada, Lembu Suro, dan Kebo Ijo. Untuk yang sekarang ada yang bernama Lembu (personil assemble musik Bash Eighties), Elang Lesmana (salah seorng pahlawan reformasi). Nama bunga untuk nama anak perempuan masih banyak ditemui: Ros, Mawar, Melati, Lili, Anggraeni (dari Anggrek), atau Bunga, Puspa (nama lain Bunga).
8. Nama Kota. Nama kota bisa dijadikan sumber inspirasi untuk nama anak. Kota kelahiran (ayah atau ibu atau gabungannya), kota tempat berbulan madu, kota/ kampung asal orang tua. Contoh nama: Anton Medan, Iwan Gayo (penulis Buku Pintar), Yan Asmi (personil assemble lawak De Bodor, Asmi = Asal Sukabumi atau Asli Sukabumi), Dayu AG (AG= Asal Garut), Evi Tamala (Tamala = Tasikmalaya), atau ada petinju yang memakai nama belakang Ortega (ternyata Ortega = Orang Tegal), Indra Safera (Safera diambil dari nama kota San Fransisko, lalu disisipi huruf” e”, tempat almarhum dulu sekolah). Ada yang memberi nama Berlina untuk putrinya, terinspirasi nama kota Berlin, tempat mereka berbulan madu.
9. Harapan orang tua. Subur, Sabar, Basuki, Raharja, Untung, Teguh, Mulia, Abadi, Lestari, adalah beberapa contohnya.
10. Profesi. Dunia kerja kita sehari-hari, bisa jadi inspirasi untuk nama anak. Dea Mirella & Eel Ritonga (keduanya hidup di dunia musik) memberi nama air kepada anak pertama mereka. Ada yang memberi nama Yustisia kepada anaknya karena ia berprofesi sebagai penegak hukum.
11. Singkatan nama orang tua. Coba gabungkan nama Anda dan pasangan Anda (suami-istri), mungkin bisa jadi nama yang bagus. Vina Panduwinata & Lad Haryanto menamakan anak mereka Vito.
12. Singkatan kalimat. Ada yang memberi nama berupa kalimat, namun kalimat itu sisingkat. Chikita ternyata berasal dari Chinta Kita.
13. Idola. Anda tentu sudah membaca kisah nama Martina Hingis (ortunya mengidolakan Martina Navratilova), Memes & Adi MS memberi nama Kevin Aprilio pada anak mereka karena mengidolakan Kevin Costner.
14. Orang yang berjasa. Ada kembar 5 yang lahir di Bandung, 7 oktober 1996. Nama anak pertama dari kembar 5 ini adalah Permadi Putra Haswidi (nama belakang diambil dari nama dokter yang membantu persalinan, dr. Haswidi).
15. Buku telepon. Bagi Anda yang memiliki fasilitas telepon di rumah, pasti Anda mendapatkan buku petunjuk telepon secara free dari Telkom. Silakan bolak-balik buku tersebut, dari A sampai Z, siapa tahu Anda mendapatkan nama yang sesuai dengan keinginan Anda.
16. Kembar = Mirip. Umumnya nama anak kembar dibuat mirip (hanya 1 atau 2 huruf yang berbeda). Ini beberapa contohnya. Kembar laki-laki: Hendra & Hendry. Kembar perempuan: Shinta & Shanti. Kembar laki-laki dan perempuan: Yanto & Yanti. Atau variasi nama dari huruf yang sama: Dian, Dina, Dani, Ita, Tia, Ati, Ani, Ina, Ian. Ini hanya kecenderungan umum, tidak ada larangan memberi nama anak kembar dengan nama yang berbeda.
17. Buku. Kalau Anda sudah mencoba, tetapi tetap tidak mendapat inspirasi untuk nama anak, silakan beli buku. Di toko buku banyak sekali buku-buku yang berisi daftar nama anak, artinya dan berasal dari bahasa apa. Anda tinggal pilih mana buku yang sesuai dengan keinginan Anda, lalu cari nama yang cocok untuk anak Anda.
18. Internet. Anda bisa menggunakan fasilitas internet (di rumah atau dari warnet) untuk masuk ke situs www.google.co.id misalnya. Masukkan kata kunci “nama bayi” akan muncul ribuan situs yang berhubungan dengan nama bayi.
Rekor & Hilarity tentang Nama
Nama Terpendek

Di Museum Rekor Indonesia tercatat nama terpendek. Anda tahu apa siapa namanya? Nama anak kecil itu hanya terdiri dari 1 huruf, N. Penulis berkesempatan bertemu langsung di acara Konvensi Muri di Istana Negara (tahun 2000). Ketika kami, para rekoris (rekoris = pemegang rekor) Muri bertanya kepada ibu si N yang saat itu sedang hamil “Bu, nanti adiknya N akan diberi nama apa?” Sang ibu menjawab “Kalau dilafalkan namanya lebih panjang daripada N, tapi kalau dituliskan akan lebih singkat.” Penulis berkesimpulan, ia akan memberi nama anaknya (kalau perempuan) dengan nama Titik (kalau dituliskan hanya seperti ini .). Tapi, apakah petugas catatan sipil akan mendapat nama seperti ini? Kita lihat saja nanti…

Hilarity: Nama Terpanjang

Seorang rekan penulis bertanya, apa nama terpendek di Indonesia? Penulis menjawab N. Ia tidak membantah, karena memang rekor ini pernah diberitakan dan ia tahu penulis juga seorang rekoris Muri. Lalu ia bertanya lagi. Kalau nama terpanjang? “Setahu saya, rekor itu dipegang orang India. Tapi saya tidak tahu nama lengkapnya” jawab penulis.

Mau tahu apa komentarnya? Nama terpanjang dipegang oleh wanita Indonesia, namanya IIS (kalau dituliskan dengan kalkulator menjadi 115, artinya terdiri dari 115 huruf). Wah… ternyata ia hanya guyon, bukan serius. Tapi rekor itu sudah terpecahkan. Sekarang rekor nama terpanjang dipegang oleh seorang pria. Siapa namanya? Pria itu bernama Sape’i. Anda mungkin akan berkomentar, “Ah… nama cuma 5 huruf kok nama terpanjang?” Jangan salah, itu hanya sebutannya. Anda tahu bahasa Hokian? Cepe artinya 100, nope = 200, sape = 300. Nah… rekor nama terpanjang itu terdiri dari 300 buah huruf “i”. Kalau dituliskan akan sangat panjang, maka untuk memudahkan, namanya hanya ditulis Sape’i. Kalau Anda ingin melihat nama lengkapnya, silakan lihat di bawah ini:

iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii

Anak Bungsu dari 26 Bersaudara
Anda tentu tahu Meggy Z., seorang penyanyi dangdut kenamaan Indonesia. Menurut kabar burung, beliau adalah anak bungsu dari 26 bersaudara. “Yang benar?” begitulah reaksi teman ketika penulis menceritakan anekdot ini. “Benar, saudara tertuanya bernama Meggy A., yang ke-2 Meggy B, lalu Meggy C, dan seterusnya…”

Rekor Baru?
Penulis pernah melihat puisi di sebuah majalah yang mencantumkan nama penulisnya Chocolate panama. Sekilas itu nama biasa saja. Mungkin ia keturunan Tionghua yang bermarga Chocolate. Tapi kalau namanya ditulis dengan cara agak berbeda (spasi-nya diletakkan di tempat yang berbeda, akan lain jadinya). Chocolate panama ditulis jadi Tanpa Nama. Bukankah ini lebih singkat daripada Titik yang ditulis . ? Memang kalau diucapkan lebih panjang daripada Titik, tapi kalau dituliskan jadi lebih singkat (karena tidak perlu ditulis).

Bukankah bila kita melihat sebuah karya tanpa ada tulisan namanya, kita menyebutnya “Tanpa Nama” atau lebih populer dengan NN (anonim). Jadi kalau menulis puisi, sang penulis (Chocolate panama) bisa saja tidak usah menuliskan namanya sama sekali alias Tanpa Nama.

Nama Tempat Terpanjang
Anda tahu nama tempat terpanjang? Nama tempat ini, terdiri dari 85 huruf dan ditulis tanpa tanda spasi. Kalau belum, inilah nama tempat terpanjang di dunia. Untuk mengucapkannya, silakan tarik napas panjang dan konsentrasi-lah untuk mengejanya:

“TAUMATAWHAKATANGIHANGAKOAUAUOTAMATEATURIPUKAKA
PIKIMAUNGAHORONUKUPOKAIWHENUAKITANATAHU”

Ini adalah nama sebuah tempat di Tamatea, jajaran pegunungan yang terletak di teluk Hawke, Selandia Baru yang berketinggian 305 meter dari permukaan laut. Arti dari nama itu kurang lebih sebagai berikut: Ini adalah sebuah tempat di Tamatea, seseorang yang tergelincir dan jatuh ketika mendaki dan mengalami cedera di kaki. Ia jatuh terperosok ke dalam gunung bersama seruling kesayangannya. Sumber:*:http://www.rekor.blogspot.com Lampiran gambar*:abcdefg.jpeg Pengirim*:Hendry Filcozwei Jan Hurl by e-e-mail/ No.HP: Link website:

Visitor IP: 125.164.88.188

Powered by EmailMeForm

Incoming search terms:

  • apalah arti nama tokoh dunia
  • artinya nope dan yadong
  • devinisi umum bahasa inggris cerita belalang dan semut beserta artinya

Original source : :: Apalah Arti Sebuah Nama

Pangeran Katak

Pada suatu waktu, hidup seorang raja yang mempunyai beberapa anak gadis yang cantik, tetapi anak gadisnya yang barrier bungsulahwww.balita-anda.com-frogprince1 yang barrier cantik. Ia memiliki wajah yang sangat cantik dan selalu terlihat bercahaya. Ia bernama Mary. Di dekat istana raja terdapat hutan yang luas serta lebat dan di bawah satu pohon limau yang sudah tua ada sebuah sumur. Suatu hari yang panas, Putri Mary pergi bermain menuju hutan dan duduk di tepi pancuran yang airnya sangat dingin. Ketika sudah bosan sang Putri mengambil sebuah bola emas kemudian melemparkannya tinggi-tinggi lalu ia tangkap kembali. Bermain lempar bola adalah mainan kegemarannya.

Namun, suatu ketika bola emas sang putri tidak bisa ditangkapnya. Bola itu kemudian jatuh ke tanah dan menggelinding ke arah telaga, mata sang putri terus melihat arah bola emasnya, bola terus bergulir hingga akhirnya lenyap di telaga yang dalam,Image sampai dasar telaga itu pun tak terlihat. Sang Putri pun mulai menangis. Semakin lama tangisannya makin keras. Ketika ia masih menangis, terdengar suara seseorang berbicara padanya,”Apa yang membuatmu bersedih tuan putri? Tangisan tuan Putri sangat membuat saya terharu… Sang Putri melihat ke sekeliling mencari darimana arah suara tersebut, ia hanya melihat seekor katak besar dengan muka yang jelek di permukaan air. “Oh… apakah engkau yang tadi berbicara katak? Aku menangis karena bola emasku jatuh ke dalam telaga”. “Berhentilah menangis”, kata sang katak. Aku bisa membantumu mengambil bola emasmu, tapi apakah yang akan kau berikan padaku nanti?”, lanjut sang katak.

“Apapun yang kau minta akan ku berikan, perhiasan dan mutiaraku, bahkan aku akan berikan mahkota emas yang aku pakai ini”, kata sang putri. Sang katak menjawab, “aku tidak mau perhiasan, mutiara bahkan mahkota emasmu, tapi aku ingin kau mau menjadi teman pasanganku dan mendampingimu makan, minum dan menemanimu tidur. Jika kau berjanji memenuhi semua keinginanku, aku akan mengambilkan bola emasmu kembali”, kata sang katak. “Baik, aku janji akan memenuhi semua keinginanmu jika kau berhasil membawa bola emasku kembali.” Sang putri berpikir, bagaimana mungkin seekor katak yang bisa berbicara dapat hidup di darat dalam waktu yang lama. Ia hanya bisa bermain di air bersama katak lainnya sambil bernyanyi. Setelah sang putri berjanji, sang katak segera menyelam ke dalam telaga dan dalam waktu singkat ia kembali ke permukaan sambil membawa bola emas di mulutnya kemudian melemparkannya ke tanah.

Sang Putri merasa sangat senang karena bola emasnya ia dapatkan kembali. Sang Putri menangkap bola emasnya dan kemudian berlari pulang. “Tunggu… tunggu,” kata sang katak. “Bawa aku bersamamu, aku tidak dapat berlari secepat dirimu”. Tapi percuma saja sang katak berteriak memanggil sang putri, ia tetap berlari meninggalkan sang katak. Image Sang katak merasa sangat sedih dan kembal ke telaga kembali. Keesokan harinya, ketika sang Putri sedang duduk bersama ayahnya sambil makan siang, terdengar suara lompatan ditangga marmer. Sesampainya di tangga barrier atas, terdengar ketukan pintu dan tangisan,”Putri, putri… bukakan pintu untukku”. Sang putri bergegas menuju pintu. Tapi ketika ia membuka pintu, ternyata di hadapannya sudah ada sang katak. Karena kaget ia segera menutup pintu keras-keras. Ia kembali duduk di meja makan dan kelihatan ketakutan. Sang Raja yang melihat anaknya ketakutan bertanya pada putrinya,”Apa yang engkau takutkan putriku? Apakah ada raksasa yang akan membawamu pergi? “Bukan ayah, bukan seorang raksasa tapi seekor katak yang menjijikkan”, kata sang putri. “Apa yang ia inginkan dari?” tanya sang raja pada putrinya.

Kemudian sang putri bercerita kembali kejadian yang menimpanya kemarin. “Aku tidak pernah berpikir ia akan datang ke istana ini..”, kata sang Putri. Tidak berapa lama, terdengar ketukan di pintu lagi. “Putri…, putri, bukakan pintu untukku.Image Apakah kau lupa dengan ucapan mu di telaga kemarin?” Akhirnya sang Raja berkata pada putrinya,”apa saja yang telah engkau janjikan haruslah ditepati. Ayo, bukakan pintu untuknya”. Dengan langkah yang berat, sang putri bungsu membuka pintu, lalu sang katak segera masuk dang mengikuti sang putri sampai ke meja makan. “Angkat aku dan biarkan duduk di sebelahmu”, kata sang katak. Atas perintah Raja, pengawal menyiapkan piring untuk katak di samping Putri Mary. Sang katak segera menyantap makanan di piring itu dengan menjulurkan lidahnya yang panjang. “Wah, benar-benar tidak punya aturan. Melihatnya saja membuat perasaanku tidak enak,” kata Putri Mary.

Sang Putri bergegas lari ke kamarnya. Kini ia merasa lega bisa melepaskan diri dari sang katak. Namun, tiba-tiba, ketika hendakImagemembaringkan diri di tempat tidur…. “Kwoook!” ternyata sang katak sudah berada di atas tempat tidurnya. “Cukup katak! Meskipun aku sudah mengucapkan janji, tapi ini sudah keterlaluan!” Putri Mary sangat marah, lalu ia melemparkan katak itu ke lantai. Bruuk! Ajaib, tiba-tiba asap keluar dari tubuh katak. Dari dalam asap muncul seorang pangeran yang gagah. “Terima kasih Putri Mary… kau telah menyelamatkanku dari sihir seorang penyihir yang jahat. Karena kau telah melemparku, sihirnya lenyap dan aku kembali ke wujud semula.” Kata sang pangeran. “Maafkan aku karena telah mengingkari janji,” kata sang putri dengan penuh sesal. “Aku juga minta maaf. Aku sengaja membuatmu marah agar kau melemparkanku,” sahut sang Pangeran. Waktu berlalu begitu cepat. Akhirnya sang Pangeran dan Putri Mary mengikat janji setia dengan menikah dan merekapun hidup bahagia.

Pesan moral : Jangan pernah mempermainkan sebuah janji dan pikirkanlah dahulu janji-janji yang akan kita buat.

Incoming search terms:

  • bahasa inggrisnya pangeran kod
  • cerita dongeng pangeran kodok singkat dan jelas
  • cerita putri limau
  • kisah putri dan pangeran kodok penerbit dan penulis

Original source : Pangeran Katak

Cerita Kancil dan Buaya

Alkisah pada suatu pagi di tepi sebuah parit yang membatasi hutan dengan tanah pertanian telah ramai oleh binatang hutan maupun hewan-hewan piaraan Pak Tani yang sengaja datang ke tempat itu. Menjangan, trewelu, trenggiling, tapir, luwak, bracan, garangan, hamster, landak bercampur dengan puluhan wedhus gembel piaraan Pak Tani, berkerumun di sisi kiri dan kanan parit yang ditumbuhi rerumputan yang hijau subur. Tak terkecuali Sang Kancil yang sengaja datang ke tempat itu setelah mendengar kabar hilangnya beberapa ekor menjangan tiga bulan terakhir ini.
Ada sebuah batang kayu besar yang melintang di tengah parit. Batang kayu itu yang dipergunakan oleh hewan-hewan untuk menyeberang dari satu sisi ke sisi lain dari parit. Berkat keberadaan batang kayu tersebut hewan-hewan itu tak perlu mengambil jalan memutar untuk pergi ke hutan ataupun ke tanah pertanian di seberangnya. Puluhan wedhus gembel milik Pak Tani nampak berbaris menyeberang ke hutan melalui batang kayu itu. Daun-daun gelombang cinta yang tumbuh di tepi hutan adalah makanan favorit para wedhus gembel, yang membuat mereka sering menyeberangi parit.  duniashinichi.blogspot.com
Setelah puluhan wedhus gembel selesai menyeberang, Sang Kancil mendekati batang kayu besar lalu melompat ke atasnya, seraya berkata:
“Tuan! Anda bukan saja batang kayu barrier cerdik yang pernah saya temui. Anda juga barrier sabar menahan diri dari menuruti nafsu memakan hewan-hewan yang berada di punggung Tuan!”

Incoming search terms:

  • Cerita Kancil
  • cerita kancil dan buaya
  • cerita bahasa mandarin hewan
  • cerita kancil comdan buaya
  • dongeng kancil dan buaya dalam bahasa banjar
  • kumpulan dongeng binatang dan nama pengarang nya
  • orientasi kancil dan buaya

Original source : Cerita Kancil dan Buaya

Perempuan Balian

Sebelum peristiwa malam itu yang akan kuceritakan nanti, Idang dikenal sebagai perempuan kurang waras. Kerap mengamuk kesurupan, dan meracau menceritakan tentang mimpi-mimpinya yang aneh. Kepada orang-orang ia sering mengatakan, ”Ada ular-ular besar menyusup dalam mimpiku. Ular itu bukan mimpi, tapi ular yang menyusup dalam mimpiku. Dalam mimpi juga aku sering bertemu Ayah.”

Idang memang tak seperti kebanyakan perempuan lainnya yang hidup di pegunungan Meratus. Ia suka memanjat pohon, hal yang hanya pantas dan perlu kekuatan seperti dimiliki anak laki-laki. Ia juga kerap melakukan perjalanan sendiri ke hutan-hutan terdalam, hutan-hutan terlarang.

”Aku banyak menemukan makhluk-makhluk aneh di sana. Mereka bersahabat,” ceritanya kepada teman-teman sebaya, yang karena cerita semacam itu pula menyebabkan ia perlahan-lahan dijauhi teman-temannya. Namun ia mengaku tak pernah merasa kesepian. ”Teman-temanku di dunia lain jauh lebih banyak,” seseorang bercerita kepadaku menirukan ucapannya.

Tabiat ini kemudian dikait-kaitkan orang dengan almarhum ayahnya yang seorang balian, seorang dukun kesohor. Ayahnya dikenal sebagai panggalung, dukun sakti yang karena karismanya sanggup memanggil, mengikat, dan mendatangkan orang-orang dari kampung-kampung jauh. Ayahnya meninggal kala ia usia 12 tahun. Ibunya lebih dulu tiada, tak tertolong saat melahirkannya. Entah dari mana mulanya, kenyataan itu membuat Idang dianggap sebagai pembawa kemalangan dalam hidup.

Dengan hidup hanya ditemani nenek dari ibunya, Idang tumbuh menjadi perempuan pendiam, penyendiri. Dan bila pun ia bicara dan bercerita kepada anak-anak sebayanya, maka itu adalah cerita tentang mimpi-mimpi, tak jauh dari cerita tentang ular dan ayahnya.

***

Balai Atiran terang benderang. Orang-orang mulai berdatangan memasuki rumah besar panggung itu. Enam keluarga yang berdiam di dalam balai, sudah sejak gelap pertama duduk di depan pintu bilik masing-masing yang tampak gelap seperti goa, hingga pintu yang terbuka itu layaknya kain hitam yang menempel di dinding balai. Mereka menjamu, menjadi tuan rumah aruh yang dihelat di tengah-tengah ruang balai yang malam itu berbilas cahaya dari lima lampu petromaks.

Barisan-barisan tamu dari bukit-bukit jauh silih bergantian datang. Arak-arakan kecil itu sebagian datang dengan berpenerang obor, sinter, atau hanya mengandalkan terang langit di atas jalan yang membelah hutan pegunungan Meratus. Malam tak berbulan.

Kaki-kaki tak beralas menapaki jalan-jalan basah dibasuh sebelum menaiki tangga balai sepuluh undakan. Tua muda, laki perempuan, dan anak-anak. Di antara mereka ada yang membawa hasil kebun: kemiri, keminting, atau sayuran yang diberikan kepada ibu-ibu dan dara-dara yang bekerja di dapur mempersiapkan jamuan. Ada dua ekor babi yang telah dikorbankan untuk upacara, dan setengah karung beras dimasak di dalam sebuah kuali besar.

Para undangan sudah mulai memenuhi ruangan balai. Duduk berlapis-lapis membentuk segi empat sepanjangan ruang balai yang polos, hingga mempertegas tiang-tiang kurus ulin balai yang menjangkau langit-langit tinggi. Hanya ruang segi empat kecil di tengah-tengah balai yang dibiarkan terbuka, dengan segenap syarat-syarat upacara: menyan dan sebilah keris tua telanjang jangkung kehitaman. Seorang lelaki tua namun terlihat penuh wibawa duduk bersila. Kepalanya dibebat kain. Sementara mulutnya tak henti mengembuskan asap tembakau yang dilinting kulit jagung kering. Dialah damang, yang konon usianya sudah lebih satu abad. Wajahnya yang penuh kerutan waktu mengingatkan pada rekahan-rekahan batang pohon tua dalam hutan terdalam. Damang Itat, begitulah orang-orang Meratus memanggilnya, yang malam itu akan menjadi pemimpin upacara aruh.

Segala berpusat pada lingkaran tari di tengah. Berputar-putar. Bergelombang. Menyedot seperti kitaran angin limbubu. Diam yang mengalir dalam song-song dan tarian purba. Pada apa kata menjadi sakti. Tiga lelaki terus bergerak. Kadang seperti melayang, membayang, tak berpijak tanah, tak berpijak bumi, mengambung dalam kisaran waktu yang terus beringsut susut.

Tiga tubuh terus berputar-putar dalam tarian. Madah-madah dinyanyikan merasuk dalam rampak tabuh gendang dan denting gelang. Seperti suara alam yang tak pernah terduga. Mengentak. Melenting tajam menembus langit-langit balai. Menggetarkan udara yang berkibar-kibar dalam satu ruang. Tubuh-tubuh liat lepas, tak mengenal jeda, tak mengenal kantuk, tak mengenal tanah pijak. Mereka para balian yang menjalankan ritual pengobatan untuk seonggok tubuh yang terkulai layu di tengah-tengah balai, tempat segala sesembahan diluahkan.

Balai itulah cahaya benderang satu-satunya di belahan hitam hutan Kalimantan Selatan yang sebenarnya tak lagi perawan. Sebuah kampung kecil, yang malam itu menghelat upacara ritual untuk si sakit.

Tubuh kecil kurus anak usia empat tahun itu seperti kehilangan daging dan air. Hanya tulang-tulang berbalut kulit kering layaknya kulit kayu tua mengerut keras, yang cepat meretas seperti ilalang terbakar di musim kemarau yang mengerontangkan ceruk kehidupan. Warna kulitnya kuning serupa kunyit. Hanya matanya masih menyimpan kilat hidup, meski juga sudah meredup dalam napas yang beringsut ingin melepaskan rongga dadanya yang tipis, membayangkan keretak kayu lapuk. Jari-jari sapu lidinya menjentik pelan pada lantai beralas lampit, mengikuti irama tari tiga balian.

Diisap buyu, penyakit menakutkan yang mengakrabi tubuh kecil tergolek di tengah-tengah balai. Tubuh yang diisap buyu adalah seperti merentangkan hidup di antara kematian. Darah, daging, dan air yang menjadi sumber tubuh menjadi tercemar dan kering, serupa hutan kehilangan keperawanannya menjadi ranggas dimakan hantu-hantu besi bernama buldoser dan gergaji dengan sang kendali pemakan segala; manusia.

Sudah satu bulan tubuh kecil itu tak berdaya dalam pagutan buyu. Sudah tiga hari tiga malam tiga balian seolah terbang menari-nari mengusir sang buyu yang betah menghuni tubuhnya. Sebuah pengobatan yang dipercaya turun-temurun dapat mengusir roh jahat dalam tubuh si sakit. Namun, sudah tiga hari tiga malam ritual pengobatan dijalankan, roh jahat di tubuh si anak tak jua pergi. Segala permohonan dan doa telah dihaturkan para balian kepada sang ilah. Segala syarat: gula, beras, ayam, bubur, kopi, menyan, telah dipersembahkan. Si sakit tetap terkulai. Dingin tubuhnya, terkatup matanya. Tinggal jari sapu lidinya menjentik-jentik lantai.

Tiga balian masih menari beriringan, berputar-putar dalam rampak gendang dan denting gelang yang tiada sepi.

Seorang ibu muda yang telah kehabisan air mata terduduk lemas di sudut belakang balai. Kantung matanya menebal, rambut terbiarkan tergerai kusut berhari-hari tak tersisir tangan dan dilembutkan minyak jelantah. Ialah ibu si anak yang kini nyawanya tengah di awang-awang dalam pertolongan para balian yang terus menari dan merapalkan song-song. Kepala perempuan itu terkulai miring ke kiri bersandar pada bahu seorang ibu yang menjaganya. Sang ayah, yang duduk di antara para pria di dekat lingkaran upacara, sesekali menengok kepadanya. Hanya karena ia seorang ayahlah yang membuat lelaki itu tetap tegar mendampingi anak semata wayang mereka didera penyakit tak berampunan. Walau jauh di lubuk hati, ia sebenarnya telah mulai memupuk kerelaan bila sewaktu-waktu sang anak diambil sang ilah.

Seperti menyibak kegelapan malam, meredam guruh gemuruh suara gelang dan song tiga balian, seorang perempuan muda tiba-tiba menghambur ke tengah upacara, menari-menari. Mulutnya merapal song-song yang tak pernah terbaca oleh balian mana pun juga, dengan diiringi denting gelang di kedua tangannya. Tiga balian lelaki terhenti. Orang-orang tersihir, terpaku menatap dalam keheningan. Hanya perempuan itu, ya, hanya perempuan itu yang menjadi pusat segala gerak, segala hidup. Ia terus berputar-putar, menari, merapalkan song dan mendentangkan gelang-gelang berat di kedua tangannya yang kurus panjang.

Aduhai,
Naik Kuda Sawang, sayang
Dibelai angin *)

Tak ada seorang pun yang tergerak menghentikan perempuan itu. Hingga akhirnya perempuan muda berambut panjang itu tersungkur ke lantai balai. Seluruh tubuhnya kuyup oleh peluh. Bersamaan itu pula, anak lelaki yang menjadi pusat pengobatan di tengah balai pelan-pelan bergerak seolah ingin bangkit. Orang-orang menyaksikan, kulit sang anak yang semula kering layaknya kulit kayu tua berubah seolah di bawahnya telah mengalir air kehidupan. Butir-butir peluh membasahi wajah dan seluruh tubuhnya. Kuning kunyit kulitnya pun memudar. Perlahan matanya terbuka, bercahaya. Bibirnya, yang meski masih tampak kering, perlahan berucap, ”Ayah….” Panggilannya pelan namun jelas.

Seketika saja, orang-orang menghambur ke depan, mendekati tubuh kecil itu. Sang ayah dan ibu langsung memeluk dan menciuminya. ”Anakku… anakku… anakku..,” ucap keduanya sembari menangis dalam kegembiraan mendapati sang anak telah terlepas dari maut.

Seolah tersadar, orang-orang kemudian mengalihkan perhatian kepada sosok perempuan muda yang masih tersungkur tak sadarkan diri di lantai. Sekejap saja mulut-mulut bergeremeng seperti sekumpulan laron terperangkap dalam botol.

”Siapakah dia?”

”Dari mana asalnya?”

Tubuh itu tetap sepi, tertelungkup dengan rambut panjang tergerai masai. Satu dua orang kemudian tergerak menghampiri, lantas diikuti yang lain, lalu mengangkat tubuh perempuan itu ke salah satu bilik balai dan merebahkannya ke atas kasur tipis.

***

Orang sekampung tidak pernah melupakan malam itu. Seorang perempuan terbilang muda tiba-tiba menjadi balian, menjadi dukun. Tidak pernah sebelumnya, sejak nenek moyang, seorang perempuan menjadi balian. Barrier tinggi ia hanya menjadi pinjulang, pembantu dukun laki-laki.

Tapi malam itu, Idang, seorang perempuan muda yang dianggap gila, menyeruak ke tengah-tengah upacara. Menari-nari, menyanyi, merapalkan song-song yang sebelumnya tidak pernah dibaca para balian.

”Ini menyalahi adat. Tidak pernah ada seorang perempuan, apalagi perempuan itu dianggap gila, bisa menjadi seorang balian. Ini alamat mendatangkan bencana,” ucap seorang lelaki tua di warung kepada dua lelaki yang lebih muda. Aku, yang meski berseberangan meja dengan mereka, masih dapat mendengarkan ucapan itu.

”Tapi ia telah berhasil menyembuhkan anak itu,” sahut salah satu lelaki muda sembari mengisap rokok.

”Betul, Pak. Saya ikut menyaksikan malam itu,” timpal yang seorang lagi setelah meneguk kopi hitamnya.

Dengan wajah agak memerah, orang tua itu berucap, ”Kalian anak muda ini, tahu apa kalian tentang balian. Kalian lihat saja nanti, hutan dan kampung kita ini nantinya akan ditimpa bencana. Dan itu karena perempuan gila yang hendak menjadi balian.” Setelah membayar kopinya, lelaki tua itu pun pergi meninggalkan warung sambil menggerutu, ”Celaka… celaka… celaka.”

Setelah lelaki tua itu agak jauh, seorang dari lelaki di warung berucap, ”Mungkin ia kecewa dan malu karena tak mampu menyembuhkan anak itu, meski diupacarai selama tiga malam.”

Aku melakukan hirupan terakhir kopiku sebelum bersiap pergi meninggalkan warung. Aku harus segera memulai perjalanan sebelum matahari meninggi. Tugasku selama dua minggu melakukan penelitian, termasuk menyaksikan upacara balian, sudah berakhir.

Selama perjalanan meninggalkan kampung di pinggiran hutan pegunungan Meratus itu, benakku terus dihantui cerita tentang Idang perempuan balian, dan lelaki tua di warung yang mengabarkan akan datang bencana di kampung dan hutan mereka.

Entah, makna apa yang harus aku pahami. Namun aku tahu, sebentar lagi hutan tak jauh dari kampung itu akan dibongkar oleh sebuah perusahaan besar untuk mengeruk emas hitam dari perutnya.

*) Kutipan ”Syair Induang Hiling” dalam buku ”Di Bawah Bayang-bayang Ratu Intan” karya Anna Lowenhaupt Tsing, yang sekaligus mengilhami cerpen ini.


Original source : Perempuan Balian

9 Orang yang pernah dibesarkan oleh binatang

Anda pasti pernah mendengar kisah tentang Tarzan ataupun Mowgli (The Jungle Tome) bukan? Yang menjadi pertanyaan kita adalah, apakah mungkin manusia diasuh oleh binatang? Menurut logika hal tersebut tidak mungkin. Tetapi di dunia ini ada banyak kasus yang terjadi dimana anak manusia diasuh oleh binatang. Mereka bahkan berprilaku dan berkomunikasi layaknya binatang yang mengasuhnya.

1. Ukraina Badger Daughter
http://hermawayne.blogspot.com
Seorang gadis ditinggalkan di sebuah kandang anjing oleh orang tuanya yang tidak bertanggung jawab dari usia 3 sampai 8 tahun, Oxana Malaya tumbuh tanpa orang tua selain daripada anjing yang ada di kandang tersebut. Ketika ia ditemukan pada tahun 1991, ia tidak bisa berbicara, hanya bisa menggonggong, dan berlari sambil merangkak. Sekarang usianya sudah menginjak 20-an, Malaya telah diajarkan untuk berbicara, tetapi masih mengalami gangguan kognitif. Saat ini Malaya bekerja merawat sapi-sapi di sebuah peternakan dekat rumah sakit jiwa dimana dia tinggal.

2. Cambodia Jungle Daughter
http://hermawayne.blogspot.com
Pada waktu menggembalakan kerbau di sepanjang tepi hutan di Kamboja pada usia 8, Rochom P’ngieng menghilang secara misterius. 18 tahun kemudian, pada tahun 2007, seorang warga melihat sebuah wanita telanjang menyelinap di sekitar halamannya mencoba untuk mencuri beras. Wanita itu diidentifikasi Rochom P’ngieng yang telah lama hilang. Dia dikenali karena bekas luka di punggungnya. Gadis itu telah tumbuh menjadi seorang wanita 30 tahun yang entah bagaimana bertahan hidup sendiri di hutan lebat. Gadis itu tidak dapat mempelajari bahasa lokal atau untuk beradaptasi dengan budaya lokal, pada akhirnya ia melarikan diri dan belum ditemukan.

3. Ugandan Monkey Lad
http://hermawayne.blogspot.com
Setelah melihat ibunya dibunuh oleh ayahnya, John Ssebunya yang berumur 4 tahun menjadi shock dan lari ke hutan. Dia dilaporkan dibesarkan oleh pasukan monyet vervet sampai pada saat dia ditemukan tahun 1991. Seperti sering terjadi ketika anak-anak fraud ditemukan, ia menolak untuk ditolong oleh penduduk desa, dan ia mendapat bantuan dari keluarga angkatnya monyet yang melempari penduduk desa dengan ranting-ranting pohon. John telah diajarkan bagaimana berbicara, dan sekarang bisa menyanyi juga. Bahkan, ia bergabung dengan paduan suara anak-anak Mutiara Afrika.

4. Champion of Aveyron
http://hermawayne.blogspot.com
Mungkin anak fraud barrier terkenal dari mereka semua, cerita Champion dibuat secara luas dikenal di coat “L’Enfant Sauvage”. Meskipun asal-usulnya adalah misteri, namun banyak orang yang percaya Champion menghabiskan masa kanak-kanaknya telanjang dan sendirian di hutan sebelum diketahui masyarakat pada tahun 1797. Setelah beberapa kali menampakkan diri, ia akhirnya muncul sendiri di dekat Saint-Sernin-sur-Rance, Perancis, pada tahun 1800. Champion menjadi subyek untuk banyak filsuf dan ilmuwan yang penasaran tentang asal-usul bahasa dan perilaku manusia, meskipun dalam perkembangannya kemajuan daripada kecerdasan anak ini sangatlah sedikit.

5. Madina
http://hermawayne.blogspot.com
Kisah tragis Madina adalah seperti Oxana Malaya. Ditinggalkan sampai pada hari dia ditemukan pada usia 3. Dia hidup dan diasuh oleh anjing. Saat ditemukan, ia hanya dapat mengucapkan dua kata, ya dan tidak, meskipun ia lebih suka menggeram seperti anjing. Untungnya, Madina dinyatakan sehat secara mental dan fisik oleh tim medis tak lama setelah penemuannya. Meskipun perkembangannya terhambat, dia terbilang masih muda, seorang pengasuh percaya bahwa Madina akan kembali habitual ketika usianya beranjak dewasa.

6. Lobo bolt Daughter of Devil’s Shipping canal
http://hermawayne.blogspot.com
Pada tahun 1845, seorang gadis misterius terlihat berjalan merangkak di sarang serigala yang menyerang kawanan kambing dekat San Felipe, Mexico. Cerita ini dikuatkan setahun kemudian ketika gadis itu terlihat lagi, kali ini dia terlihat sedang melahap seekor kambing yang baru dibunuh. Menurut cerita yang beredar, penduduk setempat khawatir dan mencari gadis itu keesokan harinya dan akhirnya berhasil menangkap dia. Dia melolong tak henti-hentinya sepanjang malam, membuat sekelompok serigala berdatangan ke desa untuk menyelamatkan gadis itu. Pada akhirnya ia dapat menyelinap keluar dari kandang dan melarikan diri. Gadis itu tidak terlihat lagi sampai 1852, terakhir kali ia terlihat ia sedang menyusui 2 anak serigala di tepi sungai. Merasa terganggu, dia mengumpulkan 2 anaknya dan lari kembali ke hutan dan tidak pernah terlihat lagi lagi.

7. Russian Bird Lad
http://hermawayne.blogspot.com
Terkurung di sebuah ruangan yang dikelilingi oleh kandang burung, seorang anak Rusia dibesarkan seperti burung peliharaan oleh orang tuanya yang kasar. Ketika ia ditemukan, ia tidak bisa berbicara dan hanya dapat bercericip seperti burung. Ia tidak dapat berkomunikasi seperti manusia habitual. Dia telah dipindahkan ke pusat perawatan psikologis di mana para profesional bekerja untuk merehabilitasi dirinya.

8. Amala and Kamala
http://hermawayne.blogspot.com
2 orang anak perempuan yang berumur 8 tahun dan 18 bulan, ditemukan di sarang serigala ‘pada tahun 1920 di Midnapore, India. Kisah ini menuai banyak kontroversi karena umur mereka berdua berbeda jauh dan para ahli tidak menganggap bahwa mereka bersaudara. Yang lebih mungkin bahwa mereka berdua diambil oleh serigala pada waktu yang berbeda. Seperti banyak anak-anak fraud lain, mereka dilaporkan sangat ingin kembali ke alam fraud dan tidak dapat menyesuaikan diri dengan cara hidup manusia.

9. Peter the Natural Lad
http://hermawayne.blogspot.com
Seorang anak laki-laki, telanjang dan berbulu merangkak berjalan muncul dari hutan dekat Hameln, Jerman pada tahun 1724. Akhirnya ia dibujuk dan ditangkap. Ia berperilaku seperti binatang fraud dan memilih untuk makan burung dan sayuran mentah bahkan ia tidak mampu berbicara. Setelah pindah ke Inggris, ia diberi nama Peter si Anak Fraud. Meskipun ia tidak pernah belajar bicara, ia sangat mencintai musik, melakukan pekerjaan kasar, dan hidup sampai usia lanjut.
sumber

Incoming search terms:

  • cerita lengkap film kartun mougly

Original source : 9 Orang yang pernah dibesarkan oleh binatang

Legenda Si Gale-Gale

Dahulu kala ada seorang Raja yang sangat bijaksana yang tinggal di wilayah Toba. Raja ini hanya memiliki seorang anak, namanya Manggale. Pada zaman tersebut masih sering terjadi peperangan antar satu kerajaan ke kerajaan lain.

Raja ini menyuruh anaknya untuk ikut berperang melawan

...

Incoming search terms:

  • cerita sigale gale dalam bahasa inggris
  • dongeng patung sigale gale

Original source : Legenda Si Gale-Gale