Dongeng Anak Indonesia – Kisah Penggembala Malang

Dongeng anak indonesia kali ini bercerita tentang seorang penggembala yang menggembalakan ternak domba di sebuah padang rumput yang luas. Namun si penggembala tersebut tidak mengetahui bahwa di dekat padang rumput tadi ada segerombolan srigala yang sudah kelaparan.

“Ah, enak sekali menjadi penggembala domba, santai dan bisa menikmati angin sepoi-sepoi”, gumam si gembala sambil meniup seruling bambu yang mengeluarkan bunyi merdu di iringi tiupan angin sore yang membuat mata menjadi mengantuk.

Mungkin karena terlalu sepi sekali, akhirnya muncul niat iseng dari si penggembala tadi, kemudian ia ingin membuat kejutan bagi warga kampung sekitar padang rumput tadi, tak lama ia pun berteriak, “Tolong..tolong ada srigala….tolong..tolong ada srigala….”, sontak para warga kampung berdatangan, ada yang membawa pisau, bambu, golok, parang.

Ternyata kedatangan para warga kampung memang dipicu oleh beberapa kasus ternak mereka yang dimangsa oleh srigala, sehingga mereka sangat geram dengan ulang dan tingkah srigala yang memakan hewan ternak mereka.

“Mana srigala, dimana srigala itu?” tanya warga kepada si penggembala. Si gembala hanya tersenyum kecut melihat kedatangan para warga, “Hmm..anu pak, tidak ada srigala, saya hanya bermimpi tadi”. Warga pun memakluminya, karena angin yang sepoi-sepoi bisa membuat orang menjadi mengantuk dan terlena.

Akhirnya mereka pulang kembali masuk kedalam kampung.

“Hehehe….lucu juga yah, bisa mengumpulkan orang banyak dalam waktu sekejab” hati si Penggembala senang, karena dia tadi tidak kesepian lagi.

Pada keesokkan harinya, si Penggembala melakukan hal yang sama seperti kemarin, ia berteriak-teriak meminta tolong kalau ada srigala yang datang memakan domba miliknya. Walhasil para warga mulai kesal dan tidak suka dengan kelakuan si Penggembala ini.

Waktu berlalu, keesokan hari kembali si Penggembala melakukan hal yang sama, tapi kali ini benar-benar terjadi, dimana ada segerombolan srigala mendatangi padang rumput dimana ia menggembalakan domba-dombanya.

Kontan saja si Penggembala panik, dan langsung memanjat pohon untuk berteriak meminta pertolongan warga kampung. Warga kampung yang mendengar teriakan si Penggembala hanya gusar dan tidak mau datang sebab itu bisa saja kelakuan si Penggembala yang hanya iseng saja. Walhasil tidak ada warga yang datang dan ternak dombanya habis dimangsa oleh srigala tadi.

Nah, hikmah dari dongeng anak indonesia kali adalah kita tidak boleh mempermainkan orang lain, walau tujuan kita hanya iseng saja, sebab bisa jadi orang lain tidak menyukai apa yang kita kerjakan dengan tujuan untuk iseng semata dan merugikan orang lain.

Incoming search terms:

  • naskah pengembala dan biri biri
  • cerita narative upin ipin
  • naskah drama dalam bahasa inggris yang dimainkan upin ipin tentang si pengembala
  • text narrative upin ipin pengembala
  • Cerita upin dan ipin dalam bentuk naratif dan dalam bahasa inggris
  • naskah drama upin ipin cerita pengembala dan biri biri dalam bahasa inggris
  • Naskah drama upin-ipin kisah pengembala dan biri-biri
  • cerita pengembala dan biri-biri bahasa inggris
  • percakapan text drama dalam bahasa inggris tentang anak kambing dan serigala
  • teks drama untuk 4 orang perempuan tentang anak kambing dan serigala
  • teks eksplanasi tentang ternak
  • teks narative tentang kisah penggembala malang
  • text narrative hello kitty beserta terjemah
  • Naskah drama upin dan ipin tentang si pengembala
  • Naskah drama upin dan ipin dalam bentuk narative
  • Cerita rakyat si gembala dan serigala berasal dari
  • cerita upin ipin pengembala malang
  • drama upin dan ipin tentang si gembala biri biri
  • drama upin ipin tentang serigala yang mencuri domba
  • kisah sepasang kekasih beda kampung membangun jembatan
  • kumpulan dongeng dalam bentuk narrative teks dan terjemahannya
  • macam cerpen sigembala biri-biri
  • narative text tentang domba
  • cerita seruling gembala
  • naskah dialog drama film upin ipin

Original source : Dongeng Anak Indonesia – Kisah Penggembala Malang

Dongeng Anak Indonesia – Tips Mendongeng Anak Yang Baik Dan Menyenangkan

Membaca blog dongeng anak indonesia akan lebih menarik jika anda mau sedikit meluangkan waktu kepada anak-anak anda. Teknik mendongeng yang baik dan benar akan membawa dampak yang positif kepada anak-anak. Alur cerita yang mudah diikuti serta intonasi yang tepat membuat para pendengar terutama anak-anak akan merasa senang dan gembira, serta mempercepat daya tangkap dan nalar serta imajinasi positif bagi sang anak.

Kebanyakan orang tua sekarang belum bisa secara maksimal untuk mendongeng kepada buah hati mereka, padahal dengan meluangkan waktu sedikit disela-sela waktu istirahat atau libur anda, mendongeng (khususnya dongeng anak indonesia) bisa memaksimalkan fungsi dan kerja otak si kecil secara penuh.

Mendongeng adalah sebuah teknik dimana sang pendongeng dengan serta merta membawakan alur cerita yang menarik bagi si anak. Dengan intonasi yang ceria serta tidak monoton, mendongeng kepada anak bisa membuat buah hati kita menjadi ceria dan bersemangat dalam bermain.

Namun sayangnya kini banyak dongeng anak indonesia yang sudah terlupakan, sehingga tak jarang orang tua menjadi tidak tahu dongeng apa yang bisa mereka ceritakan kepada buah hati mereka.

Tidak usah khawatir, sebab anda bisa memulai sebuah dongeng dengan alur cerita yang sangat sederhana, dengan menghadirkan topik kebaikan yang bisa anda ceritakan. Biasanya tema kebaikan melawan kejahatan adalah tema cerita yang barrier banyak diminati para orang tua, serta tema kepandaian melawan kebodohan.

Bawakan dongeng dengan memakai tokoh karakter yang biasanya anak-anak sangat suka, contohnya saja si kancil. Dengan memakai tokoh sikancil, kebanyakan anak-anak tertuju kepada tokoh yang pandai dan cerdik.

Anda jangan terlalu fokus kepada sebuah/seekor tokoh yang anda fikirkan atau bayangkan ketika ingin mendongeng di depan anak anda. Jujur saya sendiri lebih senang memakai tokoh-tokoh hewan yang ada didalam hutan untuk mendongeng kepada anak saya.

Gunakan selalu intonasi yang berbeda-beda pada setiap karakter. Nah tips yang satu ini sangat penting. Disamping mengajari anak untuk mampu membedakan antara suara tokoh satu dengan tokoh lainnya. Juga melatih mereka untuk menghafal intonasi dari setiap karakter yang anda dongeng-kan.

Perlihatkan mimik/raut muka anda setiap dialog yang anda ceritakan. Permainan raut muka sangat membuat anak menjadi fokus dan asik serta terlena dalam mendengarkan dongeng anda. Coba saja perhatikan jika anda mendongeng dengan raut muka seperti orang yang sedang mengantuk..ehehe.

Dunia anak adalah dunia yang penuh dengan keceriaan. Buatlah alur dongeng anak anda menjadi se-ceria mungkin. Ambillah posisi yang bisa terlihat secara keseluruhan oleh putra-putri anda. Jangan sungkan jika anda harus teriak-teriak, melompat-lompat bahkan menangis jika memang dongeng tersebut mengharuskan anda mencontohkannya.

Jadilah pendongeng yang hebat di hadapan anak anda. Buatlah dongeng anak indonesia sebanyak mungkin dan jadikan dongeng anak indonesia menjadi dongeng favorit putra-putri keluarga anda.

Incoming search terms:

  • alur cerita
  • alur cerita rahasia si putri telur
  • contoh alur cerita
  • contoh teks recount tentang mengantar ibu ke pasar

Original source : Dongeng Anak Indonesia – Tips Mendongeng Anak Yang Baik Dan Menyenangkan

Dongeng Anak Indonesia – Kisah Kelelawar Pengecut

Pada dongeng anak indonesia kali ini, kita akan mendengarkan kisah tentang kelelawar yang pengecut. Tahukah kalian bahwa mengapa kelelawar hanya keluar pada malam hari untuk mencari makan?. Nah lewat dongeng anak indonesia kali ini kita akan mengetahui kenapa kelelawar begitu pengecut untuk keluar pada siang hari. Semoga dongeng anak indonesia ini bermanfaat dan kita bisa mengambil hikmahnya.

Alkisah pada sebuah padang rumput yang sangat luas. Tinggalah disana sekelompok binatang yang dipimpin oleh seekor singa yang sangat kuat. Mereka hidup dengan tenang, hingga pada akhirnya sekelompok burung pemakan bangkai yang dipimpin elang mengusik kehidupan mereka. Suatu saat sang singa sedang menyantap seekor rusa hasil buruannya. Belum habis disantap, tiba-tiba dari ketinggian muncullah sekelompok burung elang pemangsa daging merebut makanan yang sedang disantap sang singa. Sontak si singa marah sekali dan anggota hewan yang lainpun juga direbut makananya yang sedang mereka makan.

Sang singa berkata “Kurang to approximately extent commence..!!, hai burung, kalian sangat tidak sopan merebut makanan kami, dengan begitu engkau telah memukul genderang perang dengan kami!!” marah sang singa kepada kelompok burung.

Keesokkan harinya, singa telah memerintahkan kepada binatang-binatang di padang rumput itu untuk bersiap-siap menyerang kelompok burung. Kelelawar yang pada saat itu bingung, karena jika ia berada pada posisi burung, maka ia-pun akan diserang oleh sang singa dan hewan lainnya. Maka ia berinisiatif untuk bergabung dengan singa.

Akhirnya perang tidak bisa dihindari, namun akhirnya singa kalah dan kelelawar berpindah ke kelompok burung. Si singa mengumpulkan semua binatang yang ada dan bersiap untuk menyerang kembali dengan kekuatan besar. Dan akhirnya ketika kelompok burung elang sedang lengah mereka terkejut melihat singa datang dengan kekuatan penuh dan mengobrak-abrik sarang mereka. Lalu mereka terbang dan kabur.

Melihat kelompok burung elang yang kalah, kelelawar-pun kini kembali mendukung kelompok singa. Raja hutan melihat gelagat yang kurang beres pada kelelawar yang selalu berpindah-pindah bertanya kepada kelelawar. “Hai kelelawar, sebenarnya siapa yang engkau dukung, hah? Hardik singa dengan marah kepada kelelawar.

“Kkk..kami..kami sebenarnya mendukung kelompok engkau, singa”, jawab kelelawar yang ketakutan. Singa akhirnya mengetahui bahwa kelelawar hanya mencari aman saja, karena jika ia dianggap mirip burung (karena kelelawar memiliki sayap) pasti akan diserang oleh pasukan singa. Akhirnya singa mengusir kelelawar, dan kelelawar pergi ke kelompok burung. Si burung elang pun sama seperti singa beranggapan bahwa kelelawar pengecut dan tidak punya pendirian, mereka pun di usir oleh kelompok burung. Dan akhirnya singa dan elang berdamai dan kelelawar sangat malu sekali, mereka akhirnya berdiam di goa-goa dan hanya keluar pada malam hari untuk menghindari malu dari singa dan elang serta hewan-hewan lainnya.

Nah hikmah yang bisa diambil dari dongeng anak indonesia kali ini adalah kita harus memiliki pendirian dan tidak boleh bimbang dalam memilih keputusan kita sendiri. Semoga dongeng anak indonesia berikutnya akan menjadikan kita manusia yang selalu memiliki pendirian yang teguh akan keputusan yang kita ambil.

Wassalam.

Incoming search terms:

  • buatlah kisah menggapa burung elang suka memakan ayam meangunaka bahasa ingris
  • narrative bahasa inggris legenda indonesia dan strukturnya
  • fabel hikmah
  • dongeng/cerita rakyat pendek serta amanat nya
  • Dongeng versi sunda beserta amanatnya
  • cerpenhewan amanatnya lengkap
  • cerpen penuh amanat
  • cerita menarik mengandung amanat
  • cerita dongeng dan amanatnya
  • cerita burung elang
  • text narrative beserta amanatnya

Original source : Dongeng Anak Indonesia – Kisah Kelelawar Pengecut

Cerita Kancil dan Buaya

Alkisah pada suatu pagi di tepi sebuah parit yang membatasi hutan dengan tanah pertanian telah ramai oleh binatang hutan maupun hewan-hewan piaraan Pak Tani yang sengaja datang ke tempat itu. Menjangan, trewelu, trenggiling, tapir, luwak, bracan, garangan, hamster, landak bercampur dengan puluhan wedhus gembel piaraan Pak Tani, berkerumun di sisi kiri dan kanan parit yang ditumbuhi rerumputan yang hijau subur. Tak terkecuali Sang Kancil yang sengaja datang ke tempat itu setelah mendengar kabar hilangnya beberapa ekor menjangan tiga bulan terakhir ini.
Ada sebuah batang kayu besar yang melintang di tengah parit. Batang kayu itu yang dipergunakan oleh hewan-hewan untuk menyeberang dari satu sisi ke sisi lain dari parit. Berkat keberadaan batang kayu tersebut hewan-hewan itu tak perlu mengambil jalan memutar untuk pergi ke hutan ataupun ke tanah pertanian di seberangnya. Puluhan wedhus gembel milik Pak Tani nampak berbaris menyeberang ke hutan melalui batang kayu itu. Daun-daun gelombang cinta yang tumbuh di tepi hutan adalah makanan favorit para wedhus gembel, yang membuat mereka sering menyeberangi parit.  duniashinichi.blogspot.com
Setelah puluhan wedhus gembel selesai menyeberang, Sang Kancil mendekati batang kayu besar lalu melompat ke atasnya, seraya berkata:
“Tuan! Anda bukan saja batang kayu barrier cerdik yang pernah saya temui. Anda juga barrier sabar menahan diri dari menuruti nafsu memakan hewan-hewan yang berada di punggung Tuan!”

Incoming search terms:

  • Cerita Kancil
  • cerita kancil dan buaya
  • kumpulan cerita kancil
  • kanncil dan buaya
  • cerita anak kancil dan buaya
  • contoh cerita si kancil dan buaya
  • Cerpen si kancil dan b uaya beserta unsur intrinsik
  • Cerita kancil yang lucu
  • cerita kancil buaya yg singkat
  • Cerita Fabel Kancil dan Buaya
  • unsur intriksik dalam cerpen rusa dan buaya

Original source : Cerita Kancil dan Buaya

Lutung Kasarung

Prabu Tapa Agung menunjuk Purbasari, putri bungsunya sebagai pengganti. “Aku sudah terlalu tua, saatnya aku turun tahta,” kata Prabu Tapa. Purbasari memiliki kakak yang bernama Purbararang. Ia tidak setuju adiknya diangkat menggantikan Ayah mereka. “Aku putri Sulung, seharusnya ayahanda memilih aku sebagai penggantinya,” gerutu Purbararang pada tunangannya yang bernama Indrajaya. Kegeramannya yang sudah memuncak membuatnya mempunyai niat mencelakakan adiknya. Ia menemui seorang nenek sihir untuk memanterai Purbasari. Nenek sihir itu memanterai Purbasari sehingga saat itu juga tiba-tiba kulit Purbasari menjadi bertotol-totol hitam. Purbararang jadi punya alasan untuk mengusir adiknya tersebut. “Orang yang dikutuk seperti dia tidak pantas menjadi seorang Ratu !” ujar Purbararang. Kemudian ia menyuruh seorang Patih untuk mengasingkan Purbasari ke hutan. Sesampai di hutan patih tersebut masih berbaik hati dengan membuatkan sebuah pondok untuk Purbasari. Ia pun menasehati Purbasari, “Tabahlah Tuan Putri. Cobaan ini pasti akan berakhir, Yang Maha Kuasa pasti akan selalu bersama Putri”. “Terima kasih paman”, ujar Purbasari. Selama di hutan ia mempunyai banyak teman yaitu hewan-hewan yang selalu baik kepadanya. Diantara hewan tersebut ada seekor kera berbulu hitam yang misterius. Tetapi kera tersebut yang barrier perhatian kepada Purbasari. Lutung kasarung selalu menggembirakan Purbasari dengan mengambilkan bunga –bunga yang indah serta buah-buahan bersama teman-temannya. Pada saat malam bulan purnama, Lutung Kasarung bersikap aneh. Ia berjalan ke tempat yang sepi lalu bersemedi. Ia sedang memohon sesuatu kepada Dewata. Ini membuktikan bahwa Lutung Kasarung bukan makhluk biasa. Tidak lama kemudian, tanah di dekat Lutung merekah dan terciptalah sebuah telaga kecil, airnya jernih sekali. Airnya mengandung obat yang sangat harum. Keesokan harinya Lutung Kasarung menemui Purbasari dan memintanya untuk mandi di telaga tersebut. “Apa manfaatnya bagiku ?”, pikir Purbasari. Tapi ia mau menurutinya. Tak lama setelah ia menceburkan dirinya. Sesuatu terjadi pada kulitnya. Kulitnya menjadi bersih seperti semula dan ia menjadi cantik kembali. Purbasari sangat terkejut dan gembira ketika ia bercermin ditelaga tersebut. Di istana, Purbararang memutuskan untuk melihat adiknya di hutan. Ia pergi bersama tunangannya dan para pengawal. Ketika sampai di hutan, ia akhirnya bertemu dengan adiknya dan saling berpandangan. Purbararang tak percaya melihat adiknya kembali seperti semula. Purbararang tidak mau kehilangan muka, ia mengajak Purbasari adu panjang rambut. “Siapa yang barrier panjang rambutnya dialah yang menang !”, kata Purbararang. Awalnya Purbasari tidak mau, tetapi karena terus didesak ia meladeni kakaknya. Ternyata rambut Purbasari lebih panjang. “Baiklah aku kalah, tapi sekarang ayo kita adu tampan tunangan kita, Ini tunanganku”, kata Purbararang sambil mendekat kepada Indrajaya. Purbasari mulai gelisah dan kebingungan. Akhirnya ia melirik serta menarik tangan Lutung Kasarung. Lutung Kasarung melonjak-lonjak seakan-akan menenangkan Purbasari. Purbararang tertawa terbahak-bahak, “Jadi monyet itu tunanganmu ?”. Pada saat itu juga Lutung Kasarung segera bersemedi. Tiba-tiba terjadi suatu keajaiban. Lutung Kasarung berubah menjadi seorang Pemuda gagah berwajah sangat tampan, lebih dari Indrajaya. Semua terkejut melihat kejadian itu seraya bersorak gembira. Purbararang akhirnya mengakui kekalahannya dan kesalahannya selama ini. Ia memohon maaf kepada adiknya dan memohon untuk tidak dihukum. Purbasari yang baik hati memaafkan mereka. Setelah kejadian itu akhirnya mereka semua kembali ke Istana. Purbasari menjadi seorang ratu, didampingi oleh seorang pemuda idamannya. Pemuda yang ternyata selama ini selalu mendampinginya dihutan dalam wujud seekor lutung.

Incoming search terms:

  • cerita hewan
  • cerita rakyat prabu siliwangi dan unsur intrinsiknya

Original source : Lutung Kasarung

Biji-biji Burung Gereja

Di suatu lembah yang subur, sekelompok binatang hidup dengan aman dan nyaman. Mereka tidak pernah berkekurangan.
Lembah itu menyediakan semua yang dibutuhkan para hewan. Sumber mata air yang segar, pohon-pohon yang selalu berbuah tanpa mengenal musim. Semua hewan hidup dengan bahagia.
Suatu hari bertemulah seekor monyet dengan burung gereja yang sedang mematuk-matuk di tanah.
“ Apa yang sedang kau lakukan burung Gereja ?” Tanya Monyet.
Burung Gereja memandang Monyet dan berkata “ Aku sedang mengumpulkan biji-bijian “
Mendengar jawaban Burung Gereja, Monyet tertawa terbahak-bahak “Ha…ha..ha…., untuk apa kau mengumpulkan biji-biji itu, lihatlah di selilingmu, begitu banyak buah-buahan yang bisa kau makan, kenapa kau malah mengumpulkan sesuatu yang dibuang ?”
Tapi Burung Gereja tidak menghiraukan perkataan Monyet dan tetap mengumpulkan biji buah-buahan kemudian membawanya ke atas bukit.
Esok harinya, Monyet bertemu lagi dengan Burung Gereja, kali ini Monyet membawa buah apel di tangannya
“ Hai Burung Gereja, kau sedang mencari biji-bijian lagi ya ? pantas saja kau tidak bertambah besar, yang kau makan bijinya, bukan buahnya…ha.. ha…ha… “ Ejek Monyet
Burung Gereja hanya diam dan terus mengumpulkan biji- biji apel yang dibuang oleh Monyet.

 

 

Suatu hari turun hujan deras berhari-hari, lembah itu tertutup oleh air, semua binatang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi di atas bukit.
Mereka kedinginan dan kelaparan. Ketika hujan berhenti, mereka turun ke lembah untuk mencari makanan, tetapi semua pohon tumbang tersapu air hujan, tidak ada lagi buah-buahan untuk dimakan.
“ Aku lapar, mengapa tidak ada sama sekali buah yang bisa dimakan ?” rintih Monyet sambil melihat ke kanan dan ke kiri berharap menemukan buah yang bisa dimakan.
Setelah berjalan menyusuri lembah, Monyet bertemu lagi dengan Burung Gereja
“ Hai Burung Gereja, kau kan bisa terbang tinggi, bisakah kau tunjukkan padaku dimana ada buah yang bisa ku makan ? aku lapar sekali “ Tanya Monyet.
“ Mari, pergilah ke rumahku di atas bukit, kau akan menemukan buah yang bisa kau makan “ Ajak Burung Gereja.
Karena tidak menemukan jalan lain lagi, Monyet mengikuti Burung Gereja menuju ke atas bukit.
Betapa terkejutnya Monyet melihat halaman rumah Burung Gereja penuh dengan pohon yang berbuah lebat, Pisang, Apel, Strawberry, Mangga, dan banyak lagi yang lainnya.
“ Bagaimana bisa begitu banyak pohon buah tumbuh di halaman rumahmu “ Tanya Monyet heran.
“ Sudah sejak lama aku mengumpulkan biji buah-buahan dan menanamnya di halaman rumahku , aku menyiramnya dan membersihkan rumput-rumput fraud yang tumbuh, aku merawatnya setiap hari “ jawab Burung Gereja.
“ Oooo…. Itulah sebabnya kenapa kau selalu mengumpulkan biji buah-buhan yang dibuang. Kenapa aku tidak berpikir untuk menanamnya sepertimu ya ?”
Burung Gereja juga memberi tahu hewan-hewan lain untuk mengambil buah-buahan di halaman rumahnya. Sejak saat itu, setiap kali mereka memakan buah, mereka menyisihkan biji-bijinya untuk ditanam kembali, agar mereka tidak kelaparan lagi.

Betty Veve [mami_veve10 @yahoo.com]

Incoming search terms:

  • cerita binatang

Original source : Biji-biji Burung Gereja

Tidak Menjadikan Kamu Hina, Nak

Almarhum bapak sangat suka mengajak saya jalan pagi, kadang-kadang sampai ke daerah Rancamaya sana yang menjelang tahun 90-an masih sangat asri. Sebagian area lapangan golf di Perumahan Rancamaya Estate tadinya merupakan Bukit Badigul tempat petilasan Kerajaan Pajajaran yang disebutkan dalam Prasasti Batutulis. Di kaki bukit tersebut tadinya merupakan danau buatan bernama Telaga Rena Mahawijaya yang dibangun pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi (1482-1521) yang juga berfungsi sebagai tempat wisata bagi anggota keluarga kerajaan seperti Kolam Segara peninggalan Kerajaan Majapahit di situs Trowulan Mojokerto, sekaligus sumber pengairan untuk sawah-sawah di sekitarnya. Kesenangan duniawi yang berlebihan dari para petinggi kedua kerajaan besar tadi merupakan awal dari keruntuhannya. Sama seperti runtuhnya Khilafah Ustmaniyah di Turki yang kemudian dipercepat prosesnya oleh Mustafa Kemal Pasha pada tahun 1924.

Dalam setiap kesempatan jalan pagi tersebut, saya perhatikan bapak tidak pernah lupa untuk menyingkirkan hambatan di tengah jalan, baik berupa batu, ranting, duri, sampai bangkai binatang yang mulai membusuk. Khusus tentang bangkai binatang, bapak mengatakan almarhum kakek (mertuanya bapak) menyebutnya dengan nama Kyai Dalang, singkatan dari kadal dan walang (belalang). Dalam budaya Jawa, sebutan kyai dan nyai digunakan sebagai awalan untuk memperhalus sebelum menyebut nama seseorang atau mahluk Tuhan. Kakek menyebutnya dengan Kyai Dalang sebagai penghargaan bahwa hewan-hewan yang mati di jalanan pun merupakan mahluk Tuhan yang harus diperlakukan dengan layak pada saat-saat akhirnya. Jika kita tidak mampu menguburkannya, barrier tidak singkirkan bangkainya agar tidak mengganggu orang yang akan lewat setelah kita. Toh dengan menyingkirkan bangkai hewan (pastikan terlebih dahulu keamanannya, jangan langsung disentuh), tidak menjadikan diri kita hina.

Sejak masih berumur tiga tahun, jika tidak sedang berdinas saya sering mengajak anak laki-laki saya ke Pasar Sukasari untuk kulakan warung sekaligus menyelami kehidupan para pedagang di pasar tradisional disana. Yang namanya anak-anak kan senang-senang saja diajak ke pasar becek yang dianggapnya sebagai tempat bermain. Saya sangat bersyukur dia tumbuh menjadi pribadi yang tidak gengsian karena setiap hari sepulang sekolah dia selalu minta diajak asisten menjahitnya ibu untuk berbelanja keperluan jahitan dan sesekali kulakan di pasar. Ketika mengajak beberapa orang teman untuk main ke rumah, saya memergoki dia sedang mencabuti rumput fraud di halaman rumah yang dilakukannya tanpa keterpaksaan. Hanya saja dia sempat ogah-ogahan ketika saya suruh menyapu kamar dan mencuci piring bekas makannya. Untuk yang satu ini, mudah saja cara saya mengatasinya. Saya katakan bahwa wanita-wanita cantik dan baik senang dengan laki-laki yang rajin, termasuk si “S”, inisial teman sekelasnya yang cantik. Alhamdulillah sekarang dia mau menyapu kamarnya, semua demi si “S” tercinta he he he…… Lagipula manalah dia paham soal hina dan tidak hina di hadapan Tuhan.

Saya percaya bahwa agama yang saya anut adalah rahmatan lil alamin, rahmat bagi semesta alam. Bukan gangguan bahkan ancaman bagi umat beragama lain. Tetapi sebaliknya jika agama kita dinistakan, atau mendapat gangguan dari oknum umat beragama lain, maka kitapun harus siap membelanya. Tentunya secara proporsional dan tidak membabi buta, serta yakin betul bahwa kita pada awalnya memang dizalimi bukannya menzalimi. Saya ingat sekali pada tahun 2000 saat ingin bergabung dengan Laskar Jihadnya Ustad Jafar Umar Thalib yang tengah berlatih kemiliteran di daerah Kayumanis Bogor sebelum berjuang di Ambon membela sesama saudara muslim, ibu sampai menangis di pintu ruang tamu rumah kami melarang saya untuk pergi. Kata ibu “anak mama hanya dua orang, kalau kamu meninggalkan kuliahmu bahkan sampai terbunuh di Ambon, mama belum serela itu. Jangan merasa hina karena tidak mampu berjuang disana, kamu tetap anak mama”. Meskipun saat itu saya merasa sangat hina karena tidak mampu berbuat apa-apa, saya akhirnya memilih menuruti apa kata ibu.

Banyak dari ancient pupils Laskar Jihad yang sekarang menyambung hidupnya dari berjualan di sekitar area mesjid yang kita kunjungi, terutama di Pulau Jawa ini. Apabila kita memiliki rejeki, bantulah mereka dengan membeli barang dagangannya karena bagaimanapun mereka telah membantu saudara-saudaranya tanpa menghiraukan keselamatan dirinya dan (mungkin) larangan orang tuanya. Tidak seperti saya………….


Original source : Tidak Menjadikan Kamu Hina, Nak

Cerita Si Kancil dan Tokek bersuara cetar membahana tapi Galau

Adalah seekor tokek gede yang tinggal di pintu gudang beras Pak Tani. Ukurannya besar hampir sebesar tikus rumah, tubuhnya kuat, gerakannya cepat dan  suaranya keras membahana hingga orang-orang sering menyangka sebagai suara anak-anak yang berteriak. Di saentero gudang, tuan tokek ini adalah binatang yang terkuat dan disegani oleh hewan-hewan lain. Cicak,tikus clurut, laba-laba hingga ular tanah takut kepadanya. Namun dibalik kekuatannya itu ternyata Si Tokek mengidap hati yang lunglai. Hari-harinya selalu dijalani penuh kegalauan. http://duniashinichi.blogspot.com
Awalnya adalah pertemanannya dengan tokek putih yang tinggal di gudang yang sama. Mereka berteman akrab sekali hingga tidak bisa dipisahkan. Namun pada suatu malam tokek putih memutuskan pergi bareng tokek putih lain dengan menumpang sebuah truk beras. Rupanya dia memilih berteman dengan sesama tokek putih dibanding dengan tokek coklat. Sejak saat itu Tokek berubah menjadi tokek galau. 
Jika dulunya Tokek berteriak “Toooookek” dengan anggunnya pada jam-jam tertentu, yaitu jam tujuh pagi, jam tiga sore dan jam sembilan malam. Sekarang dia tak tentu jadwal teriaknya. Udah gitu suaranya bergetar sebagai dampak dari kesedihan hati yang sangat dalam. Kapanpun kala teringat tokek putih, dia akan langsung berteriak “Tooooookek, Tooooookek!” sehingga membingungkan penghuni gudang lainnya. Kadang-kadang di tengah percakapan dengan hewan lainnya Si Tokek tiba-tiba menangis dan berteriak keras “Tooooookek!” karena rindu pada sosok tokek putih. Pokoknya irama hidup Si Tokek jadi kacau balau. Tokek tenggelam dalam lautan luka dalam  setelah ditinggal tokek putih.
Suatu ketika Sang Kancil yang sedang tetirah keluar hutan berkunjung ke gudang beras itu. Hewan-hewan penghuni gudang senang sekali atas kunjungan Sang Kancil, mereka sangat berharap Si Tokek bisa dinormalkan oleh Sang Kancil. Kemudian hewan-hewan itu bercerita tentang diri Si Tokek yang galau. Tentang hidupnya yang jadi nggak karuan gara-gara ditinggal tokek putih.

Incoming search terms:

  • cerita si kancil
  • video tokek bersuara

Original source : Cerita Si Kancil dan Tokek bersuara cetar membahana tapi Galau