Tag Archives: hasil observasi

Memprediksi Konstalasi Dan Pergerakan Suara Tiga Kandidat Ketua Umum BEM Psikologi UNM Periode 2013-2014

Pada Pemilu Raya tahun ini, KPU Psikologi UNM kembali mempercayakan saya menjadi screener bagi calon Anggota Maperwa dan Ketua Umum BEM Psikologi. Hal yang paling menarik adalah tentang pemilihan ketua umum BEM Psikologi, dimana dari hasil observasi dan screening saya lalu mencoba memprediksi konstalasi dan pergerakan suara tiga ketua umum BEM Psikologi UNM periode 2013-2014. Berikut uraiannya yang saya sajikan berdasarkan pendapat pribadi:

Pertama, La Ode Irfan Herdiansyah adalah mahasiswa Psikologi UNM angkatan 2010, melulusi seluruh pengaderan ditambah pernah ikut LK 2 adalah hal yang patut dipertimbangkan bagi calon pemilih. Apalagi pengalamannya di BEM Psikologi pada masa kepemimpinan Ronny dapat menjadi sebuah alasan mengapa calon pemilih harus memberikan vote pada figur ini. Dari riwayat kelembagaan, Ode, panggilan akrabnya, memang terlalu minim dibanding dua kandidat lainnya, akan tetapi dukungan dari “angkatan tua” akan menjadi amunisi tersendiri untuk melumpuhkan setiap rival-rivalnya yang mencoba menghadangnya duduk sebagai ketua umum. Secara hitung-hitungan kasar Ode lebih unggul dari ketiga kandidat, apalagi ia diback up oleh senior yang memiliki pengaruh di Psikologi UNM, maka bisa jadi kaki kanan Ode sebenarnya sudah berada di dalam “zona pasti”. Meski begitu Ode harus mengantisipasi berbagai kemungkinan, jika salah mengatur strategi bukan tidak mungkin “Zona Pasti” ini akan bergeser. Hal tersebut didasari dengan pertimbangan suara Ode di angkatannya sudah pasti akan pecah dengan kandidat nomor urut 3. Selain itu dipastikan suara angkatan 2011 yang menjadi basis utama dukungan kandidat nomor urut 2 kecil kemungkinan dapat diperolehnya. Ini menjadi poin minus bagi Ode, sehingga untuk memantapkannya duduk di 01 BEM Psikologi ia harus memastikan suaranya di angkatan 2012 sebagai lumbung suara di pemilu raya tahun ini.

Kedua, Mudassir Hasri Gani adalah mahasiswa Psikologi UNM angkatan 2011. Achil, panggilan akrabnya, terbilang cukup berani dan dinilai prematur maju ke bursa ketua Umum BEM tahun, apalagi yang akan menjadi rivalnya adalah seniornya-seniornya yang notabene lebih banyak makan asam cuka di dunia kelembagaan. Namun dari segi pengalaman Achil juga patut dipertimbangkan menjadi ketua Umum BEM Psikologi UNM, selain memiliki pengalaman organisasi disekolahnya dulu, diperiode sebelumnya (BEM) ia telah tergabung di lembaga eksekutif tersebut, sehingga tentunya ia sudah sedikit banyak tahu tentang alur organisasi yang akan dipimpinnya. Keunggulan Achil ada pada kharismatiknya sebagai ketua angkatan yang maju mengemban misi angkatannya sehingga dapat diprediksikan 99 % suara angkatan 2011 penuh masuk dikantong suara Achil, dan sisanya 1 % akan mengalir ke kandidat lainnya yang menilai Achil belum layak tahun ini. Selain itu, Achil diprediksi akan meraup suara Mayoritas 2012 yang menjadi lumbung suara, hal ini dikarenakan hubungan angkatan 2011 dan angkatan 2012 telah terjalin ikatan emosional yang kuat sehingga bisa jadi suara angkatan 2011 dan 2012 sudah bisa mematahkan pergerakan kedua rivalnya, apalagi jika Achil berhasil mencuri suara di angkatan 2009 dan 2008, maka sudah pasti Achil akan duduk dikursi tertinggi BEM Psikologi UNM. Meski begitu Achil juga harus mewaspadai, strategi politik yang dikembangkan oleh para MC kedua kandidat, karena bukan tidak mungkin para MC akan memecah suara Achil yang disinyalir menjadi basis kekuatan Achil, terutama angkatan 2012 yang dianggap mudah dipengaruhi oleh kekuatan intervensi senioritas.

Ketiga, Aswar Saputra adalah mahasiswa fakultas psikologi angkatan 2010 adalah satu-satunya kandidat yang paling berpengalaman di BEM Psikologi di antara kedua rivalnya. Dua periode menjadi fungsionaris BEM harus menjadi catatan penting bagi calon pemilih bahwa Sila, panggilan akrabnya, layak menjadi ketua Umum BEM periode ini. Hanya saja kinerja Sila selama menjadi fungsionaris BEM tidak terlalu mencolok, bahkan mendapat poin minus karena gagal melaksanakan satu program kerjanya diperiode sebelumnya (divisi III). Meski begitu, dibanding kedua rivalnya, Sila memiliki keunggulan lebih dari lainnya, diantaranya wawasan yang luas dan jaringannya yang menjangkau kalangan elit aktivis UNM. Hal ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pemilih bahwa Sila adalah sosok yang dicari-cari oleh warga psikologi dalam membentuk gerakan-gerakan advokasi yang lebih matang. Hanya saja, meski memiliki kelebihan-kelebihan tersebut, Sila akan cukup kewalahan menandingi elektabilitas kedua rivalnya. Selain karena suara angkatannya sudah dipastikan akan pecah oleh kandidat nomor urut 1, Sila masih dianggap kurang familiar di beberapa angkatan dan tidak memiliki backup atau “orang besar” yang akan membantunya mengatur strategi politik. Tentunya ini kartu mati yang akan menjadi bulan-bulanan para rivalnya pada pemilu raya nanti. Akan tetapi, bukan tidak mungkin Sila dapat mengubah keadaan dengan melakukan “serangan fajar” yang tidak mampu diantisipasi kandidat lainnya berupa perangkulan komunitas Gazeboers, invasi kelas ke kelas untuk menyampaikan kontrak politik dan sholat menjelang fajar (shubuh) jelang hari H pemilu raya. Hasilnya, bukan tidak mungkin Sila akan menjadi pemimpin di BEM Psikologi UNM.

Uraian di atas, hanya sekadar prediksi dari hasil observasi dan screening saya pada ketiga kandidat calon Ketua Umum BEM Psikologi. Lebih dan kurangnya bisa saja benar dan salah, akan tetapi hal ini bisa menjadi reverensi para kandidat untuk mengatur strategi ulang agar mampu mewujudkan visi misi yang telah terancang. Dan bagi pemilih setidaknya mulai sekarang mempertimbangkan siapa kandidat yang akan dipilih untuk memimpin BEM Psikologi UNM Periode 2013-2014. Pastikan suara Anda tidak salah alamat!

Di Tulis Di Makassar 16 April 2013,

Pada Masa Kampanye KPU Psikologi UNM

*Penulis adalah mantan fungsionaris LK UNM/Alumni Psikologi UNM

Continue reading

Posted in CERITA | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off