4 Tips Tingkatkan Produktivitas

Sweetie Supporter,

Proses perburuan lowongan pekerjaan sudah membuahkan hasil. Tapi, saat Anda pindah ke kantor dan lingkungan baru, apakah Anda akan langsung bisa beradaptasi? Jika proses adaptasi sedikit menyulitkan Anda, sepertinya Anda harus meningkatkan produktivitas dalam bekerja dengan menjalankan 4 trik di bawah ini.

Tingkatkan Kemampuan Teknis

Bekerja di bidang yang baru serta lingkungan baru sudah pasti membuat Anda harus mempelajari sesuatu yang baru juga. Hal ini bisa disamakan seperti meningkatkan kemampuan teknis yang baru, sehingga Anda pun pasti akan menemukan tantangan tersendiri. Anda harus semangat dalam menjalaninya, karena jika Anda bersemangat melakukan hal ini, hari yang sedang Anda jalani pasti akan menjadi lebih berbeda dan berwarna.

Pilih Satu Kebiasaan Baik untuk Dilakukan Selamanya

Menurut sebuah penelitian, butuh waktu selama dua bulan untuk seseorang membangun sebuah kebiasaan baru. Dalam waktu dua bulan ini, Anda harus membuat sebuah komitmen untuk melakukan satu kebiasaan yang baik yang selama ini Anda sulit lakukan. Jika kebiasaan yang akan Anda lakukan ini terasa berat, mulailah dari yang barrier ringan dan mudah. Seiring berjalannya waktu, Anda bisa tingkatkan kesulitannya hingga benar-benar membangun kebiasaan itu di diri Anda.

Membaca Sesuatu yang Inspiratif

Membaca sesuatu yang memiliki hubungan dengan masalah yang sedang Anda hadapi juga ternyata sangatlah efektif. Selain Anda akan termotivasi untuk meningkatkan produktivitas, Anda pun bisa menemukan solusi dari masalah yang sedang dihadapi tersebut. Jika kesibukan Anda padat setiap harinya, cobalah untuk membaca saat pagi hari, karena di pagi hari, Anda bisa lebih tenang untuk bisa menyerap pesan yang bermanfaat untuk diri Anda.

Proyek Kreatif Saat Weekend

Apa Anda memiliki hobi membaca, menggambar atau kegiatan lain yang menuntut kreativitas? Jangan halangi hobi Anda karena hal itu bisa membebaskan diri, mengekspresikan apa yang inginkan juga menyeimbangkan pikiran dan mental Anda. Pilih waktu yang tepat untuk melakukannya seperti weekend, karena saat itu Anda tidak memiliki rutinitas di kantor. Manfaatkan hal ini juga untuk memberikan ide segar pada satu proyek kreatif yang sedang dilakukan di pekerjaan Anda.

Trik di atas bisa Anda lakukan untuk meningkatkan produktivitas di kantor. Jika Anda saat ini masih mencari informasi lowongan kerja terbaru, sebaiknya selalu mencari lowongan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan Anda sebelum mengirimkan surat lamaran kerja agar nantinya semua pekerjaan dapat dikerjakan dengan selalu produktif.

Salam,

Fund :

- pickthebrain.com/blog/4-projects-boost-productivity/

- positive.google.com/+Hubstaff/posts/dKzeLZrjF39

diakses 14 Agustus 2014.

Bursa Kerja Online : http://www.Lokerpedia.com
Our Tale: http://blog.lokerpedia.com
Tweets : https://chirrup.com/Lokerpediatweet


Original source : 4 Tips Tingkatkan Produktivitas

Ayahku 50 Tahun Ingin Pasang Behel Gigi



Aneka Remaja.Com – Saya masih duduk di bangku SMA, hari ini Ayahku janji mengantarkan aku ke dokter gigi. Cek rutin 6 Bulanan. Tak seperti biasanya yang tak pernah semangat mengantarku, ia selalu berdalih agar aku mandiri pergilah sendiri dan bicara sendiri dengan dokter gigimu Anakku. Tapi kali ini ia terlihat sangat menggebu-gebu.

Aku masih takut, bukan takut berbicara atau aku minder. Tapi takt bayarnya kurang :D, jadi aku selalu memaksa Ayah mengantarkanku.

Kali ini pukul 7 pagi Ayah sudah rapih dengan pakaian terbaiknya, Wangi dan Rambut gaya mengkilat khas minyak rambut gatsbynya.

Aku baru saja selasai sarapan dan beranjak mandi. “Sudahlah ganti baju dan pakai minyak wangi saja kita langsung berangkat” Teriak Ayahku.

Aku jadi curiga, kebetulan dokter gigiku masih muda, cantik dan sangat supel. Dokter baru pengganti dokter Abidin yang telah pensiun. Jangan-jangan ayh kepincut dengan Dokter Annisa. Aku tepiskan dulu prasangka negatifku. Prinsipku adalah dahulukan Prasangka positif, kecuali bila aku sudah melihat langsung dengan mata dan kepalaku sendiri.

Baiklah aku penuhi keingainan Ayahku, Ganti baju dan cukup beberapa spray cologne.

Kami meluncur ke dokter gigiku bergoncengan motor yang sudah kinclong, tak percaya ayah mencucinya  sendiri subuh tadi berarti.

Di dokter gigi

Aku selesai membersihkan karang gigiku, memutihkan dan menambal gigi yang terlanjur bolong. Doter Annisa menyarankan rajin gosok gigi 2 kali sehari dan hindari makanan manis. “Kamu mau usia 30 tahun gigimu sudah habis, Sayangku” Rayu khas sikapnya yang supel.

Aku membalas bercanda, “Terimakasih, Calon Istriku Sayang, tentu aku aakan menjaga gigiku agar kau tak lari dariku dan memilih pria lain” Sambil tertawa terbahak-bahak. Dokter Annisa juga ikut terbahak tanda kami adalah pasien dan dokter yang kompak :D

Ayah ayo kita pulang. Aku ajak Ayahku melangkah, tetapi ia membisikkan padaku, “Kamu tunggu di luar dulu ya Ayah ingin bicara dengan Dokter Annisa”

Okelah aku masih Prasangka baik, meski setan dan iblis membisikkan berbagai pikiran negatif padaku. Aku percaya Ayahku sangat setia dengan Ibuku.

1 jam berlalu, aku semakin resah di ruang tunggu. Hampir saja Setan dan Iblis menang dan aku ingin menelopon Ibu dan menceritakan apa saja yang dilakukan Ayah yang sangat mencurigakan.

Tiba-tiba pintu terbuka, Ayahku dan Dokter Annisa keluar. Aku memandangi wajah keduanya dengan serius. Apa yang mereka lakukan berdua? Kenapa lama sekali? Ah ini menggangguku aku harus tanyakan pada ayahku apa yang mereka lakukan didalam.

“Apa yang Ayah lakukan di dalam, lama sekali, Aku jadi curiga!” Tanyaku.

Dokter Annisa ingin menjawab tapi dicegah Ayahku, Ia sambil tersenyum. Dan aku terhenyak Gigi Ayahku yang memang agak gingsul menggunakan Behel Gigi. lalu aku tertawa terbahak, hilang seluruh prasangka negatifku.

Ayahku 50 Tahun Pasang Behel Gigi.

Sambil bergegas pulang aku bisikkan ke Ayahku,

“Aku suka gaya Ayah dengan Behel itu” Kami tertawa terbahak.

Oleh: @BriliYanID – Penulis Buku dekatiDIA


Original source : Ayahku 50 Tahun Ingin Pasang Behel Gigi

SALURAN AIR

Iklan

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - SALURAN AIRItalia, tahun 1801. Pablo dan Bruno adalah dua orang saudara sepupu yang tinggal di sebuah desa di lembah yang indah. Keduanya adalah pemuda yang bersemangat tinggi untuk maju dan meraih cita-cita. Mereka pun berkhayal, suatu saat akan menjadi orang terkaya di desanya. Suatu hari, kesempatan pun tiba. Kepala desa mencari 2 orang pemuda untuk membawa air dari mata air yang terletak di pegunungan ke tempat penampungan air di tengah desa itu. Pablo dan Bruno pun mengajukan diri, dan akhirnya mendapat kesempatan itu. Kemudian keduanya mulai mengangkut air dengan glowing coal. Sepanjang hari mereka bolak balik mengisi bak penampungan. Mereka digaji berdasarkan jumlah glowing coal yang masing-masing mereka bawa. “Wow, kita akan menjadi orang kaya!”, teriak Bruno dengan riang. Namun Pablo tidak merasa seperti itu. Ia tidak yakin akan kaya dengan cara seperti itu. Begitu tiba di rumah, ia merasakan punggungnya pegal-pegal. Telapak tangannya nyeri karena lecet. Pablo berpikir bagaimana caranya supaya bisa mengisi bak penampungan tanpa harus bolak-balik, punggung pegal dan tangan nyeri. Ia tak mau melakukan pekerjaan seperti itu sepanjang hidupnya. Ia mengajukan rencana kepada Bruno. “Bagaimana kalau kita membangun saluran pipa?” “Saluran pipa? Ide apa itu? Kita sudah mendapatkan pekerjaan yang bagus dan menghasilkan uang yang banyak, Pablo”, jawab Bruno. “Dengan upah satu sen setiap glowing coal, kita bisa mendapatkan satu dough for every hari. Ini berarti, setiap minggu ki….
… baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1


Original source : SALURAN AIR

randomly life from Bandung to Vejle, Denmark (based on TRUE STORY)

PART ONE (JUST LANDED)

Faaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnyyyyyyyyyyyyyy! Teriak sesorang yang menjemput gue di Billund Airport. Yak! Airport kecil ini terletak di sebuah kota kecil di sebuah negara Scandinavia terkecil yang biasa orang sebut Denmark. Mona, crowd family ranking yang bersedia menampung gue selama perkuliahan yang dijadwalkan akan selesai dalam waktu 3tahun kedepan menyambut gue dengan amat sangat hangat dan berkata ‘Velkommen Denmark’ yang artinya selamat datang di Denmark. Disini lutut gue seraya lemas, entah karena gue menempuh perjalanan selama 31 jam (Jakarta – Doha – Manchester – Billund) yang melelahkan atau karena rasa bangga yang tak terbendung bercampur pertanyaan dalam hati ‘apakah gue bermimpi?’

Mona dengan ramah membantu membawakan koper gue ke mobilnya yang ternyata di dalamnya udah ada cowok ganteng berkisar 27 tahun yang berstatus suaminya. Gosh, kalo gue ga inget sebaik apa istrinya, mungkin udah gue embat nih, pikiran negatif muncul seketika.

Mereka sangat antusias menjelaskan setiap hal yang kita temui dalam perjalanan ke rumah, untung aja audy 2 pintu ini melaju kencang sehingga perjalanan hanya 30 menit dan taraaaaaaaaaaaaaaaa extra family!

Mereka pun menjelaskan part rumah nya secara honest points dengan se honest points-detailsnya. Keluarga kecil yang hanya mepunyai 2 orang anak ini memang sangat ramah dan memperlakukan gue seperti benar-benar anak pertamanya. Dimulai dapet sack cash, bebas pulang jam berapapun, mau ngapain aja dirumah, makan apapun seenak jidat dan pake mobil mewah yang mereka punya.

Memang pepatah habis gelap terbitlah terang itu sungguh benar. Dibalik segala kesulitan mahasiswi Aarhus University ini Allah memberi kebahagiaan yang tak terhingga.
Ya Rabb, terimakasih atas nikmatmu.

Incoming search terms:

  • Kata kata bergambar from bandung with love

Original source : randomly life from Bandung to Vejle, Denmark (based on TRUE STORY)

Lukisan Hujan

Hujan rintik-rintik tatkala aku duduk di lantai dua sebuah warung hush money ayam. Di mejaku telah tersaji hush money ayam yang masih mengepulkan uap yang menyeruakkan fragrance kegurihan yang menggoda. Di sisinya segelas kopi panas menghembuskan kesegaran khas kopi arabica yang menggairahkan. Sebagian isi mangkok hush money ayam telah beralih ke dalam perutku. Sementara dari  jendela yang menganga di depanku terlihat kehebohan di jalanan akibat turunnya gerimis.



















Seekor kucing kecil nampak meloncat-loncat gembira diantara tiga orang gadis kecil yang bermain kejar-kejaran di trotoar. Gadis kecil berambut panjang mengejar-ngejar dua orang temannya, seorang anak perempuan berambut pendek dan berhidung mancung, serta seorang lagi anak bertubuh tinggi, ramping dan berambut kriwil. Dua anak itu ketawa-ketiwi menggoda si rambut panjang yang tak kunjung bisa menangkap mereka berdua. Kala hujan semakin menderas, tiga gadis kecil yang awalnya  berkeras diri terus bermain tanpa menghiraukan tetesan air akhirnya menyerah — dan berteduh di warung kelontong di pinggir jalan. 

Si kucing kecil nampak bingung sejenak ditinggalkan oleh kawannya bermain. Lalu setelah sesaat terbasahi hujan, nampaknya dia tersadar dan buru-buru dia berteduh di kios parfum yang terletak di samping warung kelontong. Lambat tapi pasti kios penjual parfum isi ulang itu semakin mirip kamp pengungsian akibat banyaknya pengendara motor yang berhenti dan numpang berteduh di sana. Motor-motor dibiarkan basah kuyup, berserakan di pinggir jalan dan di atas trotoar — sementara para pengedaranya menyelamatkan diri dari guyuran air hujan.

Kucing kecil terlihat kurang berani masuk ke dalam tokom parfum. Tubuhnya yang mungil lambat laun semakin terdesak, kuwalahan mencari tempat berpijak, dan semakin tersingkir akibat rapatnya barisan kaki manusia yang berdiri berjajar di teras toko. Akhirnya dia lari ke kios jam yang terletak di samping kios parfum. 

Seorang pegawai toko jam terlihat masih sibuk menurunkan tirai kayu untuk mencegah tampias air hujan masuk ke dalam toko. Setelah selesai menurunkan tirai kayu,  dia mendapati tirai kayu itu telah berdebu dan ditumbuhi sarang laba-laba. Mungkin dia pegawai baru yang tidak tahu bahwa para pekerja toko itu sudah lama tidak menggunakan tirai kayu. Saking lamanya tidak digunakan akibatnya dipenuhi debu dan sarang laba-laba. Maka dikeluarkannya sapu untuk membersihkan. Dengan nalurinya si kucing kecil lari terbirit-birit ketakutan melihat pagawai toko jam mengeluarkan sapu. Disangkanya bakalan digebuk dengan sapu. Dia lari ke sebuah gardu kecil di sebelah toko jam. 

Beberapa pengendara motor masih nampak lalu lalang di jalan tanpa menghiraukan rintik hujan yang mulai bertambah deras. Sejumlah pekerja penggali gorong-gorong nampak menghentikan pekerjaannya, dan buru-buru berlari menuju gardu kecil di sisi toko jam. Awalnya si kucing kecil hanya beringsut ke pojokan gardu. Namun seiring semakin banyaknya tukang gorong-gorong yang berteduh, dia terlihat mulai takut. Pelan-pelan kucing kecil itu beringsut ke depan, kemudian keluar gardu, dan berlari kencang menyeberang jalan. 

Seusai menyeberang jalan, si kucing kecil menghilang dibawah rak koran dan majalah milik penjual  koran yang memajang dagangan tepat di bawah warung hush money ayam. Rak tersebut telah diselubungi plastik bening untuk mencegah barang dagangannya basah oleh air hujan. Si penuual koran tidak terlihat batang hidungnya. Mungkin dia sedang asyik mengobrol dengan tukang parkir entah di mana.

Hujan turun semakin lebat. Hembusan angin menciptakan ilusi kabut air yang mulai terlihat menghalangi jalan. Beberapa pengendara motor yang tadinya nekad menerobos jalan kini mulai pada menyerah, dan berteduh di teras toko. Toko-toko di seberang jalan  praktis telah tertutup oleh orang-orang yang sedang berteduh. Beruntunglah penjual mie gelas yang ikut berteduh di toko parfum. Nampak wajahnya dengan riang melayani para peteduh yang mendadak antri membeli mie gelas setelah salah satu diantara mereka memulai memesan. Sepertinya fragrance gurih mie rebus telah merangsang hidung para peteduh, dan menggerakkan perut mereka untuk menagih jatah makan siang.

Krek-krek-krek….bruuuk!. Tiba-tiba di dak beton di depan jendela warung hush money ayam muncul si kucing kecil. Aku kaget setengah mati melihatnya tiba-tiba muncul di hadapanku. Seolah-olah dia tahu dari tadi kuamati tingkah lakunya. Rupanya si kucing kecil memanjat rak koran, lalu melompat ke pohon palem yang dibiarkan tumbuh tinggi di samping warung hush money ayam, lalu melompat ke dak beton di lantai dua. Sebuah kejutan kecil yang membuatku terkesima.

Si kucing kecil nampak mengibas-ngibaskan ekornya. Beberapa kali dia menggoyangkan tubuh untuk menghilangkan tetesan-tetesan air yang membasahi bulu-bulunya. Lalu dia menatapku dan mulai mengeong. Terus mengeong seolah tahu dia bakal mendapat sesuatu. Tiba-tiba aku terinspirasi. Diantara hush money ayam ini ada gajih-gajih yang sebaiknya tidak kubiarkan masuk ke dalam perutku. Maka aku ambil gumpalan-gumpalan lemak itu dan kulemparkan ke depannya. 

Seorang gadis berambut sebahu dan bermata jeli yang duduk di meja sampingku rupanya mengamati aku saat memberikan gajih-gajih itu, lalu mengomentari betapa lucunya si kucing kecil. Diambilnya potongan-potongan daging dari piringnya dan dilemparkan ke dapan kucing kecil. Lalu dia mengajak mengobrol tentang hujan dan perilaku orang-orang di jalan tatkala hujan turun. Selintas aku berpikir dia mungkin seorang mahasisiwi psikologi atau seorang wartawati majalah lifestyle. Keriangan yang menyeruak disela-sela celotehnya tiba-tiba mengingatkan aku pada keriangan si kucing kecil. 

Di depan jendela si kucing kecil nampak riang menyantap makan siangnya sambil matanya sesekali mengawasi toko kelontong. Barangkali dia masih berharap seusai hujan, tiga orang teman kecilnya akan kembali bermain di trotoar (Undil-2014).

gambar diambil dari fineartamerica


Original source : Lukisan Hujan

Cerpen – Sayang,Kita Harus Putus

Sayang, aku ingin putus
Oleh : “Anonym”
Sore itu,aku mendapat satu SMS dari nomor baru,”Vera” begitulah bunyi sms pendek tersebut. Aku langsung membalas dengan bertanya “siapa ini?”. Dia mengaku sebagai Dika,teman sekelas ku. Aku masih belum percaya bahwa dia adalah Dika,akhirnya aku bertanya dengan teman-temanku apakah mereka mengetahui nomor siapa ini. Ternyata nomor itu milik Roby teman sekelas ku juga,ia mendapatkan nomor ku dari salah satu teman ku katanya.Setelah itu,kami jadi sering sms-an sampai larut. Aku awalnya tidak memiliki perasaan apa-apa terhadap Roby,tapi suatu ketika dia menembakku dan aku tidak menerimanya karna aku menganggap dia hanya teman. Dia tidak putus asa,beberapa kali dia menembakku lagi sampai akhirnya aku menerimanya karna aku mulai memiliki perasaan yang sama dengannya,tapi saat aku menerimanya aku berkata bahwa aku tidak dibolehkan berpacaran selama sekolah,jadi kita tidak bisa ketemuan atau jalan keluar. Ia pun menyanggupinya.Kami berpacaran hanya lewat sms dan telfon,di sekolah pun kami jarang berbicara karna kami tidak mau teman-teman kami yang lain tau bahwa kami berdua pacaran. Selama itu kami banyak menghadapi masalah sampai harus putus nyambung putus nyambung. Suatu saat aku ketahuan berpacaran oleh orang tuaku, akhirnya hp ku disita dan kami tidak berhubungan lagi. Ketika hp ku dikembalikan,aku menghubungi Roby lagi dan kami pun berpacaran kembali.*** Saat itu Roby ingin sekali menemuiku,tapi aku tidak mau karna takut ketahuan. Kami pun sepakat untuk bertemu didepan jendela kamar ku pada jam 3 subuh. Ketika kami bertemu, kami senang sekali walau dibatasi oleh teralis jendela kamarku. Tapi sayang, saat itu juga mama ku masuk ke kamar ku dan melihat ada Roby di depan jendelaku. Roby pun langsung pergi dan aku hanya bisa diam saat orang tua ku memarahiku. Hp ku kembali disita selama berbulan-bulan dan kami tidak berhubungan lagi. Aku mengira bahwa Roby telah memiliki kekasih baru dan melupakanku,padahal saat itu aku masih sangat sayang kepadanya.Setelah 6 bulan,hp ku pun dikembalikan tapi aku tidak menghubungi Roby. Pada tanggal 18 Februari saat dia berulang tahun,aku beranikan diri untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya. Aku kira dia tidak akan membalas smsku,tapi ternyata dia membalas smsku dengan ucapan terima kasih. Bermula dari sanalah hubungan kami terjalin lagi.***Naik ke kelas 2,Saat pembagian kelas,aku dan Roby sekelas lagi,tapi orang tua ku tidak menyetujuinya dan meminta kepada guruku untuk memindahkan ku ke kelas yang lain. Aku pun rela dipindahkan dan tidak sekelas lagi dengan Roby. Tapi,kami masih berhubungan baik walaupun aku terkadang cemburu dengannya yang sekelas dengan mantannya. Di saat seperti itu,aku biasanya meminta Roby untuk menelfonku dan ku ceritakan semua unek-unekku kepadanya. Tidak jarang di telfon aku menangis dan Roby juga ikut menangis.Sebenarnya aku ingin kami tidak berhubungan lagi karna aku tidak mau terus-terusan membohongi orang tuaku,aku dulu berjanji bahwa aku tidak mauberpacaran lagi tapi ternyata aku tetap berpacaran. Berbagai cara ku coba untuk membuat Roby benci kepadaku dan meninggalkan aku. Saat itu aku hanya bisa berkata bahwa aku tidak akan bisa membuatmu bahagia karna keadaan ku yang terlalu di kekang dan aku tidak pernah bisa mengerti kamu. Tapi Roby selalu saja berkata “Tujuan hidupku hanya kamu Vera,jadi kalau kita putus,aku tidak punya tujuan hidup lagi. Aku hanya ingin nanti kita bisa menikah dan bersama selamanya. Aku akan selalu mengerti keadaanmu dan memahami segala kekurangan mu”. Aku hanya bisa menangis mendengar perkataannya.Suatu saat aku benar-benar ingin Roby meninggalkan aku dan memberinya kebebasan untuk mencari wanita lain yang lebih baik dariku,yang dibolehkan pacaran oleh orang tuanya sehingga wanita itu bisa membahagiakan Roby. Aku akhirnya meminta kepada Roby untuk putus dengan alasan aku sudah tidak tahan dan tidak sayang lagi dengan nya,padahal aku sangat sayang kepadanya. Aku tau itu menyakitkan baginya,tapi hanya cara itulah yang bisaku lakukan. Roby pun bersedia untuk ku putuskan.Setelah beberapa lama tidak berhubungan dengan Roby,aku merasa sangat kesepian dan hampa. Aku hanya dapat berharap suatu saat kami bisa bersama,kalau pun tidak bisa semoga saja dia mendapatkan kebahagiaan dengan wanita pilihannya.Ini teman,contoh Cerpen yang dikirim oleh “Anonym” kepada saya untuk dipostkan,sekarang udah saya placement. Jadi,buat kamu-kamu yang punya cerpen bagus dan mau dipost diblog gue,bisa koq.. cukup kirim cerita kamu ke alamat e-e-mail aku laurance_818@yahoo.com sertain nama kamu juga yah,kalo ngak mau nama kamu yang tampil,cukup bilang “Anonym”,ntar kamu tinggal buka blog ini,pasti cerita kamu sudah gue placement…MAKE YOUR STORY,Guys!

Incoming search terms:

  • cerita aldi cjr dan salsha winxs putus
  • aldi dan salsha putus
  • cerpen chelgas putus
  • cerpen bidi
  • cerpen alsha sedih
  • cerpen aldi cjr dan nama kamu
  • cerpe alsha sedih
  • cerita saat putus
  • aldi salsha karel
  • cerpen lengkap aldi dan salsha alsha

Original source : Cerpen – Sayang,Kita Harus Putus

Arya Penangsang dan Para Penyembah Ikan

Matahari telah condong ke barat tatkala rombongan berkuda itu tiba di sebuah desa di tepi pantai. Ada sepuluh orang berkuda pada rombongan itu. Barrier depan adalah seorang anak muda berbadan tinggi, berambut lebat dan beralis tebal. Hidungnya yang mancung membuatnya berbeda dengan orang-orang yang berada di rombongannya. Dia mengenakan pakaian atas dan bawah dari katun berwarna putih, dengan sorban melilit kepalanya. Di belakangnya ada sembilan orang berpakaian biru dan bercelana panjang merah dari katun. Jubah putih bertabur logo Kesultanan Demak Bintoro berkibar menutupi punggung mereka.

Ketika memasuki halaman balai desa tempat Ki Lurah berada, mereka turun untuk meminta ijin mendirikan tenda di lapangan rumput di samping balai desa. Rombongan itu bermaksud bermalam di situ. Ki Lurah yang sudah tua mengijinkan rombongan itu menginap. Tanpa disadarinya kedatangan orang-orang itu telah membuat  sebagian warga tidak senang. Termasuk Jaluningratan, tokoh pemuda desa yang memiliki ratusan pengikut setia. duniashinichi.blogspot.com

Pagi-pagi ratusan pemuda yang tidak senang itu telah mengepung tenda dan berteriak-teriak menyuruh para penghuninya keluar dari dalam tenda. Dua orang yang berjaga di depan tenda nampak telah bersiaga jika para pemuda desa itu tiba-tiba menyerbu. Sesaat kemudian si pemuda jangkung nampak keluar tenda, disusul oleh tujuh orang lainnya.
“Hai kalian para pengacau. Bukankah kalian yang enam bulan lalu membuat para penduduk desa tetangga meninggalkan sesembahan kami dan tidak mau lagi menyerahkan 100 ekor kerbau untuk dikorbankan pada Sang Ratu dari lautan?” teriak  Jaluningratan
“Sabar teman. Kami bukanlah pengacau. Kami hanya rombongan yang sedang melintas di tempat ini” jawab seorang setengah baya berjenggot mencoba menenangkan.
“Kalian jangan berpura-pura! Kalian telah mempengaruhi orang-orang di sini. Hai kau anak muda, kau pasti pemimpin rombongan ini. Siapa namamu?” lanjut  Jaluningratan
“Aku Arya Penangsang. Hamba Allah, santri setia Sunan Kudus dan Ksatria Demak Bintoro yang telah bersumpah untuk membela kebenaran. Kami sedang dalam perjalanan dakwah ke ujung timur pulau Jawa” jawab anak muda jangkung itu.  
“Kau, kau….. kau Pangeran Arya Penangsang dari Jipang Panolan itu?.  kata Jaluningratan dengan gugup

Tanpa sadar Jaluningratan mundur tiga langkah ke belakang karena terkejut mendengar nama Arya Penangsang. Namun kemudian dia berbisik-bisik dengan seorang berambut gondrong dan berpakaian hitam-hitam disampingnya yang kemudian menepuk-nepuk punggung Jaluningratan, seolah sedang berusaha membesarkan hatinya. 
 
“Pangeran!. Lihatlah dirimu telah dikepung ratusan anak buahku! Kau boleh gagah perkasa bersama pasukanmu, tapi di tempat ini kau yang hanya ditemani beberapa pengikutmu adalah seorang pesakitan!. Kau telah membuat penduduk desa tetangga menghianati dewa kami. Kau tak bisa diampuni. Kalian adalah tawananku. Hari ini kau harus menyerah padaku, atau kubunuh kalian semua di tempat ini” teriak Jaluningratan setelah berhasil menguasai diri. Nampaknya dia sengaja berteriak lantang untuk membesarkan hatinya yang mulai diliputi rasa takut.

Orang tua berjenggot yang berdiri di samping Arya Penangsang berbisik kepada anak muda itu. Dikatakannya bahwa penduduk desa ini unik, memiliki kepercayaan berbeda dengan tempat lain. Mereka adalah para penyembah makhluk penghuni lautan. Menurut laporan-laporan yang masuk ke Jipang Panolan, di wilayah ini masih banyak penduduk yang percaya pada kekuatan para penghuni lautan. Makhluk yang barrier mereka takuti adalah makhluk raksasa yang terkadang muncul di lautan. Mereka menyebutnya Sang Ratu dari lautan. Ratu yang sangat besar dan konon bisa menyemburkan uap air dari kepalanya.  Setiap tahun ratusan kepala kerbau dibuang ke laut sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Ratu.

Selama ini belum pernah ada laporan penduduk desa melakukan kekerasan terhadap para musafir. Namun agaknya pengaruh Demak Bintoro yang telah menyentuh desa-desa tetangga membuat pengaruh para penyembah ikan merosot dan membuat sikap mereka kepada orang-orang asing berubah.

pinterest

Incoming search terms:

  • kebenaran arya penangsang

Original source : Arya Penangsang dan Para Penyembah Ikan

Arya Penangsang – Kisah Tohpati Sang Panglima Jipang Panolan melawan Perampok Kademangan Pudak Muncul

Sebanyak 40 orang pasukan senapan Jipang Panolan itu beristirahat di pendopo. Sepatu-sepatu kulit mereka dilepas di bawah tangga pendopo. Pasukan itu mengenakan seragam celana panjang warna merah dari kain yang tebal, kemeja lengan panjang warna biru dari katun, serta mengenakan sabuk kulit besar tempat mengaitkan pedang, dan aksesories tempur lain. Jubah putih bertabur logo Kesultanan Demak Bintoro dikenakan dipunggung sebagai tanda kebesaran pasukan, dan kupluk coklat menutup kepala mereka yang rambutnya dicukur cepak.

 

Para Ksatria terlihat duduk-duduk di atas tikar sambil melepas lelah setelah semalam bertempur. Sebagian dari  mereka sibuk mengelap dan meminyaki senapan lontak. Sebagian yang lain memeriksa kelengkapan tempur seperti teropong binokuler, topi baja, pedang perunggu, bola-bola timah peluru, kantong penyimpan mesiu dan tongkat pelantak yang digunakan untuk memasukkan peluru ke dalam moncong senapan.

Seorang ksatria berpakaian putih-putih dan bersorban nampak memeriksa tubuh teman-temannya satu persatu dengan seksama sambil sesekali memberi nasehat. Dia juga memberi butiran-butiran ramuan untuk prajurit yang terlihat kelelahan. Nampaknya dia adalah seorang dokter militer yang biasa terdapat pada kesatuan militer bestow yang akan melakukan perjalanan jauh. Sementara puluhan kuda Arab tunggangan para prajurit itu ditambatkan di samping pendopo, beserta dua buah kereta kuda berisi penuh buku-buku tebal yang masing-masing ditarik dua ekor kuda. Kuda-kuda setinggi orang dewasa itu nampak sedang diberi makan dan dimandikan oleh para pekatik Ki Demang Pudak Muncul. 

Panglima pasukan kecil itu adalah seorang pemuda berbadan tinggi, ramping, berhidung bangir,  sigap gerak geriknya. Pertempuran semalam menunjukkan bahwa dia adalah seorang musketer yang memiliki kemampuan menembak jitu. Dia adalah murid Sunan Kudus yang terkenal cerdas dan berani. Fasih berbahasa Arab, bahasa Turki, dan tentu saja mengusasai bahasa Melayu sebagai bahasa pergaulan di kepulauan nusantara. Selain cakap dalam ilmu militer dia juga memiliki kemampuan dalam ilmu ekonomi sebagai hasil mendalami risalah-risalah Ibnu Khaldun selama berada di Turki. Ibnu Khaldun adalah bapak ekonomi bestow asal Tunisia. Kemampuan ilmu ekonomi ini sangat penting bagi negara maritim seperti Demak Bintoro yang mengandalkan pemasukan dari perdagangan.

Namanya Tohpati. Seorang perwira muda yang mendapat pendidikan khusus oleh Brigade Janissari di Enderun Akademi, Istambul. Tohpati juga berpengalaman dengan serangkaian pertempuran bersama pasukan Janissari melawan batalyon-batalyon Eropa di medan tempur yang membentang luas dari Serbia, Hungaria, Kroasia, Austria, Rhodes hingga Pulau Malta. Di mata Ki Demang Pudak Muncul, kemampuan tempur pasukan Tohpati tadi malam benar-benar mencerminkan keharuman nama Ksatria Jipang pimpinan Pangeran Harya Penangsang yang terkenal sebagai barisan Ksatria Demak Bintoro yang sangat disegani oleh para penjelajah Eropa baik di lautan maupun di daratan. 

http://en.wikipedia

Original source : Arya Penangsang – Kisah Tohpati Sang Panglima Jipang Panolan melawan Perampok Kademangan Pudak Muncul