Cerita Anak – Kisah Pemuda Yang Jujur Dan Pedagang Yang Korupsi

Cerita Anak – Kisah Pemuda Yang Jujur Dan Pedagang Yang Korupsi. Tersebutlah pada jaman dahulu kala, hidup seorang anak muda yang tinggal bersama kakeknya. Si kakek mengasuh anak ini dari semenjak ia kecil hingga kini sudah dewasa, karena ditinggal orang tuanya. Si pemuda tersebut sangat rajin dan patuh akan perintah kakeknya. Kakeknya sering mengajarkan tentang kebaikan dan kebajikan dalam hidup.

Cerita Anak – Kisah Pemuda Yang Jujur Dan Pedagang Yang Korupsi

Cerita Anak - Kisah Pemuda Yang Jujur Dan Pedagang Yang Korupsi

Sampailah pada akhirnya cerita anak ini berlanjut hingga si pemuda ini merantau ke sebuah perkotaan yang sangat ramai.

Disitu ia mulai mencari pekerjaan yang bisa mendatangkan rejeki agar ia bisa makan dan hidup disitu.

Ia mulai memasuki pasar-pasar dan menawarkan jasa sebagai tukang panggul. Sampai suatu ketika ia bertemu dengan saudagar kaya yang hendak membongkar muatan dari kapalnya.

“Wahai anak muda, apakah engkau bisa berhitung?” Si saudagar bertanya kepada si pemuda tersebut.

“Bisa,tuanku…hamba sangat mahir dalam berhitung” jawab si pemuda.

Singkat cerita si pemuda diajak berdagang bersama si saudagar kaya. Dan akhirnya ia-pun bekerja full-calculate bersama saudagar kaya.

Awal mulanya si pemuda diperintahkan bekerja untuk menghitung barang dagangan yang terjual oleh si saudagar kaya.

Ia sangat bersyukur sekali mendapatkan pekerjaan tersebut, namun sampai suatu ketika ia diperintahkan saudagar kaya itu untuk ikut berdagang ke sebuah pulau yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya.

Sesampainya disana, ia diperintahkan untuk memberatkan timbangannya agar mendapatkan keuntungan yang sangat besar dari pulau tersebut.

Sontak ia sangat kaget atas perintah sang saudagar kaya. “Maaf tuanku, bukan maksud hamba untuk menolak perintah tuan, akan tetapi bukankah hal ini sangat dilarang dalam agama dan tentunya tidak baik bagi rejeki kita?” Tanya si pemuda dengan sangat lugu.

Si saudagar langsung tertawa terbahak-bahak dan berkata “Wahai pemuda, kamu ini sangat pintar dalam berhitung namun dalam berniaga, ilmu yang kau miliki adalah nol besar!, tidak ada!” kata si saudagar.

Kemudian saudagar itu melanjutkan perkataannya “Tahukah engkau bahwa itulah yang membuat aku kaya raya seperti ini, janganlah menjadi jujur ketika kau berdagang. Itu akan membuatmu tidak pernah kaya!…hahahha”.

Si pemuda bangkit dari tempat duduknya sambil berkata “Maaf tuanku, hamba bekerja bukan hanya untuk makan, tapi hamba bekerja untuk mencari keberkahan di dunia dan akhirat.”

“Jika cara tuan berdagang seperti ini, maka mulai saat ini hamba berhenti bekerja” tegas si pemuda lanjut. “Masih banyak pekerjaan diluar sana yang penuh keberkahan asal Hamba mau jujur dalam hidup ini” si pemuda tegas dalam berkata.

Mendengar si pemuda berhenti bekerja, si saudagar kaya semakin tertawa terbahak-bahak. Si pemuda pun pergi meninggalkan lapak si saudagar itu.

Ternyata kepergian pemuda tersebut, terendus oleh para pembeli yang sedang mengerumuni lapak si saudagar kaya. Mereka tahu bahwa saudagar itu tidak jujur dalam berdagang. Mereka akhirnya mengembalikan barang minta meminta uangnya dikembalikan.

Si saudagar sangat merugi hari itu dan pulang kembali tanpa untung sepeserpun. Ia akhirnya memutuskan untuk mencari pemuda jujur yang tidak mau korupsi timbangan tersebut.

Singkat cerita-pun akhirnya si pemuda ini menjadi saudagar kaya raya di negeri tersebut karena kejujuran dalam berdagang, tanpa harus korupsi alat timbangan. Sehingga banyak pembeli yang senang membeli barang-barang dari si pemuda karena kejujurannya.

Hikmah cerita anak kali ini adalah janganlah kita menipu orang dengan sesuatu yang menguntungkan kita tapi merugikan orang lain. Berbuatlah kebaikan dan menjadi baik selama kita hidup di dunia, karena Tuhan Maha pengasih bagi orang yang berbuat baik.

Masih banyak lagi cerita anak yang bisa kamu baca di blog dongeng ini, seperti cerita anak berikut ini :
cerita anak si kancil dan monyet
cerita anak si ipan dan apin

Incoming search terms:

  • cerita yang mengandung unsur jujur
  • dongeng islami supaya anak rajin shalat

Original source : Cerita Anak – Kisah Pemuda Yang Jujur Dan Pedagang Yang Korupsi

Dongeng Kancil, Bayi Altap, dan Kabel Semrawut

Sore itu Sang Kancil kembali menyambangi bayi Altap yang sedang duduk di atas baby carriage birunya menghadap akuarium air laut di teras belakang rumah Kakek — sementara bundanya sibuk memasak di dapur. Si Kancil mendekati bayi umur 7 bulan itu, lalu berkata sesuatu yang lain dari biasanya.
“Altap, lihatlah di atas itu” kata Kancil sambil menunjuk bentangan kabel yang melintas di atas mereka. 
Altap melihat bentangan kabel itu dengan seksama. Semrawut — begitu komentar Altap dalam hati. Beberapa helai kabel ditarik dari tempat dipasangnya kincir air diperbatasan kebun belakang rumah Kakek, menuju rumah Kakek dan Langgar di samping rumah Kakek. Kabel-kabel itu ditopang oleh tiang-tiang dari bambu, dan nampak percabangan tidak teratur ada di sekitar rumah Kakek. Semrawut. Tidak rapi. Kesan itulah yang muncul dari kabel-kabel itu.
“Kabelnya gak teratur yah? Semrawut banget yah?. Tapi bukan itu yang ingin kubicarakan. Lihatlah dahan pohon mangga yang patah itu. Jika ada angin sedikit besar, dahan itu akan jatuh menimpa kabel-kabel listrik dan akan membuat aliran listrik ke rumah menjadi padam” urai Sang Kancil.
“Awww awwww…. wa-wa-wa-wa-wa. Kamu benar Kancil, dahan itu akan membahayakan. Bagaimana caranya supaya kita terhindar dari bahaya?” tanya Altap, tentu saja dengan bahasa yang bagi Bunda Majda hanyalah teriakan-teriakan bayi yang tidak ada maknanya, lain halnya dengan Sang Kancil, dia dengan mudah bisa memahami bahasa Altap.

“Mudah sekali Altap. Jika Kakek nanti datang ke sini tunjuklah dahan itu sambil berteriak apa saja. Pasti Kakek akan menyadari bahaya yang timbul dari dahan itu” jawab Kancil.
Lalu Sang Kancil bercerita bahwa sebenarnya Kakek telah menyiapkan pipa-pipa untuk saluran kabel yang akan ditanam di bawah tanah. Namun karena pada waktu itu sedang musim hujan, maka pemasangan kabel di bawah tanah ditunda hingga musim kemarau. Saat ini sebenarnya telah musim kemarau dan jarang turun hujan. Namun agaknya Kakek lupa dengan rencananya, sehingga sampai saat ini kabel masih dipasang diatas tanah dengan tiang-tiang bambu, dan nampak semrawut karena adanya percabangan di mana-mana.
Beberapa saat kemudian saat Kakek menghampiri baby carriage Altap, seperti nasehat Sang Kancil, Altap menunjuk-nunjuk ke arah dahan yang patah sambil berteriak-teriak keras sekali. Teriakan Altap mau tak mau Kakek mengikuti arah telunjuk Altap. Segera saja mata Kakek tertumbuk pada dahan yang patah. 
“Astaghfirullah, aku lupa seharusnya aku memindahkan jalur kabel ke bawah tanah. Dahan-dahan di kebun bisa membahayakan kabel listrik” gumam Kakek
Kakek tersenyum pada Altap sembari mengacungkan kedua ibu jarinya, pertanda dia sangat bangga pada cucunya ini. Entah siapa yang memberi tahu Altap sehingga cucunya ini bisa tahu kalau dahan patah itu membahayakan jika sampai jatuh menimpa kabel listrik.
Malam itu Kakek berhasil mendapatkan seorang tukang yang akan mengatur penggalian dan pamasangan saluran kabel di bawah tanah. Untuk membantu pekerjaan tukang tersebut — murid-murid mengaji di Langgar dengan antusias ingin ikut serta mengerjakan pemasangan kabel bawah tanah. Mereka sangat ingin tahu cara memasang kabel pada pipa bawah tanah untuk diterapkan di rumah masing-masing. 
Sebagian besar penduduk kampung meniru Kakek Altap yang membangkitkan listrik menggunakan aliran sungai-sungai kecil yang melintasi kampung. Biasanya antara 5-10 rumah berpatungan membangun kincir air. Dari situlah mereka mendapatkan listrik yang menerangi kampung mereka.
Ternyata butuh waktu seminggu untuk menggali, dan kemudian memasang saluran listrik bawah tanah. Dia atas galian kabel listrik itu kemudian diberi batu-batu yang ditata menjadi jalan setapak menuju kincir air. Tujuannya agar orang tidak lupa melakukan penggalian pada lokasi ditanamnya pipa saluran listrik, dismapi ng untuk alasan keindahan. Kini kabel semrawut sudah tidak ada lagi. Kebun Kakek yang dulunya “dikotori” pemandangan kabel listrik yang semrawut sudah kembali rapi kembali. Altap dan Sang Kancil senang, mereka tak perlu lagi khawatir ada dahan patah yang akan merusak kabel listrik (Undil-2015).     

Original source : Dongeng Kancil, Bayi Altap, dan Kabel Semrawut

Dongeng Sang Kancil, Bayi Altap, dan Kucing Persia yang tersesat

Suatu sore tatkala bayi Altap sedang berada di depan akuarium di teras belakang rumah Kakeknya, sembari berbaring di atas baby carriage menikmati pemandangan akuarium air laut sambil mendengarkan cerita Sang Kancil yang sengaja bertandang untuk mendongeng — tiba-tiba terdengar suara meong-meong yang melengking tinggi. 

Tak berapa lama kemudian muncul seekor anak kucing, bermuka bulat, bermoncong mungil, berbulu lebat warna putih dengan sedikit kelabu di kepalanya, dan bulunya panjang-panjang yang membuat ukuran tubuhnya terlihat lebih besar — khas kucing persia. 

  

Anak kucing itu melompat ke baby carriage Altap lalu mengeong-ngeong di antara kaki Altap. Si bayi umur 7 bulan berteriak-teriak kegirangan melihat anak kucing itu berada di strollernya. Tangannya dimajukan seolah-oleh ingin meraih kepala si kucing mungil.

Sang Kancil segera mengenali bahwa kucing persia kecil ini bukanlah berasal dari wilayah sekitar rumah kakek Altap. Pastilah dia kucing yang tersesat — entah karena jatuh dari mobil atau kucing yang dibawa tamu dari luar kota yang tidak tahu jalan kembali. Pada mulanya Kancil tidak mengerti kata-kata kucing kecil. Namun perlahan-lahan Sang Kancil mulai dapat mengenali bahasa anak kucing yang masih terbalik-balik urutan katanya  ini. Kayaknya dia belum lama belajar bicara — sehingga urutan kata dalam kalimat masih terbalik-balik posisinya.
“Tersesat tolonglah aku. Pergi dari tadi pagi rumah lupa pulang ke jalan”. kata anak kucing terbata-bata dengan kalimat yang simpang siur tak karuan.
“Namamu siapa?. tanya Kancil yang bingung dengan susunan kata kucing kecil.
Kucing kecil itu nampak menggelengkan kepala tanda tidak mengerti kata-kata Kancil.
“Na-ma ka-mu si-a-pa?” ulang Sang Kancil dengan kata-kata yang dieja dengan perlahan.
Si Kucing kecil mendongakkan kepalanya yang imut sambil bergumam tidak jelas.
Akhirnya Sang Kancil menunjuk dirinya lalu berkata
“Namaku Kancil”.
“Nama dia Altap” lanjutnya sambil menunjuk Altap, lalu tangannya menunjuk ke arah kucing kecil.
“Na-ma-ku Fe-lix” jawab kucing kecil itu. Rupanya dia mengerti maksud Sang Kancil.
Altap berteriak kegirangan tatkala mendengar kucing kecil bisa menjawab pertanyaan Kancil — sampai-sampai si Felix meringkuk ketakutan saking kagetnya oleh teriakan Altap. Sang Kancil geleng-geleng kepala melihat kelakuan Altap yang bikin kaget itu.
“Aku tinggal di sebuah gua tepi sungai” kata Kancil setelah kekagetan Felix reda, sambil mengambil ranting dan mencorat-coret tanah untuk menggambar sebuah sungai, dan sebuah gua berserta gambar dirinya berada di dalam gua.
“Altap tinggal di rumah ini” lanjut Kancil sambil menunjuk Altap kemudian menunjuk rumah Kakek.
“A-ku ting-gal di-ko-ta yang a-da Ta-guy Jom-blo” kata si kucing kecil yang dapat menangkap maksud Kancil.
Agaknya si kucing kecil suka di ajak pemiliknya ke sebuah taman yang bernama Taman Jomblo. Segera saja Sang Kancil tahu bahwa kucing tersebut berasal dari Bandung. Satu-satunya kota di muka bumi yang punya Taman Jomblo rasanya hanya Kota Bandung. 
“Hai Altap. Apakah kamu tahu baru-baru ini ada tamu dari Bandung yang main ke sini” tanya Sang Kancil kepada Altap.
Langgar di samping rumah Kakek adalah tempat orang-orang kampung berkumpul setiap waktu sholat. Tamu-tamu dari luar kampung-pun biasanya ikut sholat di situ. Sehingga keberadaan tamu-tamu dapat mudah dideteksi dari Langgar. Sang Kancil berharap tamu tersebut sehabis sholat di Langgar pernah mampir di rumah Kakek, sehingga Altap dapat mengenalinya.
Altap sejenak mencoba mengingat-ingat. Siapa saja tamu dari luar kota yang pernah mampir ke rumah Kakek. Tiba-tiba dia menjerit — berteriak keras sekali. Altap ingat kemarin ada seorang yang bertandang ke rumah Kakek. Seorang laki-laki bersama istri, dan anak sebaya dirinya yang berasal dari Bandung. Dia adalah murid mengaji Kakek yang kini tinggal di Bandung. Namanya Jarir, anaknya Pak Tobari.
“Jarir anak Pak Tobari” teriak Altap melengking tinggi sampai si Felix kembali kaget dan tak sengaja terlompat dari baby carriage Altap. Untunglah dia mendarat dengan selamat di punggung Kancil. Meskipun masih bayi, suara Altap memang sangat lantang dan suka bikin kaget orang. Padahal bahasa Altap adalah bahasa yang bagi orang tuanya hanya seperti teriakan-teriakan bayi yang tidak ada maknanya. Untunglah Sang Kancil yang cerdik dapat mengerti maknanya.
Kancil tahu nama Pak Tobari. Pemilik kebun buah Kiwi barrier luas di kampung yang tinggal tak jauh dari rumah Kakek Altap. Dia juga sering mendengar nama Jarir disebut-sebut oleh anak-anak yang mengaji di Langgar. Rupanya Jarir sewaktu kecil adalah murid Kakek yang barrier rajin, sehingga dia bisa menghapal Quran pada umur sepuluh tahun. Jarir kemudian kuliah di Delft dan kini menjadi arsitek di Bandung.

Maka Kancil akan membawa kucing kecil kembali pada Jarir yang sedang menginap di rumah bapaknya. Nanti anak kucing itu diam-diam akan diantar melalui kebun belakang rumah Pak Tobari — langsung masuk ke dapur rumahnya. Altap nampak mengelus-elus kepala anak kucing itu sesaat sebelum Sang Kancil mengajaknya pergi. Kemudian dia melambai-lambaikan tangannya tatkala anak kucing yang berpegangan erat pada punggung Sang Kancil itu dibawa menghilang diantara rimbunnya rumpun bambu di belakang rumah Kakek (Undil-2015) 

gambar diambil dari pinterest

Incoming search terms:

  • teks eksemplum tentang kucing

Original source : Dongeng Sang Kancil, Bayi Altap, dan Kucing Persia yang tersesat

Cerita anak si Vilda yang Ikut puasa

Bulan puasa sudah berjalan hari ke 13 saat ini. Vilda sangat senang mengikuti ibadah puasa. Setiap hari ia bangun jam 3 pagi membantu mama-nya masak dan menyiapkan makan sahur untuk keluarganya. Walau vilda termasuk anak laki-laki, namun vilda memiliki postur tubuh tidak seperti anak-anak yang lainnya. Ia terlihat kurus dan tidak memiliki badan seperti anak-anak yang lainnya.

Namun dengan demikian, niat kerasnya untuk berpuasa seharian penuh sangat keras seperti batu. Walau mama-nya sudah melarang untuk berpuasa seharian penuh, ia tetap berpuasa sampai adzan Maghrib.

Sang mama sangat mengkhawatirkan vilda, karena vilda di hari biasa sangat susah sekali makan, tapi ia adalah anak kelas 1 yang tidak bisa diam. Dia anak yang aktif dan sangat pintar bergaul dengan teman-temannya.

Hingga sang mama harus berfikir keras agar si Vilda tetap bisa berpuasa, namun kebutuhan nutrisi dan gizinya tetap terpenuhi, walau si vilda berpuasa, ia harus tetap makan makanan yang bergizi tinggi agar bisa bermain dan beraktifitas seperti anak-anak lainnya.

Baca juga : cerita kancil dan harimau

Kini si vilda kembali bisa ceria bermain, karena ia telah diberikan susu pertumbuhan yang sesuai dengan usianya agar bisa berpuasa penuh di bulan suci ramadhan ini. Selain susu, mama vilda juga memberikan makanan yang berserat tinggi agar vilda kuat selama puasa.

Melatih puasa pada anak memang harus diimbangi dengan asupan gizi si anak tersebut, jangan sampai puasa malah justru membuat anak semakin lemas. Sebagai orang tua kita harus mempersiapkan anak-anak untuk bisa berlatih puasa hingga mereka terbiasa dengan kondisi mereka kelak dewasa untuk berpuasa secara mandiri.


Original source : Cerita anak si Vilda yang Ikut puasa

Doa Para Penghuni Hutan Untuk Blog Dongeng Anak Indonesia

Doa Para Penghuni Hutan Untuk Blog Dongeng. Dongeng ini berawal dari sebuah hutan yang rindang, hutan yang sejuk serta para penghuni hutan yang ramah sekali. Mulai dari si kancil, kerbau, harimau, gajah. semut, monyet dan lainnya. Semua sangat saling menyangi dan mereka sangat berterima kasih kepada blog dongeng anak indonesia yang telah menceritakan cerita-cerita anak tentang mereka di blog kesayangan ini. Namun mereka sangat sedih. Ada apa gerangan para penghuni hutan sangat sedih?, kini mereka sangat tidak semangat dan tidak bergairah dengan kehidupan yang ada di dalam hutan.

Kabar bahwa penghuni hutan tidak bersemangat, terdengar oleh si Kancil yang cerdik. Suatu hari si kancil yang sedang berada di ladang pak tani didatangi oleh sang kera yang berlari tergopoh-gopoh menuju si kancil yang sedang membereskan panen ketimun pak Tani.

“Cil, kancil…gawat…gawat..” kata si kera yang datang sambil terengah-engah. “hai kera, apa kabar?, mari sini mendekat, oh ya apa kamu mau mencoba timun panen nya pak tani?” kata si Kancil santai.

“Haduh cil, kamu bagaimana sih, aku ini serius lho, kok kamu malah becanda sih?” si kera membalas. Si kancil lalu duduk di sebelah kera yang masih terengah-engah nafasnya karena berlari.

“Baiklah. coba bernafas dulu yang tenang, baru nanti aku dengarkan” kata si kancil.

Kemudian si kera mulai bercerita. “Begini cil, kita khan ini semua semakin tenar dan terkenal di dunia internet, karena sebabny kita sangat cemas dan khawatir kalau kita tidak terkenal lagi.” si kera mulai cerita. “Memangnya kenapa?” si Kancil heran.

“Soalnya, blog dimana kita selalu diceritakan ini, mengalami penurunan pengunjung yang sangat signifikan, apa sebab?, karena kak Ravi Vilda mengubah field dari blogspot menjadi www.dongenganakindonesia.com lewat custom field, sehingga Google kini menghilangkan blog dongeng anak dari posisi pertama di setiap keyword yang ada akibat custom field tadi” si kera cemas.

“Padahal sebelumnya, blog ini terkenal di semua keyword lho, cil, sebut saja mulai keyword dongeng anak, cerita anak, cerita si kancil, dan yang barrier populer yaitu dongeng anak kancil dan monyet. Kini semua keyword itu seperti hilang dari posisi pertama, gimana kita ga cemas , Cil?” si kera menambahkan.

“Oh masalah itu, aku pikir masalah apa tho. Itu sih gampang…kita serahkan saja sama kakak RaviVilda, biar dia yang urus semua itu. Kamu lupa yah kalau Kak RaviVilda itu khan jago SEO (Quest Engine Optimization) itu lho teknik agar dongeng-dongeng tentang kita selalu ada di nomor 1 di mesin pencarian Google, faham ga kamu, kera?” si kancil mencoba menjelaskan.

“Gila kamu cil, ilmu kamu keren banget, sampai tau SEO, Google segala macam, wah aku sih baru tau kalao soal itu, Ya semoga Kak RaviVilda bisa membalikkan semuanya kembali dan blog dongeng anak ini kembali ramai pengunjung ya Cil” si kera menambahkan.

“Ya Amin, semoga deh. Kamu juga jangan khawatir, soalnya kak RaviVilda khan jago men-dongeng, dia juga pasti selalu bring up to date konten cerita seputar kita dan kawan-kawan kita. Jadi here is not anything to agonize in this area, companion” si Kancil bergaya.

“Ah sok inggris kamu cil, ya udah deh kalau begitu aku mau balik masuk kedalam hutan, aku akan kabari teman-teman kita yang sedang menunggu di hutan untuk tetap berdoa, mendoakan agar supaya kak RaviVilda diberikan kesabaran dan ide yang banyak untuk tetap menceritakan kita semua ya Cil” kata si kera berdoa.

“Amin,….ya sudah aku mau kembali membereskan panen ketimun pak tani, ini sudah hampir siang, nanti pak tani akan marah jika aku belum selesai.” pinta si Kancil.

Akhirnya si kera pamit kepada kancil. Dan para penghuni hutan-pun kini senang karena blog dongeng anak indonesia ini akan kembali ramai pengunjung dan mereka pun akan kembali diceritakan dalam blog dongeng ini.


Original source : Doa Para Penghuni Hutan Untuk Blog Dongeng Anak Indonesia

Dongeng Si Pemuda Pemalas Yang Bertaubat

Dongeng Si Pemalas yang Bertaubat – Dongeng ini berawal dari sebuah desa yang ada di sebuah pegunungan di daerah terpencil dari suatu negeri. Hiduplah seorang lelaki muda yang hidupnya sangat santai sekali, sehingga banyak orang desa yang menjulukinya sebagai si pemalas. Keseharian aktifitasnya dihabiskan hanya bermalas-malasan tidur di bawah pohon rindang depan rumahnya. Sampai suatu hari datang seorang kakek berambut putih panjang menghampiri si lelaki muda ini.

“Hai anak muda, kenapa kau tidak bekerja seperti kebanyakan orang-orang di desa ini?, mereka berangkat pagi buta untuk mengais rejeki agar bisa hidup”. Si anak muda hanya bisa berkata sambil menggeser posisi tubuhnya yang terbaring di dipan. “Hai Kakek, buat apa aku bekerja?, bisakah kau melihat harta yang sudah aku miliki saat ini, dengan ini saja aku tidak akan kekurangan” jawab si anak muda dengan sombong.

Baca juga : Dongeng KAncil Dan Serigala

Si Kakek tersebut tidak menjawab, akan tetapi si kakek hanya berpesan kepada si pemuda agar tidak menyia-nyiakan masa muda dengan begitu saja. Tak lama kemudian si kakek berlalu, namun si pemuda kaya sombong tersebut tidak menghiraukan kepergian si kakek.

Hari berlalu begitu cepat. Si pemuda kaya yang sombong tampak kebingungan, hartanya semakin hari semakin menipis dan habis dengan cepat, semua itu ia gunakan untuk berfoya-foya dan untuk kesenangan sesaat saja.

Tiba pada waktunya, ia ingin makan namun tidak ada satupun makanan yang tersedia di dalam rumahnya dan ia pun kebingungan untuk mencari makan. Maka ia pun pergi ke pasar untuk bisa mendapatkan makanan yang ia makan di pagi itu.

Ia  merasakan kesedihan dalam perjalanan menuju ke pasar, ia membayangkan ketika ia masih punya banyak harta tapi ia tidak mau ber-sedekah kepada orang yang membutuhkan, kini ia pun merasakan apa yang orang lain rasakan ketika ia masih punya banyak harta.

Penyesalan tinggal penyesalan, kini ia pun harus meminta-minta ke pasar untuk mendapatkan sarapan pagi yang cuma cukup untuk mengganjal perutnya saja. lalu ia terbayang ketika seorang kakek pada waktu lalu datang menghampiri dia.

Akhirnya ia bertaubat, dan ingin merubah hidupnya. Sekarang ia mulai sadar dan mulai bekerja di pasar sebagai kuli angkut beras. Lama kelamaan hidupnya berubah dan mulai kembali memiliki harta namun masih sedikit. Ia pun kini mulai ber-sedekah untuk saling berbagi kepada orang yang masih membutuhkan.

Akhirnya si pemuda malas kini telah menjadi orang yang telah berubah 180 derajat. Ia pun kini hidup dalam kecukupan harta namun ia memilih untuk hidup dengan harta yang tidak banyak namun ia masih bisa membantu orang lain yang masih kekurangan.

Baca juga : Panglima peraang dan kalung ajaib

Hikmah dongeng anak ini adalah kita jangan sombong ketika kita memiliki harta yang banyak. Bantulah orang lain dan keluarkan harta kita untuk bisa membantu orang yang masih dibawah garis kemiskinan. Sesungguhnya harta yang kita miliki, disitu pula ada hak orang lain yang belum seberuntung kita. Semoga cerita anak ini bisa membawa hikmah kepada kita agar kita selalu diberi lindungan oleh Allah Swt. Amin


Original source : Dongeng Si Pemuda Pemalas Yang Bertaubat

Dongeng kancil melawan akal busuk harimau

Si Kancil kali ini dihadapkan kepada masalah yang berat. Seluruh anggota hutan kini tidak percaya lagi kepada si kancil. Apa pasal?, karena pada suatu malam kancil terbukti sedang mencuri timun pak petani. Padahal kancil sebenarnya sedang memindahkan hasil panen timun pak petani dari ladang menuju lumbung timun yang tidak jauh dari kebun ketimun.

Lalu siapa yang membuat isu kalau si kancil menjadi pencuri timun?. Adalah harimau yang sangat tidak suka akan tindak tanduk kancil yang selalu disukai dan memiliki banyak teman di hutan.

Harimau sangat benci kancil, karena kancil memiliki banyak sekali teman-teman dan semua anggota hutan sangat suka dengan kancil yang memiliki banyak akal untuk menolong sesama.

Kini harimau puas akan akal bulusnya untuk membuat para hewan hutan untuk membenci kancil. Akal dan siasatnya kini membuat dirinya menjadi pusat perhatian.

Pada suatu hari, masuklah harimau kedalam kerumunan para anggota hewan hutan yang tengah berkumpul.

“Gawat, para pemburu masuk hutan, kita harus segera menyingkir, apa kalian mau bersamaku untuk mengintai para pemburu itu” kata harimau tiba-tiba.

Para anggota hutan terkejut dan sangat ketakutan. Mereka tidak mau ditangkap para pemburu yang sering membawa mereka dan tidak segan-segan memburu dan membunuh para hewan anggota hutan.

Akhirnya si menjangan mau ikut dengan harimau. “Aku khan larinya barrier cepat, jika mereka tahu keberadaan ku , aku langsung lari dengan sangat cepat”. Ini membuat harimau tersenyum.”Hmmm…makan besar aku” gumam harimau.

Baca juga si Kancil dan serigala

Akhirnya si menjangan dan harimau pergi ke pinggir hutan untuk memantau keberadaan pemburu yang baru masuk ke dalam hutan.

Alhasil tidak ada pemburu yang masuk kedalam hutan. “Hai harimau mana pemburu-pemburu itu..kayaknya dari tadi tidak ada yang datang?” Tanya menjangan kepada harimau.

Harimau tidak langsung menjawab, tapi ia langsung menerkam dan berlari menuju menjangan. Menjangan kaget dan lari ketakutan.

Apa yang terjadi…nantikan cerita berikutnya yaa.


Original source : Dongeng kancil melawan akal busuk harimau

Dongeng si Pemuda Miskin Yang Suka bersedekah

Alkisah disebutkan seorang pemuda yang sangat miskin tidak memiliki apa-apa. Hidupnya pun sangat memilukan. Ia berpindah-pindah dari satu pasar ke pasar yang lainnya. Namun apa yang sangat membanggakan dari si pemuda tersebut, ternyata ia sangat raji beribadah dan sering bangun pagi-pagi sebelum orang-orang pasar berdatangan.

Meskipun ia tidak memiliki apa-apa namun ia sangat rajin sekali bekerja. Buatnya tidak apa ia miskin namun ia masih memilik Tuhan tempat ia berdoa dan menggantungkan nasibnya.

Pagi-pagi ia bangun sekitar jam 2 pagi, kemudian ia shalat tahajjud dan tak lupa pula menunaikan ibadah shalat shubuh ketika menjelang pagi. Ia menjadi kuli panggul, kemudian menjadi tukang sapu di pasar, membantu memanggul beras, dan apa saja ia kerjakan agar ia bisa mendapatkan upah dari orang yang ia bantu.

Namun ada satu perilaku mulia yang perlu di teladani dari pemuda miskin ini, ternyata uang dari hasil kerja kerasnya ia berikan sebagian bahkan semuanya bagi orang-orang yang tidak mampu yang ia temukan di sekitar pasar tersebut.

Banyak orang yang tidak tahu amalan si pemuda yang sangat baik dan mulia ini. Berbulan-bulan ia mengerjakan kebaikan itu dan ia pun tetap sabar dalam menjalankan pekerjaannya.

Sampai suatu waktu ketika ia memberikan sedekah kepada seorang ibu yang sedang meminta-minta. Ada seorang pedagang beras yang memperhatikan pemuda ini, lalu kemudian bertanya” hai anak muda, maukah kau menjadi karyawan ku, anak buahku semuanya sedang pulang kampung dan tidak ada yang menjagai toko milikku”.

Mendengar perkataan juragan beras, pemuda ini sangat senang bukan kepalang, kini ia tidak perlu lagi menjadi kuli pangul beras, namun ia at that calculate-door and dearest menjadi pegawai toko beras yang mendapat bayaran yang lumayan besar sehingga ia bisa menabung.

Demikianlah kisah seorang pemuda miskin yang suka bersedekah, semoga kisah ini bisa meng-inspirasi kita semua untuk semakin taat menjalankan perintah Tuhan dan berbuat kebaikan kepada sesama.


Original source : Dongeng si Pemuda Miskin Yang Suka bersedekah

Cerita dongeng anak | Kisah Bunga Kembang Sepatu Raksasa

Dongeng anak indonesia kali ini bermula dair sebuah kerajaan di negeri antah berantah. Dahulu kala ada seorang raja yang bernama raja Diandras, Raja ini sangat arif dan bijaksana dalam memimpin kerajaannya. Sampai suatu saat raja mengalami sakit yang parah, berpuluh-puluh tabib dari negeri seberang didatangkan dari negeri seberang untuk mengobati penyakit sang raja, namun tidak satupun yang berhasil mengobati dan menyembuhkan penyakit sang raja. Akhirnya diadakan sayembara kerajaan yang di umumkan di tengah alun-alun kerajaan.

Sayembara itu berbunyi, barang siapa yang bisa menyembuhkan penyakit raja, akan diberikan hadiah, jika ia (pemenang sayembara) adalah laki-laki maka ia akan diangkat menjadi pangeran sebagai pengganti raja kelak, dan jika ia perempuan maka ia akan dijadikan permaisuri raja.

Setelah itu berdatanglah para tabib dan orang pinta dari segala penjuru negeri, ada yang datang dengan menggunakan perahu melintasi lautan ada pula yang menyebrang sungai, ada pula yang menggunakan kesaktian dengan terbang diatas awan.

(Dongeng anak dan cerita anak hanya di http://dongenganakindonesia1.blogspot.com)

Namun semua peserta sayembara yang datang untuk mengobati sang raja akhirnya gagal untuk menyembuhkan raja. Hingga pada suatu hari datanglah seorang pemuda masuk kedalam istana.

Sesampainya dipintu istana, pemuda itu disambut oleh 2 orang penjaga pintu gerbang istana yang berbadan tinggi dan tegap. “Berhenti kisanak, ada tujuan apa engkau hendak memasuki istana raja”, tanya penjaga kepada pemuda itu. Dari penampilannya pemuda itu tampak sangat lusuh, bajunya compang-camping dan mukanya kotor serta tubuhnya sangat bau sekali.

“Aku ingin menemui raja dan ingin menyembuhkan baginda raja”, kata pemuda itu sambil membungkuk dan menunjukkan sebuah bungkusan kepada para penjaga. Sontak para penjaga langsung tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan pemuda itu. “Haahaha..bagaimana mungkin kau bisa menyembuhkan raja, sedangkan kau saja tampak jorok dan mirip seperti orang sakit, haha”, kata penjaga sambil tertawa memegangi perut mereka.

“Tapi raja kalian sedang sekarat, apakah tidak boleh hamba menyembuhkan baginda raja?”, sontak langsung para penjaga langsung melotot mendengar perkataan si pemuda tadi. “Hei anak muda, lancang sekali kau berkata raja kami sedang sekarat!”, “Oh ya silahkan saja engkau lihat sendiri, bukannya sayembara ini diadakan untuk menyembuhkan raja?”.

Mendengar keributan yang terjadi di pintu gerbang, salah satu perdana menteri kerajaan menghampiri, “Ada apa gerangan, wahai pengawal?”. Tanya sang menteri kepada penjaga.

“Ini tuanku, ada anak muda yang ingin mengobati sakit baginda raja Diandras, tapi dari penampilannya dia sangat tidak meyakinkan”. “Baik, bawa masuk dia kedalam istana”, kata sang menteri.

(Dongeng anak dan cerita anak hanya di http://dongenganakindonesia1.blogspot.com)

Singkat cerita si pemuda ini masuk kedalam istana, kemudian ia memberikan sebuah isyarat kesembuhan kepada sang Raja. “Baginda raja, maafkan hamba yang telah lancang masuk kedalam istana raja, tetapi ijinkan hamba memberitahukan bahwa sakit baginda raja hanya bisa diobati oleh bunga kembang sepatu raksasa, dan bunga itu hanya bisa diambil oleh orang yang barrier jujur di kerajaan ini”.

Sehari setelah pemuda itu datang, keesokan harinya berbondong-bondong rakyat keraajaan itu mendatangi bunga kembang sepatu yang ada di dalam hutan, tak satupun bisa menghampiri bunga tersebut.

Sampai akhirnya ada seorang kakek tua, datang dan memetik bunga kembang sepatu tanpa ada halangan yang berarti. Si kakek lalu dibawa dan diboyong oleh pengawal istana dan memberika obat yang berasal dari kembang sepatu untuk diminum oleh sang Raha Diandras.

Dan akhirnya rajapun sembuh, dan sikakek tidak meminta satupun hadiah yang ditawarkan oleh sang raja, hanya ada satu permintaan sang kakek, yaitu ia ingin raja tetap memerintah negeri ini dengan lebih arif dan bijaksana lagi. Raja kemudian meneteskan air mata, ia tidak mengira di negeri ini masih ada orang yang ikhlas memberikan bantuan tanpa mengharapkan imbalan.

Akhirnya sang kakek diangkat menjadi penasihat raja, dan raja Diandras pun kembali memerintah sebagai raja di negeri yang adil, damai dan sentosa bagi rakyatnya. Hikmah dari dongeng anak kali ini adalah kita harus menjadi pribadi yang jujur dan sederhana. Sebab dengan kejujuran maka semua kebaikan akan datang kepada kita.

Terima kasih sudah membaca cerita anak di blog dongeng anak Indonesia (http://dongenganakindonesia1.blogspot.com/), semoga bermanfaat bagi anda dan buah hati anda tercinta.


Original source : Cerita dongeng anak | Kisah Bunga Kembang Sepatu Raksasa

Sumur di Belakang Rumah Nenek

Hampir semua cucu-cucu yang datang ke rumah nenek
menanyakan nasib sumur itu. Apa gerangan yang terjadi dengan sumur itu sekarang?
Apakah dia masih bisa dipakai?. Pertanyaan standar yang diajukan mereka saat
datang ke rumah ini.

Sebenarnya bagiku sumur itu adalah sumur biasa saja,
seperti sumur di rumahku dan sumur-sumur lain yang ada di kampung ini. Sebuah
sumur berdiameter satu setengah meter, dengan dinding setinggi satu meter dari
permukaan tanah, tidak dilengkapi atap dan kedalaman sumur kurang dari delapan
meter.


Original source : Sumur di Belakang Rumah Nenek