SEIRIS CINTA DAN SEPOTONG TAI

Jangan kau hampiri aku lagi
jika hanya membuat luka menggunung
karena takkan habis terobati oleh apapun
bahkan dinding yang kokohpun akan hancur
apabila tembang itu menggoda birahi………

Saat perlahan-lahan mulai mual akan janji
maka keterpaksaan yang mampir dalam dada
semu dan fias bagai bayangan dalam cermin
terlihat tak dapat bicara hanya gambaran
bagai sebuah sinetron yang membosankan…..

Disini penantian tak bertepi mengaharap pasti
sedikit-sedikit lukapun mulai perih membengkak
akankah berbuah virus yang menggerogoti hati
atau membawa alam sadarku berubah kegilaan
yang panjang sampai nafas di ujung hidung………

Hitam legam kau tampakkan pesona mahkota
harum mewangi bagaikan seorang peri mimpi
senyum terkulum merobek norma-norma
sintal semampai menggugah selera
bahkan membunuh iman yang tertanam…………

Enyahlah dari hadapku yang menjunjung adat leluhur
jangan memberikan mimpi-mimpi yang palsu
karena semua akan menjadi sampah dalam jamban
teronggok penuh dan menebarkan bau yang menyengat
karena kebencian teramat sangat telah kau sodorkan…….


Original source : SEIRIS CINTA DAN SEPOTONG TAI