Pilih Mana Ngekos atau Kontrak?

cari kos atau kontrakan

Bingung, mau ngekos atau ngontrak? Demikianlah pertanyaan yang seringkali terlontar
ketika awal dimulainya kuliah bagi mahasiswa atau para pekerja perantau yang meninggalkan kampung halamannya mengadu nasib di daerah lain. Hal ini wajar, apalagi bagi
seorang mahasiswa baru atau pekerja yang belum terbiasa tinggal jauh dari rumah. Untuk
memutuskan ngekos atau ngontrak bukanlah hal yang mudah. Perlu pertimbangan
yang matang agar tidak menyesal nantinya. Ini karena baik ngekos ataupun
ngontrak sama saja dengan memilih sebuah rumah idaman, di mana kita akan
menempatinya dalam jangka waktu yang

cukup lama.

Sewa kos atau Kontrak rumah?

Ada
perbedaan yang lumayan signifikan antara keduanya. Umumnya, sebuah kamar kos
hanya berupa sebuah ruangan namun dengan fasilitas yang sudah terisi lengkap.
Lain halnya dengan sebuah kontrakan yang berupa ruang kosong tanpa dilengkapi
fasilitas apapun. Dengan begitu, berarti anda membutuhkan biaya lebih untuk
melengkapi perlengkapan.
Beberapa
barang yang biasanya ada pada sebuah kamar kos seperti kasur, perabot, lemari
dan lain sebagainya harus anda beli jika memang lebih memilih kontrakan.
Nominal pemilik sebuah kamar kos akan meminjamkan fasilitas seperti kasur dan
lemari pakaian. Jadi anda tidak harus membelinya lagi.
Jika
dari segi fasilitasnya masing bingung pilih mana ngekos atau kontrak, anda bisa
mempertimbangkan dari berbagai hal lainnya. Salah satunya adalah dari segi
keluasannya. Jika kamar kos umumnya hanya berupa sebuah ruangan saja. berbeda
dengan kontrakan yang terdiri dari beberapa ruang, ada yang dua ruangan ada
pula yang tiga ruangan atau lebih. Bahkan ada pula yang berbentuk sebuah rumah.
Sebuah
kontrakan juga umumnya ditempati banyak orang, khususnya kontrakan yang banyak
ruangannya. Jadi anda harus mempertimbangkan pula, lebih suka mana tinggal
sendirian di kos-kosan ataukah tinggal bersama orang lain di kontrakan? Nah,
karena kontrakan yang lebih banyak ruangannya dan kos-kosan yang hanya
berbentuk sebuah kamar, ini menyebabkan perbedaan harga antara keduanya. Harga
sewa untuk sebuah kontrakan biasanya jauh lebih mahal dibandingkan harga sewa
kos-kosan.
Hal
lain yang perlu dipertimbangkan untuk anda yang masih bingung pilih ngekos atau
ngontrak adalah masalah dapurnya. Umumnya sebuah kamar kos tidak mempunyai
fasilitas memasak, bahkan banyak pemilik kos yang terang-terangan melarang
penyewanya memasak sendiri dengan alasan kebersihan. Lain halnya jika memilih
kontrakan, anda bisa memasak dengan bebas.

Nah,
demikianlah sedikit pembahasan mengenai perbedaan ngekos dan ngontrak. Semoga
ini bisa membantu anda yang sedang kebingungan mau pilih mana ngekos atau
kontrak. Sedikit informasi tambahan, biasanya jika di kos-kosan semua tanggung
jawab adalah milik pemiliknya. Jadi ketika ada kerusakan, pemilik kos akan
bertanggung jawab. Beda halnya dengan kontrakan yang mengharuskan penyewanya
untuk bertanggung jawab pada semua hal yang terjadi di rumah kontrakan
tersebut. Jadi, sudah memutuskan mau pilih yang mana, ngekos atau ngontrak?

Original source : Pilih Mana Ngekos atau Kontrak?

Sinergitas TNI-Polri Untuk Sukseskan KAA 2015

Perhelatan consequence internasional Konferensi Asia-Afrika (KAA) 2015 akan dilaksanakan di Bandung, 19-24 April 2015. Perhelatan ini akan dihadiri oleh 109 negara undangan dari kawasan Asia-Afrika, serta 17 negara pengamat, dan 20 organisasi internasional. Kesuksesan prosesi KAA tersebut sangat ditentukan oleh kesiapsiagaan pasukan aparat keamanan yakni gabungan antara TNI dan Polri.

Panglima Tentara Indonesia (TNI) Jenderal (TNI) Moeldoko dalam Apel gelar pasukan pengamanan KAA di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Rabu (15/4) menegaskan, ‎segenap komponen bangsa Indonesia, termasuk TNI dan Polri harus terlibat serta ikut bertanggung jawab atas suksesnya KAA. Menurutnya, acara ini akan menjadi salah satu etalase Indonesia bagi negara-negara di kawasan Asia dan Afrika, yang bisa menunjukkan prospektif kemajuan dan perkembangan Indonesia saat ini dan kedepan.

‎Menurut Moeldoko, dalam konteks hubungan internasional dan pada perspektif TNI-Polri, kehadiran pemimpin suatu negara dalam KAA merupakan simbol negara. Mencerminkan kepentingan negara yang diwakili, sehingga kehadirannya harus diberikan jaminan keamanan.

Setiap personel TNI-Polri harus berkerjasama dan bersinergi sesuai tugas dan tanggungjawab masing-masing. ‎TNI dan Polri menjamin dan tidak akan membiarkan pihak manapun mengganggu pelaksanaan konferensi dan peringatan KAA. Kepada seluruh pimpinan dan segenap prajurit TNI-Polri untuk tidak ragu-ragu dalam mengatasi permasalahan dan perkembangan situasi di lapangan.

Dalam melaksanakan tugas TNI-Polri selalu pegang teguh prinsip netral, tegas dan profesional. Artinya, gunakan prosedur tetap dan etika dalam melaksanakan tindakan pengamanan, dengan selalu mengendalikan diri, menjaga emosi dengan baik dan tidak mudah terprovokasi. TNI-Polri juga harus terus melakukan analisa terhadap setiap perkembangan situasi secara terkoordinasi, dengan Badan Intelijen Nasional (BIN) dan unsur intelijen daerah.‎

Maka dari itu, sinergitas antara TNI-Polri mutlak dan sangat wajib dilakukan demi menjaga keamanan dan kondusifitas dalam penyelenggaran Konferensi Asia-Afrika di Jakarta dan Bandung. Kesuksesan consequence internasional itu sangat berpengaruh pada anggapan dunia internasional bahwa, Indonesia merupakan negara besar yang mampu menyelenggarakan consequence-consequence kelas dunia dengan keamanan yang tinggi dan patut diancunig jempol.

sumber


Original source : Sinergitas TNI-Polri Untuk Sukseskan KAA 2015

ISL semakin semarak

jika membaca judul di atas maka akan ada sebagian fans yang terpingirkan dengan wajah seperti oncom terbakar dengan semangat menggebu-gebu memberikan komen super negatif

liga ilegal pemenangnya sudah di pesan

liga ilegal pemenangnya mau main dimana

liga ilegal sarang mavia

tapi itu hanya sebuah kementar negatif dari fans yang tidak perlu diambil hati,itu hanya unek-unek yang dapat mereka keluarkan karena sikap iri,dengki dan ketidakmampuan mereka dalam mendukung liganya menjadi lebih baik .

ISL tetap liga terbaik

ISL lebih profesional

ISL lebih jegeeeeeeeeeeer

tetangga sebelah adem ayem mati segan hidup tak mau


Original source : ISL semakin semarak

Politik Bebas Aktif Indonesia dalam KAA 2015

Bila kita mengingat kembali sejarah singkat Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Bandung pada 18 hingga 24 April 1955, peran yang dimainkan Indonesia cukup besar sejak tahap perencanaan hingga konferensi berskala internasional tersebut terselenggara dengan sukses dan gilang gemilang.

Sejak Accurate Hatta, selaku Wakil Presiden merangkap Perdana Menteri RI mengeluarkan kebijakan politik luar negeri yang Bebas dan Aktif pada 1948, maka sejak saat itu Indonesia punya haluan yang jelas dan tegas dalam ikut mewarnai perkembangan dunia internasional dan bebas dari kendali dan arahan negara-negara adidaya seperti Amerika Serikat, pada satu pihak, dan Uni Soviet dan Republik Rakyat Cina, pada pihak lain, dua kutub bertentangan yang terlibat dalam Perang Dingin ketika itu.

Dengan demikian, Politik Luar Negeri RI yang Bebas dan Aktif, berarti bangsa Indonesia tidak memihak pada salah satu blok dari dua kutub yang sedang bertikai dalam Perang Dingin ketika itu, seraya pada saat yang ssama bangsa Indonesia berhak bersahabat dengan negara manapun asal tanpa ada unsur ikatan tertentu. Bebas juga bisa diartikan bahwa bangsa Indonesia mempunyai cara sendiri dalam menanggapi masalah internasional yang sedang terjadi. Selain itu, Aktif berarti bahwa bangsa Indonesia secara aktif ikut mengusahakan terwujudnya perdamaian dunia. Aktif berarti mengandung unsur “kreativitas”, yang tumbuh bebas dari arahan ataupun tekanan-tekanan dari pihak asing.

Jelaslah sudah bahwa Politik Luar Negeri RI yang Bebas dan Aktif merupakan dasar satu-satunya yang secara konkrit bisa dijadikan landasan untuk bermain catur politik di dalam konferensi itu. Dan memanfaatkan momentum pemerintah Indonesia bisa berkontribusi pada dunia internasional dalam perpolitikan dan diplomasi luar negeri. Serta menunjukkan bahwa Indonesia bangsa besar memiliki pengaruh kuat dalam menentukan kebijakan politik bebas aktif.

sumber


Original source : Politik Bebas Aktif Indonesia dalam KAA 2015

10 Negara yang dibenci Blogger di dunia

negara yang dibenci blogger, negara blogger, berita unik, anehBerita unik – Ternyata ada negara yang dibenci bloger di dunia. Ini dia 10 negara yang banyak aturan sehingga membuat para blogger geram dan benci, karena banyak dari para blogger di negara dibawah ini yang ditangkap karena tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh negaranya.
1. Burma Merupakan negara dengan feeler yang ketat bagi media cetak dan televisi, kini juga mulai membatasi aktifitas blog dan internet. Tekanan bagi pengguna internet pribadi sangat kecil –hanya sekitar satu persen menurut OpenNet Intiative– sehingga banyak warga mengakses internet melalui kafe. Namun, pemerintah membuat aturan ketat bagi kafe dengan akses internet, bahkan memonitor pengguanaan e-e-mail dan metode komunikasi lain dan menutup akses dari situs kelompok lawan politik. Setidaknya ada dua blogger yang masuk penjara, yakni Maung Thura, yang populer dengan sebutan Zarnagar, karena setelah melansir record menganai Cyclone Nargis 2008.
2. Iran Otoritas negara ini tak segan-segan menahan para blogger yang mengkritik mengenai agama, figur politisi, revolusi Islam dan berbagai simbolnya. Pemerintah meminta seluruh blogger mendaftarkan situsnya ke Kementrian Seni dan Budaya. Pemerintah mengklaim telah menutup jutaan situs. Baru-baru ini kantor kejaksaan yang khusus menangani kasus internet dan bertugas dalam intelijen dibentuk. Blogger Omidreza Mirsayafi dijebloskan penjara karena dianggap menghina pemimpin spiritual negara, yang tewas di Penjara Evin pada Maret.
3. Syria Pemerintah menggunakan filter untuk menutup situs yang sensitif secara politik. Para blogger bisa ditahan jika terbukti mengisi situs yang bikin alergi pemerintah. Pada tahun 2008, menteri komunikasi memerintahkan pemilik kafe internet untuk mencatat setiap pelanggan dan berapa kali menggunakannya dan mengirimkan dokumentasi ini secara berkala. Whaed al-Mhana, pengacara untuk situs arkeologi yang dianggap membahayakan, diperiksa dipengadilan karena kritikannya mengenai peledakan pasar di kota tua Damaskus.
4. Kuba Hanya pejabat pemerintah dan orang-orang yang mempunyai hubungan dengan Partai Komunis yang bisa mengakses internet. Pada umumnya masyarakat menggunakan internet malalui lodge atau kafe internet yang dikontrol ketat pemerintah, yang artinya harus membayar mahal dengan ticket. Pemerintah pernah memenjarakan 21 penulis dalam situs online dalam satu dekade ini.
5. Saudi Arabia Sekitar 400 ribu situs di tutup di negara kerajaan ini, termasuk yang berhubungan dengan politik, sosial atau isu-isu agama. Pemerintah akan dengan cepat menutup apapun yang kontra dengan negara atau sistemnya. Blogger Ahmed al-Farhan dipenjara tanpa diadili untuk beberapa bulan pada tahun 2007 dan 2008 karena menyuarakan perubahan dan pembebasan kepada tahanan politik.
6. Vietnam Para blogger nekat mencoba mengisi berita-berita independen yang telah ditinggalkan oleh media tradisional yang dikontrol pemerintah. Pemerintah menanggapinya dengan membuat aturan. Akhir september lalu, blogger terkenal Nguyen Van Hai, yang dikenal Dieu Cay, dijatuhi hukuman 30 bulan penjara atas tuduhan menghindari pajak. Dalam penyelidikan CPJ menunjukkan hukuman itu sebagai balasan dari blog Nguyen. Pada oktober 2008, menteri informasi dan Komunikasi membuat agen baru untuk memonitor internet.
7. Tunisia Seluruh lalu lintas internet harus melewati jaringan sentral, yang membuat pemerintah bisa menyaring ini dan memonitor e-e-mail. Penulis online Slim Boukhdhir dan Mohammed Abbou harus mendekam di penjara karena tulisannya.
8. Plates Hampir 300 juta orang menggunakan internet –melebihi negara manapun di dunia. Namun pemerintahnya masih sempat melakukan curriculum feeler bagi pengguna online. Kontrol yang ketat dilakukan dan jangan harap ada e-e-mail yang bebas dari mind pemerintah. Setidaknya ada 24 penulis di dunia maya telah masuk penjara. Pada tahun 2008, Kantor Badan Pembersihan Pornogarfi dan Memerangi Publikasi Ilegal mengumumkan telah menghapus lebih dari dua juta situs yang haram di negeri Tirai Bambu ini.
9. Turkmenistan Presiden Gurbanguly Berdymukhammedov membuka isolasi negaranya dari dunia dengan menyediakan akses internet. Namun, pertama kali ada kafe internet tahun 2007, tentara menjaganya setengah mati. Meski jaringan telekomunikasi Rusia MTS, masuk pasar Turkmenistan dan mulai menawarkan akses internet melalui telepon genggam pada Juni 2008, tetap saja pengawasan pemerintah ketat dalam usahanya menghindari adanya situs yang mengkritik pemerintahan.
10. Mesir Hampir semua lalulintas komunikasi melalui internet harus melewati layanan milik pemerintah yakni Egypt Telecom. Setidaknya tercatat 100 blogger ditangkap pada tahun 2008. Blogger Abdel Karim Suleiman, yang terkenal dengan Karim Amer, harus mendekam empat tahun di penjara karena dianggap menghina Islam dan Presiden Mesir Hosni Mubarak.
Demikian artikel tentang


Original source : 10 Negara yang dibenci Blogger di dunia

Bray, kartinian perlu gak sih

Hari ini tanggal 21 April.
Di mana hari ini adalah hari kelahiran pahlawan wanita,
Raden Ajeng Kartini.

Seperti kita lihat, di mana mana terlihat perayaan hari Kartini ini.
Terutama di sekolah sekolah.
Kebanyakan cara peranyaannya adalah dengan menggunakan baju batik, baju adat, dsb.
Ibu ibu memakai konde.
Ada lomba fashion show, pembacaan puisi, dan lain lain. Meriah sekali.

Tapi di samping itu, pelajaran non aktif.
Sepertinya pada Hari Kartini, sekolah fokus pada perayaannya.
Niatnya sih bagus, tetapi…

Menurut saya, seharusnya hari Kartini yang bagus ini, di isi dengan meneladani sikap R. A. Kartini.
Yaitu apa?
Yaitu memperjuangkan hak hak perempuan untuk bisa sekolah. (kata buku pelajaran sih begitu)
Nah loh, teladannya kan perjuangan supaya wanita bisa mendapatkan pendidikan.
Bukan feminisme ya, tapi emansipasi
Perjuangan untuk mendapat pendidikan.

Perjuangan untuk mendapat pendidikan.
Bukankah hari kartini lebih baik diperuntukkan untuk belajar lebih giat lagi?
Bukankah, edukasi itu perlu?

Ah entah, kata kataku mulai seperti wahabi
Yang melarang solawat, nuzulul quran
Merasa bahwa kemeriahan seperti itu salah.

Tidak, aku tak ingin mempertahankan cara berpikir yang seperti ini.
Kalau itu memang baik dan ada manfaatnya, kenapa tidak boleh.
Aku tak ingin, menjadi orang rasis.

Tapi, entah apa manfaatnya
Berfoya foya, menghambur uang
Menampilkan omong kosong,

Omong kosong.
Ya! Omong kosong bahwa kita cinta Ibu Kartini karena perjuangannya untuk membela wanita.!
Kalau ibu kita masih…
Ah ibu…
ibu…
(Ya! ucapan ane barusan juga hanya sebuah omong kosong)


Original source : Bray, kartinian perlu gak sih

Momentum Mengembalikan Semangat Konferensi Asia-Afrika

Saat ini, para pemimpin Asia-Afrika akan bersama-sama menapaktilasi langkah pendahulu mereka dalam Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955. Namun, apakah perhelatan ini juga akan meninggalkan dampak yang signifikan dalam membentuk wajah dunia? Di dunia kita yang tengah berubah, penting untuk merenungi kembali makna Konferensi Asia-Afrika dan relevansinya bagi kita.

KAA, yang diselenggarakan pada 18-24 April 1955, adalah salah satu momentum penting dalam pembentukan tata dunia baru pasca-Perang Dunia II. KAA menjadi panggung bagi negara-negara Asia-Afrika untuk mengatakan bahwa mereka adalah aktor yang sejajar dalam hubungan antarnegara dengan mengenalkan konsep “Dunia Ketiga”. Saat itu, para pemimpin Asia-Afrika mendeklarasikan bahwa mereka tidak ingin menjadi sekadar “obyek” seperti saat mereka menjadi korban kolonialisme. Mereka bertekad menjadi “subyek” yang dapat berperan bebas dan aktif dalam sistem internasional untuk mewujudkan cita-cita nasional mereka sendiri, dan dengan demikian menciptakan sistem internasional yang lebih adil.

Lebih jauh lagi, konsep “Dunia Ketiga” ini juga menegaskan adanya “keunikan” negara-negara Asia-Afrika dan dengan demikian menyampaikan tuntutan bahwa tata dunia yang baru harus mengakui keunikan tersebut. Keunikan tersebut adalah kenyataan bahwa negara-negara Asia-Afrika adalah negara-negara yang baru saja merdeka dari penjajahan dan merasakan dampak sistemik dari penjajahan yang panjang itu. Tatanan dunia yang dibangun tanpa memperhatikan fakta ini akan melanggengkan penindasan yang dihadirkan oleh kolonialisme. Dari sinilah lahir konsep “aptly to enhancement” (hak atas pembangunan).
Menjelang peringatan 60 tahun KAA ini, dunia sedang berubah. Krisis keuangan comprehensive pada 2009-2010 dan Krisis Eurozone tidak hanya menandai berkurangnya dominasi kekuatan-kekuatan status quo dalam sistem internasional, tapi juga menghadirkan pertanyaan tentang keandalan tatanan internasional yang liberal.

KAA harus menjadi momentum untuk membuka jalan baru bagi reformasi tatanan dunia. Tanpa itu, 60 tahun KAA tak lebih dari nostalgia. Kita berharap, melalui peringatan KAA tersebut dapat menghasilkan suatu bentuk tindak nyata dalam menyatukan visi dan misi dari negara-negara yang hadir seperti kerjasama yang saling menguntungkan (ekonomi, politik, militer dan lainnya). Selain itu, diharapkan memperkuat hubungan diantara negara-negara yang tergabung dalam KAA dan mengembalikan semangat seperti pemimpin terdahulu (pemimpin dunia tergabung KAA tahun 1955) dalam rangka menciptakan perdamaian dunia.

sumber


Original source : Momentum Mengembalikan Semangat Konferensi Asia-Afrika

Konferensi Asia-Afrika, Prestasi Indonesia Dalam Perdamaian Dunia

Bila kita mengingat kembali sejarah Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 lalu adalah bukti peran aktif Indonesia dalam perdamaian internasional. Bangsa Indonesia yang ketika itu baru berumur 10 tahun pasca merdeka dan masih dalam situasi dan kondisi yang belum stabil, bisa berbuat dan bertindak sesuatu yang mengubah wajah dunia khususnya di Asia dan Afrika.

Konferensi Asia Afrika sangat berperan dalam iklim perdamaian dunia, diadakan dan diinisiasi pertama kali oleh pemerintah Indonesia usai Perang Dunia II, ketika kondisi keamanan dunia belum stabil dan terjadinya Perang Dingin antara Amerika Serikat (pemimpin Blok Barat) dan Rusia (pemimpin Blok Timur). Pemerintah Indonesia dengan Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo melakukan pendekatan melalui celah diplomatik kepada 18 Negara Asia Afrika untuk mengetahui sejauh mana pendapat negara-negara tersebut terhadap ide pelaksanaan Konferensi Asia Afrika demi meredakan ketegangan dunia.

Konferensi Asia Afrika di Bandung berhasil meraih kesuksesan baik dalam merumuskan masalah umum, menyiapkan pedoman operasional kerjasama antarnegara Asia-Afrika, serta menciptakan ketertiban dan perdamaian dunia. Hasil dari pertemuan tersebut kemudian dikenal sebagai “Dasasila Bandung”, dimana di dalamnya memuat cerminan penghargaan terhadap hak asasi manusia, kedaulatan semua bangsa, dan perdamaian dunia.

Untuk mengenang dan memperingati hari bersejarah Konferensi Asi Afrika itu, pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah akan menyelenggarakan KAA pada tanggal 19-24 April yang berlokasi di Bandung dan Jakarta. Tema yang akan diusung dalam perhelatan consequence Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika itu adalah “Penguatan Kerjasama Negara Selatan-Selatan”.

Menteri Luar Negeri Retno P. Marsudi beberapa waktu lalu menyatakan, pemerintah Indonesia akan mengundang 106 wakil negara dan 19 organisasi internasional untuk berpatisipasi dalam acara tersebut. Kabarnya, Ridwan Kamil (Walikota Bandung) akan memberlakukan hari libur pada tanggal 24 April 2015 dengan tujuan agar warga Bandung dapat bergabung dalam perayaan puncak KAA yang ke-60 tersebut.

Oleh karena itu, alangkah bangganya kita sebagai bangsa Indonesia bila perhelatan internasional tersebut berjalan dengan lancar dan sukses. Mari kita bersatu padu sebagai masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, berpartisipasi menyukseskan KAA di Bandung dan Jakarta. Tunjukkan pada dunia bahwa Indonesia punya prestasi dalam menyelenggarakan consequence-consequence perdamaian dunia seperti KAA dan tentunya akan mengharumkan tanah air kita.

sumber


Original source : Konferensi Asia-Afrika, Prestasi Indonesia Dalam Perdamaian Dunia

72 Tahun Berpisah, Adik-kakak Bertemu Lewat Facebo

KAKAK-beradik dari Bosnia, Tanija Delic (88) dan Hedija Talic (82), bertemu kembali setelah terpisah selama 72 tahun.
Surat kabar Nezavisne Novine melaporkan, Delic dan Talic berpisah di tahun 1941 selama masa Perang Dunia II.
Keluarga Delic dan Talic mengungsi dari kampung halaman mereka di Budimlic Japra, barat laut Bosnia.
Namun Talic yang saat itu berusia 11 tahun menghilang dan dirawat di sebuah panti asuhan.
Beberapa dekade kemudian, putera Talic iseng-iseng mencari keberadaan keluarga mereka melalui Facebook.
Lewat jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg itu, putera Talic berhasil menemukan Dalic yang tinggal 130 mil dari kediaman mereka.
AFP mencatat, pencarian anggota keluarga yang hilang tidak selesai sampai di sini.
Setelah bertemu kembali, Dalic dan Talic berencana mencari saudara mereka yang lain yang juga terpisah di era Perang Dunia II. Saudara laki-laki yang belum berhasil ditemukan itu diduga tinggal di Amerika Serikat.
Ini bukan kali pertama Facebook berhasil mempertemukan kembali orang-orang yang telah lama berpisah.
Juli 2012, seorang wanita asal Florida, Joan Courchene Wehrmeyer, menggunakan Facebook untuk melacak keberadaan puterinya yang hilang selama 48 tahun…

[img]
orangnya

[Image: Delic_dan_Hedija_Talic_dok_ist-220507980...63_jpg.png]

[/img]

‘Report unik


Original source : 72 Tahun Berpisah, Adik-kakak Bertemu Lewat Facebo