Musyawarah Mufakat untuk Kepemimpinan Nasional

Kalo kita tak mampu mengukur bayang-bayang.

Oranglah yang akan mengukur bayangan kita. Capres Republikku ukurlah bayang-bayangmu.

Bermusyawarahlah untuk memimpin Republik. Siapa yang pantas siapa yang memiliki keunggulan.

Yang pantas dan yang memiliki keunggulan. Mari kita sokong bersama untuk memimpin Republik. Jangan merasa pantas sendiri.

Ya, menurut budaya Indonesia kita. Ya, lebih baik bermusyawarahlah seluruh Capres-capres ini. Bermusyawarah dan bermufakatlah terlebih dahulu untuk Kepemimpinan nasional.

Nilai-nilai ke-Indonesiaan yaitu musyawarah untuk mufakat lebih manis dlm melahirkan pemimpin Indonesia yang menyayangi Ibu Pertiwi. Apa mau mereka para Capres itu?

Walaupun mereka tak mau. Kita akan tetap inginkan mereka untuk bermusyawarah sembari mengukur bayang-bayang. Apa bisa mereka menjadi beringin pengayom dan pelindung Republik?


Original source : Musyawarah Mufakat untuk Kepemimpinan Nasional