Menghargai Sesama Dengan Menjaga Kebersihan

Taman kota adalah salah satu fasilitas umum yang terbilang cukup penting, terutama bagi penduduk DKI Jakarta. Taman dan penghijauan menyediakan secuil udara segar dan kesejukan di tengah karut marut kemacetan dan polusi yang menghitami langit ibukota.Selain itu, taman kota juga menjadi fasilitas rekreasi bagi para warga kota yang ingin menikmati suasana alami tanpa harus pergi keluar kota. Untuk itu taman kota perlu dikelola dan dirawat dengan baik, tengoklah orang-orang yang merawat dan mengelola taman kota supaya dapat dinikmati jutaan penduduk Jakarta setiap harinya. Mereka adalah petugas-petugas yang tergabung dalam Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, yang bertanggung jawab dalam “Penataan, pemeliharaan dan perawatan taman, jalur hijau, keindahan kota dan makam”, menurut situs web dinas tersebut.

Pada suatu hari, kami sempat menjumpai salah seorang petugas taman di Taman Menteng, Jakarta Pusat. Pak Deni namanya, ia sudah cukup lama menjadi seorang pekerja taman yang pekerjaannya setiap hari adalah merawat tanaman, memberi pupuk, mengairi, dan memangkas tanaman. Tetapi tanggung jawab mereka tidak berhenti sampai disitu, mereka juga bertugas membersihkan taman dari sampah dan daun-daun kering hingga memasang dekorasi pada acara-acara tertentu.

Saat bertemu dan mengamati para pekerja taman tersebut timbul rasa kagum dalam diri kami, melihat mereka yang bekerja dengan penuh pengabdian pada tugasmereka. Khususnya ketika mereka terpanggil untuk menunaikan menjaga kebersihan tanaman, bahkan ketika ada pengunjung taman yang membuang sampah secara sembarangan mereka dengan senang hati membersihkan taman karena pengabdian mereka demi kehijauan.Banyak pelanggaran lain yang merusak taman sayangnya tidak terungkap dan terlewatkan. Tetapi, ketika melihat sebuah pelanggaran terjadi, sebagai seorang warga dan petugas yang baik, tentunya Pak Deni dan teman-temannya menegur sang pelanggar yang menyampahi taman kesayangan mereka.Reaksi para pelanggar yang ditegurberagam. Mulai dari segera mengoreksi kesalahan mereka dan membuang sampah pada tempatnya, berpura-pura tidak mendengar, lari, bahkan membalas dengan umpatan dan makian. Ternyata ada beberapa yang tidak mampu mendapat bahwa seorang tukang kebun lusuh bercucuran keringat menegur mereka karena telah melanggar Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Ini sayangnya adalah potret perilaku penduduk ibukota yang dikatakan “bersih manusiawi dan berwibawa”.

Mari kita coba melihatnya dari mata para petugas. Petugas taman DKI Jakarta dibayar Rp93.000,00 for every harinya, bukan jumlah yang besar. Pak Deni contohnya, ia masih harus melakukanpekerjaan sambilan untuk memenuhi kebutuhan istri dan anaknya.Meskipun hanya dibayar sedemikian kecilnya, Pak Deni masih cukup peduli untuk melakukan sesuatu yang tidak termasuk dalam kewajiban pekerjaannya, yaitu menegur pengotor taman.Penduduk Bogor ini merasakan keterikatan dengan taman yang ia rawat, yang merupakan tanggung jawabnya dan demikepentingan banyak orang.

Tindakan seperti ini tentu perlu ditertibkan. Dan terbukti dari kesaksian Pak Deni bahwa slogan, semboyan, dan kata-kata semata tidak mampu menghentikantindakan yang merugikan ini. Tindakan yang lebih tegas perlu diambil, baik oleh pemerintah maupun masyarakat, dalam mencegah berulangnya tragedi pengrusakan ini.Pemerintah harus meningkatkan pengawasan dan penindakan pelanggaran tersebut, antara lain dengan mengerahkan petugas-petugas yang berwenang untuk memberikan sanksi tegas bagi para pelanggar. Sanksi yang diberikan sebaiknya tidak berupa denda atau materi, namun dapat berupa kerja sosial membersihkan lingkungan, sehingga para pelanggar dapat menyadari beratnya menjadi pekerja taman yang telah bekerja keras menjaga kondisi taman agar selalu baik serta menghargai kebersihan dan keindahan yang mereka perjuangkan. Selain dengan menegur atau menyoraki beramai-ramai, masyarakat dapat berpartisipasi dengan mendokumentasikan tindakan menyimpang ini, yang kemudian dapat diserahkan pada pihak berwenang untuk dimuat di media massa(surat kabar, situs web, spanduk, dll). Ini akan memberikan efek malu dan jera bagi para pelaku.

Namun, hal yang terpenting untuk menghentikan keberlanjutan aksi tak berperikemanusiaan ini adalah dari diri kita sendiri. Kita harus menyadari mengapa kebersihan harus terjaga dan mendasari tindakan pada pemikiran ini. Dengan membuang sampah pada tempatnya, kita mengungkapkan apresiasi dan kepedulian terhadap pekerjaan orang-orang yang memfasilitasi keindahan dan kebersihan tempat yang kita kunjungi. Kita juga meringankan pekerjaan petugas kebersihan yang hanya dapat menikmati gaji dan tunjangan yang sederhana, seperti para dermawan yang dengan murah hatinya membuang sampah di berbagai tempat.

*Artikel ini kami buat dalam rangka praktik ajaran sosial dengan tema “Makna Kerja” dan untuk mendorong masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kehijauan kota serta bentuk kepedulian kami terhadap para pekerja taman.

SMA Kolese Kanisius 2012

Incoming search terms:

  • teks cerita ulang personal bertema kepedulian terhadap sesama
  • www cerita ulang personal bertema kepedulian terhadap sesama

Original source : Menghargai Sesama Dengan Menjaga Kebersihan