Mengenai Video Dangdut Di Youtube, Mengapa Menyalahkan FPI?

Membaca tulisan trending affect up kemaren, yang berjudul : “FPI, Sudah Nonton Dangdut Di Youtube”, awalnya saya tergiring dengan opini penulis (ibu Anni Sabri) yang garis besarnya adalah mengkritik FPI yang memiliki agenda menolak/ memboikot konser J-Lo, yang dianggap tidak berkaca pada kondisi dinegeri sendiri dimana pertunjukan dangdut dipelosok didaerah-daerah sampai tingkat RT, lebih tak seronok dan cenderung mesum daripada penampilan J-Lo.

Saya tidak menyangkal, bahwa memang kondisi pertunjukan dangdut dibeberapa daerah di Indonesia, cenderung lebai dalam hal busana maupun liukan, atraksi syahwat istilahnya, tapi kemudian, yang menimbulkan tanya, apa hubungan FPI dengan record dangdut mesum itu di youtube?

Seperti yang kita ketahui, FPI adalah suatu ormas officially authorized, keberadaannya diakui negara, dan mereka berhak menyuarakan pendapat untuk menolak sesuatu hal yang menurut mereka tidak pantas, masalah berhasil tidaknya keinginan mereka, itu sudah masuk ke wewenang pemerintah, atau pihak yang berkompeten mengurusi hal tersebut.

Saya sedang tidak berada pada pihak FPI, tapi saya hanya berusaha berpikir objektif, karena kalau dipikir, apa tugas FPI, sehingga disuruh melihat record dangdut di youtube? kalau ternyata mereka sudah lihat, lantas mengapa? mau apa? itu bukan tugas mereka, jika peredaran record dangdut mesum Mela Berbie sangat booming di youtube, ini sudah masuk rana Depkominfo, apakah Depkominfo berani bertindak untuk memboikot record itu, agar tidak menyebar luas ke penonton selanjutnya, khususnya anak-anak dan generasi muda, yang dikhawatirkan terpengaruh negatif dengan record dangdut tak seronok tersebut.

Saya mengamati, penggiringan opini pada artikel tersebut, berkaitan dengan citra FPI yang memang dimata masyarakat cenderung buruk, sehingga ketika mereka menolak kedatangan J-Lo untuk  konser disini, maka dicari-cari alasan yang menandingi aksi penolakan tersebut, maka didapatlah record dangdut youtube itu, yang notabene merupakan pertunjukan mesum yang diharapkan  FPI lebih fokus disini, tapi mari kita fikir, menurut hukum yang berlaku dinegeri kita, pihak manakah yang harus bertanggungjawab terhadap peredaran record tak seronok di youtube?

Dan pihak manakah yang bertanggungjawab sehubunganmisi tergelarnya pertunjukkan dangdut tak seronok diberbagai daerah di Indonesia? yang jelas jawabannya bukan FPI.

Nah, dari isu-isu ini, kita tarik benang merahnya, kita kerucutkan ke citra buruk FPI, sehingga kelihatan sangat wajar ketika mereka dijadikan kambing hitam. Ya, memang saya juga mengakui, bahwa FPI dikenal atau dilabeli sebagai preman berjubah, tapi saya tidak akan mengulik ke hal itu, saya hanya menegaskan, bahwa kita jangan terjebak pada pemikiran sempit yang hanya karena pihak tersebut bercitra negatif, lantas kita sah-sah saja menunjuk kesalahan pada mereka, tanpa mempertimbangkan, sebenarnya yang berkewajiban menertibkan record-record itu siapa.

Untuk menjernihkan masalah ini, saya berpendapat, jika keberadaan suatu ormas sudah sangat mengkhawatirkan ditengah masyarakat, bertindak anarkhis, dan merugikan masyarakat, seharusnya yang mengambil peranan disini adalah KETEGASAN PEMERINTAH, mereka seharusnya berani tegas untuk menindak ormas-ormas yang sudah keluar jalur dari fungsi keormasan, sehingga tidak memicu konflik horisontal ditengah-tengah masyarakat.

Sehingga, tidak akan muncul upaya saling tuduh yang akhirnya, ujung- ujungnya yang dirugikan adalah masyarakat, perselisihan yang berpotensi menebarkan dendam dan kebencian, apalagi dengan dalih nama agama.  Semoga tidak ada pihak manapun yang mengambil keuntungan dari perselisihan yang terjadi.


Original source : Mengenai Video Dangdut Di Youtube, Mengapa Menyalahkan FPI?