Hore….!!! Aku Diprospek….

Maaf mas…namanya siapa? Kenalkan nama saya bla bla bla. Begitu sapanya bersahabat. Dia lalu terdiam dengan sudut mata yang penuh perhatian. Sayapun membalas dengan jawaban yang sama meriahnya. Dia terampil sekali membuka percakapan dan membiarkan lawan bicaranya bercuap-cuap sebanyak mungkin. Dia memilih mendengarkan. Jadilah saya pada waktu itu merasa jadi pembicara. Dia Tanya sesuatu dengan antusias dan sayapun memberikan jawaban yang tak kalah semangatnya.

Tak terasa membanjir pengetahuan yang saya miliki. Di korek habis olehnya. Puas dan lega rasanya. Terbersit rasa bangga jika saya termasuk orang-orang yang pandai bicara terbukti adalah seorang pendengar yang terkesima. Perbincangan fluktuatif, jika saya kedodoran maka ia akan memberikan kesempatan saya untuk beralibi yang lainnya. Selain pendengar teman baru saya ini ternyata juga seorang arbitrator yang ulung. Ritme naik turun bisa ia mainkan tanpa merasa mengatur lawan bicaranya. Hingga sayapun dibuat lemas karena mulut telah berbuih-buih.

Nah giliran saya mulai lelah, sedikit demi sedikit ia mulai mendominasi. Yang tadi berupa pertanyaan kini seperti sebuah ceramah singkat. Dimulai dari kehidupannya yang susah, ekonominya yang tak pernah membaik meski ia sudah berusaha menjadi karyawan yang baik. Karyawan tetaplah karyawan tidak akan seperti bosnya. Intinya kita kalau mau sukses rubah sedikit titik nyamannya lalu bersiaplah pindah kuadran. Kuadran orang-orang yang sukses. Begitu kata-katanya. Begitu panjang dan susah di selingi. Menghujam dan mencuci habis daya kritisku. Semua terdengar sempurna. Betul dan benar. Ketika gairah saya mendengar mulai dikuasainya, satu persatu maksudnya di utarakan.

Bahwa dia adalah pengusaha sekaligus top produk. Kelebihan dan keuntungan menekuni bisnis ini. bahwa ia mempercepat pencapaian, bisa diwariskan dan yang tak kalah menariknya, kita akan memiliki kebebasan waktu dan fiscal. Untuk itu ada metode dan logic yang harus diikuti. Terangnya dengan bertubi-tubi. Sambil membuat garis garis dengan penghubung-penghubung. “ nah ketika ini tersambung dan posisinya disini maka hasilnya ini..”Katanya lagi ada masa pensiun. Istilahnya pasif income. Dengan ini kebebasan waktu dan fiscal bisa dikatakan sudah tercapai. Pelajari dulu baik-baik. Logic ini terbukti telah membantu banyak orang.

Wow aku terkesima! Deretan orang-orang yang telah menduduki puncak dengan kemewahan yang dimiliki, membuat mata ini terbelalak. Membayangkan kelak saya ada diposisi itu. “ Namun ya itu harus jadi anggota dulu, ikuti training, lalu bekerja dengan riang dan sabar. Fakus pada tujuan dan nikmati proses yang membesarkan harapan itu.” nasehatnya lagi.

Saya terdiam sejenak, namun jiwa dan tubuh ini seperti telah dilumat habis. Saya seperti tawanan, dan dalam jangkauan kuasanya. Otak saya seperti telah diperas. Dikelurakan bebal-bebalnya dan dimasuki paham baru. ada kuadran, ada kebebasan, ada rantai-rantai, dan berjubel istilah yang menarik namun asing. Diantara rasa kantuk yang tiba-tiba menyergap, saat mohon ijin untuk pamit dulu.

“Oke, anda telah menemukan cara terbaik dari yang pernah ada. Pelajari dulu bersama brosur-brosurnya. Inilah dunia orang-orang yang menatap masa depan dengan antusias. Saya boleh minta nomer handphone dan alamat lengkapnya? Kapan-kapan saya akan silahturohim..”Sedikit berat hati, namun tak kuasa menolak. Kuijinkan data itu di catat.

Wau keren. Sahabat juga intellectual baru. kepala ini rasanya jadi ringan. Otakku seperti dimasuki suplemen asing. Sayapun melaju dengan senyum. Tak mengira, jika dalam hitungan jam saya bersedia untuk berlama-lama menjadi pendengar sejati. Daya cengkeramnya luar biasa. Baru kali ini saya seperti tak berkutik. Padahal di masa sekolah, saya terkenal barrier bandel. Kini dihadapan orang asing begitu, saya luluh dan menyerah.

Setelah brosur itu kubuka, ditemani sahabat-sahabat karib, semua terjawab. “ MLM TO?!!!!”


Original source : Hore….!!! Aku Diprospek….