Dongeng Anak Indonesia – Kisah Harimau Sombong Dan Gong Ajaib

Dongeng anak indonesia akan bercerita tentang harimau yang sombong. Dongeng anak indonesia ini diawali dari sebuah hutan dimana harimau menjadi raja hutan yang sangat sombong. Dia merasa ialah yang barrier kuat dan berkuasa dan menjadi pemimpin yang ditakuti oleh para hewan penghuni hutan rimba tersebut. Semua keinginan sang harimau harus dipenuhi, karena jika tidak ia akan mengancam akan mengusir siapa saja yang menolak perintahnya keluar dari hutan. Gaya kepemimpinan sang harimau membuat para penghuni hutan sangat membencinya, terutama si kancil.

Pada suatu hari si kancil bertemu dengan si Kera. “Hai kera, tahu tidak kalau si harimau raja hutan kini sangat sombong” Tanya kancil kepada si kera. “iya, cil..aku sangat takut sekali kalau dia memerintahkan aku untuk mengambil buah-buah diatas pohon untuk sarapannya”. “Kebetulan sekali, aku punya ide bagaimana caranya kita buat si raja agar jangan terlalu sombong” kata si kancil yang cerdik.

“Lalu bagaimana caranya, cil?” tanya si kera. “Begini, kau ceritakan bahwa aku sedang menunggu sebuah Gong ajaib di bawah pohon di pinggir hutan, katakan kepadanya kalau Gong itu bisa mewujudkan semua keinginan sang raja”.

“Baiklah..”, lalu si kera bergegas menuju tempat harimau beristirahat. Ternyata sang harimau sedang bersantai-santai sambil mendengarkan alunan bambu yang tertiup angin. Rupanya harimau senang dengan bunyian merdu. Lalu si kera datang menghampiri si harimau sambil tergopoh-gopoh.

“Wahai raja, aku punya kabar gembira, aku mendengar si kancil sedang menuggu sebuah gong ajaib”. “Apa gong ajaib”, harimau sontak kaget mendengar berita dari si kera tentnag gong ajaib.

“Benar raja, jika raja hendak melihat gong ajaib, saya bisa antarkan”, akhirnya si harimau berangkat menuju tempat gong ajaib yang sedang ditunggui oleh si kancil. Sesampainya disana, harimau berkata kepada si Kancil, ” Hai kancil, apa benar gong ajaib itu jika aku miliki bisa mengabulkan semua permintaanku?, tanya harimau kepada kancil, “Benar paduka…(dasar raja rakus, semuanya ingin menjadi miliknya sendiri..awas saja nanti..)” gumam si Kancil.

“Cuma ada syaratnya, raja”, kata si Kancil. “Hai, aku khan raja, masak aku harus diberikan syarat!” hardik harimau sambil mengeluarkan auman kerasnya. “Bukan begitu raja, gong ajaib ini hanya mau ditunggui dan dibunyikan oleh saya, jika raja menginginkan sesuatu, raja bisa memukul gong ini setelah saya pergi”, kata kancil dengan cerdik.

“baiklah, segeralah kau pergi, karena gong ajaib ini akan aku bunyikan untuk mengabulkan permintaanku”, kata harimau yang langsung naik keatas pohon menuju gong ajaib itu.

Ternyata kancil sangat cerdik sekali, ia membohongi raja harimau bahwa gong ajaib itu sebenarnya adalah sarang lebah yang tidak boleh diganggu sedikitpun.

Akhirnya setelah kancil pergi, si harimau dengan tidak sabar mengucapkan permintaannya dan langsung memukul sarang lebah tersebut, kontan saja lebah yang ada didalam sarang itu merasa terganggu dan mengejar harimau sampai ke tepi sungai. Sang harimau mau tidak mau terjun kedalam sungai untuk menghindari sengatan lebah.

“Kancil kurang to approximately extent commence..!, aku ditipu oleh binatang kecil seperti dia, huh awas kau!”, harimau sangat geram sekali karena di perdaya oleh kancil. Semenjak itu harimau tidak mau lagi menjadi raja hutan karena merasa dipermalukan oleh si kancil yang cerdik. Hikmah Dongeng anak indonesia ini adalah jangan pernah menyepelekan makhluk kecil, karena belum tentu mereka kecil dipandangan kita. Kancil yang bertubuh kecil sangat cerdik ide-idenya.

Salam.

Incoming search terms:

  • cerita dongeng bergambar
  • dongeng anak bergambar
  • cerita dongeng anak bergambar
  • cerita binatang bergambar
  • dongeng hewan bergambar
  • cerita binatang untuk anak tk bergambar
  • cerita harimau dalam bahasa jawa pendek
  • cerita sikancil bergambar
  • dongen anak lucu bergambar
  • cerita bergambar sikancil
  • cerita bahasa banjar yg mendidik

Original source : Dongeng Anak Indonesia – Kisah Harimau Sombong Dan Gong Ajaib