Category Archives: CERITA

Cerita Kancil Mencuri Timun

Pagi-pagi buta Ki Wagenugraha, sastrawan besar sekaligus cendekiawan ilmu hayati ternama itu sedang duduk termenung di atas pematang sawah yang ditumbuhi rumput-rumput liar di pinggir-pinggirnya, dan aliran parit kecil mengalir di sisi kiri bawahnya.&n… Continue reading

Posted in CERITA | Tagged | Comments Off

Syarat Berbuat Dosa

Melakukan dosa dan kesalahan adalah lumrah dan manusiawi, karena merupakan di antara sifat manusia adalah berbuat kesalahan dan dosa. Akan tetapi, sekiranya setiap manusia mengetahui “syarat” dalam melakukan dosa, maka mereka pastinya akan berpikir ulang ketika akan berbuat dosa.

Inilah di antara syarat dalam melakukan dosa:

1. ketika akan melakukan suatu dosa, berusahalah agar Allah tidak melihatnya,

2. ketika akan melakukan suatu dosa, hendaklah seseorang itu tidak sedang berada di buminya Allah,

3. ketika akan melakukan suatu dosa, hendaklah dia tidak makan dari rejeki yang berasal dari Allah,

jika dia bisa memenuhi 3 syarat tersebut, maka silakan dia berbuat apapun yang dia inginkan…

Akan tetapi, jika dia terluput dari syarat tersebut, maka hendaklah dia malu ketika akan melakukan suatu dosa,

bukankah Allah senantiasa melihatnya dalam keadaan sendiri ataupun terang-terangan?

bukankah dia tidak mungkin pergi dari wilayah kekuasaan Allah, karena semesta alam ini semuanya milikNya?

bukankah tidak mungkin dia lepas dari rejeki Allah, makanan dan minuman, bahkan udara yang dia hirup berasal dari rejeki Allah?

*)renungan untuk si penulis pribadi, terinspirasi dari perkataan Ibrahim bin Adham, seorang ahli ibadah.

Continue reading

Posted in CERITA | Comments Off

Dongeng kisah laba laba dan kupu kupu

Dongeng kali ini bercerita tentang seekor laba-laba dan kupu kupu. Suatu hari yang indah kupu kupu terbang kesana kemari di sebuah taman bunga yang indah. Si kupu kupu sangat senang sekali hinggap dari satu bunga ke bunga yang lain. Pada suatu ketika s… Continue reading

Posted in CERITA | Tagged | Comments Off

Media Pendidikan

Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar , kita dapat mempergunakan bermacam-macam bentuk media pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Macam-macam media pembelajaran yang dapat kita digunakan dalam kegiatan belajar dapat dikelompokkan sebagai berikut :

1. Bahan Publikasi : koran, majalah, buku

2. Bahan Bergambar : gambar, peta dan diagram.

3. Bahan Siaran : program radio, dan program televisi

4. Bahan Produksi : kamera dan tape recorder.

Beraneka ragamnya media tersebut, dapt dilihat dari yang mulai sederhana sampai yang kompleks dan dari yang murah sampai yang termahal dan masing-masing mempunyai karakteristik tertentu , baik dari kelebihannya dan kekurangannya masing-masing.

Media-media ini dapat membantu pelajar untuk menambah pengetahuan. Misalnya, buku dan koran. kedua media tersebut dapat dibaca agar pengetahuan bertambah luas bukan hanya belajar pelajaran di sekolah  saja, tetapi pelajar juga bisa membaca berita-berita dikoran  supaya mengetahui informasi yang ada

Continue reading

Posted in CERITA | Comments Off

Tahun ini Indonesia Tak Kebagian Laba Freeport; Rapor Merah Dahlan Iskan

*Perwakilan Pemerintah yang diutus Menteri BUMN Dahlan Iskan di RUPS PT Freeport Indonesia, gagal mendapat deviden (laba) dari perusahaan besar itu. Padahal pemegang saham lain berpesta dengan menerima sekitar 24 T. Rapor merah untuk Dahlan Iskan. *

Baru-baru ini, sang Menteri BUMN ‘kesayangan’masyarakat, Dahlan Iskan mengakui bahwa pihaknya kalah voting dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) saat menentukan pembagian laba PT Freeport Indonesia (PT FI). Sehingga, Indonesia gagal mendapatkan hak laba.

Menurut Dahlan, pihaknya yang mewakili pemerintah Indonesia sebagai pemegang 9,36 persen saham PT FI sudah meminta laba. Namun  saat voting, ternyata Indonesia kalah suara. Sehingga, gagal mendapat laba. “Mereka bisa mengambil keputusan tanpa kita. Mereka bilang kita tidak bisa dapat laba karena mau buka tambang baru. Lalu voting, Mereka yang menang,” kata Dahlan Iskan.

Jadi mereka berdalih laba itu untuk belanja investasi proyek baru tambang bawah tanah. Sehingga, laba yang mereka dapat tahun ini dan tahun lalu ditahan, dan dialihkan untuk mendanai investasi proyek baru. Proyek yang berada di daerah Timiki Papua itu membutuhkan biaya sekitar US$ 1 miliar per tahun.

Padahal sebelumnya, PT FI membagikan dividen total sebanyak US$ 2,19 miliar (Rp 24,9 triliun) atau sekitar 84 persen dari labanya buat para pemegang saham di bursa saham Wall Street, New York. Tapi selama dua tahun ini pemerintah Indonesia dikibuli dengan tak menerima laba sepeserpun dari Freeport.

Pembagian Itu merupakan nominal terbesar pembayaran dividen Freeport dalam tiga tahun terakhir. Pendapatan PT FI pada tahun 2012 tercatat naik dari US$ 4,1 miliar  menjadi US$ 4,4 miliar tahun 2013. Dari data kenaikan pendapatan itu terlihat laba kotor perusahaan penambang raksasa ini naik dari US$ 1,3 miliar pada 2012 menjadi US$ 1,5 miliar tahun lalu.

Hingga saat ini saham mayoritas PT FI masih didominasi penuh Freeport McMoran dengan komposisi 90,64 persen. Pemerintah Indonesia hanya memperoleh sisa 9,36 persen saham Padahal sesuai amanat UU No 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara (minerba), semestinya negara menguasai saham mayoritas (minimal 51 persen) dalam setiap usaha tambang.

Kelemahan posisi tawar Indonesia dalam menghadapi Freeport McMoran hingga saat terakhir terlihat pada saat renegoisasi kontrak karya (KK). Pemerintah Indonesia ternyata hanya menawarkan opsi divestasi 30 persen saham saja (bukan 51 persen). Namun opsi itu ditolak oleh PT FI. Penambang asing ini hanya mau melepas maksimal 20 persen saham.

Rapor Dahlan masih merah saja. Harusnya, sebagai menteri BUMN, Dahlan melakukan terobosan, misalnya menempatkan orang BUMN di jajaran Direksi PT FI. Jika itu terjadi, ia bisa memantau apa saja yang sesungguhnya terjadi di PT FI. Bagaimana kinerjanya, termasuk semua rencana bisnisnya. Sehingga Indonesia tak dikadalin lagi oleh PT FI, seperti yang selama ini terjadi.

1397904782936943233

Tambang Freeport Indonesia / saripedia

Continue reading

Posted in CERITA | Comments Off

Orangtua Perongrong Vs Pendukung

Orangtua Perongrong Vs Pendukung

Orangtua banyak macamnya dan mau mereka pun (terkadang) macam-macam. Terkait dengan ragam orangtua, paling tidak ini menurut pandangan saya sendiri orangtua itu ada yang baik, penyabar atau pun penuntut. Tentu semua orangtua punya alasan sendiri ketika melakukan ini dan itu.

Orangtua yang baik adalah orangtua yang memahami keadaan anak. Orangtua tipe ini ada dalam segala keadaan dan kondisi anak. Jika senang orangtua ikut merasakan rasa senang dan jika sedih pun demikian. Orangtua paham betul cara berbicara dan masuk ke dunia anak tapi bukan berarti meng-copy habis semua yang sepak terjang dan gaya anak.

Tolok ukur untuk hal ini adalah tingkat curhat anak pada orangtua. Komunikasi yang berkualitas menjadi salah satu tolok ukur komunikasi yang baik. Jika banyak hal diceritakan anak terutama tentang hubungan spesialnya dengan lawan jenisnya, ini menunjukkan tingkat kepercayaan anak dan orangtua.

Penyabar, hmm..bila sudah mulai membicarakan tentang kategori ini ada dua tipe lagi di dalamnya. Sabar menunggu anak untuk berubah menjadi lebih baik atau penyabar yang cenderung takut (mungkin). Salah satu contoh orangtua penyabar alm. Ronny Pattinasarani seorang figur olahraga.

Pernah dalam satu kali wawancara saya berkesempatan mewawancarainya. Ia sabar dan sangat sayang pada anaknya. Ia memang menasihati tentang anaknya yang memakai narkoba tapi ia sama sekali tidak pernah marah. Ia begitu sabar menerima kenyaataan anaknya yang seorang pemakai. Dan berkat kesabarannya anaknya pun berubah. Dan tak berselang lama Metro Tv pun mewawancarai hal serupa dalam tayangan Kick Andy.

Berbeda dengan kondisi di atas, aku juga pernah tahu orangtua yang tampaknya sabar namun sebenarnya karena ia tak punya kuasa untuk berbuat hal lain selain yang diminta anak. Pembaca bisa bayangkan ankanya berumur 27 tahun tidak bekerja tapi yang diminta kepada mamanya (ayahnya sudah meninggal) adalah motor, telepon genggam keluaran terbaru, memita laptop pula. Semua yang anaknya minta hanyalah untuk gaya saja; pamer kepada teman.

Apa pun yang dimintanya harus dipenuhi oleh ibunya. Ia seakan tak peduli apa pun selain menerima jawaban iya dan iya. Meski ia dapat mengupayakannya sendiri dengan bekerja, ia memilih meminta pada ibunya daripada bekerja.

Padahal anak tahu persis mamanya hanya hidup dari pensiun ayahnya. Masih ada lagi, setiap hari ia meminta uang jajan, layaknya anak sekolah dasar yang meminta uang saku untuk sekolah. Mamanya dibuatnya tak berdaya dan anak kian tak peduli meski mamanya harus meminjam uang guna memenuhi keinginannya.

Tipe orangtua lainnya adalah tipe penuntut. Tentang ini saya jadi teringat satu kejadian. Satu kali datang seorang kerabat ke rumah. Dia adalah orangtua dengan tiga anak. Di siang terik dan panas menyengat kami duduk di teras sambil menyeruput es buah. Ia pun mulai menceritakan keheranannya tentang anak muda sekarang.

Lambat tapi pasti ia mulai mengarah pada kasusnya sendiri. Laki-laki paruh baya ini pun mulai menceritakan kegelisahan hatinya tentang anak-anaknya. Menurutnya seorang anak haruslah mengikuti kemauan orangtuanya, karena yang membiayai hidup anak adalah orangtua. Agak heran juga mendengarnya, saya baru tahu rupanya ada orangtua seperti dia.

Yakin pandangannya benar sudah bisa diduga, ia ingin anaknya seperti apa yang dia inginkan bukan apa yang anak inginkan dan sanggupi. Orangtua ini ingin sekali anaknya menjadi polisi. Berikut alasannya, “Kalau jadi polisi ada kebanggaan tersendiri dan berkelas. Makanya saya mau anak saya menjadi polisi. Apa pun itu caranya akan saya tempuh. Tapi kenyataannya apa, satu pun tak ada yang mau jadi polisi. Ini yang bikin pusing.”

Kisah kerabat di atas kian membukakan mata hati; saya makin disadarkan betapa baik dan sabarnya orangtua saya selama ini. Orangtuaku begitu memberi kami anak-anaknya kebebasan dalam meraih dan mencapai apa yang kami inginkan. Orangtuaku memang benar-benar sebagai pemberi pertimbangan saja atas setiap rencana anak-anknya.

Mengarahkan pasti tapi membuat dan ikut andil membentuk anak jadi malas tidak sama sekali. Apalagi memanjakan kami berlebih seraya memenuhi ini dan itu demi pemuasaan keinginan anak- jauh dari itu. Semua yang orangtua saya berikan cukup dan pas, sesuai kebutuhan bukan keinginan yang tidak-tidak.  Saya bersyukur atas orangtua yang saya miliki, bagaimana dengan Pembaca? Semoga Pembaca pun dapat bersyukur atas orangtua yang Pembaca miliki. (rumi)

Continue reading

Posted in CERITA | Comments Off

Analisis Kesalahan Soal UN SMA Bahasa Indonesia 2014

Analisis Kesalahan Soal UN SMA Bahasa Indonesia 2014

Ujian nasional mestinya menjadi teladan bagi pembuat soal-soal ulangan kenaikan kelas atau sejenisnya. Melihat kesalahan soal, sangat jelas pada soal UN Bahasa Indonesia SMA/MA pada tahun 2014.

Pertama: Pada butir soal nomor 5 (lima), siswa harus menjawab soal berdasarkan wacana yang disajikan. Wacana tersebut untuk soal nomor 3 s.d 5, namun pada soal nomor 5 ada kesalahan soal. Soal tersebut menanyakan makna istilah ‘turnamen’. Istilah tersebut ternyata tidak ada dalam wacana, mungkin siswa sangat tahu bahwa soal tersebut salah, berarti tidak ada jawaban.

Kedua: Pada butir soal nomor 13 dan 14, siswa harus menjawab dengan mencermati kutipan biografi tokoh. Biografi artinya riwayat hidup (seseorang) yang ditulis orang lain (KBBI, 2008: 197). Biografi yang dimaksud tentunya harus memiliki referensi yang faktual, yaitu berupa buku, yang menyajikan karya, pemikiran, prestasi, semua yang dapat menjadi teladan bagi pembacanya.

Soal nomor 13 dan 14 tersebut diragukan kevalidannya karena tidak memiliki referensi yang faktual. Balitbang –Kemdikbud tentunya harus jeli dan jangan kecolongan lagi, terlepas ada muatan politik atau tidak, wacana tersebut bahwa setiap soal harus valid dan bisa dipertanggungjawabkan.

Ketiga: Dalam penyaringan soal Balitbang-Kemdikbud harus mencari tim yang mampu dan memahami SKL. Tim tersebut harus benar-benar bisa mengembangkan SKL menjadi indikator yang lebih spesifik dan mengkrucut sehingga siswa tidak menjadi bingung.

Keempat: Mungkinkah ada kealpaan dari tim penyelekasi soal UN SMA tersebut. Data yang disebutkan di atas satu paket, permasalahan ini sangat serius dan perlu mendapat perhatian dari pemerintah

Continue reading

Posted in CERITA | Comments Off

Cerita anak islami – kisah pemulung yang jujur

Cerita anak islami pemulung yang jujur – Cerita anak islami kali ini bercerita tentang seorang pemulung yang jujur. Siang itu di sebuah pasar yang sangat padat, seorang pemulung sedang mengais-ngais tempat sampah untuk mendapatkan barang plastik yang i… Continue reading

Posted in CERITA | Tagged , | Comments Off

Hampir 70% DPRD Lubuklinggau adalah Muka Baru

Setelah Selesainya pleno  PPK Timur I  Kamis Malam (17/04) maka seluruh delapan PPK dalam Kota Lubuklinggau sudah menyelesaikan Rekapitulasi hasil Pemilu 2014 di Kota Lubuklinggau. PPK Timur I sendiri adalah PPK yang terlama menyelesaikan tugasnya karena dibutuhkan waktu tiga hari dengan alasan Banyak Kesalahan Tehnis oleh PPS Kelurahan dalam Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Dari data delapan PPK untuk empat daerah pemilihan (Dapil) di Kota Lubuklinggau sudah terlihat Nama-nama Calon Legislatif yang akan mengisi Lembaga DPRD untuk Periode lima tahun kedapan. Penetapan Calon Anggota Terpilih (Calih) sendiri akan dilakukan pada Rapat Pleno KPU Kota Lubuklinggau yang direncanakan Minggu (20/04).

Dari Kuota 30 Kursi DPRD Lubuklinggau yang disediakan hasil dari Pileg April 2014 ini hampir dipastikan hampir 70% akan diisi oleh Wajah-wajah baru. Hanya 10 Orang Muka lama (Petahana) yang masih bertahan dilembaga Legislatif tersebut, diantaranya untuk Dapil I ada  Raden Syailendra (PKB), Merismon (PKS) dan Hendi Budiono (PBB). Dapil II kembali ada Caleg PKB atas nama Yulius, Suyitno (PDIP), Siti Fatimah Akis (Partai Golkar). Dapil III hanya ada M Amin (Partai Gerindra) yang bertahan. Dapil IV yaitu Joni (Partai Golkar), Taufik Siswanto (Partai Demokrat) dan Sutrisno Amin (Partai Hanura).

Selengkapnya Perkiraan Calih DPRD Kota Lubuklinggau,

DAPIL I :

1. Zulkarnain (Partai Nasdem)

2. Raden Syailendra (PKB)

3. Merismon (PKS)

4. Khoirul Umri (PDIP)

5. Wansari (Partai Golkar)

6. Murdianto (Partai Gerindra)

7. Leonardi Sohe (Partai Demokrat)

8. Hendi Budiono (PBB)

DAPIL II :

1. Ismail M Yuni (Partai Nasdem)

2. Yulius (PKB)

3. Suyitno (PDIP)

4. Odi Rafles (Partai Golkar)

5. Siti Fatimah Akis (Partai Golkar)

6. Merizal (Partai Demokrat)

7. Yeni Risnawati (PPP)

DAPIL III :

1. Zuibar (Partai Nasdem)

2. Suhada (PKS)

3. Hambali Lukman (PDIP)

4. M Efmi Pandai (Partai Golkar)

5. M Seh Yamin Effendi (Partai Demokrat)

6. M Amin (Partai Gerindra)

DAPIL IV :

1. Desri Zahri (PKB)

2. Yusri Daud (PDIP)

3. Joni (Partai Golkar)

4. Rodi Wijaya (Partai Golkar)

5. Musdalipa (Partai Gerindra)

6. Taufik Siswanto (Partai Demokrat)

7. Soleha (PPP)

8. Sutrisno Amin (Hanura)

9. Rukma Dewi (PBB)

Continue reading

Posted in CERITA | Comments Off

Tujuan Amien Rais Menjadi Capres Poros Tengah

Amien Rais Menjadi Caprers “ Poros Indonedsia Raya “   ?

Dalam menyatukan kelompok2 yang memepunyai berbagai kepentingan yang berbeda-beda, dan berbagai tingkatan intlektual yang tidak sama, tentu tidak mudah, demikian pula niat dikalangan ormas Islam yang menghendaki parpol2 Islam bersatu tentu tidak mudah direalisir .

Islam konservatif adalah kelompok islam yang berpikiran dangkal, gampang di provokasi, merekalah yang dimanfaatkan untuk mebendung Jokowi Effect sehingga perolehan suara parpol2 Islam meningkat. Tujuan kelompok ini adalah menentang Nasionalisme dengan segala macam cara, merekalah yang disebut bahaya laten bagi NKRI.

Kelompok kader2 dan pimpinan Parpol adalah kelompok orang2 istlektual yang berpikiran fragmatis, tujuan mereka adalah mendapatkan posisi, kekuasaan dan kekakyaan sekalipun dengan bekerja sama dengan parpol2 nasdionali, bahkan banyak yang menjadi kader2 nasionalis

Mereka ini mengunakan islam konservatif sebagai tunggangan untuk mencapai tujuannya, tetapi tidak mungkin mereka akan memperjuangkan niat konservatif itu karena mereka juga sadar kekeuatan Islam Nasionalis semakin besar, sedangkan mereka sendiri sebenarnya tidak setuju dengan tujuan kelompok konservatif mendirikan Negara Islam.

Karena kelompok Konservatif merasa memberikan suara yang cukup signifikan kepada parpol2 Islam maka mereka mendesak parpol2 Islam untuk bersatu menentukan Capres sendiri dikalangan mereka, tetapi bagi pimpinan Parpol sulit mewujudkannya.

Dalam kondisi serupa ini, Muncul Amien Rais memancing di air keruh, dia mencoba memanfaatkan dukungan masa konservatif melawan pimpinan parpol, kemudian mengambil alih kelompok Islam menjadi “ Poros Indonesia Ray a“

Dalam posisi seperti ini, tidaklah sulit baginya mendapatkan suara masa konservatif untuk menjadi Capres 2014, sedangkan para pimpinan Parpol hanya gigit jari, karena yang memeilih mereka adalah kelompok konservatif yang di pimpin Amien Rain.

Hal ini dapat saya umpamakan,.. “ Keledai yang menjadi tunggangan para parpol Islam direbut oleh Amien Rais,..” kita lihat drama selanjutnya.

Continue reading

Posted in CERITA | Comments Off