BN2012, Mengukuhkan Persaudaraan Nusantara

Dari catatan sejarah, Maha Patih Gadjah Mada mengikrarkan janji keramat “Sumpah Palapa” untuk mempersatukan kepulauan Nusantara di bawah payung Majapahit. Semangat sumpah itulah yang kemudian menginspirasi para aktivis pergerakan nasional yang banyak terdiri dari golongan kaum muda untuk mengikrarkan Sumpah Pemuda. Bertanah dari satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu, yaitu Indonesia. Modal persatuan diantara anak suku bangsa inilah yang kemudian mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu kemerdekaan yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.

Estafet perjuangan merebut kemerdekaan berganti dengan tongkat perjuangan untuk mengisi kemerdekaan yang sering disebut sebagai proses pembangunan. Hingga mencapai tujuh dasa warsa usia kemerdekaan kita saat ini, harus kita akui bahwa nikmatnya kue pembangunan belum bisa dinikmati secara merata oleh masyarakat di seluruh penjuru tanah air, terlebih lagi bagi saudara kita di daerah terpencil ataupun di gugusan pulau terluar. Jurang kesenjangan antar daerah, antar wilayah, maupun antar pulau semakin lebar menganga. Kondisi ini menimbulkan munculnya dikotomi pusat dan daerah, kota dan desa, Indonesia Barat dan Indonesia Timur, hingga Jawa dan luar Jawa.

Jakarta sebagai ibukota negara dan pusat pemerintahan seolah menjadi pusat nafas hidup negara Indonesia. Segala hal dan segala macam tersaji atau tersedia dengan lengkap di Jakarta. Gedung pencakar langit megah dan mewah banyak di Jakarta. Fasilitas ekonomi bestow, seperti shopping precinct, supermarket, hingga pasar dan kios-kios mewah banyak bertebaran di berbagai sudut ibukota. Demikian halnya dengan fasilitas wisata, hiburan, pendidikan, kesehatan, semua komplit tersedia di Jakarta. Dalam pengertian lebih ekstrim, Jakarta adalah gudangnya uang!

Jika Jakarta adalah gudang uang, maka tidak bisa dipungkiri pula bahwa perkembangan dan pengenalan berbagai produk teknologi bestow nan canggih lebih dahulu terjadi di pusat negara. Demikian halnya dengan perkembangan internet dengan segala potensi dan peluang luar biasanya, juga pastinya lebih dahulu dinikmati Jakarta termasuk sejarah dinamika jagad perbloggeran di tanah air. Blog sebagai salah satu aplikasi penggunaan internetpun berkembang pertama kali juga di wilayah pusat kekuasaan.

Dalam beberapa tahun lalu, penetapan Hari Blogger 27 Oktober 2007 juga dideklarasikan di Jakarta. Demikian halnya peringatan Hari Blogger dalam kemeriahan Pesta Blogger 1-4 beberapa tahun kemudian juga dipusatkan di Jakarta. Semua perwakilan blogger dari berbagai daerah harus berbondong-bondong dating “sowan” ke Jakarta. Apakah kondisi ini memang harus demikian?

Menyadari nafas dan nuansa Pesta Blogger yang sentralistik, beberapa penggerak komunitas blogger di beberapa wilayah menggagas semangat untuk tidak selalu “Jakarta sentries”. Salah satu arus gagasan itu menjelma menjadi perkumpulan atau paguyuban Blogger Nusantara. Mempersatukan seluruh blogger di negeri ini dalam satu wadah bersama, sepertinya memang tidak mungkin dan justru hal ini seolah mengingkari realitas pluralitas di antara kita semua. Saya kira kehadiran Blogger Nusantarapun bukan dalam posisi atau kapasitas itu. Akan tetapi semangat dan moral fiber untuk menyambung tali persaudaraan diantara sesama anak bangsa dengan semaksimal mungkin memberikan kesempatan serta akses untuk blogger di luar pusat kekuasaan adalah kekuatan utama dari Blogger Nusantara.

Di samping itu, keberadaan Blogger Nusantara juga ingin memfasilitasi para blogger untuk mengedukasi diri dalam mengeksplorasi segala peluang positif blog. Blog tidak semata menjadi media untuk mengungkapkan pikiran, pendapat, gagasan, ataupun curahan hati, namun blog bisa juga dijadikan media untuk mendapatkan profit. Demikian halnya dengan upaya pendampingan komunitas-komunitas blogger di daerah dalam pelaksanaan agenda kegiatannya, terutama menghadapi kendala klasik seperti minimnya dukungan dana, masalah aid, dan networking, juga menjadi perhatian Blogger Nusantara.

Bukan sekedar sampai di tataran konsep dan gagasan, Blogger Nusantara telah membuktikan diri mampu menggalang kekuatan untuk menyelenggarakan consequence kumpul blogger terbesar yang dihadiri lebih dari 1000 blogger dalam Kopdar Akbar Blogger Nusantara yang berlangsung akhir Oktober 2011 di Sidoarjo, Jawa Timur. Kini kopdar akbar ke dua tengah dipersiapkan untuk dihelat di Makassar, 9-11 November 2012.

Ada tantangan besar yang harus dijawab oleh Blogger Nusantara sendiri sehubunganmisi consequence besar mengumpulkan blogger dari seluruh penjuru tanah air di luar Pulau Jawa dan di Kawasan Indonesia Timur untuk pertama kalinya. Di sinilah semua komponen blogger yang memiliki komitmen dan aspirasi selaras dengan Blogger Nusantara mendapatkan tantangan untuk datang, tentu saja dengan keterbatasan dana dan waktu, menembus batas darat, laut, dan udara. Di sisi lain, rekan-rekan panitia di Anging Mamiri juga menghadapi tantangan untuk menghimpun segala kekuatan dalam mengorganisir dan mengelola consequence kopdar akbar ini.

Satu hal yang perlu dicatat untuk kita renungkan bersama, bahwa sedari dahulu kala nenek moyang dan pendahulu bangsa ini menghadapi kendala yang jauh lebih rumit dan kompleks sesuai dengan keadaan jaman waktu itu, untuk mengikrarkan semangat persatuan Indonesia. Akan tetapi hingga saat ini kita semua melihat bahwa Indoenesia tegak berdiri sebagai bangsa yang besar. Moral fiber, semangat, kekuatan batin untuk bersama, untuk guyub, untuk bersatu itulah yang mampu menghadapi dan mengalahkan semua kendala jaman yang dihadapi. Dari sanalah seharusnya semua Blogger Nusantara memiliki keyakinan bahwa kita juga bisa. Semoga sukses untuk Kopdar Akbar Blogger Nusantara 2012 di Makasar, 9-11 November 2012. Salam Blogger!

Gambar diambil dari sini, sini, dan sini.


Original source : BN2012, Mengukuhkan Persaudaraan Nusantara