Belajar Menulis Fiksi (3)

Seorang penulis perlu memperkuat mental diri agar terhindar dari melakukan plagiasi, anti kritik, dan sikap kurang matang lainnya.

Perkara menulis fiksi bukan sekedar corat coret tulisan atau ketak ketik upright semata. Lebih dari itu persiapan menjadi penulis perlu dilakukan khususnya proses pematangan diri.

Pematangan diri seorang penulis fiksi dilakukan melalui proses panjang tak berujung sepanjang proses-proses kreatif tercipta. Awalnya mungkin bisa terganggu penguasaan dirinya saat mendapatkan kritik atau komentar yang kurang mengenakan, namun lambat laun akan lebih matang dalam menyikapi hal itu.

Secara sengaja dan tanpa pertimbangan mengakui karya tulisan orang lain mencerminkan kurang matangnya orang yang melakukan perbuatan plagiasi itu. Hal itu juga bisa dikarenakan rasa kurang percaya diri untuk menulis. Takut tidak bisa menulis lagi. Perbuatan kurang terpuji itu perlu dihindari jauh-jauh. Penulis sejati adalah ia yang menekuni proses kreatif dirinya sendiri dari nol sampai karya-karyanya digemari pembacanya. Menjadi penulis bukanlah seperti bermain sulap, namun butuh jalan panjang tak berujung.

Rasa bangga terhadap diri dan karya sendiri jika berlebihan juga mencerminkan kekurangmatangan diri seorang penulis. Penulis dikenal melalui karya-karyanya. Karenanya penulis tak perlu terlalu berlebihan menonjolkan siapa dirinya. Melalui karya-karya spektakulernya biasanya penulis dikenal oleh kalangan yang luas. Sebagai contoh barangkali karya-karya novelis Tere-Liye yang banyak digemari, dan mengundang rasa penasaran pembaca untuk mencari tahu siapa sebenarnya sosok penulis fresh itu.

Menjadi manusia bermental baja barangkali dibutuhkan oleh seorang penulis agar keberlangsungan karyanya bisa terus tercipta. Bagaimana mau menjadi penulis jika mudah putus asa? Bagaimana mau menjadi penulis jika mudah dikalahkan oleh kenyataan yang dihadapinya, misalnya penolakan naskah yang terus menerus? Seiring berjalannya waktu yang dilalui dengan pengalaman-pengalaman yang panjang, seorang penulis akan menemukan kematangan dirinya.[]

(Bersambung)


Original source : Belajar Menulis Fiksi (3)