APA SETELAH JOKOWI…?

panggung politik Jakarta telah usai. Pilkada telah berjalan dengan baik dan lancar, menghasilkan Jokowi-Ahok sebagai pemenangnya. Pilkada Jakarta memang sungguh fenomenal. Mungkin karena ini tentang Jakarta, ibukota Indonesia. Atau mungkin ini juga karena tentang Jokowi, figur yang selama 3-4 bulan terakhir begitu menyedot perhatian khalayak. Mungkin juga karena bumbu-bumbu pilkada: black battle, sara, gegap gempita perubahan, dan banyak hal lagi yang mengiringi sedu sports car pilkada Jakarta.
Selama perhelatan pilkada Jakarta ini, masyarakat telah terbagi ke dalam dua kelompok, oposisi biner telah terbentuk. yang satu dibilang pro perubahan, satunya status quo. Islam-non Islam. Koalisi partai-koalisi rakyat.dan tentunya kumis vs kotak-kotak.

Dengan cara berpikir hitam dan putih inilah masyarakat terpolarisasi dan membangun kebenarannya sendiri-sendiri. kebenaran yang dibangun diatas fakta dan juga mungkin asumsi dan permainan logika. maka kemudian pihak Foke bilang: Jokowi kan hanya berhasil memimpin solo: itu kan wilayah kecil, jangan bandingkan dengan Jakarta. Jokowi itu tidak realistis dan kurang tahu masalah Jakarta. Kemudian pihak Jokowi: Foke udah lama berkuasa mana hasilnya. saatnya perubahan dilakukan…dan bla..bla…bla semua bersorak dengan paduan irama masing-masing, diikuti oleh sorakan penonton pendukung masing-masing lengkap dengan cheer leadernya.

Dan kemudian masyarakatpun pecah. setiap kelompok telah membuat dan mempunyai idealnya sendiri-sendiri. semua harap-harap cemas menunggu saat pencoblosan tiba sambil berharap kemenangan dan tentu saja mengeluarkan serapah-serapah kepada pihak musuh. dan setelah hari H tiba dan penghitungan selesai dilakukan, Jokowi ternyata berhasil keluar sebagai pemenang. masyarakat yang menamakan diri sebagai gerakan perubahan dan tentu saja mengatasnamakan “rakyat” berteriak nyaring. melantunkan yel-yel kemenangan dan lagu revolusi dengan gegap gempita. seolah-olah semua janji akan terpenuhi dan syurga dalam kepala mereka akan menjadi kenyataan.

Tapi inilah dunia, tempat janji dikatakan sekaligus diingkari. tempat segala kemungkinan bisa terjadi, dan tempat semua kepapaan. apakah kegembiraan dalam setiap dada simpatisan Jokowi yang begitu membuncah akan bertahan  lama? Apakah impian-impian mereka tidak hanya mimpi di siang bolong? ingatlah kita bahwa politik adalah pertaruhan yang mahal. lihatlah: apa yang terjadi setelah gegap gempita kemenangan Obama: semua berakhir dengan sepi??? dan lihatlah apa yang terjadi setelah perang barathayuda selain suatu akhir yang tragis?

Untuk itulah mari berpikir sejenak. tidak usahlah keadaan begitu menyihir kehidupan kita.dan lebih baik menghindarkan diri dari berpikir diametral. karena keberpihakan pada satu sisi kehidupan bisa berakhir dengan kekecewaan. Jokowi juga manusia biasa: lengkap dengan sedu sedannya. mungkin ia punya segudang ide dan rencana, mungkin ia punya tekad sekeras baja. tapi semua itu kadang ada batasnya. dan batas itu yang kadang membuat kita kecewa jika tidak jauh hari menyadarinya.


Original source : APA SETELAH JOKOWI…?